SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 283


__ADS_3

“Tolong beri aku waktu. Aku tidak bisa membiarkan nya pergi. Aku….aku sangat menyayangi nya.” Lisna masih menangis dalam pelukan suami yang mengusap kepala nya. Steven juga menangis namun menahan suara agar tidak keluar.


“Aku juga sayang pada nya. Tapi aku lebih sayang dan mencintai mu. Aku tidak bisa melihat mu tersiksa.” Ucap Steven.


********


Makan malam sudah berakhir. Vicky dan Cleo bersiap-siap untuk pulang. Sementara Revand juga menawarkan bantuan untuk mengantar Isabella pulang. Dengan menggunakan mobil Isabell. Awal nya wanita itu menolak, tapi


melihat kesungguhan Revand, akhir nya dia menerima tawaran pria.


Dalam perjalanan….


Awal nya tidak ada obrolan di antara mereka. Walau sebenar nya ada banyak kalimat yang ada di kepala nya yang ingin dibicarakan dengan wanita yang duduk di samping nya itu.


“Ehheemmm…. Terimakasih ya, kamu sudah mau datang makan malam dengan keluarga ku.” Ucap Revand memulai obrolan.


“Oh iya…. Sama-sama. Aku dan Eva berteman. Jadi aku tidak enak menolak ajakan dari nya.” Jawab Isabell tersenyum ramah.


Revand menganggukkan kepala nya.


“Apa….apa kalau aku yang mengajak mu makan malam lagi…….  apa kamu mau?” tanya Revand memberanikan diri nya.


Isabell terkejut dengan pertanyaan Revand.


“Kalau kau tidak mau, aku…..


“Boleh.” Jawab Isabell.


Revand terkejut dengan jawaban Isabell.


“Kau kasih tahu saja di mana. Jadi biar aku bisa atur jadwal kerja nya.” Ucap Isabell melihat Revand.


“Iya, pasti…. Pasti aku akan memberitahukan mu.” Jawab Revand tersenyum.


Tidak ada obrolan lagi. Dua orang manusia dalam satu mobil itu tersenyum.


“bagaimana kalau besok malam? Aku tidak punya banyak pasien besok?” ajak Isabell lebih dulu.


“Apa?” Revand terkejut dengan ajakan wanita yang ternyata sudah lebih dulu.


Revand melihat Isabella.


“Iya, tapi tolong kau fokus di depan, kau hampir menabrak motor itu.” ucap Isabell.


“Oh maaf kan…. Maafkan aku… aku hanya gugup saja.” Ucap Revand.


Isabella menahan tawa nya.


“Baiklah. Aku mau. Kau atur saja di mana dan jam berapa.” Ucap Revand.


“Okey..” jawab Isabell yang ternyata sudah mengatur lebih dulu.


Revand sangat senang. Bibir nya berusaha untuk berhenti tersenyum.


“Apa yang akan di katakan Eva dan Lucifer kalau ternyata Isabella yang mengajak ku lebih dulu jalan. Hahahahha.” Gumam Revand.

__ADS_1


***********


Saat ini Lisna sudah tertidur di ranjang nya. Tampak mata nya yang masih bengkak dan pipi yang lengket karena airmata yang mengalir.


Steven menyelimuti isteri nya yang tampak tidur dengan mengernyitkan dahi.


Lalu dia pergi ke ruang depan. Duduk sendiri dengan rokok yang menyala di jepitan jari nya. Tampak sangat gelisah dan resah. Harus


memilih salah satu di antara dua orang yang sangat di cintai nya.


Jari nya memijit pelipis mata. Tanpa ada cahaya lampu, di biarkan gelap agar tidak ada yang bisa melihat wajah sedih nya itu.


Isteri nya Lisna Alexa, yang saat ini sedang hamil 10 minggu mengalami rahim lemah (Inkompetensi Serviks). Yang dalam 1 hari wanita itu bisa muntah sebanyak 15-20 kali. Bahkan sampai menyediakan baskom kecil yang tidak jauh dari nya. Tidak bisa berdiri lebih lama dari 15 menit, kram perut, pinggul


nya selalu terasa pegal.


Di tambah lagi nafsu makan yang turun drastis. Tubuh nya sekarang sangat kurus, wajah pucat dan berkeringat.


Awal nya mereka pikir itu lumrah di alami oleh wanita hamil pada umum nya. Tapi lama kelamaan sudah tidak bisa bertahan lagi.


Sebenar nya Steven dan orang tua nya sudah sangat menantikan seorang anak dan cucu. Pada saat mereka mengetahui kalau menantu nya sudah hamil, mereka sangat senang. Akan tetapi mereka tidak tahu kalau ternyata


kandungan wanita itu sangat lemah.


