SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 286


__ADS_3

Mahesha Chirathivat, orang tua kandung dari Eva dan Revand. Saat ini beliau sedang berada di dalam kamar nya seorang diri. Dengan melihat foto isteri nya Maria Tasyalona. Isteri nya yang lebih dulu sudah pergi meninggal beberapa tahun yang lalu, dan sempat membuat nya berpisah dengan putri nya, Eva Tasyalona, walaupun pada akhir nya mereka bisa berkumpul kembali.


Duduk di kursi goyang yang sudah lama di gunakan. Mengingat saat-saat bersama dengan keluarga lengkap sebelum ada perpisahan di antara mereka.


TTTOOKKK….TTTOOOKKK……TTOOKKKK…..


“Papa, apa aku bisa masuk?” tanya Eva sambil mengetuk pintu.


“Masuk lah nak.” Jawab Mahesha yang tersadar dalam lamunan nya.


Eva masuk seorang diri dengan perlahan memegang perut yang sebentar lagi akan melahirkan.


“Papa, apa yang papa lakukan di sini?” tanya Eva mendekati papa nya yang melihat nya dengan wajah yang sudah penuh kerutan.


“Tidak ada anakku. Papa hanya teringat saja ketika keluarga kecil kita masih lengkap. Saat mama kamu masih hidup dan ada dengan papa.” Mahesha kembali memikirkan masa lalu.


Eva duduk di sofa yang tidak jauh dari papa nya yang juga sudah duduk.


“Apa papa saat ini sangat rindu dengan mama?” tanya Eva.


Mahesha melihat puteri nya dengan tatapan sayup.


“Tentu puteri ku. Papa sangat merindukan nya. Rasa nya papa ingin segera bertemu dan menceritakan semua ini pada nya. Dan papa yakin, kalau mama mu pasti sangat bahagia mendengar nya.” Mata Mahesha sudah mulai


berkaca-kaca.


“Papa, aku tidak ingin papa berbicara seperti itu, aku baru bertemu dengan papa, dan ingin lebih lama lagi tinggal dengan mu.” Eva berdiri


menghampiri papa nya.


“Anakku, papa mu ini sudah tua, tidak bisa menjaga kalian lagi. Papa bahagia karena sudah ada orang yang bisa menjaga mu. Dan orang itu sangat kuat dan bertanggung jawab pada mu. Jadi papa bisa beristirahat dengan


tenang.” Ucap Mahesha.

__ADS_1


Eva duduk di bawah kaki Mahesha, menyandarkan kepala nya dalam pangkuan papa nya. Mahesha mengusap kepala puteri nya.


“Eva, saat mama mu pergi dengan membawa mu dan kakak mu, papa sangat sedih. Perasaan yang hancur dan marah. Papa merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga kalian. Karena ke egoisan ku, membuat nyawa kalian terancam.” Eva melihat air mata papa nya yang sudah mengalir.


“Papa, tidak usah memikirkan masalalu yang luka itu. sekarang semua sudah baik-baik saja. Bahkan sekarang papa mendapatkan 3 anggota baru dalam keluarga kita, cucu mu dan Adam. Sebentar lagi juga kak Revand akan menikah. Jadi papa harus panjang umur, harus bisa melihat cucu mu tumbuh


sehat.” Eva mengangkat kepala nya dan melihat papa nya yang masih dengan mata


berkaca-kaca.


“Mama juga pasti marah kalau papa masih mengingat masalalu dan pergi tanpa melihat cucu-cucu nya.” Ucap puteri nya lagi.


Mahesha menganggukkan kepala nya. Mencoba tersenyum dengan ramah.


“Apa aku boleh masuk?” Lucifer muncul setelah mengetuk pintu.


Dia sedang mencari Eva dan tahu saat mendengar suara isteri  nya di dalam kamar Mahesha.


“Adam?” Eva melihat suami nya yang berdiri melihat kearah nya.


Lucifer berjalan menuju Mahesha yang tersenyum.


Tanpa merasa ragu dan malu, dia pun duduk di lantai, di samping isteri nya yang juga duduk di lantai bersandar di paha papa nya.


