SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 86


__ADS_3

Aris dan beberapa anak buah nya berhenti di depan rumah sakit.


"Cepat antarkan mereka berdua. " suruh Aris.


"Baik bos. " jawab anak buah nya.


"Jangan membuat kecurigaan. " ucap Aris.


"Tenang bos, kami mengerti. " jawab nya lagi.


"Bagus. " ucap Aris.


Setelah melakukan tugas nya itu, dia meninggalkan lokasi dan menuju apartemen Lucifer.


Semua makanan sudah di hidangkan di atas meja. Hanya Aris yang belum datang.


Sementara Lucifer masih berada di kamar memakai pakaian nya.


"Va, apa jantung mu deg-deg an gak, waktu kamu di dekat Lucifer? " tanya Steven.


"Iya. " jawab Eva jujur.


"Pasti karena kau sudah jatuh cinta pada nya. " gumam Steven.


"Kenapa? " tanya Steven.


"Karena aku takut dengan nya, kau tau kan, Adam tuh gampang banget marah. " jawab Eva.


"Jadi jantung ku tuh, deg-deg an sangkin takut nya. " ucap Eva yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Oouuhhh.... aku kira karena kau mencintai nya" ucap Steven.


"Gak selama nya jantung deg-deg an di artikan sebagai tanda sedang jatuh cinta." ucap Eva spontan.


Lisna yang mendengar nya mengacungkan jempol nya pada Eva sambil tersenyum.


Lucifer keluar dari kamar, bergabung dengan yang lain nya, menunggu untuk makan malam.



"Waw... tuan Lucifer tampan sekali." ucap Lisna yang kagum melihat penampilan tuan nya.


"Jangan bilang begitu Lisna, nanti Eva cemburu loh. " ucap Hendra yang juga sudah selesai mandi dan bergabung duduk.


"Gak kok, aku gak cemburu, lagi pula memang Adam tampan kok, wajar banyak wanita yang terpesona dengan nya. " jawab Eva jujur.


Lucifer melirik Eva.


"Apa kita menunggu Aris? " tanya Lisna.


TTIINNGG..... NOOONNNNGGG....... TTTTIIIINNGGG..... NNNOOONNNGGG....


"Biar aku aja yang buka. " Lisna berdiri membuka pintu.


CEKLEK.....



"Hai Lis, apa aku terlambat? " tanya Aris.


"Gak kok, hanya nyaris saja. " jawab Lisna.


Aris masuk. Dia menganggukkan kepala nya saat menatap Lucifer, memberi kode. Lucifer pun membalas dengan menganggukkan kepala nya juga.


"Panjang umur Ris, kami baru saja membicarakan mu. " ucap Eva.


"Oh ya, apa yang kau bicarakan tentang ku Va?" tanya Aris.


"Gak terlalu penting sih, hehehehe. Kami pikir kamu gak makan malam bersama kami. " ucap Eva lagi.


"Eh.... kau mau mandi atau makan dulu Ris? " tanya Lisna yang kembali duduk.


"Makan aja dulu kali ya, udah laper banget. " jawab Aris.

__ADS_1


"Oh... ya udah deh, aku juga sudah lapar sekali. " ucap Eva.


"Kenapa kau tidak makan kalau kau lapar? " tanya Lucifer yang duduk di depan Eva.


"Karena menunggu mu, hehehehehe. " jawab Eva.


Lucifer menggelengkan kepala nya.


"Lain kali, kalau kau lapar, kau makan lah dulu, jangan buat orang lain merasa bersalah karena mu. " ucap Lucifer.


"Iya. " jawab Eva sedikit sedih, wajah cemberut.


(Di bawah ini visual dari dokter Steven)



"Sudah.. sudah... gak usah di permasalahkan lagi, mari makan. " ajak Steven.


Eva masih diam, sementara Lucifer masih melirik Eva.


"Apa aku mengatakan hal yang salah? kenapa dia cemberut? " gumam Lucifer.


Steven hanya tersenyum melihat Lucifer yang masih melirik Eva, begitu juga Lisna.


"Siapa yang masak makanan ini Va? " tanya Steven.


"Aku dan Lisna. " jawab Eva.


"Wah... kalian ternyata pintar juga ya memasak, tipe calon isteri idaman." ucap Steven.


"Kalau aku sih sudah jadi calon isteri Adam, jadi kau tidak bisa meminta ku, tapi masih ada Lisna kok, mungkin bisa sebagai calon isteri mu. " ucap Eva memasukkan makanan ke dalam mulut nya.


(Masih ingat visual Lisna Alexa kan)



"Uuhhuukk.... uuuhhuuhhkk... uuuhhhuukk..... " Lisna batuk saat makan.


