
"Apa kau bilang? Anton di tangkap? kenapa bisa begitu? " tanya pria bertatto, bos dari laki-laki yang di tangkap Aris.
"Benar bos, mereka berhasil menangkap nya. " jawab anak buah nya.
"Sialan...." teriak nya.
"Bos, seperti nya orang itu bukan orang yang sembarangan, anak buah nya banyak bos. " ucap anak buah pria bertatto.
"Sebaik nya kita beritahukan pada bos besar kita . " saran rekan nya.
"Kau benar, biar bagaimana pun kita adalah anak buah nya, Tiger Blood kelompok mafia yang terkenal." ucap nya.
*******************************
Edward dan Beny dalam perjalanan menuju Bandara. Mereka memakai kacamata hitam dan topi.
Di belakang mobil nya sudah ada tiga mobil yang mengikuti. Tiga mobil itu mengejar dan menghimpit mobil Edward dan Beny.
"Beny, siapa mereka? apa mereka sedang mengikuti kita? " tanya Edward.
Beny melihat ke belakang sambil mengendarai mobil.
"Sialan..... " ucap Beny.
"Tambah kecepatan Ben, cepat !!!!!" teriak Edward.
"Kau diam lah Edward, jangan membuat ku panik. " teriak Beny yang sudah mulai ketakutan.
Mobil yang di bawa Aris dengan sekejap sudah berada di samping mobil Beny.
Aris dan Beny saling menatap melalui jendela mobil nya.
"Sebaik nya kau berhenti !!!! " teriak Aris sambil menunjukkan pistol nya.
Beny malah menambah kecepatan nya.
"Cepat kejar !!!! " teriak Aris pada orang di sebelah nya yang mengemudikan mobil.
Sementara rekan Aris di mobil yang juga mengikuti mobil Beny dari belakang.
Menembakkan dua peluru ke arah mobil Beny. Mengenai dua ban dan membuat ketidak seimbangan mobil Beny .
"Gawat... mobil-mobil ini mengejar kita. " ucap Beny.
"Apa yang harus kita lakukan Beny? " tanya Edward ketakutan.
Beny tidak menjawab, dia tetap berusaha menambah kecepatan mobil.
Tidak berapa lama mobil yang di tumpangi Beny sudah oleng dan terbalik. Edward dan Beny mengalami luka-luka, mengeluarkan darah.
Edward berusaha keluar dari mobil itu. Baru setengah tubuh nya yang keluar, Aris sudah berdiri di hadapan nya dengan mengacungkan pistol di kepala Edward.
Aris menarik sisa tubuh Edward keluar, sementara Beny tidak sadarkan diri.
rekan-rekan Aris menarik keluar tubuh Beny.
"Tuan, apa yang kalian lakukan pada kami, lepaskan kami." ucap Edward.
"Biar tuan Lucifer yang menentukan. " ucap Aris.
"Siapa Lucifer tuan, kami tidak kenal. " tanya Edward.
"Aku yakin kau pasti kenal." tawa Aris.
"Cepat bawa mereka ke markas. " perintah Aris pada rekan nya.
"Baik bos. " jawab mereka.
"Lepaskan kami... lepaskan... " teriak Edward.
__ADS_1
*******************************
"Jadi kau adalah sahabat nya Eva? " tanya Lucifer berbicara dengan Lisna di depan kamar ruangan Eva.
"Benar tuan, aku Lisna. " ucap Lisna.
"Kami sudah bersahabat lama, dari sekolah dasar. " ucap Lisna.
Lucifer mengangguk kan kepala nya mengerti.
"Eva sudah sering berbicara tentang anda tuan. " ucap Lisna.
"Apa yang dia bicarakan? " tanya Lucifer penasaran.
"Dia bilang kalau anda tampan, tapi memiliki sikap seperti iblis, hehehehe." ucap Lisna.
"Kata nya anda selalu marah-marah sama dia. Tapi sebenar nya dia tidak membenci anda, karena anda sudah beberapa kali menolong nya dalam kesulitan." ucap Lisna serius.
"Dia itu anak yatim piatu, dua tahun di yayasan panti asuhan, di adopsi orang tua angkat yang tidak bertanggung jawab, semua tabungan nya di berikan pada mereka untuk membayar hutang, tapi dia orang yang bertanggung jawab, gak mau punya hutang. " ucap nya lagi.
"Jadi seperti itu. " gumam Lucifer.
William datang menghampiri Lucifer dan Lisna yang berada di luar ruangan.
"Tuan Lucifer. " sapa William.
"Hhmm.... " jawab Lucifer.
