
"Hhmm... Lisna? " Steven membuka mata.
"Stev? kau sudah bangun? " tanya Lisna, dia duduk sambil meletakkan kepala nya atas ranjang Steven.
"Kenapa aku bisa ada di sini? " tanya Steven.
"Tuan Lucifer yang membawa mu. Sebelum nya aku menghubungi nya pakai Hp kamu. " jawab Lisna.
"Oohhh... " sahut Steven.
"Kamu tidak terluka kan? " tanya Steven khawatir pada Lisna.
Lisna menatap nya. Ada rasa bersalah dan sedih.
"Aku tidak apa-apa Stev, kamu gak usah khawatir tentang ku. " jawab Lisna yakin.
"Maafkan aku Stev, ini semua karena kesalahan ku yang keras kepala. " ucap Lisna menahan sedih.
"Tidak apa-apa Lis, aku juga yang salah. Harus nya aku tidak memaksa mu. " Steven mencoba mengangkat tangan nya, langsung di sambut Lisna.
"Steven, beri aku kesempatan sekali lagi. Aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik. " pinta Lisna.
"Apa? kau serius Lisna? " tanya Steven.
Lisna menganggukkan kepala nya.
"Aku senang Lis, sangat senang sekali. Kamu juga harus memberikan ku kesempatan agar bisa memperbaiki kesalahan ku. " pinta Steven.
Lisna dan Steven menangis bahagia bersama.
"Tapi Stev, bagaimana bisa kau ada pada saat itu? bukan kah kau sudah pulang lebih dahulu? " tanya Lisna yang memang penasaran.
"Bagaimana bisa aku pulang meninggalkan mu dengan keadaan seperti itu. Awal nya aku sempat ingin pergi, tapi aku kembali lagi. " jelas Steven.
"Jadi aku hanya menunggu mu. Dan mengikuti mu ketika kau naik mobil itu. " ucap nya lagi.
"Untung saja aku mengikuti mu. Kalau terjadi sesuatu yang buruk pada mu, aku pasti akan merasa bersalah. Dan... si Lucifer itu akan mencincang ku sampai halus. " ucap Steven sedikit bercanda.
Lisna tersenyum.
"Sudah, jangan menangis lagi. Toh aku sudah bangun. " pinta Steven.
"Lucu ya, seorang dokter masuk rumah sakit milik nya sendiri, dan di obati oleh dokter yang lain." ucap Steven.
"Gak lucu kok. Dokter kan juga manusia. " balas Lisna.
"Berarti... aku masih ada kesempatan kan? " tanya Steven serius.
Lisna menganggukkan kepala nya.
"Aku akan berusaha untuk bisa menjadi isteri yang terbaik untuk mu. " ucap Lisna dengan wajah memerah nya.
"Hahahaha... aku yakin kamu pasti bisa Lis. " balas Steven.
"Eeheem... ehem... udah buka mata nih? " Eva dan Lucifer muncul.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak ketuk pintu dulu? " tanya Lisna.
Eva dan suami nya saling memandang.
"Heelloww... gini nih kalau lagi kasmaran. Aku sudah mengetuk pintu beberapa kali, tidak ada sahutan. Kata Aris kamu ada di dalam. Tapi gak dengar ya? " tanya Eva.
"Bagaimana keadaan mu? " tanya Lucifer.
"Aku sudah tidak apa-apa. Hanya sakit sedikit. Aku baru tahu rasa yang di alami Eva pada saat itu. Ternyata sakit juga. " ledek Steven.
Lucifer menatap Eva, teringat dengan kejadian yang menimpa Eva sebelum mereka menikah.
"Lis, kamu udah makan siang? " tanya Eva.
"Aku belum lapar Va. " jawab Lisna.
Steven melihat Lisna.
"Lis, pergi lah makan. Aku tidak mau kita bergantian sakit nya. " suruh Steven.
"Benar kata Steven. Ayo.. " ajak Eva.
Lisna menganggukkan kepala nya lagi.
*******************
"Aku akan menerima nya Va. " ucap Lisna.
"Menerima apaan? tiba-tiba ngomong begitu. " tanya Eva.
"Bagus lah. Tapi apa kau yakin? " tanya Eva.
"Ya, aku sangat yakin. " jawab Lisna pasti sambil meminum jus buah nya.
