
Saat ini seorang pria berusia 59 tahun sedang menikmati kopi hangat di dalam kediaman nya. Di temani asisten yang sudah bekerja 30 tahun bersama nya.
"Tuan, ada penyerangan dari kelompok MaLee. " ucap pelayan nya.
Pria itu meletakkan kopi yang baru di rasakan nya. Dia tidak kaget atau heran. Kelompok itu memang sudah beberapa kali menyerang nya.
"Apa ada yang terluka? " tanya pria bernama Mahesha Chirathivat.
"Tidak ada yang tewas, hanya ada sekitar 250 anggota kita yang terluka. Tapi semua sudah di rawat di rumah sakit. " jawab anak buah nya.
Pria itu sekarang mengambil cerutu nya. Asisten nya bernama Maurer yang berusia 50 tahun itu langsung sigap menyalakan cerutu bos nya.
"Tuan, langkah apa yang harus kita lakukan? " tanya anak buah nya.
"Tidak ada. Diam kan saja. Itu hanya pancingan. Tetap jalan kan saja pekerjaan kita. Awasi. " suruh Mahesha.
"Apa? mendiamkan nya lagi? sudah di serang beberapa kali, kenapa kita tidak membalas? apa yang ada di dalam pikiran orang ini? " gumam anak buah nya.
"Berikan dana bantuan untuk mereka yang terluka. " suruh nya lagi.
"Baik tuan. " jawab nya.
"Pergilah. " suruh nya.
Anak buah pergi setelah memberi hormat.
"Maurer. " panggil Mahesha.
"Iya tuan? " jawab Maurer yang berada di belakang nya.
"Awasi Toni itu, aku rasa dia tidak bisa menerima kekalahan ini. " suruh nya.
Toni adalah anak buah nya yang baru memberi laporan.
"Baik tuan. " jawab Maurer.
Seorang pria yang berusia 32 tahun baru memasuki kediaman nya. Mahesha melihat kedatangan anak nya itu, Revan Pachara Chirathivat. Revan tidak menyapa orang tua nya, melewati langsung menuju kamar nya melalui lift di dalam rumah mewah itu.
Mahesha hanya membuang nafas berat nya, sekaligus menggelengkan kepala. Sebenar nya dia sudah sangat lelah. Anak laki-laki nya yang sudah mengabaikan nya selama 20 tahun, ketika Revan anak nya berusia 12 tahun.
Revan hanya memiliki satu tangan, yaitu sebelah kiri saja, tangan sebelah kanan nya di amputasi karena hancur akibat serangan dari musuh nya tepat ketika berusia 12 tahun, dan di situlah awal dia mulai membenci papa nya.
Tapi karena mereka memiliki banyak uang, Mahesha menyuruh seorang profesor dan dokter terkenal untuk membuat tangan palsu untuk putra nya. Tangan palsu yang seperti tangan robot itu sangat elastis, bisa di gerakkan dan bisa di lepaskan.
Walaupun Revan sangat membenci papa nya, dia tidak pernah meninggalkan nya. Jauh di dalam hati nya, sebenar nya dia merasa bersalah dan sedih. Hanya saja, rasa benci itu lebih besar dari rasa bersalah dan sayang nya.
****************
"Ada apa kita semua di kumpulkan di sini ya? " bisik para karyawan yang ada di situ.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, tapi seperti nya akan ada kabar buruk. " jawab rekan nya.
"Apa ini ada hubungan nya dengan aksi protes dari beberapa karyawan? " tanya teman nya lagi.
"Seperti nya begitu. Tapi, tuan Adam kenapa tidak hadir di sini? " tanya rekan nya yang lain.
"Mungkin sebentar lagi. " jawab rekan nya.
"Aku rasa aksi protes yang kita lakukan akan di beritahukan hasil nya. " bisik karyawan yang ikut melakukan aksi protes sebelum nya.
"Kau benar. Aku harap mereka menerima tuntutan kita." ucap rekan nya.
Semua karyawan Adam Company berkumpul di lapangan, sesuai dengan arahan dari Lucifer.
Tepat pukul 13.00 wib, semua berkumpul. Tidak ada satu pun di dalam gedung perusahaan itu. Termasuk cleaning service dan sekurity.
