SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 214


__ADS_3

Lucifer semakin memperkencangkan genggaman tangan nya.


BBBRRUUGGHHH.......


Steven segera mengambil kursi dan memukul bahu Lucifer. Dia akhir nya melepaskan genggaman nya, dan tubuh nya pun jatuh ke lantai.


Lisna mengatur pernafasan nya.


"Lis, kau tidak apa-apa kan?" tanya nya memegang kedua pipi Lisna.


"Uuhhhuukkk...uuhhuuukkk.." Lisna memegang leher yang masih kesakitan.


Lucifer segera bangun kembali, dia mencoba menarik Lisna lagi, namun di tahan Steven. Steven memeluk Lisna, dan Lucifer menarik tubuh Lisna juga.


"Lepaskan Steven!!" teriak Lucifer.


Lisna menangis ketakutan dan kesakitan.


"Hentikan Lucifer, ada apa dengan mu??" Steven pun membalas dengan berteriak.


Lucifer memberi pukulan pada Stev, namun mereka menghindar. Aris juga terkena pukulan dari Lucifer karena melerai pertengkaran nya.


Stev mengajak Lisna bergeser dari Lucifer, lalu menyembunyikan nya di belakang tubuh Stev.


"Di mana dia Lisna???" tanya Lucifer dengan amarah yang masih sama.


"Si....si....siapa yang anda maksud tuan?" tanya Lisna yang masih sembunyi di belakang Stev.


"Di mana Eva? kemana kau membawa nya?" tanya Lucifer mengepalkan tangan.


"A...aku....aku tidak tahu tuan. Aku tidak bersama dengan Eva. Aku....


"Jangan membohongi ku..." teriak nya mendekati ingin menarik Lisna, namun di hadang Stev.


"Diam kau Lucifer, apa yang di katakan Lisna benar." Stev mendorong tubuh Lucifer.


"Serahkan wanita itu Stev, aku ingin membunuh nya. Kecuali kalau kau juga ingin mati." ancam Lucifer.


Stev tidak mendengarkan perintah Lucifer. Dia malah semakin erat menggenggam tangan Lisna yang gemetar karena ketakutan.


"Aku tidak akan menyerahkan nya. Kalau kau memaksa ku, aku juga bisa membunuh mu Lucifer." ancam Stev.


"Tuan, tolong kendalikan diri anda. Coba untuk tenang. Bicarakan dengan baik-baik." ucap Aris yang juga sudah kesakitan.


"Aaaakkkkhhhhh..." Lucifer semakin tidak terkontrol. Menarik rambut dengan kedua tangan nya.


Mereka kasihan dengan Lucifer.


"Aris, kapan Eva keluar dari rumah?" tanya Stev.


"Tidak tahu dari pukul berapa Stev, tapi kata anak buah yang menjaga di sekitar apartemen, mereka melihat kalau Lisna dari pagi menjemput Eva, dan bilang mau membawa nya kerumah sakit. " jawab Aris.

__ADS_1


"Tadi pagi? tapi Lisna dari pagi ada di rumah ku. Apa kau yakin Ris?" tanya Stev.


"Kami sudah melihat rekaman CCTV dan memang benar Lisna yang membawa Eva dengan mobil.


Semua diam. Tidak ada pembicaraan. Tiba-tiba Stev teringat sesuatu, yang juga menjadi permasalahan antara dia dan Lisna.


Di ambil nya ponsel dan di buka bagian video.


"Aris, coba kau lihat video ini? apa 'Lisna' yang kau lihat seperti ini?" tanya Stev menunjukkan video itu.


Aris melihat dengan serius. Lucifer duduk di lantai dengan memegang kepala nya.


"Benar, apa ini juga Lisna?" tanya Aris.


Mereka saling menatap, Lucifer tidak sadar dengan apa yang mereka katakan. Saat Lucifer ingin berdiri......tubuh nya jatuh, dia pingsan.


Segera mereka mengangkat nya dan membaringkan di atas tempat tidur milik Stev.


"Ada apa dengan nya? apa dia baik-baik saja?" tanya Stev.


"Seperti yang kau tahu, bagaimana perasaan tuan Lucifer terhadap Eva. Itu membuat nya frustasi." ucap Aris.


