
Steven menjemput Lisna. Mereka pergi menonton di bioskop.
"Mau nonton yang mana? " tanya Steven.
Lisna masih memilih-milih.
"Waduh... banyak film romantis, tapi aku gak bisa nonton itu. " gumam Lisna.
"Bagaimana kalau kita nonton yang itu aja? " tunjuk Steven pada salah satu film bergenre romantis.
Sebenar nya Steven mengikuti arah mata yang di tuju Lisna.
"Gak usah. Yang itu aja. " tunjuk salah satu film action.
"Okey... " Steven langsung memesan tiket.
"Sekalian beli minum dan popcorn ya, biar seru. " Steven berpindah ke bagian cemilan. Lisna hanya mengikuti nya.
"Yuk. " Steven sudah selesai dengan pesanan nya.
Mereka berdua bersama langsung masuk untuk menonton film yang di pilih dan segera di putar.
.
.
.
Lucifer mengerjakan pekerjaan kantor nya di kamar. Sementara Eva setengah berbaring sambil membaca komik kesukaan nya.
Posisi duduk Lucifer berhadapan dengan tempat Eva duduk. Agar lebih mudah mengawasi nya. Sesekali dia melirik keadaan Eva.
Sekitar 30 menit Eva meletakkan Hp nya. Rasa nyeri haid nya muncul lagi. Sebenar nya dia ingin bersuara, tapi tidak ingin membuat suami nya khawatir.
Lucifer melihat Eva menahan sakit sambil memegang perut nya. Dia berdiri menghampiri.
"Apa sakit nya muncul lagi?" tanya Lucifer di samping Eva.
Eva melirik nya. Berusaha tersenyum kecil.
"Nggak kok." jawab Eva berbohong.
"Sebaik nya kau istirahat saja dulu. Jangan terlalu lama di depan Hp mu."suruh Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya.
"Apa kau lapar? biar aku buatkan makanan dulu. " Lucifer beranjak dari ranjang.
Tanpa menunggu jawaban dari Eva, dia pergi menuju dapur.
"Aduh... sakit banget.. rasa nya seperti mau patah. " ucap Eva tidak kuasa menahan sakit.
Tangan nya memegang perut dan pinggang nya.
Dia memaksakan diri nya berdiri. Masuk kekamar mandi.
Saat melewati tempat laptop Lucifer yang masih menyala. Sempat berhenti beberapa saat.
"Seperti nya pekerjaan nya sangat banyak. Apa aku mengganggu waktu kerja nya? " ucap Eva merasa bersalah.
"Enggak kok sayang. " jawab Lucifer yang sudah berdiri tidak jauh di belakang nya. Sambil membawa makanan di atas nampan.
Eva sedikit kaget, melihat asal suara.
__ADS_1
"Kenapa kau berdiri? " tanya Lucifer meletakkan makanan di atas meja.
Lalu dia menuntun Eva untuk duduk kembali.
"Aku gak apa-apa kok, kau tidak usah khawatir. " ucap Eva berusaha menenangkan.
"Wajah kamu sangat pucat sekali. Lihat, keringat nya juga banyak. " Lucifer mengeringkan keringat yang ada di sekitar wajah Eva.
Lalu sebelah tangan nya memijit punggung bawah Eva dari belakang. Eva sempat kaget dan melirik Lucifer dengan sedikit rasa malu.
"Aku buatkan bubur ayam untuk mu. Sebaik nya kau makan dulu selagi hangat. " Lucifer mengambil bubur ayam buatan nya.
"Kau yang membuat nya? " tanya Eva.
"Iya. " jawab nya sambil mengaduk makanan.
"Apa kau bisa memasak nya? " tanya Eva.
"Tentu. Aku pernah tinggal di hutan, dekat gunung. Jadi aku tahu cara untuk mempertahan kan diri. " jawab Lucifer santai.
"Makan lah." ucap Lucifer sambil menyuapi nya setelah di tiup agar bisa di makan.
"Aku bisa memakan nya sendiri kok." ucap Eva.
"Gak usah komplein. Makan lah. " Lucifer tetap menyuapi nya.
Mau tidak mau Eva memakan nya. Sesekali Lucifer membersihkan sisa makanan yang ada di pinggir bibir Eva.
Beberapa saat kemudian selesai menghabiskan makanan yang di buat Lucifer.