Lisna dan William datang dengan membawa berkas yang di terima dari atasan nya.
Semua karyawan yang awal nya kasak kusuk berbisik, kini mereka diam walaupun merasa sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi.
"Kenapa anak baru itu selalu mendampingi William ya? " bisik karyawan perempuan.
"Entah lah, mungkin dia adalah orang kepercayaan tuan Adam. " jawab rekan nya.
"Bisa jadi, apalagi dia adalah teman dari isteri tuan Adam, si Eva itu." balas rekan nya.
"Eheemmm.... Selamat siang semua nya. " ucap William membuka kalimat nya.
William adalah perwakilan Lucifer ketika dia tidak ada. Tentu saja, dia adalah orang yang lebih berkuasa dari karyawan lain nya.
"Siang pak. " jawab semua karyawan.
Sementara Lisna berdiri di depan semua karyawan, di samping William.
"Hari ini ada sesuatu yang penting yang ingin saya sampaikan. Dan ini adalah perintah dari atasan kita, tuan Adam. " ucap William.
"Seperti yang kalian lihat, saya dan Lisna adalah perwakilan dari tuan Adam. " William menunjuk Lisna.
Beberapa karyawan mulai berbisik-bisik.
"Apakah dia juga mata-mata? seperti sebelum nya, si Eva? " bisik karyawan.
"Saat ini, saya akan menyebutkan beberapa nama-nama karyawan. Dan nama-nama yang saya sebutkan mohon untuk berada di sisi kiri saya. " ucap William.
"Untuk apa William? " teriak seorang karyawan laki-laki bertubuh bongsor. Semua karyawan melihat ke arah nya. Dan mereka pun menganggukkan kepala nya, seakan memiliki pertanyaan yang sama.
William membuang nafas nya.
"Nama-nama yang saya dan Lisna sebutkan, harus berada di sisi kiri. Dan mereka adalah karyawan yang di berhentikan dari perusahaan ini mulai hari ini." ucap William.
__ADS_1
"Apa? kenapa begitu? apa yang terjadi? " tanya karyawan mulai berkasak kusuk.
Suasana yang tadi bisa di kendalikan, mulai sedikit ricuh.
"Tolong semua nya diam. " ucap Lisna.
Lisna berbicara dengan menggunakan alat pengeras suara.
Suasana pun mulai diam.
"Apakah ada alasan pemecatan pak William? " tanya karyawan yang ikut aksi protes sebelum nya.
"Tentu saja ada. " jawab William.
"Apa karena aksi protes yang kami lakukan? " tanya rekan yang ikut aksi protes sebelum nya.
"Bisa jadi. " jawab William singkat.
"Kenapa? apakah pemilik perusahaan ingin menutupi kekurangan dari perusahaan ini? sehingga kami yang benar ini harus di buang?" tanya yang lain lagi.
"Betul, pertanyaan nya benar itu. " balas karyawan yang lain.
Keadaan kembali ricuh. Beberapa karyawan mulai melakukan aksi protes nya lagi.
"Tolong diam semua. " ucap Lisna.
"Siapa anda menyuruh kami diam? apakah anda mata-mata? anda tidak bisa merasakan kesedihan kami yang selalu tidak di perhatikan atasan kami. Dan anda juga adalah karyawan baru, langsung menjabat sebagai asisten Presdir? " tanya karyawan.
"Betul... betul itu. " jawab beberapa karyawan secara bergiliran.
Aksi mulai sedikit tidak terkendali. Karyawan sudah mulai berani menghampiri Lisna dan William.
Tiba-tiba beberapa kelompok laki-laki berjas hitam muncul mendekati William dan Lisna. Membuat semua termasuk William dan Lisna merasa khawatir.
"Siapa mereka? " tanya Lisna pada William. William menjawab dengan mengangkat bahu dan menggelengkan kepala nya.
.
.
.
.
SIAPA YA TOKOH-TOKOH BARU ITU? APAKAH ADA HUBUNGAN NYA DENGAN ADAM, EVA, LISNA, STEVEN, CLEO, VICKY?
DUKUNG TERUS DENGAN MEMBERIKAN LIKE N VOTE NYA.
TERIMAKASIH.
__ADS_1