SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 142


__ADS_3

Dua hari setelah melewati malam yang indah bagi Eva dan Lucifer.


Eva hendak turun dari ranjang. Ingin memasak sarapan buat suami nya yang masih berbaring di samping sambil memeluk nya.


"Bagaimana aku bisa turun, Adam memeluk ku sangat erat. " gumam Eva.


"Ada apa sayang, kenpa sudah bangun?" tanya Adam merasa ada pergerakan.


"Aku mau bangun, mau siapin sarapan. Kamu bekerja kan hari ini?" tanya Eva yang masih belum lepas dalam pelukan suami nya.


"Seminggu atau sebulan pun aku tidak bekerja, kita tidak akan kekurangan uang kok. " ucap Lucifer makin merekatkan pelukan nya.


"Terserah kamu. Kau kan bos nya. Tapi aku mau siapin sarapan. Aku sudah lapar. " ucap Eva.


Setelah di bujuk akhir nya Lucifer melepas pelukan nya. Eva langsung turun. Setelah membersihkan diri, langsung menuju dapur. Sang suami hanya menatapi dari tempat tidur.


"Hallo William. Ada apa? " tanya Lucifer setelah Hp nya berdering beberapa kali.


"Tuan, apa anda akan masuk kantor hari ini? " tanya William.


"Kenapa? apa ada hal penting? " tanya Lucifer.


"Hari ini ada pertemuan dengan dua perusahaan, tuan. " jawab William.


Setelah berpikir beberapa saat.


"Apa itu penting sekali?" tanya Lucifer yang hanya memakai celana boxer hitam.


"Mereka ingin bertemu dengan anda. Kalau tidak, mereka tidak mau bekerja sama dengan kita. " ucap William.


"Ya udah lepaskan saja. Perusahaan ku tidak akan bangkrut hanya dengan kekurangan dua perusahaan saja. " ucap Lucifer santai.


"Tapi tuan, saya takut kalau mereka akan membuat rumor buruk tentang anda. " ucap William.


"Hhmm... baik lah. Jam berapa meeting nya? " tanya Lucifer pasrah.


"Jam 10 pagi tuan. " ucap William.


"Okey. " ucap Lucifer menutup langsung panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari William.


Segera bergegas mandi.


Eva sibuk memasak di dapur. Dengan sigap juga membuat minuman untuk nya dan suami nya.


"Pagi sayang. " Lucifer muncul dengan memeluk Eva dari belakang nya. Hanya memakai jubah mandi saja.


"Pagi, Adam. Tumben sudah cepat mandi nya. " ucap Eva berbalik badan menghadap nya.


"Iya, William bilang ada meeting penting. Jadi aku bersiap-siap ke kantor." jawab Lucifer menggenggam tangan Eva.

__ADS_1


"Ooohh...kalau begitu aku akan siapkan pakaian mu ya. " Eva segera melepas genggaman Lucifer.


"Kamu tidak matiin kompor sayang? " tanya Lucifer sambil menunjuk kompor yang masih menyala.


"Oh iya.. hampir lupa, hehehehe." Eva segera mematikan kompor nya.


Eva menuju kamar, Lucifer meraih telapak tangan Eva dan berjalan bergandengan tangan di belakang isteri nya.


Setelah sampai di kamar...


Eva menuju ruangan khusus pakaian dan perlengkapan khusus suami nya.


"Kamu mau pakai pakaian yang bagaimana? "tanya Eva berada di depan lemari.


"Terserah kamu, asal jangan berwarna pink dan cokelat. Aku tidak suka warna itu. " ucap Lucifer duduk di pinggir ranjang.


"Ooohhh... lagi pula kau kan memang tidak ada pakaian yang berwarna cokelat dan pink kan? " ucap Eva setelah tahu isi lemari pakaian khusus suami nya.


"Hahahaha. " tawa Lucifer.


Lucifer berjalan mendekati Eva.


"Kalau begitu, kau pilihkan saja yang ada dari sini. Aku pasti akan memakai nya. " ucap Lucifer yang menyambung pelukan nya dari dapur tadi.


Eva memilih-milih kemeja putih yang bergantung dengan rapi. Sementara Lucifer memeluk nya dari belakang dengan meletakkan kepala nya di salah satu bahu Eva. Membuat nya merinding kegelian.


"A... Adam... apa yang kau lakukan. Geli tahu. " ucap Eva yang masih sibuk memilih kemeja.


