
Eva sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk nya dan suami nya.
Lucifer juga sudah bangun, segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor.
Walaupun mereka tidur menjelang pagi, tidak menjadi alasan bagi mereka untuk bangun siang.
"Pagi sayang. " Lucifer merangkul Eva dari belakang, mencium pipi Eva.
"Pagi juga sayang. " jawab Eva setelah melihat sekilas suami nya yang berada di belakang nya.
"Kamu duduk, sebentar lagi sarapan nya siap. " suruh Eva.
Lucifer tidak menolak, duduk di kursi sambil memasang dasi nya.
"Sayang, apa kau tidak ngantuk lagi? " tanya Eva.
"Enggak. Kenapa? " jawab Lucifer masih fokus dengan dasi nya.
"Kamu kan tidur nya jam 4 pagi tadi. " ucap Eva.
"Sudah biasa kok. Malah sebelum aku menikahi mu, aku bisa tidak tidur selama 2 hari. " ucap Lucifer kembali memeluk Eva dari belakang setelah selesai memasang dasi nya.
"Hebat banget. Aku saja kalau kurang tidur, bisa pusing. " ucap Eva.
Lucifer membantu mengisi gelas dengan kopi dan jus yang sebelum nya sudah di blender Eva.
Sekarang sarapan nya sudah tersedia di atas meja. Hanya berdua.
"Untuk sekarang kita sarapan masih berdua. Nanti akan bertambah anggota lagi. " ucap Lucifer memakan sarapan nya.
"Anggota? " tanya Eva yang tidak mengerti.
"Anggota, maksud nya anak-anak kita. " jawab Lucifer melempar senyum nya.
Eva menganggukkan kepala nya, mengerti.
"Adam. " panggil Eva.
"Hhmm? " jawab suami nya.
"Maafkan aku masih belum bisa memberikan mu anak. Aku tahu kau pasti sangat ingin memiliki anak. " ucap Eva merasa tidak enak hati. Sadar akan kekurangan nya sebagai isteri.
Lucifer menghentikan kegiatan makan nya. Menatap lekat isteri nya.
"Tidak apa sayang ku, kau jangan merasa sedih begitu. " ucap Lucifer mengusap pipi Eva.
"Mungkin karena aku nya yang sudah terlalu tua. " canda Lucifer.
"Ppuufftthhh... " Eva menahan tawa nya.
Lucifer senang melihat senyum isteri nya.
"Aku yakin kita pasti akan memiliki anak-anak yang lucu. "Harap Lucifer.
"Yang penting kita bekerja keras. " canda nya lagi.
"Dan berdoa. " tambah Eva.
Mereka melanjutkan kembali sarapan nya. Sesekali Lucifer masih melirik Eva, takut kalau isteri nya masih sedih. Begitu juga dengan Eva, takut kalau suami nya sedih.
******************
"Jadi kau saudara nya Lucifer? " tanya Cleo.
"Dia saudara angkat ku. Tapi aku menyukai nya. Aku merasa dia kakak kandung ku. " jawab Vicky merebahkan kepala nya di atas paha Cleo yang duduk.
"Tapi, kenapa seperti nya dia sangat membenci mu? " tanya Cleo penasaran.
__ADS_1
"Entah lah, aku pun tidak tahu. ketika aku SMA aku sekolah di luar negeri sampai lulus kuliah." jawab Vicky.
"Dia sangat menyayangi ku, aku tahu itu. Dulu dia sering mengantar dan menjemput ku saat sekolah. Dan dia sebenar nya tidak suka sekolah, tidak suka di atur atau di ajarkan. " ucap Vicky sambil mengenang.
"Aku juga sangat ingat, seberapa keras aku berusaha membuat nya tertawa atau tersenyum, semua nya sia-sia." tambah Vicky.
"Ketika aku sekolah di luar, aku sempat mendengar kalau dia pernah masuk penjara selama 1 tahun. Tapi tidak tahu, kenapa. " tambah nya lagi.
"Mungkin karena itu dia membenci mu? " ucap Cleo.
"Aku juga sempat berpikir seperti itu. Tidak ada yang memberitahukan ku tentang kejadian nya. " jawab Vicky.
Mereka tidak melanjutkan obrolan nya lagi. Cleo mengusap-usap rambut Vicky.
Hingga Vicky tertidur di pangkuan Cleo.
*****************
Di kantor....
"Selamat pagi tuan Adam. " sapa beberapa karyawan.
