
Pagi hari pukul 05.50 wib.
"Hhhuueekkkk......hhhuueekkkk......
Lucifer terbangun dari tidur nya.
"Siapa yang muntah?" gumam nya.
Turun dari ranjang menuju kamar mandi.
"Hhhuuekkk....hhhuueekkk....
"Sayang kau kenapa?" tanya Lucifer panik.
Di pijit nya leher belakang dan mengusap-usap punggung isteri nya.
Eva muntah, dan membuang nya di wastafel kamar mandi.
"Aku mungkin masuk angin. Kau sudah bangun?" tanya Eva dengan wajah pucat.
"Aku terbangun karena mendengar suara di kamar mandi." jawab nya mengusap keringat di wajah Eva.
"Apa sudah baikkan?" tanya Lucifer masih mengusap punggung Eva.
Eva menganggukkan kepala nya. Berusaha berjalan dan di bantu Lucifer.
"Kau sangat berkeringat sekali. Aku panggilkan saja Steven ya?" tanya Lucifer.
Eva mengangguk lagi.
Baru di depan pintu, Eva sempoyongan, hampir jatuh, untung saja Lucifer sigap menangkap tubuh Eva.
Tanpa bertanya, dia langsung menggendong Eva menuju ranjang dan meletakkan nya di sana.
"Ada apa dengan mu? apa karena kau banyak makan yang manis-manis?" tanya Lucifer khawatir.
"Aku....aku tidak tahu." jawab nya.
Wajah Eva sangat pucat, mata nya sayu setengah tertutup. Pakaian nya basah, karena keringat.
"Aku akan ambil air hangat. Kau tunggu sebentar ya." Lucifer segera turun ke dapur.
Eva memegang perut nya yang sakit. Mengusap keringat di wajah nya.
"Ini, minum lah dulu." Lucifer datang dan membawakan minuman hangat.
Di bantu nya Eva agar bisa minum.
Lucifer mengambil ponsel nya, segera menghubungi Stev.
"Ke mana lagi nih orang. Nomor nya gak aktif." gumam Lucifer.
Beberapa kali menghubungi tidak aktif juga. Membuat Lucifer marah dan kesal.
Di susul nya Eva yang sedang berbaring.
"Apa masih kurang air nya?" tanya Lucifer.
"Sudah cukup. Aku udah baikkan. Jangan khawatir." Eva berusaha tersenyum memegang wajah Lucifer.
__ADS_1
"Stev tidak aktif nomor nya. Jadi apa kita kerumah sakit saja?" tanya Lucifer.
"Pekerjaan mu bagaimana?" tanya Eva masih sedikit lemas.
"Aku....aku memang ada meeting penting jam 8 pagi ini. Tapi aku bisa mengatur ulang jadwal nya." jawab nya.
"Jangan, kau sebaik nya pergi. Aku masih bisa menunggu mu nanti. Apalagi itu sangat penting kan?" ucap Eva.
"Tapi sayang....
"Aku akan menunggu mu. Dan kau yang akan menemaniku ke rumah sakit." ucap Eva lagi.
Lucifer berpikir sebentar.
"Baik lah. Habis meeting aku akan segera kembali." Lucifer meng iyakan perintah Eva. Eva membalas dengan tersenyum.
"Apa kau ingin aku membuat kan sesuatu?" tanya Lucifer.
"Aku...aku mau bubur buatan mu." pinta Eva manja.
"Ya udah kalau begitu, aku ke dapur dulu untuk membuatkan nya ya." ucap nya.
Eva berbaring, badan nya sudah mendingan. Dengan memakai selimut, memejamkan mata nya. Sementara Lucifer cekatan membuat bubur untuk isteri nya.
30 menit kemudian Lucifer datang dengan membawa mangkok kaca berisi bubur nasi yang di pesan.
"Sayang, ini sudah ku buatkan. Makan lah dulu." Lucifer membangunkan isteri nya.
Eva terbangun. Di bantu Lucifer mengubah posisi dari berbaring menjadi duduk, masih di atas ranjang.
"Suapin.." pinta Eva manja.
Lucifer tersenyum, tanpa protes namun senang, dia menyendokkan bubur kedalam mulut Eva setelah di tiup agar tidak panas.
"Terimakasih sayang. Kau habis kan ya." ucap Lucifer.
