
“Apa Eva akan melahirkan sekarang?” tanya Vicky pada Cleo yang membangun kan nya.
“Iya, cepat lah, seperti nya Lucifer membutuhkan mu.” Cleo turun ke bawah menemani Eva yang duduk sendiri di sofa.
“Eva, mana Lucifer?” tanya Cleo.” Yang sedang menenangkan Eva.
“Hhuufffff…. Dia…di kamar, lagi ambil kunci mobil.” Jawab nya sambil mengatur nafas.
Lucifer datang dengan terburu-buru dan membawa kunci mobil yang sudah ada di tangan nya.
Vicky pun sedang turun dari tangga, dan Lucifer melihat nya.
“Vicky, cepat bawa kami kerumah sakit.” Suruh Lucifer.
“Baik… aku…
“Jangan, biar aku yang membawa kalian kerumah sakit.” Teriak Revand yang ternyata mendengar suara gaduh.
Lucifer segera menggendong Eva yang sudah meringis kesakitan.
“Biar aku saja yang membawa mobil nya Revand, kau diam saja……
“Tidak, aku adalah paman dari anak yang akan di lahirkan Evaa. Jadi aku….
“Aku juga adalah paman nya, dan aku yang duluan….
“Diaaammmm!!!! Kalian masih bisa berdebat di saat seperti ini? Jangan sampai aku membunuh kalian berdua ya…” teriak Lucifer yang gerah dengan suara debat dari mereka.
“Cepat, siapa yang bisa mengantar kan kami?????” Lucifer segera keluar dengan panik membawa Eva.
Lantai yang basah, berceceran mengikuti posisi arah Eva.
Akhir nya Revand yang mengalah. Di biarkan Vicky dan Cleo mengantar Lucifer dan Eva.
Cleo berlari menyusul Lucifer yang ingin membuka pintu mobil.
Lucifer masuk dan meletakkan Eva di kursi belakang, dan tentu saja dia juga ikut masuk dan memegang Eva agar bisa bertahan.
Vicky yang tidak lama, langsung duduk di kursi kemudi. Dan Cleo duduk di samping Vicky.
Revand ingin menyusul. Dia pergi ikut ke rumah sakit dengan memakai mobil nya sendiri.
“Revand, papa ikut dengan mu.” Mahesha yang juga mendengar kalau Eva akan melahirkan juga penasaran dan ingin ikut.
“Papa mau ikut? Tapi ini masih pagi sekali dan pasti sangat dingin.” Ucap Revand.
“Tidak apa-apa, papa pakai selimut ini biar tidak kedinginan. Pokok nya papa juga harus ikut untuk melihat kelahiran cucu papa.”
Mahesha yang juga kamar nya berada di lantai atas, dengan semangat muda langsung turun dengan memakai selimut yang di kenakan di bahu nya.
Revand tidak bisa menahan papa nya lagi, hingga akhir nya mereka berdua pun pergi bersama kerumah sakit dan menyusul Eva.
__ADS_1
**********
Beberapa kali Eva mengatur nafas nya.
“Hhhhuuuffftt….hhhhuuttttthh……..”
“Sayang, bertahan lah ya. Sebentar lagi kita akan sampai. Tahan ya sayang ya.” Lucifer memberikan semangat pada isteri nya yang sudah berkeringatan di seluruh wajah nya.
Eva hanya menganggukkan kepala nya.
“Cepat Vicky…” teriak lucifer.
Vicky menambah kecepatan agar cepat tiba nya.
Lucifer mengusap-usap wajah Eva, mengelus perut isteri nya dengan pelan.
“Adam… tempat duduk nya…… jadi….basah.” ucap Eva dengan suara pelan.
“Jangan khawatirkan itu sayang. Biarkan saja basah ya. Tenang saja.” Lucifer memeluk bahu Eva sebagai penopang.
Saat itu jalanan tidak terlalu ramai karena masih menunjukkan waktu pukul 3 pagi.
***********
Sementara di tempat lain Lisna yang tertidur pulas merasakan sesuatu di dalam perut nya.
“Aduh…..” ucap nya merasa ada pergerakan.
“Perut ku. Seperti nya bayi kita sedang menendang perut ku Stev. Aduh…. Tuh kan…. Dia nendang lagi nih.” Lisna memegang perut dan meraba ada nya pergerakan.
Steve pun ikut memegang dan memang benar dia juga merasakan tendangan dari perut isteri nya itu.
