
Vicky memarkirkan mobil nya di depan Mall. Dia turun dan langsung membuka pintu untuk Eva.
"Apa kau tidak pergi?" ucap Eva.
"Kau mengusirku? " tanya Vicky.
"Tidak.. aku hanya tidak mau mengganggu waktu mu. " ucap Eva.
"Waktu ku masih banyak kok. Aku mau menemani mu belanja. " ucap Vicky.
"Hah? jangan bilang kalau preman nya akan mengejar sampai kesini? " tanya Eva.
"Bisa saja. Hehehehehe. Aku sekalian ingin membeli sesuatu juga. Jadi kebetulan sekali. " alesan Vicky.
"Hehehe... kebetulan sekali ya?" ejek nya.
Vicky menganggukkan kepala nya dengan tersenyum.
Mereka masuk ke dalam mall. Langsung ke pusat bahan-bahan dapur.
Eva sangat asik memilih-milih, sementara Vicky selalu curi-curi pandang melihat Eva.
"Seandai nya aku punya isteri, aku mau dia seperti Eva ini. Langsung memilih bahan-bahan dapur. " gumam Vicky.
Sesekali Eva meletakkan kembali barang yang tidak jadi di beli.
"Kenapa di kembalikan lagi? apa kemahalan ya. Biar aku yang bayarin." ucap Vicky santai.
"Kau pikir aku tidak bisa membeli nya?" tanya Eva sinis.
"Kalau aku mau, membeli Mall ini pun aku sanggup. " ucap Eva dengan sombong nya.
"Sombong.. hehehehehe. " ucap Vicky.
"Lucu sekali. " gumam Vicky.
"Eh lihat deh... itu... itu si asisten nya tuan Adam kan? " tanya seorang wanita pada teman nya.
"Mana? eh.. iya. Bukan asisten, tapi mantan asisten. Ngapain dia? apa itu suami nya? " tanya rekan nya.
"Tapi mantan asisten itu pakai cincin. Seperti cincin pernikahan loh. " tunjuk nya.
"Bagus lah, paling tidak dia gak ganjen-ganjen di hadapan Presdir kita. " ucap teman nya.
"Tapi suami nya tampan banget ya." bisik rekan nya lagi.
"Banyak juga ya belanjaan nya. Apa uang mu cukup untuk membayar nya? " tanya Vicky bercanda.
Eva hanya memonyongkan bibir nya melirik Vicky.
"Kau bilang mau membeli sesuatu? kenapa masih kosong aja tuh tangan? gak ada uang lagi buat beli? tenang saja, aku yang akan membayar nya. " balas Eva.
"Hahahaha." tawa Vicky.
"Wah... kalian pengantin baru ya. Kompak banget. " ucap pengunjung.
"Enggak kok kami....
"Ibu bisa aja. Kelihatan ya. " jawab Vicky memotong kalimat Eva.
Vicky merasa sangat senang. Sementara Eva berusaha menahan kesal.
Tiba giliran pembayaran Eva. Satu persatu belanjaan nya di keluarkan untuk di hitung. Vicky berada di belakang nya.
Vicky tetap lempar senyuman pada pengunjung yang menatap nya.
"Tampan sekali. " bisik pengunjung-pengunjung itu.
"Total nya 3.583.500 mba. " ucap kasir nya.
(Note : Karung beras, ayam, ikan, minyak, gula, kopi, telur dan lain nya dalam ukuran besar)
"Bisa gesek kan mba? " tanya Eva.
__ADS_1
"Bisa mba." jawab ramah kasir nya.
Eva mencari-cari kartu Atm nya. Tidak di temukan.
"Gimana? ada duit gak? biar aku yang bayar. " ucap Vicky.
"Diam ah.. " ucap Eva.
"Aku lupa bawa kartu Atm ku, yang ada punya Adam. Pakai ini ajalah. " gumam Eva mengeluarkan kartu kredit yang di berikan Adam sebelum nya.
"Black Card? Eva punya kartu itu? sebenar nya siapa dia? " gumam Vicky kaget dan penasaran.
Bukan cuma Vicky yang kaget. Kasir dan pengunjung yang melihat pun kaget dan berbisik-bisik.
"Ada apa dengan mereka? " gumam Eva.
Eva tidak tahu tentang jenis kartu yang dia keluarkan itu.
Setelah mereka selesai melakukan pembayaran, mereka keluar.
Vicky membantu membawa belanjaan Eva dengan memakai troli.
"Va, aku haus banget. Apa kamu gak haus? minum dulu yuk. " ajak Vicky.
