SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 159


__ADS_3

Vicky memaksa tetap ingin masuk. Dua security tidak bisa menahan nya. Mereka lebih takut kalau orang yang ada di hadapan nya itu ngamuk.


Setelah melewati gerbang, dia langsung berlari ke dalam rumah.


"Cleo, buka pintu nya. " pinta Vicky mengetuk pintu.


Tidak ada jawaban.


"Cleo....! " panggil nya lagi.


"Aku tahu kau mendengar ku. Aku akan menghitung sampai tiga, kalau masih tidak di buka, aku akan tendang pintu mu ini. " ancam Vicky.


"Satu.... " Vicky mulai menghitung.


"Dua... " menghitung lagi.


"Tiiiii......


Pintu pun akhir nya di buka.


Vicky melihat Cleo yang beda dari biasa nya. Wajah nya terlihat memerah, acak-acakkan.


Vicky langsung masuk, tanpa minta ijin dulu.


"Apa yang kau lakukan? pulang sana. " suruh Cleo sambil batuk.


"Ayo aku bawa kau ke rumah sakit." ajak nya.


"Tidak usah. Keluar lah. " tolak Cleo.


Vicky menatap nya.


"Kalau begitu biar aku merawat mu di sini. " Vicky menarik Cleo untuk duduk di samping nya.


"Gak usah sok perduli, aku tidak perlu rasa kasihan mu. " tolak Cleo.


"Aku tidak kasihan dengan mu kok, aku hanya khawatir saja. Bisa bedain gak? " Vicky menjentikkan pelan jari nya di depan kening Cleo.


"Khawatir apaan? " gumam Cleo.


"Tuh... kamu panas banget. Jidat mu itu udah bisa ceplokin telur. " canda Vicky.


Cleo berusaha menahan tawa nya.


Vicky menggendong Cleo, membawa nya ke kamar.


"Apa yang kau lakukan, cepat turun kan aku. " ucap Cleo.


"Diam, keliatan saja kau kecil, ternyata kau berat juga. Maka nya jangan keras kepala seperti batu, biar gak berat. " canda nya lagi.


Cleo sedikit kesal, tapi ada lucu nya juga. Berusaha menahan tawa nya.


"Dimana kamar mu, jangan sampai aku menjatuhkan mu." ucap Vicky.


"Turun kan saja aku.. Aku ti....


Vicky mencium bibir Cleo tiba-tiba, membuat Cleo terdiam.


Vicky menaikkan alis nya sebelah, dengan senyum nakal nya.


"Apa mau lagi? aku bisa mencium mu sampai bibir mu jontor. " canda Vicky.


Cleo langsung menutup mulut nya. Takut kalau itu akan terjadi.

__ADS_1


"Di mana kamar nya saa...... yyanngg?" tanya Vicky lagi berbisik.


Cleo tidak berbicara, hanya jari nya saja menunjuk lokasi kamar nya. Vicky mengerti.


"Begitu donk, harus di cium dulu baru menyerah. Kalau mau ciuman dari ku, gak usah seperti itu. Katakan saja, aku pasti dengan senang hati memberi nya. " ledek Vicky. Wajah Cleo semakin memerah.


"Kau senang aku gendong seperti ini kan? ala-ala pengantin baru, hehehehehe. " ledek nya lagi.


Cleo tidak berani bicara, tangan nya masih menutup bibir nya.


Setelah sampai di ranjang, Vicky meletakkan dengan pelan. Terasa hembusan nafas Vicky menyentuh wajah Cleo.


"Apa kau mau aku panggilkan dokter ke sini? " tanya Vicky.


Cleo hanya menggelengkan kepala nya. Masih menutup mulut nya.


"Baiklah. Aku akan ambil kain untuk mengompres mu. " ucap Vicky.


Vicky meninggalkan Cleo, menuju dapur.


Beberapa kali Cleo batuk. Sementara Vicky sibuk menyiapkan bubur dan handuk kecil.


Laci dapur di buka, ternyata ada tumpukan Handuk kecil tertata rapi dan bersih. Dia mengambil salah satu, dan wadah tempat air.


Vicky kembali ke kamar, melihat Cleo yang sudah memejam kan mata nya.


Meletakkan handuk yang sudah di peras nya, di atas kening Cleo.


Cleo membuka mata nya, sedikit kaget ada Vicky di hadapan nya.