Dokter yang biasa nya ceria itu sekarang sedang menangis. Meratapi nasib yang sedang di hadapi. Biasa nya dia tidak pernah merokok, tapi malam ini yang dia butuhkan adalah rokok untuk menghibur pikiran nya. Dia menangis seorang diri tanpa ada orang di samping nya.


************


Pagi hari terlihat Revand yang baru olahraga dari luar. Pakaian nya yang sudah basah karena keringat. Eva dan suami nya berada di ruang santai, tempat dimana mereka dan keluarga nya berkumpul.


“Yups, biar sehat. Tidak seperti suami mu itu yang pemalas.” Sindir nya.


Berharap agar yang di sindir nya terpancing emosi, tapi malah Lucifer duduk diam mengabaikan nya. Dia tahu kalau kakak ipar nya itu sengaja ingin memancing emosi nya.


“Tapi postur tubuh suami ku lebih bagus dari mu kak.” Eva yang malah membalas sindiran dari kakak kandung nya.


Lucifer tersenyum kecil.


“Kau menghina kakak mu ini Va?” tanya Revand duduk tidak jauh dari mereka.


“Bukan kah kakak yang lebih dulu menyindir suami ku?” tanya Eva menaikkan salah satu alis nya.


Revand tidak bisa berdebat lagi. Pasrah.


Revand ingin mengambil pisang yang ada di atas meja.


“Jangan kau makan itu. bukan untuk mu.” Larang Lucifer.


“Pelit banget sih. Kan itu ada banyak.” Balas Revand.


“Banyak pun, itu bukan untuk mu. Ambil sendiri di dapur.” Ucap Lucifer.


Revand meletakkan kembali pisang itu, dan menggantikan nya dengan apel.


“Itu pun jangan kau makan.” Suruh Lucifer.

__ADS_1


Revand terkejut dengan larangan yang kedua.


“Kenapa tidak bisa ku makan?” tanya Revand yang mulai kesal.


“Itu buat ku. Kalau kau mau ambil saja di dapur.” Jawab nya santai sambil mengupas jeruk untuk isteri nya.


“Itu kan ada beberapa lagi. Masa sih diambil cuma satu saja tidak bisa.” Ucap Revand.


“Untuk Eva juga. Dia sangat suka apel.” Jawab Lucifer membersihkan jeruk dengan santai.


“Tch…. Dasar pelit.” Revand meletakkan lagi apel ketempat awal nya.


“Jangan lama-lama duduk di situ. Aku tidak mau Eva mencium bau keringat mu itu. Sana pergi dan mandilah.” Suruh Lucifer.


Eva hanya menahan tawa nya saja.


Revand rasanya ingin memukul adik ipar nya yang dengan santai menyuruh nya sambil mengupas apel kemudian.


“Sudah lah kak. Mandi lah.” Suruh Eva dengan pelan.


“Eva, apakau juga mengusirku?” tanya Revand.


“Tidak. Biar biang keringat nya tidak menempel lama dengan kulit mu kak. Kan buat kesehatan kamu juga. Mandi lah kakak tersayang ku.” Bujuk Eva dengan senyum.


“Hhhmm…. Baik lah. Karena adik ku yang menyuruh ku, aku akan mandi dulu. Ini bukan karena suami mu yang menyuruh ya.” Ucap Revand mengalah.


“Iya… iya.” Jawab Eva.


Revand berdiri dan ingin pergi kekamar nya. Sementara Eva dan masih di suapi potongan buah dari Lucifer. Sebenar nya ini bukan Eva yang manja, tapi karena ini keinginan suami nya itu.


.


.


.


.


Temok (Readers) : “ Tamatkan ini dulu thor…. Gak enak tahu di gantungin cerita nya.”


Author : “ Pasti ini akan aku tamat kan. Terimakasih.”


Risma Dian (Readers) : “ Bagaimana cara memberikan vote dan koin.”


Author : “ Di bagian bawah episode saat ingin memberikan ‘like’ ada kok di samping nya untuk ‘tip/koin’. Kalau untuk vote, bisa di


berikan di halaman depan atau cover novel nya, ada tulisan ‘ vote’. Terimakasih.”


Siti Julaeha (Readers) : “ Thor gak kebayang tiap harus di notebook…… jangan pantang menyerah thor, karyamu memang patut di banggakan…. Semoga selalu di beri kesehatan dan sukses selalu ya thor.”


Author : “Terimakasih ya Siti. Semoga kamu juga dilimpahkan rejeki dan kesehatan.”


Aulia Lia (Readers) : “ Sip thor, tetap semangat yang penting jaga kesehatan….. walau ku tahu komenku tak kau baca……. Semangat.”


Author : “ Aku selalu baca semua komentar-komentar dari teman-teman, hanya saja mungkin ada sebagian yang tidak aku balas. Aulia terimakasih atas dukungan dan semangat nya ya. Kamu juga jaga kesehatan nya.”

__ADS_1


__ADS_2