SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 93


__ADS_3

Eva dan yang lain nya sudah sampai di rumah, dan masih di Bandung.


Mulai saat ini, Eva tidak di temani Lisna lagi di dalam kamar.


"Aaakkhhh... " teriak Eva saat membuka kamar nya.



"Ada apa? " tanya Lisna dan beberapa orang lain nya.


"Ini... ini siapa yang buat kamar nya seperti ini? " tanya Eva.


"Hahahaha.... ini yah... mungkin tuan Lucifer yang menyiapkan nya. " ucap Lisna.


"Tidak mungkin. " ucap Eva.


"Bisa aja kan, memersiapkan malam pertama. " ucap Lisna.


Eva terdiam, dan sedikit takut.


"Ta... tapi.. kenapa ada balon segala sih, buang donk. " ucap Eva.


Eva sangat takut dengan balon, badut dan ulat bulu.


"Iya.. iya... balon nya aja kan? " ucap Lisna.


"Ada apa? " tanya Lucifer yang baru tiba.


Lucifer melihat kondisi kamar nya.


"Apa ini kau yang mempersiapkan nya? " tanya Adam dan Eva secara bersamaan.


Mereka juga langsung diam.


"Aku tidak melakukan nya kok." ucap Eva gugup.


"Hhmm.... ini pasti ulah Aris dan Hendra. " ucap Lucifer.


"Abaikan saja. " ucap Lucifer lagi.


"Tapi.. aku mau balon-balon nya di buang. " ucap Eva.


"Kenapa Va? " tanya Hendra yang ikut menguping.


"A... aku.. aku tidak suka balon. " jawab Eva gugup.


"Hen, buang balon-balon ini. " suruh Lucifer.


"Baik tuan." jawab Hendra.


"Lagi pula ini bukan acara ulang tahun, kenapa harus ada balon, gak sekalian ajak badut nya." ucap Lucifer lagi.


"Tadi saya mencari badut, tidak ada tuan. " jawab Hendra jujur.


Lucifer menatap kesal pada Hendra.


"Jangan, jangan ada badut juga, aku gak suka. " ucap Eva.


(Eva pernah punya pengalaman di culik Badut waktu SD, jadi dia trauma dengan badut)


Lucifer melihat wajah Eva sangat ketakutan dan merah.


"Apa kau tidak apa-apa? kau pucat sekali. " tanya Lucifer.


"Ti... tidak apa-apa" jawab Eva yang masih panik.


"Lalu bagaimana dengan bunga-bunga ini Va? " tanya Hendra membawa semua balon keluar, mendekati Eva.


"HENDRA.... JAUHKAN BALON NYA!!!! " teriak Eva.


"Maaf... maaf... " ucap Hendra kaget.


"Sudah lah, kau tidak perlu takut lagi, kau tunggu di luar saja dulu, biar di keluarkan semua nya. " ucap Lucifer.


Eva mengganggukkan kepala nya, masih dalam pakaian pengantin nya.


"Om.... balon nya buat kami saja. " pinta Jody.


"Kalian mau? " tanya Lucifer.


"Iya.. " ucap Santi.


"Okey.... kalian ambil lah. " ucap Lucifer.


"Hahahahaha... kak Eva takut banget dengan balon." ledek adik Lisna.


"Hhuusshh..." mama nya melarang anak nya.


"Apa ini kerjaan kalian? " tanya Lucifer pada Hendra yang masih sibuk membersihkan kamar itu.

__ADS_1


"Mmm.... sebenar nya ini ide nya Aris tuan. " jawab Hendra.


" Enak aja kau Hen, ini ide nya si Hendra tuan, buat malam pertama anda kata nya." balas Aris.


"Sudah... sudah.. hentikan.... cepat beresin, biar Eva bisa istirahat. " ucap Lucifer.


"Maksud nya Eva dan tuan Lucifer, hehehehe. " ucap Hendra tanpa sadar.


Lucifer hanya membalas dengan tatapan sinis nya, sementara Aris melemparnya dengan bantal.


"Lisna, kau bantu Eva membuka baju nya. " suruh Lucifer.


"Loh... bukan kah itu tugas tuan? " tanya Lisna.


Lucifer hanya membalas lagi dengan tatapan sinis nya.


"Aku tidak suka banyak tanya. " balas Lucifer.


"Iya... iya.. baik tuan" jawab Lisna membantu Aris mengeluarkan bunga-bunga.


"Tuan, kamar nya sudah kami rapikan, semua bunga dan balon nya sudah kami keluarkan. " ucap Aris.


"Kalian keluar lah. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab mereka.


"Panggilkan Eva kemari. " suruh Lucifer.


"Baik. " jawab Aris.


Aris menghampiri Eva yang masih duduk.


"Va, kamar nya sudah di beresin, kamu bisa beristirahat. " ucap Aris.


"Iya, makasih ya" ucap Eva.


"Va, aku minta maaf ya, aku gak tahu kalau kamu takut balon. " ucap Hendra.


"Gak apa-apa kok." jawab Eva.