“Lucifer, apa kau sedang mencari Eva? Maafkan papa karena mencuri waktu nya untuk berbicara.” Ucap Mahesha yang sadar kalau Lucifer selalu protektif dengan isteri nya.


“Tidak apa-apa papa Mahesha. Eva adalah anak mu. Kau punya hak untuk berbicara dan mengobrol dengan nya.” Jawab Lucifer.


Mahesha senang dengan jawaban menantu nya itu.


“Kau tahu nak Lucifer? Aku sudah sering mendengar nama mu. Mereka mengatakan kalau kau adalah ‘iblis’ yang tidak memiliki perasaan. Sanggup membunuh apapun yang menghalangi jalan mu. Aku dan kelompok ku berusaha untuk tidak mencari masalah atau permusuhan dengan mu.” Mahesha menghela nafas nya.


“Tapi aku sempat membenci mu, karena pada saat itu aku berpikir kalau kau adalah anak kandung dari Michael Lee,dank au juga yang telah membunuh isteri dan puteri ku. Rasa ketakutan ku pada mu berubah menjadi dendam yang membara.”

__ADS_1


“Tapi setelah aku tahu kalau kau ternyata tidak ada hubungan dan kau bukan anak kandung dari orang itu, aku sadar kalau kebencian ku salah.


Kau bahkan menjaga dan melindungi puteri ku lebih lama dari pada ku. Kau menggila saat ada yang menyakiti nya. Bahkan kau pasti akan membunuh ku dan Revand kalau seandainya kami menyakiti nya.” Ucap Mahesha.


“Pasti papa Mahesha, aku pasti melakukan nya.” Jawab Lucifer tegas.


Eva dan Mahesha terkejut dengan jawaban Lucifer. Lalu kemudian Mahesha mengerti dengan maksud dan perasaan dari Lucifer.


“Lucifer, maafkan aku dan Revand. Dan tolong jangan membenci Revand yang mungkin sifat nya kekanakkan. Papa tahu, kalau dia juga tidak ada perasaan dendam dan benci pada mu juga.” Pinta Mahesha.


“Tenang saja pa, selama papa dan Revand adalah keluarga Eva dan menyayangi nya, aku tidak akan menganggap kalian musuh. Sekarang musuh kita sudah hilang, dan aku harap tidak ada konflik lagi. Tapi aku berjanji akan tetap waspada dan menjaga kalian.” Jawab Lucifer.


Eva melihat keseriusan suaminya yang sedang berbicara. Duduk di hadapan nya yang hanya berbatasan dengan kaki Mahesha yang seorang diri duduk di kursi goyang, sambil mengusap kepala anak dan menantu nya.


“Terimakasih nak Lucifer. Aku bisa hidup dengan tenang.” Ucap Mahesha.


Lucifer melihat Eva yang tersenyum pada nya. Bahkan Eva mengedipkan salah satu mata nya. Dan tentu saja Lucifer senang dan membalas senyuman itu.


************


“Sayang, jadi kau akan tetap bertahan dengan bayi ini?” tanya Steven.


Lisna menganggukkan kepala nya yakin.


“Sayang, aku tidak mau kau melakukan nya dengan terpaksa.” Ucap Stev yang merasa khawatir.


“Stev, aku sudah sangat yakin, dan aku mohon kau harus mendukung ku. Kalau kau tidak mendukung ku aku akan sangat sedih.” Lisna


memasang wajah melas nya.


“Eva saja bisa menghadapi nya, masa aku tidak bisa. Aku dan Eva itu adalah wanita yang kuat dan tangguh. Jadi aku pasti bisa melewati ini.” Lisna mengucapkan nya dengan semangat walaupun wajah nya masih pucat.


Steven sangat senang mendengar nya, diusap wajah isteri nya dengan telapak tangan nya dengan pelan.

__ADS_1


“Baiklah. Aku akan mendukung mu. Asal kau tahu, aku dan Lucifer juga laki-laki yang tangguh loh.” Ucap Steven yang setuju dengan keputusan Lisna.


__ADS_2