"Aku akan membuat kan bubur untuk mu. " ucap Vicky.


Tanpa sadar, Cleo menganggukkan kepala nya. Vicky tersenyum melihat respon yang di berikan Cleo.


Pose yang mesra dan romantis. Ada juga beberapa koleksi foto Cleo bersama beberapa perempuan berbeda negara. Dan jauh lebih mesra dan sedikit Vulgar.


"Ckckckck... apa enak nya sih jeruk makan jeruk.. heran saya. " ledek Vicky menggelengkan kepala nya.


Cleo hanya menatap nya setengah, karena sudah tidak berdaya.


*********************


"Saya melihat Vicky menuju rumah Cleo tuan. Saya rasa tidak ada yang mencurigakan dari nya. " ucap Hendra melalui panggilan telepon.


"Bagus, tetap awasi dia. Aku tahu dia pasti punya tujuan datang kesini. " suruh Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Hendra. Dan obrolan pun berakhir.


"Tuan. " Aris dan William datang menghampiri Lucifer yang menunggu di depan ruangan Eva.


"Ada apa? " tanya Lucifer melihat kehadiran William.


"Tuan, beberapa karyawan melakukan aksi protes. " ucap William.


"Kenapa?" tanya Lucifer mengernyitkan dahi nya.


"Mereka menolak ada nya pengurangan karyawan dan menuntut kenaikan gaji. " ucap William.


"Pengurangan karyawan? siapa yang mengatakan itu? " tanya Lucifer.


"Tidak ada tuan, seperti nya ada yang sedang memprovokator antara karyawan. " jawab William.


"Hhmm.... " Lucifer membuang nafas nya, sambil berdiri mengahadap William yang menghormati nya.

__ADS_1


"William, selain kau tampan, apa lagi kelebihan mu? " tanya Lucifer sinis.


"Kenapa kau begitu bodoh? Eva bodoh, masih lebih bodoh lagi kau. " Lucifer menunjuk kening William.


"Karena ketidak tegasan mu Eva dalam bahaya. Apa kau penakut? " tanya Lucifer.


"Hal sekecil ini tidak bisa kau atasi?" Lucifer menyudutkan William. William hanya diam. Dia tahu akan kesalahan nya.


"Di mana Lisna? " tanya Lucifer.


"Masih di kantor tuan." jawab William.


"Sudah berapa lama kejadian ini?" tanya Lucifer.


William melihat Lucifer, ragu untuk menjawab.


Lucifer semakin menatap tajam pada nya.


"Sudah... sudah.. empat hari tuan. " jawab William.


Lucifer kaget. Memang semenjak Lucifer menikah, dia jarang masuk ke kantor. Dia menyerahkan lebih banyak kuasa pada William. Hanya William orang yang bisa di percaya untuk mengurus perusahaan nya.


Hanya saja, William tidak tegas dalam mengambil atau menghadapi masalah.


"Maafkan saya tuan, membuat anda kecewa. " ucap William sungguh-sungguh.


"Besok aku akan ke kantor. Urus semua jadwal dan permasalahan nya. Suruh Lisna mencatat, siapa saja yang ikut aksi protes itu. " suruh Lucifer.


"Baik tuan. " jawab William.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." William pamit meninggalkan Aris dan Lucifer.


"Aris, kau bantu William. Dia sangat lemah dalam perasaan. Dan lihat, siapa saja yang mencurigakan." Lucifer memberi tugas pada Aris.


"Baik tuan. " jawab Aris juga.


****************


"Makan bubur nasi ini dulu. " Vicky membangunkan Cleo.


Cleo membuka mata. Melihat Vicky yang masih ada bersama nya.


"Kenapa kau belum pulang? " tanya Cleo.


"Pulang? apa kau lupa? aku sudah bilang sebelum nya kan kalau aku akan mengurus mu di sini. " ucap Vicky.


"Aku gak meminta mu. " ucap Cleo.


"Tapi aku yang mengajak mu ke Ragunan kemarin. Jadi aku akan bertanggung jawab. " jawab Vicky.


"Sekarang makan dulu bubur nya. Mumpung masih hangat. " Vicky mengubah posisi Cleo agar tidak kesulitan menyuapi nya.


"Jangan sentuh aku. " Tolak Cleo menangkis tangan Vicky.


"Ckckckckck... " Vicky menggelengkan kepala nya lagi.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2