"Kamu di panggil tuan. " ucap Hendra lagi.


Eva membalas dengan menganggukkan kepala nya.


Eva lalu melangkah menuju kamar, hanya ada dia dan Lucifer.


"Masuk lah Va. " suruh Lucifer yang masih berdiri.


"Kau beristirahat lah, biar Lisna yang membantu mu. " ucap Lucifer.


"Aku tahu kau sangat lelah. " ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


Lucifer melangkah keluar.


"Lalu kau akan kemana?" tanya Eva.


"Aku ada di ruang tamu. " jawab Lucifer.


"Kau tenang saja, aku tahu kau masih belum siap melakukan nya." ucap Lucifer.


"Kita jalani ini dengan pelan-pelan saja. " ucap nya lagi.


"Aku akan memanggil Lisna. " ucap Lucifer melanjutkan langkah nya.


"Syukurlah kamu mengerti Dam. " gumam Eva.


Lisna datang menghampiri Eva.


"Hallo...? melamun nih? " tanya Lisna.


Eva menggelengkan kepala nya.


"Sini, aku bantu kau membuka pakaian pengantin mu." ucap Lisna.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Tuan Lucifer menyuruh ku membantu mu, aku rasa tuan tahu kalau kau masih belum siap, jadi dia tidak memaksa mu. " ucap Lisna.


"Aku pikir, tuan akan langsung menerkam mu, hahahaha." ucap Lisna.


Eva menatap dengan sedikit kesal.


"Udah.... mandi sana. " suruh Lisna setelah selesai membuka resleting baju pengantin Eva.


"Malam ini, aku yang akan menemani mu nona, hahahahha. " ledek Lisna dengan tertawa.


.

__ADS_1


.


.


.


.


"Berapa banyak anak buah nya? " tanya Richard.


"Sekitar 200 an tuan. " jawab Jefry.


"Kerahkan anak buah kita dari tim HITAM dan BIRU. " perintah Richard.


"Baik tuan." ucap Jefry.


"Keluar kan tawanan nya, agar lebih banyak anak buah yang bertambah dari mereka. " ucap nya lagi.


"Baik tuan. " ucap Jefry lagi.


.


.


.


.


.


" Darmo dan James ketahuan tuan Lucifer telah berhianat, dan sekarang mereka sedang di tahan si Lucifer. " ucap Peter.


"Apa kah kita juga harus bergerak? " tanya Peter lagi.


"Tenang, mungkin selama ini Lucifer curiga pada kita, dia pikir kita yang menghianati nya, dan ternyata itu adalah James. " ucap Baron.


"Aku rasa, Lucifer tidak mencurigai kita. " ucap nya lagi.


"Tapi aku dengar, kalau Tiger Blood juga sedang merencanakan pembalasan. Apa tidak sebaik nya kita bergabung dengan mereka, agar Lucifer kalah? " tanya Peter.


"Lucifer masih punya Miranda, Narendra dan Andreas. Kau jangan lupa, diantara kita berlima, Andreas adalah orang yang paling banyak anak buah nya, Miranda, memiliki banyak koneksi dengan gengster, sementara Narendra memiliki sistem pertahanan yang kuat. " ucap Baron.


"Lalu? bagaimana kalau Richard mengajak kita bergabung dan melakukan penyerangan? kalau kita menolak? bukan kah kita memiliki dua sisi musuh? " tanya Peter.


Baron tidak menjawab, dia juga bingung.


.


.


.


.


.


"Besok kalian antar Lisna dan yang lain nya kembali ke Jakarta." suruh Lucifer.


"Lalu anda dan Eva? " tanya Aris.


"Aku dan dia akan menyusul." jawab Lucifer.


"Jaga mereka, berikan pengawasan yang ketat, suruh beberapa anak buah tinggal di sekitar mereka. " ucap Lucifer.


"Baik tuan, kami pasti bisa menjaga mereka. " jawab Aris.


"Aku merasa, akan ada hal-hal buruk yang akan terjadi. " ucap Lucifer.


"Maksud nya tuan? " tanya Hendra.


"Dengar kan aku, kalian hanya fokus menjaga Lisna dan keluarga nya, biar aku mengurus Eva. " ucap Lucifer.


"Baik tuan." jawab Aris dan Hendra.


"Aneh, ada apa dengan tuan Lucifer, kenapa dia sangat khawatir sekali? " gumam Aris.


.


.


.


.


.


SAYA MEMOHON UNTUK BELAS KASIH NYA DALAM MEMBERIKAN VOTE DAN LIKE NYA.


DAN TOLONG, KASIH SAYA WAKTU UNTUK ISTIRAHAT, KARENA SAYA TIDAK BISA TIAP HARI UNTUK UP, TAPI SAYA JANJI GAK AKAN MELEWATI WAKTU 3 HARI.

__ADS_1


SEPERTI YANG SAYA BILANG, SAYA MENGETIK DI HP, DAN SAYA JUGA MEMILIKI PEKERJAAN LAIN NYA.


TERIMAKASIH.... 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2