
CEKLEK....
Pintu terbuka..
Eva masuk... Aris dan Lucifer kaget melihat Eva.
"Nona Eva." Ucap Aris.
Di belakng Eva sudah di susul William dan beberapa security.
Eva langsung berlari ke arah Lucifer. Lucifer berdiri keluar dari kursi nya. Dia melihat heran pada Eva.
Eva langsung memeluk erat Lucifer. Dia memeluk tuan nya sambil menangis tersedu sedu.
"Hhikkksss... Hikkkss... Hiikkksss... " Tangis Eva.
"Ada apa ini? " Tanya Lucifer.
Dia memegang kepala Eva. Eva masih memeluk erat tuan nya. Menenggelamkan wajah nya di dada laki-laki itu. Semua nya diam, hanya ada suara tangisan Eva yang keras.
"Tuan, apa perlu kami bawa keluar wanita ini? " Ucap security itu.
Lucifer hanya mengangkat salah satu tangan nya, yang berarti agar security itu tidak perlu mengusir wanita yang ada di pelukan nya.
"Ada apa? " Tanya Lucifer dengan suara pelan dan lembut.
"Tuan... Hiksss... Tuan... Hikss... Hiks... ." Eva tidak bisa meneruskan bicara nya.
Dia meletakkan wajah nya lagi di dada Lucifer. Lucifer mengangkat wajah Eva.
Dia melihat wajah Eva sangat dekat, terlihat kalau dia sangat ketakutan sekali. Bahkan dia dapat merasakan tubuh Eva yang gemetaran dalam pelukan nya. Tanpa di sadari nya, jari tangan nya mengusap air mata yang mengalir di pipi Eva.
"Ada apa, hhmm? " Tanya Lucifer lagi dengan lembut nya.
Eva bukan nya menjawab, malah semakin menjadi jadi tangis nya.
"wwhhhooaaa...hiks... Hikss.. Mereka... Mereka... " Ucap Eva sambil menunjuk tangan nya ke arah pintu nya.
"Mereka siapa?" Tanya Lucifer lembut lagi.
Seperti membujuk anak kecil supaya tidak menangis.
"Mereka... Mereka.. Mau membunuh ku tuan.. Hhikkss... Hiikkss... " Ucap Eva, dia berbicara sangat dekat dengan Lucifer.
Wajah mereka sangat dekat.
Semua nya kaget dan panik dengan apa yang di katakan Eva.
"Siapa yang mau membunuh Eva?" Gumam William.
"Apa? Ada yang berusaha membunuh nona Eva? Siapa?" Gumam Aris.
"Siapa...siapa yang mau membunuh mu? " Tanya Lucifer.
"Beny.... Beny dan teman nya... Mereka mau membunuh ku tuan... Aku... Aku.. Sangat takut." Ucap Eva.
"Apa? " Ucap Aris dan William.
"Tapi, beberapa menit yang lalu mereka ada di sini nona Eva? " Ucap Aris.
"Aku...aku tidak bohong... Aku berbicara kenyataan nya." Ucap Eva.
Posisi Eva masih dalam pelukan tuan Lucifer, bahkan Lucifer juga memeluk nya.
"Untuk apa mereka melakukan itu Eva? " Tanya William.
__ADS_1
"Karena mereka tahu kalau aku tahu bahwa mereka lah yang melakukan penggelapan dana." Ucap Eva.
"Apa? " Tanya William.
"Aku punya bukti nya.. Aku punya bukti nya." Ucap Eva.
"Kalau begitu, berikan bukti nya Va." Ucap William.
"Biar aku ambil kan, ada di Hp ku, Hp ku ada di laci meja kerja ku." Ucap Eva.
Eva melepaskan pelukan nya. Dia hendak melangkah ke arah pintu.
"Jangan kau yang mengambil nya." Ucap Lucifer sambil menarik telapak tangan Eva.
Seperti kekasih yang tidak mau di tinggalkan.
"William, kau ambilkan Hp nya ! " Suruh Lucifer.
"Baik tuan." Jawab nya.
Lucifer mengajak Eva untuk duduk di sofa dengan menggandeng nya. Aris bingung melihat pemandangan seperti itu. Sementara security sudah di suruh keluar.
Lucifer membuka jas nya, memakaikan nya pada Eva, karena pakaian yang di pakai sedikit sobek. Dia meletakkan jas itu di bagian paha nya, karena bagian itu yang paling lebar sobekkan nya.
"Aris, ambilkan kotak obat di situ ! " Suruh Lucifer menunjuk ke arah kotak obat.
Aris berdiri dan mengambil kotak itu. Sementara Lucifer berjongkok dan melihat keadaan telapak kaki Eva yang sudah terluka, bahkan sedikit mengeluarkan darah.