"Sekarang kau istirahat lah. Aku akan melanjutkan pekerjaan ku lagi. " Lucifer membantu Eva untuk berbaring.
"Kau belum makan. Sebaik nya makan dulu. " ucap Eva.
"Jangan terlalu banyak minum kopi. Kalau kau malas makan, lain kali aku juga gak mau di paksa makan oleh mu. " ucap Eva cerewet.
Lucifer bukan nya marah, dia justru tersenyum melihat isteri nya ngambek.
"Baiklah... baiklah.. isteri ku sayang. Aku akan makan dulu. " jawab Lucifer berdiri.
"Apa kau mau aku masakkan sesuatu untuk mu? " tawar Eva semangat.
"Tidak usah. Biar aku masak mie instant aja. " tolak Lucifer pelan.
Eva kembali duduk dengan wajah sedikit kecewa.
"Kau mau makan mie? kau belum makan nasi loh. " ucap Eva.
"Okey... aku akan memesan makanan saja ya. " ucap Lucifer.
"Kau mau memesan makanan apa? " tanya Eva penasaran.
"Mungkin nasi goreng atau soto. " jawab Lucifer meraih Hp nya.
"Nasi goreng terus. Apa kau tidak bosan? " tanya Eva lagi.
"Gak. Lagi pula itu kan nasi. Jadi gak masalah kan." ucap Lucifer santai.
Eva akhir nya diam. Dia kalah berdebat dengan Lucifer.
Lucifer selesai memesan nasi goreng nya. Dan melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Eva menatap terus ke arah Lucifer. Dengan posisi duduk sambil bersandar di kepala ranjang nya.
__ADS_1
Lucifer tahu kalau isteri nya sedang memperhatikan nya. Dia tidak merasa keberatan. Justru sudut bibir nya tersirat senyum kecil.
Sekitar 10 menit Eva memperhatikan suami nya yang serius bekerja.
"Sayang, apa kau tidak lelah memperhatikan ku terus-terusan? " tanya Lucifer.
"Hah? " Eva kaget setelah Lucifer bersuara.
"A... aku.. aku hanya senang aja melihat wajah mu. Eeeehhh....?? " jawab Eva keceplosan.
Lucifer semakin tersenyum. Dia berdiri berkacak pinggang menatap isteri nya.
"Jadi kau senang menatap wajah ku, hheemmm? " menghampiri Eva yang gugup.
"Selain wajah ku, apalagi yang kau suka? " bisik Lucifer di telinga Eva.
Eva sedikit menurun kan badan nya sehingga berubah posisi menjadi berbaring, dan menutup diri nya dengan selimut.
Lucifer pun ikut berbaring di samping Eva.
"Apa kau mau tidur? bagaimana dengan pesanan mu? " tanya Eva ingin mengalihkan perhatian Lucifer.
"Biarkan saja dia datang. Lagi pula aku sudah membayar nya. Saat ini aku sangat lelah. Aku ingin berbaring di samping mu sebentar." ucap Lucifer sambil memeluk Eva.
"Jangan. Kau harus makan dulu. Harus jaga kesehatan juga. " suruh Eva.
"Kalau kau sudah makan, baru bisa tidur. " ucap nya lagi.
"Iya... iya.. lagi pula pesanan nya belum datang kan. " ucap Lucifer masih merangkul Eva.
Tiba-tiba Hp Lucifer berdering.
"Aku harus keluar dulu. Kau di sini saja. " ucap Lucifer melepas pelukan nya.
"Kau mau kemana? " tanya Eva.
"Pesanan nya sudah datang. " jawab nya.
"Dia bilang dia sangat lelah. " gumam Eva saat Lucifer pergi keluar.
"Aku harap kau tetap sehat Adam." gumam nya lagi.
Eva tertidur.
"Dia sudah tidur rupa nya." gumam Lucifer saat baru masuk membawa pesanan nya.
.
.
.
.
"Kita makan dulu yuk. " ajak Steven setelah mereka selesai menonton.
"Gak usah. Tadi aku udah makan kok. " tolak nya.
"Tapi aku belum makan loh. " ucap Steven.
Steven melihat Lisna, begitu juga sebalik nya.
"Baik lah. Tapi aku hanya menemani mu saja ya. Aku tidak lapar soal nya. " ucap Lisna.
__ADS_1
Steven merasa senang. Mereka segera mencari stand makanan.