"Oh my god... siapa nih cowok... ganteng banget... " gumam Lisna melihat William sambil tersenyum.
"Ada apa? " tanya Lucifer.
"Saya mau melihat keadaan Eva tuan. " ucap William.
"Dia lagi istirahat. " jawab Lucifer santai.
"Ooohh... " William mengangguk kepala nya.
Lisna melihat William.
"Hai... nama ku Lisna." ucap Lisna pede memperkenal kan diri.
"Hai juga, nama ku William. " jawab William menjabat uluran tangan Lisna.
"Kamu sahabat nya Eva? yang kata nya mau melamar kerja? " tanya William sambil duduk di samping Lisna.
"I.. iya... kok kamu tahu? " tanya Lisna gugup.
"Kemarin Eva kasih tahu aku, kata nya ada sahabat nya yang mau ngasih lamaran. " ucap William.
"Kamu bawa lamaran nya? " tanya William.
"Iya, aku bawa." jawab Lisna.
"Sini, kasih aku saja, ntar biar aku kasih sama tuan Lucifer. " pinta William.
"Oohhh... boleh... ini dia. " ucap Lisna mengeluarkan CV nya pada William.
"Nomor telepon nya sudah di tulis kan? " tanya William.
"Sudah.. sudah lengkap kok, tapi aku belum ada pengalaman kerja sebelum nya. " ucap Lisna.
"Lalu apa yang kau lakukan setelah lulus sekolah? " tanya William.
"Hanya jualan mie ayam dulu bersama eva. " jawab Lisna.
"Oooohhh.... " angguk William.
"Eh... aku boleh nanyak sesuatu gak sama kamu? " tanya Lisna.
__ADS_1
"Apa? " ucap William.
"Kamu sudah punya pacar belum? sudah menikah belum? " tanya Lisna sambil senyum-senyum.
"Belum, kenapa? " tanya William jujur, dia tidak mengerti maksud Lisna.
"Yesss... berarti masih jomblo, hihihihihi. " gumam Lisna.
"Ahhh... gak apa-apa kok, cuma nanyak aja, hehehehe. " ucap Lisna.
****************************
"Dimana mereka? " tanya Lucifer melalui panggilan telepon nya.
"Sudah ada di markas tuan." jawab Aris.
"Bagus, ikat mereka, tunggu sampai aku di sana. " ucap Lucifer mematikan panggilan nya.
Lucifer berjalan menuju ruangan Eva, dia melihat Lisna dan William masih berada di depan ruangan Eva.
"William, kau jaga di sini, aku akan pergi ke markas dulu." ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab William.
"Hendra, siapkan mobil, kita ke markas. " ucap Lucifer menghubungi Hendra.
Lucifer pergi lagi meninggalkan Lisna dan William.
"Eh.. tuan Lucifer mau ke markas apa? " tanya Lisna penasaran.
William melihat Lisna.
"Eh buset... dia malah ngeliatin aku, kan jadi deg-deg an. " gumam Lisna malu.
"Rahasia, hehehehhe. " jawab William tertawa.
Lisna bukan nya marah, tapi senang melihat jawaban dan tawa William.
"Aku masuk ke dalam dulu ya, mau lihat keadaan Eva. " ucap William.
"Ayo barengan. " ajak Lisna.
Lisna dan William masuk dan melihat Eva yang masih tertidur.
Lisna melihat William memperhatikan Eva dengan serius.
"Kenapa si William lihatin Eva kayak gitu ya? apa dia ada perasaan sama Eva? " gumam Lisna.
"Hhmmm... kalau seandainya William menyukai Eva, ya gak apa-apa sih. " gumam Lisna lagi sedikit kecewa.
**********************
"Apa??? Edward dan Beny di tangkap? " tanya Jefri, pria bertatto, pembunuh yang yang di bayar untuk membunuh Lucifer.
"Sialan.... bodoh.... " teriak Jefri marah.
"Siapa yang menangkap mereka? " tanya Jefri.
"Anak buah dari Adam, laki-laki yang menjadi target pembunuhan kita bos. " jawab anak buah nya.
HHHMMMM.... MAKIN SERU NIH... IKUTIN TERUS KISAH NYA YA....
OH IYA... JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE, TIP, KOMENT, BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT NIH...
UP NYA DI TUNGGU YA...
PROMOSI NOVEL TERBARU KU, JANGAN LUPA DI BACA YA...
__ADS_1
SEORANG LAKI-LAKI PLAYBOY YANG MENEMUKAN CINTA DALAM DIRI WANITA YANG SEDERHANA....
ARIGATO....