
Eva dan Lucifer sampai di depan apartemen.
"Kau masuk saja duluan, aku masih ada urusan. " ucap Lucifer.
"Mau kemana? " tanya Eva penasaran.
"Ada yang harus aku kerjakan, kau masuk lah. " jawab Lucifer.
"Hhmm... baik lah, hati-hati di jalan. " ucap Eva.
Eva melanjutkan jalan nya sendirian ke apartemen, membawa barang-barang yang di bawa nya dari kost an nya.
Sebelum Lucifer masuk ke mobil nya, dia melihat Eva dulu, memastikan nya untuk masuk ke apartemen nya.
"Aris, kalian ikuti Eva nanti, tapi jangan sampai dia tahu, mengerti? " perintah Lucifer dari Hp.
"Baik tuan. " jawab Aris.
"Tuan, kalau Eva minta di antar bagaimana tuan? " tanya Aris.
"Sebaiknya kalian pergi dari situ, biarkan dia pergi sendiri, saat dia keluar, kalian baru ikuti. " ucap Lucifer.
"Ingat, suruh beberapa anak buah menyamar, atur jarak nya jangan terlalu jauh. Wajah kalian sudah sangat di kenali. " suruh Lucifer lagi.
"Kalian juga jangan sampai jauh dari nya. " ucap nya lagi.
"Lalu anda di mana tuan? " tanya Aris.
"Bukan urusan mu. " jawab Lucifer.
"Baiklah tuan. " ucap Aris.
Lucifer mengakhiri panggilan nya, masuk ke mobil nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Eva, kau sudah sampai? " ucap Lisna saat membuka pintu.
"Iya, eh ada Aris dan Hendra juga? " tanya Eva.
"Iya, kami sedang menunggu tuan Lucifer. " ucap Hendra.
"Oh... dia kebetulan sudah pergi lagi, kata nya ada urusan yang akan di kerjakan. " ucap Eva.
"Kalau begitu, kami juga akan pergi dulu, permisi Eva, Lisna. " ucap Aris.
Aris dan Hendra pergi meninggalkan mereka.
"Hey, apa saja yang kau bawa?" tanya Lisna.
"Hanya beberapa pakaian saja, kartu keluarga dan Ktp. " jawab Eva melangkah kedapur.
"Terus bagaimana dengan sisa barang-barang mu itu? " tanya Lisna.
"Kata Adam, di buang saja. " jawab Eva kembali dari dapur dengan membawa segelas air jeruk dingin.
"Apa? sayang banget loh. " ucap Lisna kaget.
"Aku juga bilang seperti itu, tapi dia selalu bilang aku jangan keras kepala. " jawab Eva meminum es jeruk nya.
"Dia bilang dia bisa membeli yang baru lagi. " ucap nya lagi.
__ADS_1
Lisna hanya menganggukkan kepala nya saja.
Eva membuka tas nya, mengeluarkan kunci motor nya.
"Nih." ucap Eva memberikan kunci motor nya pada Lisna.
"Apaan nih? " tanya Lisna tidak mengerti.
"Gak lihat? kunci motor tuh. " jawab Eva.
"Iya aku tahu, maksud ku ini kenapa di kasih pada ku? " ucap Lisna.
"Aku berikan ini pada mu sahabat ku, hehehehehe. " ucap Eva senyum.
"Seriusan? " tanya Lisna senang.
"Iya, kau kan cinta ku, hahhahha. " jawab Eva tertawa lebar.
"Kenapa tidak kau berikan pada adik mu Aldo? " tanya Lisna.
"Aku yakin, motor ku gak akan bertahan lama, pasti nanti akan terjual. " jawab Eva.
"Iya sih, orang tua angkat mu kan mata duitan, mana yang bisa di jadikan uang, pasti di lakukan. " jawab Lisna.
"Eva, apa aku bayar saja motor kamu ini? tapi aku gak bisa bayar mahal loh. " tanya Lisna.
"Gak usah say, lagi pula kamu tuh udah banyak banget bantuin aku, aku sering numpang makan di rumah kamu , pinjem uang kamu, pokok nya aku tuh udah banyak banget ngerepotin kamu. " ucap Eva serius.
"Ya nama nya juga sahabat kan memang harus saling membantu say. " ucap Lisna.
"Mencari teman itu banyak dan gampang, tapi mencari sahabat itu susah dan hanya sedikit dari pada teman. " ucap Eva.
"Makasih ya say, aku senang banget punya sahabat kayak kamu." ucap Lisna memeluk Eva.
