
Anak buah Lucifer menunggu kedatangan Eva dan Lucifer di bandara Bandung.
"Itu.... itu tuan Lucifer. " ucap anak buah nya.
Rekan nya pun ikut melihat arah yang di tunjuk teman nya.
"Tuan. " salam anak buah nya saat sudah dekat.
Lucifer hanya menganggukkan kepala nya.
"Tuan, kami sudah membawa mobil buat anda bawa. " ucap anak buah nya.
"Bagus, kalian pulang lah. " suruh Lucifer.
"Baik tuan, kami permisi. " ucap anak buah nya.
"Hmm.... " jawab Lucifer.
Anak buah nya pergi meninggalkan mereka setelah memberikan mobil untuk di pakai bos nya.
"Ayo masuk ke mobil. " suruh Lucifer membuka pintu bagian depan untuk Eva.
Eva masuk dan duduk di samping kemudi.
Dalam perjalanan, beberapa kali Eva menguap.
"Kau tidur saja dulu, nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan mu. " ucap Lucifer sambil melirik Eva.
Eva hanya menganggukkan kepala nya. Membenarkan posisi duduk nya untuk lebih nyaman lagi.
Tidak ada obrolan, hanya suara mobil yang lembut.
"Bagaimana? apa ada masalah? " tanya Lucifer dalam panggilan telepon nya.
"Tidak ada tuan, semua nya aman dan lancar. " jawab Aris.
"Bagus. " jawab Lucifer.
"Malam ini kalian harus tiba, semua nya, jangan ada yang ketinggalan. " ucap nya lagi.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Panggilan di akhiri.
Lucifer pun beberapa kali menguap, menahan kantuk nya. Dia juga sebenar nya sangat lelah sekali.
Lucifer mengambil rokok nya, dia ingin menghirup rokok agar tidak ngantuk.
Tapi dia menghentikan nya saat melihat Eva yang tertidur di samping nya.
Dia menarik rokok yang ada di mulut nya dan menyimpan nya lagi.
Saat di lampu merah, Lucifer membuka jaket nya, lalu di pakaikan pada Eva yang masih nyenyak tidur nya.
Lucifer menatap wajah Eva yang tidur dengan tenang. Lama dia menatap nya.
TTIIINNNTTTTTIIINNNNN....... TTTTIINNNTTTIIINNNN..... TTTIIINNTTIIINNNN.....
Lucifer langsung tersadar setelah bunyi klakson kendaraan di belakang nya, ternyata lampu lalu lintas sudah berganti warna menjadi hijau.
Lucifer melanjutkan perjalanan nya kembali.
Perjalanan sekitar dua jam an.
"Va, kita sudah sampai. " ucap Lucifer membangunkan Eva.
Lucifer turun, dan membuka pintu mobil tempat Eva duduk.
Tampak beberapa orang dan Romo Ignatius berdiri menunggu kehadiran mereka.
"Syalom Romo." sapa Lucifer memberi salam pada Romo nya.
"Syalom nak, bagaimana kabar mu? " tanya Romo Ignatius.
"Saya baik-baik saja. " jawab Lucifer.
__ADS_1
Romo melihat seorang gadis yang berdiri di samping Lucifer.
"Apa kah gadis ini adalah calon isteri mu? " tanya Romo menunjuk ke arah Eva.
"Benar Romo. " jawab Lucifer.
"Syalom Romo, saya Eva. " salam Eva pada Romo.
Romo Ignatius tersenyum ramah dan mengangguk.
"Ayo, sebaik nya kita masuk, kita bicara di dalam. " ajak Romo.
Lucifer dan Eva mengikuti nya.
Lucifer menggandeng tangan Eva, membuat Eva kaget.
"Silahkan masuk. " ucap Romo, membuka pintu rumah di samping gereja.
Eva dan Lucifer masuk, Eva melihat sekeliling rumah itu.
"Dulu, Adam tinggal di sini, hehehehe. " ucap Romo dengan senyum.
Eva membalas dengan senyuman.
"Sebaik nya kalian istirahat saja dulu, pasti kalian sangat capek. " ucap Romo.
"Apa kalian sudah makan? " tanya Romo.
"Belum Romo." jawab Lucifer.
"Apa kau sudah lapar Va? " tanya Lucifer.
"Belum, aku masih kenyang. " jawab Eva.
"Kalau begitu, nanti kita makan malam bersama saja. " ucap Romo.
"Baik Romo. " jawab Eva.