“Iya ya. Apa sakit sayang? Karena tendangan nya sampai beberapa kali.” Tanya Stev yang juga sudah khawatir.
“Stev, seperti nya ini tanda kalau teman nya akan lahir. Mungkin Eva sedang menjalani persalinan Stev.” Ucap Lisna melihat Stev.
“Apa? Benar kah? Tapi ini kan masih pagi sekali. Kalau begitu aku akan coba menghubungi mereka.” Ucap Steven.
“Jangan Stev. Mungkin mereka saat ini sedang sibuk. Coba kita tunggu saja sampai siang.” Lisna menahan tangan suami nya agar tidak menghubungi Lucifer.
“Hhhmm…. Baik lah. Kalau pun saat ini Eva sedang proses melahirkan, aku harap semua nya berjalan dengan lancar.
**************
Lucifer dan Eva sudah berada di rumah sakit. Cleo turun duluan dan segera membuka pintu untuk Lucifer agar bisa keluar dan menggendong Eva.
“Suster….. suster….. tolong, ini ada yang mau melahirkan.” Vicky memanggil beberapa suster untuk segera memberikan pertolongan.
Suster itu membawa kan ranjang tandu pasien. Secara perlahan Lucifer meletakkan Eva di atas ranjang tersebut.
Mereka mendorong tandu itu cepat namun hati-hati.
__ADS_1
“Sayang, bertahan lah.” Lucifer berdiri di samping tandu yang berjalan menuju ruang persalinan.
“Aaaahhh…. Ssakkiitt….. sssakakiittt banggettt…” Eva memegang perut nya, kepala
nya bergerak kekiri dan kekanan.
“Addaamm…. Jannngann ttiinngaalllkan aku…. Kau hharrusssss…iikkuutt..” teriak Eva menggenggam tangan Lucifer.
“Iya sayang, aku akan ikut. Kau jangan khawatir. Aku ada bersama mu.” Ucap Lucifer yang sangat panik.
“Aku tidak mau kau merasa kesakitan seperti ini lagi. Sudah cukup sayang. Aku tidak mau lagi punya anak. Sudah cukup ya….” Ucap Lucifer merasa kasihan pada Eva.
Semua suster, Vicky dan Cleo merasa ada yang lucu dalam kalimat Lucifer. Namun mereka tidak berani untuk berdebat.
Hingga berada di depan ruangan persalinan.
“Maaf sampai di sini saja.” Ucap dokter dan suster.
“Sus, aku mau suami ku ikut menemani ku.” Pinta Eva.
“Baiklah, silahkan suami nya saja yang bisa ikut.” Lucifer masuk kedalam ruang persalinan.
Vicky dan Cleo menunggu mereka di luar. Tidak lama kemudian Revand dan Mahesha sudah tiba.
“Bagaimana? Apa sudah selesai?” tanya Revand.
“Mereka baru saja masuk. Kita di suruh tunggu di sini.” Jawab Vicky.
“Lucifer, dimana dia?” tanya Revand.
“Dia ada di dalam. Hanya boleh satu orang saja yang bisa menemani nya.
Semua nya merasa sangat panik.
“Papa sebaik nya duduk saja. Dan jangan sampai papa kedinginan.” Revand membenarkan selimut Mahesha.
Di tuntun nya papa nya yang sudah tua untuk menunggu dan sambil duduk.
Revand, Cleo dan Vicky mondar-mandir menunggu hasil persalinan. Belum juga pintu nya terbuka.
***********
“Aaaakkkhhhhhh...hhhuuffftttt…..hhhuuuffffff……” Eva berusaha untuk mengeluarkan nya.
Sementara Lucifer membiarkan tangan isteri nya menarik rambut nya.
“Nyonya, jangan hanya suara nya yang keras, dorong dari dalam, seperti anda ingin BAB.” Suruh si dokter.
“Aaaaaaakkkhhhhh…..Aaaaaaaakkkkkhhhh….” teriak Eva lagi sambil menarik rambut Lucifer.
“Nyonya, kalau suara anda yang anda keluarkan sangat keras, tenggorokan anda akan sakit, boleh bersuara tapi jangan keras sekali nyonya, itu akan membuat anda cepat lelah nya. Dorong dari dalam. Kalau saya bilang dorong…. Anda dorong.” Si dokter mengarahkan cara pada Eva.
__ADS_1
Lucifer menahan kepala dan tangan nya yang menjadi korban dari Eva secara bergantian.