"Nanti, aku akan menemani mu ke rumah sakit tempat Stev. Atau kau mau Lisna yang mengantar mu?" tanya Lucifer.
"Tidak mau. Aku mau kau saja." tolak nya menggelengkan kepala.
"Kalau begitu tunggu aku pulang. Meeting nya jam 8, jam 10 atau jam 11 aku akan tiba di sini." ucap Lucifer.
Suapan Lucifer hingga sendok terakhir. Habis. Eva sangat menyukai.
"Aku bersiap-siap dulu ya." Lucifer segera menuju kamar mandi.
Eva masih dalam posisi duduk, memakai selimut. Sebelum nya dia bilang tidak ingin berbaring.
"Hhhuuekkk...hhuueekk....
Eva terkejut dengan suara Lucifer. Segera perlahan turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Pintu kamar mandi tidak di kunci, sehingga Eva bisa masuk.
"Sayang, kau kenapa? kenapa kau muntah juga?" tanya Eva khawatir.
Lucifer melihat Eva.
"Aku tidak tahu. Aku rasa nya mual sekali." Lucifer membersihkan mulut nya.
__ADS_1
"Kembali lah ke tempat tidur. Aku ingin mandi. Lagi pula aku sedang telanjang." suruh Lucifer.
Eva tersadar, kalau suami nya tidak memakai penutup tubuh lagi. Sedikit malu, dia keluar dari kamar mandi.
"Jangan lama ya." pinta Eva.
"Apa aku dan Eva keracunan makanan?" gumam Lucifer.
"Apa jangan-jangan kue, brownies dan puding itu udah kadaluawarsa?" tebak nya lagi.
Eva sudah berhenti mual, tubuh nya sudah mendingan. Namun Lucifer yang mulai merasakan nya. Pucat, berkeringat, dan mual.
"Wajah mu pucat sekali. Kau baik-baik saja?" tanya Eva khawatir.
Lucifer tidak menjawab, hanya membuang nafas seperti habis berlari.
Dengan memakai jubah mandi nya, duduk di samping Eva yang menatap nya khawatir.
"Apa menurut mu kita keracunan makanan?" tanya Lucifer.
Eva berpikir.
" Entah lah. Aku harap tidak." jawab nya sedikit yakin.
Lucifer pergi keruang baju. Sendiri mengambil pakaian dan keperluan lain nya untuk di pakai. Eva hanya mengamati nya.
*************
"Selamat pagi tuan. Apa anda sudah siap?" Aris baru masuk ke dalam kediaman Lucifer.
Lucifer sudah mendingan. Tidak pucat atau mual lagi.
"Sayang tunggu aku. Aku akan kembali." suruh Lucifer.
"Ingat, kau jangan kemana-mana. Tunggu di sini. Kalau ada sesuatu yang kau butuhkan, hubungi aku atau Aris." Lucifer mengingatkan Eva.
"Iya, aku akan menunggu mu." jawab nya tersenyum.
Lucifer mencium kening Eva, dan segera berangkat ke kantor. Eva pun langsung menutup pintu.
*********
Di dalam mobil Lucifer diam, memijit pelipis mata nya. Masih merasa pusing.
"Tuan, seperti nya anda sedang tidak sehat." Aris menebak setelah melihat dari kaca.
"Iya, pagi ini aku dan Eva muntah-muntah secara bergantian." jawab nya menyandarkan kepala di kursi.
"Muntah? bergantian?" Aris terkejut.
"Tadi malam aku dan dia makan makanan yang manis-manis. Apa mungkin karena makanan nya sudah kadaluwarsa ya?" tanya Lucifer.
"Tuan, apa mungkin Eva sedang hamil, dan anda berdua ngidam?" tebak Aris.
Lucifer terkejut, di atur nya posisi duduk.
"Terus terang saja, saya merasa anda sangat aneh belakangan ini. Mulai dari minum susu, makan yang manis, yang pedas. Padahal itu adalah jenis makanan yang paling anda tidak sukai. Dan sekarang anda bilang kalau anda dan Eva muntah secara bergantian. Itu sih hanya tebakan saya tuan. Sebaik nya di periksa dulu ke rumah sakit." ucap Aris.
Lucifer tidak menjawab.
__ADS_1
"Hamil?" gumam Lucifer sedikit tersenyum bahagia.
"Aku harap, tebakan ku benar." gumam Aris yang melihat Lucifer tersenyum juga.