Eva melihat Vicky yang benar-benar kelelahan.
"Ayo, aku yang teraktir. " ucap Eva bangga.
"Ck.. " ucap Vicky.
Mereka berhenti di salah satu stand minuman. Vicky duduk di depan Eva. Dan langsung memesan.
"Kenapa kau punya kartu Black Card Va? " tanya Vicky.
"Maksud nya? " tanya Eva yang tidak mengerti.
"Kartu kredit mu itu. Hanya lima orang yang bisa memiliki itu. " ucap Vicky.
"Kenapa? " tanya Eva penasaran.
"Enggak sih. Kamu tahu gak, harus memiliki berapa saldo yang harus di miliki untuk punya kartu kredit ini? " tanya Vicky.
Eva menggelengkan kepala nya.
"Harus punya saldo sekitar beberapa milyar. Belum lagi biaya proses nya. " ucap Vicky.
"Ooohhh.... tapi kau tidak berniat menculik ku atau merampok ku kan? " tanya Eva.
"Hahahahahaha.... ya tidak lah. Karena aku juga punya. " ucap Vicky menunjukkan milik nya.
"Berarti kau juga orang kaya? "tanya Eva.
"Kenapa? apa kau mau pindah haluan pada ku? " goda Vicky.
"Hey... apa kau lupa dengan kartu milikku tadi? " balas Eva meledek.
Tak jauh dari mereka seseorang mengambil gambar Eva dan Vicky. Hanya saja punggung Vicky yang tertangkap kamera.
"Langsung kirim ke grup. " ucap rekan nya
"Ini mba, mas pesanan nya." waitres datang membawa pesanan Eva dan Vicky.
"Terimakasih mba." ucap Vicky dan Eva bersamaan.
"Wah... wah... kita bertemu lagi ya. " seorang wanita menghampiri Eva dan Vicky.
Eva merasa lupa-lupa ingat.
"Aku Cleo Va. Apa kau lupa? " ucap Cleo merangkul Eva.
"Oohhh... hehehehehe.... " Eva melepas rangkulan Cleo.
"Apa yang sedang anda lakukan di sini? " tanya Eva.
__ADS_1
"Bertemu dengan teman. " jawab nya santai.
"Aku boleh bergabung gak?" tanya Cleo.
"Silahkan. " jawab Eva.
"Siapa wanita ini? cantik sih, tapi cuek. " gumam Vicky.
Cleo mengambil rokok nya. Dan menyalakan lalu menghisap.
"Dia merokok? " gumam Eva dan Vicky kaget.
"Ada apa? kenapa kalian melihat ku seperti itu? gak masalah kan kalau aku merokok? " tanya Cleo.
"Gak. Lakukan saja. " jawab Vicky.
"Oh ya, Cleo kenal kan, dia Vicky. " ucap Eva.
"O0" jawab Cleo cuek.
"Buset... cuek banget. " gumam Vicky.
"Vicky, ini Cleo. " ucap Eva.
"Hallo Cleo. " sapa Vicky mencoba ramah.
Cleo mengabaikan. Fokus dengan rokok nya.
"Eva, makin lama kau makin cantik saja. Apa sih rahasia nya? " tanya Cleo mengusap pipi Eva.
"Eehh? " Eva berusaha menghindar.
"Kau... kau juga cantik kok. " jawab Eva gugup.
"Kenapa sikap nya seperti ini? " gumam Eva.
.
.
.
.
"Eh, ini kan mantan asisten nya tuan Adam? " ucap karyawan-karyawan yang ada di situ.
"Iya, apa dia sudah menikah? " balas rekan nya.
"Seperti nya sih sudah. Tapi siapa laki-laki ini? " tanya rekan nya lagi.
.
.
.
"Siapa laki-laki yang bersama Eva ini? seperti nya mereka sangat dekat. " gumam William yang ikut tergabung dalam grup WA itu.
William berjalan menuju Lisna yang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Lisna. " panggil William.
"Hheemmm.... apa William, aku lagi sibuk nih. " ucap Lisna tanpa melihat ke arah William.
"Apa kau tahu siapa laki-laki ini? " tanya William menunjukkan foto yang terkirim.
Lisna melihat nya.
"Waduh, ini kan Eva?" ucap Lisna setelah melihat nya.
"Tapi laki-laki ini siapa? yang pasti ini bukan Aldo atau Jimmy. " ucap Lisna.
"Ada apa? " tanya Lucifer yang muncul dan berdiri di belakang mereka.
__ADS_1
Lisna dan William kaget.