"Romo, saya ingin berbicara dengan anda. " ucap Lucifer.
"Apa kau tidak lelah nak? " tanya Romo.
"Baik lah. " jawab Romo.
Romo Igantius berjalan lebih dulu keluar rumah yang lumayan luas, memiliki tiga kamar, dan teras yang ada taman nya.
"Kau istirahat lah dulu, aku mau bicara dengan Romo. " ucap Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya.
"Oh iya... berikan padaku Ktp dan Kartu keluarga mu. " ucap Lucifer.
"Sebentar ya. " ucap Eva.
Eva mengambil tas dan mengeluarkan apa yang di minta Lucifer. Sebenar nya itu sudah di siapkan.
"Ini Dam. " ucap Eva memberikan pada Lucifer.
"Dulu kau memberikan Ktp mu pada ku buat jaminan mu, tapi sekarang..... " gumam Lucifer menatap Ktp Eva.
"Di sini ada tiga kamar, masing-masing memiliki kamar mandi di dalam nya. " ucap Lucifer.
"Aku keluar dulu sebentar, kalau kau butuh bantuan, kau bisa menghubungi ku, dan nanti malam mereka akan tiba di sini. " ucap Lucifer lagi.
Eva menganggukkan kepala nya, dia mengerti.
Lucifer pergi meninggalkan Eva, melangkah menyusul Romo yang sudah menunggu di taman.
Sementara Eva membawa tas nya dan melangkah menuju kamar nya.
.
.
.
__ADS_1
.
"Romo. " panggil Lucifer.
Romo melihat nya dari belakang.
"Duduk lah nak. " ucap Romo nya dengan ramah.
Lucifer duduk di sofa yang berada di hadapan Romo nya.
"Akhir nya kau akan menikah juga, hehehehe. " ucap Romo nya membuka obrolan.
"Iya Romo. " jawab Lucifer.
"Romo lihat, gadis itu sangat cocok untuk mu, gadis yang baik dan sopan. " ucap Romo nya lagi.
Lucifer hanya diam mendengar kalimat Romo nya.
"Apa kau sudah lama mengenal nya? " tanya Romo nya.
"Iya Romo. " jawab Lucifer.
"Romo, pernikahan kami di adakan dengan sangat sederhana, hanya ada beberapa perwakilan saja." ucap Lucifer.
"Eva dan saya, sama-sama yatim piatu, jadi kami hanya bisa membawa wali kami saja. " ucap nya lagi.
Romo nya hanya menganggukkan kepala nya.
"Tidak apa-apa nak, yang penting kalian bahagia dan memiliki pernikahan yang sah. " jawab Romo nya.
"Romo senang kamu mau menikah di sini. " ucap Romo nya.
"Romo sempat berpikir tidak bisa melihat mu menikah, kalau-kalau rumah Romo sudah selesai di ' sana' dan Romo di jemput, hehehe. " ucap Romo nya.
"Tapi saya menepati janji saya kan Romo. " ucap Lucifer.
"Baik lah, sebaik nya kau istirahat lah, biar teman-teman mu di sini membantu menyiapkan persiapan buat besok. " ucap Romo sambil berdiri.
"Iya Romo." ucap Lucifer sambil Berdiri juga.
"Romo akan kembali, nanti kita akan bertemu saat makan malam. " ucap Romo nya.
Lucifer menundukkan sedikit badan nya, memberi hormat pada beliau yang sangat di hormati nya.
Romo meninggalkan nya, tapi Lucifer masih duduk di sofa sambil menatap dan berpikir.
Dia mengambil rokok dan menyalakan nya.
"Setelah menikah, aku akan memiliki seseorang yang harus ku jaga. " gumam Lucifer.
"*Sampai kapan aku akan menyembunyikan rahasia ku? dan apa yang akan terjadi kalau dia mengetahui nya? " gumam nya lagi sambil membuang asap rokok nya.
"Biarkan waktu saja yang menjawab. " gumam nya lagi*.
.
.
.
.
.
" Va, aku sudah menghubungi Aldo, dia akan ikut dengan kami, oh ya.. aku juga bertemu dengan Jimmy, gak apa-apa kan aku membawa nya juga? ini kami sedang dalam perjalan menunggu pesawat nya lepas landas. " Lisna memberikan pesan Whatsupp pada Eva. Eva tidak membaca nya, karena dia masih tertidur.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
LIKE.... VOTE..... LIKE..... VOTE..... LIKE.... VOTE.....