"Ada apa dengan tuan ku ini, kenapa dia bersikap seperti ini? " Gumam Aris sambil memberikan kotak obat itu.
William masuk dengan membawa Hp Eva dari meja kerja Eva.
"Eva, ini Hp mu." Ucap William sambil memberikan Hp nya.
"Ada apa ini, kenapa tuan Lucifer berjongkok? " Gumam William sambil melihat Aris.
Mereka berdua begitu heran dengan tingkah tuan nya.
"Aris, ambil kan air putih,biar dia minum dulu." Suruh Lucifer.
"Baik tuan." Ucap Aris.
"Aris, aku bawa botol minum ku, kau bawa saja di meja kerja ku, aku minta tolong." Ucap Eva memohon.
"Baik nona, tidak usah khawatir." Ucap Aris.
Lucifer melipat sedikit kemeja di bagian lengan nya, sehingga terlihat lengan nya yang kekar dan putih mulus, dengan bulu halus yang ada di lengan nya, dia mengobati luka kaki Eva, dengan lembut dan pelan. Mengolesi nya dengan rata dan sabar.
"Tuan.. Biar saya saja yang melakukan nya." Pinta Eva.
"Kau diam saja, jangan banyak bergerak." Ucap Lucifer.
"Tapi tuan... "
Lucifer menatap Eva dengan tatapan tajam. Eva kembali diam.
"Apa tidak terasa aneh, seorang bos mengobati karyawan nya." Gumam Eva.
"Kapan mereka membawa mu?" Tanya Lucifer sambil mengolesi obat.
"Saat aku mau mengantar kopi mu tuan." Ucap Eva.
"Teman nya Beny menutup mulut ku dari belakang, terus aku pingsan. Pada saat aku bangun, aku sudah ada di tempat lain, seperti gudang gitu." Jawab Eva.
Aris masuk, membawa botol minum Eva.
__ADS_1
Eva menerima nya.
"Tuan, apa aku bisa minum? " Tanya Eva polos.
"ppffuuuttt... Nona, kalau kau tidak bisa minum, buat apa tuan Lucifer menyuruh ku membawakan air buat mu? " ucap Aris.
Lucifer menatap tajam Aris. Aris pun terdiam.
"Seperti nya tuan Lucifer marah." Gumam Aris.
Aris dan William kembali bertatapan.
"Kau minum lah." Suruh Lucifer.
Eva pun minum. Lucifer mengubah posisi nya, dia duduk di hadapan Eva. Dia melihat ke arah Eva.
"Apa yang mereka lakukan dengan wajah mu? " Tanya Lucifer melihat pipi Eva yang merah dan sedikit bengkak.
"Mereka menamparku" Jawab Eva.
"Apa? " Ucap Aris dan William.
Lucifer geram. Dia mengepalkan tangan nya. Aris dan William melihat itu, hanya Eva yang tidak sadar.
"Mereka berani melakukan itu pada mu? " Tanya William.
"Iya.... Kau tahu, teman nya itu mau membunuh ku dengan pisau, segini panjang pisau nya." Ucap Eva sambil menunjukkan ukuran pisau itu.
"Lalu, bagaimana kau bisa melarikan diri dari mereka? " Tanya Aris.
"Aku memukul kepala si Beny dengan kepala ku, seperti ini." Ucap Eva sambil mempraktek kan nya.
"Hahahahaha... ." Aris dan William tertawa bersama.
Lucifer tidak melepas pandangan nya dari Eva.
"Hheeii.... Kenapa kalian malah tertawa, apa kalian pikir ini lucu.. Bagaimana kalau aku tidak bisa lari dari mereka? aku takut, kalau kalian menemukan ku sudah menjadi mayat." Ucap Eva.
"Aku masih muda, bahkan aku lebih muda dari kalian semua. Hutang ku saja belum lunas dengan tuan Lucifer." Ucap Eva polos.
Aris dan William berusaha menahan tawa nya. Bukan nya mereka tidak khawatir atau sedih terhadap Eva. Tapi yang membuat Merek lucu adalah cara Eva yang sedang menceritakan kronologi nya.
Kkkrrryyuuuukkkk..... Kkkrrryyyuuukkkkk....
Terdengar suara perut Eva. Semua menatap Eva. Lucifer melihat jam tangan nya.
.
.
.
.
.
WAH.... LUCIFER BISA LEMBUT JUGA YA... MAU DONK DI PEYUUUKKK.... AUTHOR NULIS SAMBIL BERHAYAL....
.
.
.
.
__ADS_1
.LIKE, VOTE, FAVORITE, KOMENT.... GRACIASSSS