SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 184


__ADS_3

Mereka kembali ke kantor dan semua peserta test wawancara atau interview.


"Untuk sisa nya yang belum di panggil interview, tolong pindah ke depan, dan yang di belakang nya untuk yang sudah interview." ucap William.


Aris tidak ikut serta. Yang ada hanya William, Lisna dan tiga orang perwakilan dari perusahaan.


Semua calon karyawan segera bergegas mengatur posisi nya. Novelina dan Hendra berada di barisan belakang sesuai arahan William.


Aris dan Lucifer mengamati dari layar besar gerak-gerik 11 orang yang mencurigakan.


"Panggilkan Novelina dan dua orang secara acak, asal jangan Heriawan." suruh Lucifer.


"Bawa mereka ke ruangan lain, tapi atur cara untuk memisahkan Novelina dari mereka, bawa dia menemui ku di ruang rahasia." suruh nya lagi.


"Supaya rekan-rekan nya terutama Heri tidak curiga." ucap nya.


"Baik tuan, saya mengerti." ucap Aris.


Aris meninggalkan ruangan Lucifer dan segera melakukan perintah dari bos nya.


**********


"Untuk yang saya panggil, tolong ikut saya, segera interview terakhir ya." ucap Aris.


"Apakah dengan tuan Presdir nya pak Aris?" tanya canda calon pelamar berjenis kelamin perempuan.


"Hahahaha, tidak. Presdir kita tidak ada waktu untuk mengurus ini. Dia sudah pulang dari tadi." ucap Aris berbohong.


Tampak terdengar suara kecewa dari beberapa karyawan. Mereka ingin sekalian bertemu dengan pemilik perusahaan yang tampan itu.


"Jadi dia sudah pulang dari tadi? syukur lah. Gumam Heriawan.


Aris melirik Heriawan yang tidak sadar.


"Novelina Puteri, Bambang Putera, dan Riris Dewi. Silahkan ikut dengan saya." suruh Aris.


Novelina dan Heriawan saling memberi kode. Aris mengerti, dan hanya tersenyum sinis.


**************


Setelah di luar ruangan.....


"Kamu ikut dengan ku!" Aris dengan suara yang tegas menarik tangan Novelina.


"Ke...kemana tuan?" tanya Novelina gugup.


"Tidak usah banyak tanya. Cepat!." paksa Aris.


Wanita itu pasrah di bawa Aris. Dia membawa ke ruangan rahasia Lucifer. Di mana Lucifer sudah menunggu.


*************


"Tuan." panggil Aris.


Lucifer menatap wanita yang sudah ketakutan.


"Kenapa aku di panggil ke sini?" gumam Novelina.


"Duduk!" suruh Lucifer.


Novelina duduk di hadapan pria berwajah bengis itu.


Dia menyalakan rokok nya.


"Katakan....Siapa yang menyuruh mu?" Lucifer mulai memberikan pertanyaan.


"Ma...maksud nya pak?" tanya Novel gugup.

__ADS_1


Lucifer membuang asap rokok tepat di wajah Novel.


"Jangan membuat ku bertanya sekali lagi dengan pertanyaan yang sama." ucap Lucifer sinis.


Novelina gugup, bingung, dan ketakutan. Tampak menahan air mata.


Lucifer berdiri, menghampiri Novelina.


Dia mengambil benda berukuran kecil sebagai alat sadap suara untuk mendengar dan merekam pembicaraan.


Lucifer meletakkan alat itu di saku baju Novel ketika bertabrakan dengan nya.


"Flashback On.....


"Tuan, ada beberapa suruhan musuh menyamar sebagai pelamar kerja. Salah satu nya wanita. Nama nya Novelina Puteri." ucap Hendra dalam panggilan telepon.


"Pagi ini mereka akan memasuki perusahaan." ucap Hendra lagi.


Flashback Of....


Lucifer menunjukkan alat sadap suara pada Novel. Membuat si wanita semakin ketakutan.


"Aku bisa membuat mu mati dengan cara mengenaskan. Bahkan keluarga mu tidak akan ada yang bisa mengenali mayat mu." ucap Lucifer.


****************


"Aneh, kalau memang si Lucifer sudah pulang, kenapa asisten pribadi nya masih ada? apa ini jebakan? Aris tidak pernah lepas berjauhan dari Lucifer." gumam Heriawan.


"Gawat....Ini pasti jebakan. Aku harus segera beritahu yang lain nya." gumam Heri yang gelisah.