"Tapi, sejauh apa pun frustasi nya dia tidak pernah sampai pingsan." ucap Stev yang merasa curiga.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi antara mereka berdua, tapi belakangan ini tuan Lucifer lebih suka minum atau makan makanan yang manis dan yang pedas. Dan porsi makan nya juga banyak. Begitu juga dengan Eva. Tuan Lucifer juga sudah beberapa kali muntah, kata nya pusing dan mual. Tadi pagi habis meeting, tuan Lucifer hendak pulang kerumah namun pingsan, lalu aku membawa ke rumah sakit. Saat itu mungkin 'Lisna' datang dan membawa Eva." ucap Aris.


"Tuan juga bilang, kalau dia pingsan atau muntah-muntah, berarti Eva juga sudah mengalami sebelum nya." ucap Aris lagi.


"Apa jangan-jangan mereka ngidam?" tanya Lisna.


Sekarang Aris dan Stev melihat Lisna.


"Hhhmm....dari yang kau bicarakan, Eva sedang hamil." ucap Stev.


"Tunggu dulu....Jadi karena itu Lucifer semakin marah?" tebak Stev lagi.


Aris menundukkan kepala nya.


"Tapi siapa yang berani menculik Eva?" tanya Stev.


Lisna pun berpikir.


"Apa mungkin si penculik nya menyamar menjadi diri ku?" tebak Lisna.


"Aku baru ingat, beberapa hari yang lalu William bilang pada ku, kalau dia melihat ku di suatu tempat." ucap Lisna.


Fashback on....


"Lis, kemarin kamu kok cepat banget. Udah gitu pakai celana Jeans sobek lagi." ucap William.


"Apaan? aku gak pernah pakai celana kayak gitu. Paling gak suka aku itu." jawab Lisna mengumpulkam berkas.

__ADS_1


"Loh, tapi aku serius loh, lihat kamu. Cuma aku gak bisa berhentikan mobil ku, karena di jalan raya, terus aku mau mengejar mu, tapi udah keburu pergi gak tahu kemana." ucap William.


Flashback of.....


"Jadi begitu?" Stev memegang dagu nya, berpikir.


"Lis, apa kau punya saudara kembar?" tanya Aris.


"Tidak, aku tidak punya, kalau saudara perempuan aku hanya ada satu, Santi dan dia juga masih sekolah." jawab Lisna.


"Siapapun itu, pasti berusaha menghancurkan hubungan kita. Dan pasti musuh Lucifer sangat hebat dan pintar." tebak Stev.


"Gawat..." ucap Aris.


"Ada apa?" tanya Stev yang kaget.


" Tuan Lucifer pingsan, berarti Eva juga sebelum nya sudah pingsan?" ucap Aris.


*************


"Tuan.....tuan Marvel.....lepaskan aku..." teriak seorang wanita di dalam kurungan.


"Hahahahahaha....kau ingin aku lepaskan?" tanya Marvel dengan tawa licik.


"Tuan, aku sudah melakukan pekerjaan ku dengan baik. Lalu kenapa anda malah mau membunuh ku?" tanya wanita yang bernama Ririn.


Kedua tangan nya di ikat, sekujur tubuh nya luka karena cambukan.


Wanita itu menangis memohon pengampunan.


"Kau adalah bukti kejahatan ku. Sudah seharus nya aku melenyapkan mu." Marvel mengusap pipi gadis yang kesakitan itu.


"Tolong lepaskan aku. Aku janji tidak akan memberitahukan pada siapapun. Kasihani aku tuan Marvel." wanita itu memohon pengampunan berlinang air mata.


Marvel hanya membalas dengan senyum sinis nya.


"Potong kepala nya, dan buang ke sungai. Sedangkan tubuh nya, siram dengan cairan pelebur sampai habis." suruh Marvel dan pergi meninggalkan lokasi itu.


"Tuaaannnn.....tttoooolllooooonngg..." wanita itu terus menjerit meminta pengampunan.


***********


"Adam kenapa masih belum datang? aku gak bawa ponsel lagi." gumam Eva yang merasa pusing.


"Apa orang itu akan membunuh ku? Adam, cepat lah datang, aku sangat takut..." gumam nya lagi.


*****************


Steven mengobati luka yang ada di leher dan pipi Lisna.


"Lis, maafkan aku. Aku salah paham pada mu." ucap Stev sambil mengobati Lisna.

__ADS_1


Lisna tidak menjawab. Masih menahan rasa sakit.


__ADS_2