"Tuh kan... batuk aja bisa barengan." ucap Eva santai.


Steven dan Lisna saling menatap dengan salah tingkah.


"Apaan sih va? " ucap Lisna dengan wajah memerah nya.


"Gak apa-apa kan, kali aja jodoh, hehehehehe. " ledek Eva.


"Eehheemmm..... " Steven berdehem, ikut salah tingkah.


Mereka melanjutkan makan malam nya, tidak ada obrolan. yang paling diam saat makan hanya Lucifer.


"Cara makan nya tenang banget, walaupun kami berisik, dia gak terganggu. " gumam Eva melihat Adam makan dengan tenang.


Acara makan malam pun sudah berakhir. Lisna membereskan piring dan sisa makanan yang ada di atas meja.


"Biar kami bantu Lis. " ucap Aris.


"Boleh, asal gak merepotkan. " ucap Lisna.


Sementara yang lain nya berpindah keruang depan, ruang tamu atau ruang santai.


"Bagaimana persiapan pernikahan kalian Fer? " tanya Steven.


Lucifer menatap Steven.


"Akan diadakan di mana? " tanya nya lagi.


"Di salah satu gereja katolik di Bandung. " jawab Lucifer.


"Jauh sekali, kenapa tidak di Jakarta saja? " tanya Steven.


"Aku tidak bisa, kau tahu kan apa yang sedang terjadi hari ini? " tanya Lucifer santai.


Steven terdiam.

__ADS_1


"Benar juga, apa menurut mu ini ada hubungan dengan lawan mu? " tanya Steven serius.


"Hhhmmm.... " jawab Lucifer.


"Apa itu arti ' hhhhmmm' ?" tanya Steven.


"Awal nya hanya masalah mantan karyawan yang ingin balas dendam, tapi sekarang sudah semakin meluas sampai menyangkut musuh lama. " jawab Lucifer.


Eva muncul membawa beberapa makanan ringan dan minuman dingin.



"Kau duduk lah, ada yang ingin aku bicarakan" suruh Lucifer pada Eva yang hendak menuju ke dapur.


Dengan bingung, Eva duduk sambil memeluk nampan nya.


"Ada apa? " tanya Eva.


"Bagaimana dengan kedua orang tua angkat mu? apa masih mau mengundang nya? " tanya Lucifer dengan melipat tangan nya di depan dada.


"Mmmm.... bagaimana ya, setelah kejadian hari ini, aku tidak bisa menghubungi mereka, lagi pula aku sedikit kesal dengan mereka. " ucap Eva pelan.


"Kau tahu pernikahan kita dua hari lagi kan? " tanya Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Lalu bagaimana? " tanya Eva pasrah.


"Lisna" panggil Lucifer.


"Eh... iya tuan. " jawab Eva datang dari dapur.


"Ada apa? " tanya Lisna.


"Duduk. " suruh Lucifer.


Lisna pun duduk sesuai dengan arahan. Lisna menatap semua yang ada di situ. Aris dan Hendra masih berada di dapur.


"Kau masih punya orang tua kan? " tanya Lisna.


"Eh... maksud nya tuan? " tanya Lisna bingung.


Steven dan Eva bingung dengan pertanyaan Lucifer.


"Jawab saja. " ucap Lucifer.


"Ii... iya tuan, ada apa? " tanya Lisna gugup.


"Di pernikahan kami, orang tua mu akan menjadi wali dari Eva. " ucap Lucifer.


Eva dan Lisna saling menatap.


"Kau tahu kan kejadian hari ini atas kesalahan siapa? " tanya Lucifer.


Eva menundukkan wajah nya merasa bersalah, sedangkan Lisna menganggukkan kepala nya, mengerti.


"Hubungi mereka, agar mereka bersiap-siap. " ucap Lucifer.


"Tapi tuan... " ucap Lisna tidak berani melanjutkan kalimat nya.


"Kami akan menikah di gereja katolik, Bandung. Aku akan bertanggung jawab semua biaya-biaya apapun nanti nya. " ucap Lucifer santai.


"Bandung? jauh sekali tuan? kenapa tidak di Jakarta saja? " tanya Lisna.


"Jangan banyak tanya Lisna, dari pada Adam marah nanti" gumam Eva sambil menatap Lisna.


"Ayo lah... jangan banyak tanya, ikuti saja. Aku tidak berniat jahat dengan mu, atau keluarga mu, atau Eva. " jawab Lucifer.


"Tuh kan... barusan juga aku ngomong, hheemmm... " gumam Eva lagi.


(DAN INI HENDRA)


__ADS_1


__ADS_2