Lucifer hanya menganggukkan kepala nya.
Dia melihat suasana kantor nya sedikit sepi. Itu karena banyak nya karyawan yang di pecat.
"Selamat pagi tuan Lucifer. " sapa William dan Lisna.
"Pagi. Kalian berdua segera keruangan ku. Sebelum nya kau bawakan kopi, Lisna. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Lisna.
Mereka masuk keruangan Lucifer, kecuali Lisna, dia sedang membuat kopi.
"Duduk. " suruh Lucifer.
Aris juga ikut.
"Apa kemarin ada masalah? " tanya Lucifer.
"Tidak ada tuan, karena ada anak buah anda yang menjaga. " jawab William.
"Mereka banyak yang tidak terima di pecat." tambah nya.
Tidak berapa lama Lisna datang dengan nampan berisi beberapa gelas kopi.
"Tuan, ini kopi nya. " Lisna meletakkan kopi di hadapan Aris, William dan Lucifer.
"Kau duduk juga Lisna. " suruh Lucifer.
Lisna duduk di samping William, melirik William juga dengan penasaran.
"Kalian segera buka lowongan di sini. Penyeleksian nya juga harus ketat. Walaupun memerlukan banyak karyawan, bukan berarti harus menerima yang asal-asalan. " suruh Lucifer.
Lisna dan William menganggukkan kepala nya.
"Dan untuk karyawan yang ada di sini, suruh mereka melakukan Doble job sementara sampai mendapatkan karyawan baru. Dan berikan mereka tambahan gaji. " ucap Lucifer.
"Aku tidak mau, calon pekerja memiliki hubungan dengan karyawan yang sudah di pecat dari sini. Kalian tahu kan cara menyelidiki nya? " tanya Lucifer.
"Oh ya, tambah kan lagi Security menjadi dua kali lipat dari sebelum nya. " tambah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Lisna dan William serentak.
"Apa nanti anda akan ikut menyeleksi mereka tuan? " tanya Lisna.
"Tidak. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi itu. Aku mempercayakan kepada kalian berdua. " jawab Lucifer.
__ADS_1
"Kalian jangan khawatir, anak buah ku juga akan menjaga di sekitar perusahaan ini. " tambah Lucifer.
"Oh ya tuan, aku sudah lama tidak melihat Hendra, di mana dia? " tanya Lisna penasaran.
"Aku menyuruh nya melakukan suatu pekerjaan. " jawab Lucifer.
"Oohhh... Lisna menganggukkan kepala nya.
"Baik lah, kalian sekarang kembali bekerja. " suruh Lucifer.
"Tuan, jam 10 nanti anda ada jadwal meeting. " ucap Lisna.
"Biar kan William yang melakukan nya. " jawab Lucifer santai.
"Serahkan pada ku laporan-laporan selama aku tidak masuk kantor. " pinta Lucifer.
"Aku akan fokus mengecek laporan dulu. Untuk jadwal pertemuan kecil, kalian saja yang urus. " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab mereka berdua serentak.
"Kalau begitu kami permisi dulu tuan. " ucap William, Lisna pun ikut.
Lucifer menganggukkan kepala nya. Dia melihat kepergian dua karyawan sekaligus teman nya meninggalkan ruangan.
"Saat ini aku lebih fokus dengan keamanan Eva. " gumam Lucifer.
******************
Di rumah sakit milik Steven.....
"Hallo dokter Steven. " sapa seorang wanita sebaya nya, sekitar berusia 29 tahun.
Steven melihat arah suara.
"Apa kabar." ucap wanita itu lagi.
Steven belum menjawab, mengabaikan.
"Stev? apa kau lupa pada ku?" tanya wanita yang bernama Julie.
Steven masih mengabaikan, meninggalkan Julie.
"Stev.... " Julie menarik pergelangan tangan Steven.
"Maaf nona, saya masih banyak pekerjaan. "Steven menarik tangan nya.
"Stev, tunggu.. aku ingin berbicara dengan mu. " Julie berusaha mengejar nya.
Steven yang memakai pakaian khusus dokter nya, di ikuti perawat di samping, menuju ruangan. Dan Julie masih berusaha mengejar nya.
.
.
.
.
.
SIAPA LAGI JULIE???
KENAPA LUCIFER DI PENJARA??
KENAPA LUCIFER MEMBENCI VICKY?
JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA...
__ADS_1
TERIMAKASIH....