Heri berdiri dari tempat duduk nya, hendak melangkah.


"Mau pergi kemana kau?" gumam Lisna yang memperhatikan.


KKKLLIIKKK.......


"Kau tidak akan bisa keluar dari ruangan ini. Tidak ada seorang pun." gumam Lisna senyum sinis.


Heri tidak tahu, kalau Lisna mengawasi nya.


Lisna tetap bersikap tenang dengan senyum palsu. Bahkan rekan Heri yang lain pun tidak sadar.


Heri menuju pintu hendak keluar....


"Kok tidak bisa di buka? kenapa ini?" gumam Heri.


"Tadi tidak terkunci. Bagaimana bisa?" gumam nya lagi.


"Ada apa mas Heri?" tanya William.


"Mmm....saya mau ke toilet pak, tapi pintu nya tidak bisa di buka." jawab Heri.


"Oh ya? mungkin terkunci. Di sini ada toilet juga kok. Gunakan yang di sini saja. Saya akan panggil seseorang untuk memperbaiki pintu nya." ucap William dengan senyum palsu nya juga.


Semua tahu siapa orang-orang yang menyamar sebagai pelamar kerja. Namun suruhan atasan nya, mereka harus berpura-pura biasa saja. Karena Lucifer punya rencana sendiri.


Heri tidak menjawab. Dia berusaha tenang.


"Kalau begitu saya ke toilet yang ada di sini aja pak." ucap Heri.


"Silahkan." ucap William.


*****************


"Sa....saya tidak tahu pak siapa yang menyuruh saya, saya hanya......


Lucifer menggenggam leher wanita malang itu dengan keras.

__ADS_1


"Aaakkkhhh..." Novel memegang tangan Lucifer yang berada di tangan nya.


"Tuan Lucifer tidak pernah menyakiti wanita. Kenapa.....?" gumam Aris.


"KATAKAN SIAPA YANG MENYURUH MU????" tanya Lucifer dengan suara keras.


Ruangan yang mereka gunakan kedap suara.


Novel menangis, air mata nya mengenai tangan Lucifer.


"Tuan....." Aris berusaha membuat Lucifer untuk tetap tenang.


Lucifer melihat Aris dan melihat Novel lagi.


"Uuhhukkk....Uuhhuukk.....Uhhhuukk..." Novel memegang leher nya yang sudah membiru akibat bekas tangan Lucifer.


"Pak...Saya...saya benar-benar tidak tahu siapa yang menyuruh saya. Tapi mereka mengancam saya dengan menyandera keluarga saya." ucap Novel sambil mengatur nafas nya untuk normal.


Lucifer masih menatap nya tajam.


"Periksa tas nya Aris! " suruh Lucifer.


Aris segera melakukan perintah.


"Tuan, aku menemukan botol kaca ini." Aris menunjukkan botol kecil.


Lucifer menerima, di cek, bahkan di cium aroma nya.


Aris melihat wanita itu dengan tatapan kasihan smbil menggelengkan kepala nya.


"Kau tahu siapa-siapa saja rekan mu?" tanya Lucifer.


"Tahu pak." jawab Novel jujur. Dia tidak berani untuk berbohong lagi. Karena orang yang ada di hadapan nya sangat kejam.


"Beritahukan pada ku siapa saja." Lucifer kembali ke kursi nya.


"Ba...baik pak." jawab Novel.


"Ikuti rencana ku, jika mau kau dan keluarga mu selamat." ucap Lucifer.


Aris dan Novel kaget dengan ucapan Lucifer.


"Apa tuan mau menolong anak buah musuh nya?" gumam Aris.


"Benar kah pak? kalau anda serius, saya akan bekerja sama dengan bapak." ucap Novel senang.


"Sebenar nya aku tidak perduli kau mau bekerja sama atau tidak. Karena aku tahu kalian. Aku bisa saja membiarkan mu minum racun ini dan mayat mu di bakar oleh rekan mu itu." Lucifer menunjukkan botol racun.


Lucifer mendengar obrolan antara Novel dan Heri beberapa waktu lalu.


"Pak, apapun akan saya lakukan untuk menyelamatkan diri ku dan keluarga ku. Tolonglah kami pak." pinta Novel dengan wajah melas.


Lucifer melihat Aris dengan tatapan penuh arti.


.


.


.


.


.


APA RENCANA LUCIFER? APAKAH BENAR NOVEL AKAN DI SELAMAT KAN?


LIKE N VOTE YA....

__ADS_1


TERIMAKASIH.....


__ADS_2