"Geli ya?" goda suami nya.


Lalu dia melanjutkan dengan mencium batang leher Eva setelah menyingkirkan rambut isteri nya ke samping.


"Adam... nanti kamu telat loh. " ucap Eva berbalik menghadap nya.


"Pertama... Meeting nya jam 10. Kedua.. Meeting tidak akan di lanjutkan kalau aku belum datang, mereka akan menunggu kedatangan ku." ucap Lucifer mengalungkan tangan nya di bahu Eva.


"Hheemmm... sepele banget ya pemimpin perusahaan ini. " ledek Eva.


"Sekali-sekali gak apa-apa kan? " Jari telunjuk Lucifer menjentikkan ujung hidung Eva.


"Sekarang, tolong lepaskan. Biar aku memilih pakaian yang akan di pakaikan suami ku ini saat bekerja. " ucap Eva membujuk.


"Baiklah. " ucap Lucifer melepaskan pelukan nya setelah mencium kening isteri nya.


Dia keluar dari ruangan barang-barang mewah nya dan duduk di bibir ranjang lagi. Eva tersenyum lucu melihat tingkah suami nya.


Setelah sudah mendapatkan semua yang di perlukan Adam, Eva membawa nya untuk di kenakan suami nya itu.


"Adam, ini pakai lah. " Eva memberikan kemeja putih dan jas berwarna hitam lembut.

__ADS_1


Tidak lupa dengan dasi berwarna hitam dengan garis-garis kuning.


Lucifer berdiri melepas jubah mandi nya. Hanya memakai celana boxer hitam yang sudah di ganti nya.


"Waduh.... kok buka nya di sini sih. Pakai di kamar mandi donk. " ucap Eva sambil menutup mata nya karena malu.


"Apa kau malu sayang? kenapa kau harus malu. Kau kan sudah melihat tubuh ku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bahkan kau juga sudah merasakan nya kan? " goda nya memeluk Eva dari depan.


"Segera pakai pakaian mu. Ini. " Eva memberikan pakaian.


"Pakaikan donk." Lucifer merentangkan tangan nya.


"Hehehehehe.... suami ku ini manja sekali." Eva memakai kan kemeja di tubuh suami nya.


Saat berada di depan dada suami nya, tampak terlihat jelas beberapa kotak-kotak indah sampai keperut.


"Keras juga ya. " Eva menusuk-nusuk kotak-kotak itu dengan jari telunjuk nya.


"Kau senang punya suami seperti ku kan?" bisik Lucifer.


"Hheemmm.... aku tidak munafik mengakui nya. "jawab Eva sedikit malu.


"Aku juga tidak munafik mengakui kalau 'si bodoh' ini menjadi isteri ku. " Lucifer membelai pipi Eva dengan senyuman.


"Walaupun bodoh tapi aku sangat mencintai nya. " ucap nya lagi mencium pipi Eva.


"Udah ah... ayo cepat di pakai kan. Nanti kalau sudah selesai kamu kebawah saja. Kita sarapan. Aku sudah sangat lapar." ucap Eva langsung pergi meninggalkan Lucifer yang menatap nya dengan senyum.


Lucifer melanjutkan sendiri.


***************


"Kau serius akan menikah? " tanya Cleo dalam panggilan telepon.


"Iya, apa kau mau hadir? " tanya Miranda.


"Apa kau mau aku datang? " tanya Cleo.


"Terserah kau saja. Aku hanya mau kau juga memikirkan pernikahan mu. Pikirkan kan masa depan mu Cleo. " ucap Miranda.


"Aku memang memikirkan pernikahan ku. Yaitu menikah dengan mu. Aku hanya mencintaimu Miranda. " ucap Cleo setengah putus asa.


"Cleo, kau tahu kan, jenis hubungan itu adalah terlarang. Lagi pula aku hanya menganggap mu teman. Aku tidak sama seperti mu. " ucap Miranda.


"Tapi banyak orang seperti ku yang melakukan pernikahan. Yang penting mereka saling mencintai. " Cleo membela diri.


"Cleo, seperti yang aku katakan sebelum nya, aku tidak mencintai atau sama seperti mu. Aku hanya menganggap mu sebagai teman. " ucap Miranda.


Cleo terdiam. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut nya. Dia merasa hancur dan sangat sedih.

__ADS_1


__ADS_2