"Oh ya, bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian, tinggal beberapa hari lagi loh. " tanya Lisna.
"Adam hanya meminta beberapa perwakilan saja, jadi dari aku hanya ada kamu, kedua orang tua ku, dan Aldo. " ucap Eva.
"Waduh dikit banget ya. " ucap Lisna.
"Kamu gak nyesal nikah sesederhana ini? dan apa kau tidak curiga kenapa Adam menyelenggarakan pernikahan mu seperti ini? " tanya Lisna.
"Kalau untuk pernikahan sederhana sih aku gak keberatan, karena aku tidak suka pesta yang mewah, aku pusing dengan banyak orang dan kebisingan. " jawab Eva.
"Curiga? sejauh ini aku tidak curiga dengan nya, karena aku tahu mungkin sifat nya memang seperti itu. Dia akan menjadi suami ku, walaupun kami menikah belum ada perasaan cinta, aku yakin dia akan tetap bertanggung jawab pada ku. " ucap Eva serius.
"Lagi pula, kisah perjalanan hidup Adam lebih sedih di bandingkan dengan kehidupan ku. " ucap Eva lagi.
"Maksud nya? " tanya Lisna.
Eva menatap sahabat nya itu, lalu tersenyum kecil.
"Sudah lah, aku lapar, makan yuks. " ajak Eva.
"Eh kau belum menyelesaikan perkataan mu loh. " ucap Lisna.
"Gak penting banget... aku lapar. " ucap Eva melangkah ke dapur di susul Lisna.
********************
__ADS_1
"Aris, apa kita harus menunggu Eva dari sini? " tanya Hendra.
"Iya, apa kau sudah menyuruh beberapa anak buah bersiap-siap? " tanya Aris.
"Sudah, mereka tinggal menunggu lokasi nya. " jawab Hendra.
"Halo tuan? " jawab Aris menerima panggilan telepon.
"Apa kalian mengawasi nya? " tanya Lucifer.
"Iya tuan, seperti nya sebentar lagi Eva akan keluar. " jawab Aris sambil melihat depan apartemen Lucifer.
"Bagus. " jawab Lucifer.
Tidak berapa lama Eva dan Lisna keluar dari apartemen Lucifer.
"Apa? Lisna ikut? " ucap Aris.
"Lisna ikut kata mu? " tanya Hendra.
"Bagaimana ini? cepat kasih tahu tuan. " ucap Aris.
"Sebenar nya aku tuh malas banget ikut Va, tapi kata tuan Lucifer, aku harus bersama mu, mau gak mau deh, lagi pula aku mau lihat, rencana apa yang akan mereka atur sekarang. " ucap Lisna.
"Tapi kau tetap harus mengontrol emosi mu ya, " kata Eva.
"Kita naik apa nih? " tanya Lisna.
"Naik taksi online aja. " jawab Eva.
Eva sedang mencari taksi online menuju alamat yang di berikan orang tua nya.
"Lisna ikut kata mu? " tanya Lucifer melalui panggilan telepon.
"Iya tuan." jawab Aris.
Lucifer diam.
"Tetap ikuti mereka, jalan kan sesuai rencana kita. " perintah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Mereka mengakhiri panggilan nya.
"Bagaimana Ris? apa kata tuan? " tanya Hendra.
"Kita harus tetap pada rencana awal. " jawab Hendra.
Eva dan Lisna sudah di jemput taksi online, sementara Aris dan Hendra mulai mengikuti dari belakang.
"Atur jarak nya Hend." ucap Aris yang duduk di samping Hendra.
Sementara Lucifer melihat pergerakan letak posisi keberadaan Eva melalui layar di dalam mobil nya.
"Mereka sudah berangkat." gumam Lucifer.
Lucifer hanya diam memantau pergerakan Eva di dalam mobil.
James dan Darmo keluar dari tempat tinggal James. Mereka masuk dalam satu mobil. Tidak jauh dari lokasi James, Lucifer mengikuti mereka.
__ADS_1
"Kalau kau menyakiti nya, akan ku habisi kau! " gumam Lucifer menjalan kan mobil nya.
JANGAN PELIT LIKE DAN VOTE NYA DONK... SALING MEMBERI SEMANGAT.... AUTHOR NYA INI NGETIK PAKE HP, BELUM ADA LAPTOP, JADI TOLONG, BERI SEMANGAT DENGAN LIKE DAN VOTE. JANGAN HANYA MINTA UP, TAPI PELIT LIKE NYA... 😢😢😢😢