"Apa kau mencintai nya? " tanya Eva.
"Iya, aku mencintai nya. Aku gak mau kehilangan dia." jawab Lisna.
Eva dan Lisna berada di kantin.
"Sekarang aku bisa merasakan apa yang dulu kau rasakan. Ketika Lucifer melamar mu dengan tiba-tiba. " ucap Lisna bercerita.
"Lucifer dan Steven, dua orang yang berbeda karakter. Steven dari awal adalah laki-laki yang ramah dan lembut. Sementara Lucifer, kau tahu sendiri bagaimana karakter nya. " ucap Eva.
"Tapi aku salut pada mu Va. " ucap Lisna.
Eva mengernyitkan kening nya. Sedikit tidak mengerti maksud Lisna.
"Maksud? " tanya Eva.
"Kau bisa meluluhkan hati seorang mafia. " ucap Lisna.
"Bos mafia pasti nya. " ucap Eva menganggukkan kepala nya.
"Apa kau tidak takut waktu itu? " tanya Lisna.
__ADS_1
"Hheemm.... jangan di tanya. Rasa nya seperti sekarat gitu. Tapi, setelah aku lebih mengenal nya, aku baru tahu, ternyata dia memiliki sisi lembut dan penyayang. " ucap Eva serius.
"Lucifer yang berkarakter seperti itu saja bisa lembut. Apalagi Steven." ucap Eva lagi.
"Minggu depan orang tua Steven datang. " ucap Lisna.
"Waw... ketemu calon mertua nih. " ledek Eva.
"Iya begitu lah. Aku harap mereka menyukai ku. " ucap Lisna berharap.
"Aku yakin, pasti dia akan menyukai mu." ucap Eva.
********************
"Vicky, bagaimana rencana mu membawa Lucifer ke sini? " tanya paman nya.
"Mm... belum bisa paman. Seperti nya dia tidak mau terlibat untuk balas dendam. " jawab Vicky via telepon.
"Bodoh !!! bawa paksa dia. Apa saja yang kau lakukan di sana? " bentak paman nya.
"Kau tahu? musuh keluargamu sudah mulai menyerang kita lagi. Banyak anak buah kita yang terluka dan tewas. Apa kalian tidak perduli dengan keluarga??? " tanya paman nya dengan suara keras.
"Paman!!! jangan selalu mendesak ku. Aku sudah mencoba berbicara dengan kak Lucifer, hanya saja dia tidak mau. " Vicky tidak bisa mengontrol emosi nya juga.
"Oohhh... jadi apa kau mau paman saja yang bergerak? katakan saja kalau kau sudah menyerah Vicky. " ucap paman nya.
"Apa maksud mu paman? apa paman mau cari masalah dengan kak Lucifer? " tanya Vicky.
"Jangan lupa paman, bagaimana Lucifer kalau sudah marah. Jangan mengorban kan banyak orang lagi"
"Mengorbankan? siapa yang mengorbankan siapa?? " tanya paman nya yang sudah terpancing emosi.
"Kalau begitu biar paman saja yang bergerak. Paman anggap kau tidak bisa melakukan nya. " ucap paman nya.
"Paman? apa yang mau kau lakukan?" tanya Vicky penasaran.
"Kau lihat saja nanti. " ucap paman nya, menutup telpon nya secara sepihak.
"Paman???" Teriak Vicky.
Paman Vicky yang bernama Marvel Lee adalah adik dari papa nya yang bernama Michael Lee.
Marvel Lee tergabung juga dalam kelompok mafia yang sebelum nya di pimpin oleh kakak nya, Michael Lee. Memiliki anak perempuan bernama Audrey Lee.
Dari awal Lucifer di adopsi, Marvel tidak menyukai nya. Tapi dia tidak bisa protes, karena kakak nya sangat menyukai Lucifer.
Puncak kebencian Marvel adalah ketika Michael menyerahkan posisi nya pada anak adopsi nya, Lucifer. Tidak ada yang tahu, kalau Lucifer memiliki nama Adam Caesarius Rameses.
Beberapa kelompok Michael pecah, ada yang beberapa mengikuti Marvel dan ada juga yang mengikuti Lucifer, dimana lebih banyak mengikuti Lucifer.
.
.
.
__ADS_1
.