SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 36


__ADS_3

Tok.. Tok... Tok... Karena Eva tidak bisa mengetuk pintu, dia mencoba memakai kepala nya.


"Masuk." Ucap Lucifer.


Tapi Eva tidak bisa langsung masuk, karena tidak bisa membuka pintu.


Tok.... Tok.. Tok...


"MASUKK...!! " teriak Lucifer.


Aris yang mendengar langsung membuka pintu. Dan ternyata Eva di balik pintu dengan kedua tangan yang membawa gelas kopi.


"Nona... Kenapa tidak pakai nampan? " Tanya Aris.


"Maaf aku lupa" Ucap Eva sambil masuk.


Tentu saja dia lupa karena merasa ketakutan.


"Ini tuan Lucifer kopi nya" Ucap Eva sambil meletakkan kopi di atas meja.


Lucifer melihat tangan Eva yang memerah seperti terkena air panas.


"Ini kopi mu Aris" Ucap Eva memberikan kopi bagian Aris.


"Nona Eva, ada apa dengan tangan mu?" Tanya Aris sambil memegang tangan Eva.


"Ah.. Tidak apa-apa kok, tadi gak sengaja kena air panas" Ucap Eva memberi alasan.


"Nona, segera obati luka anda, biar tidak lebih parah" Ucap Aris.


Lucifer mengambil sesuatu di dalam laci meja nya. Dan melempar ke arah Aris.


"Suruh si bodoh itu pakai ini Aris" Ucap Lucifer melempar obat krim.


"Tuan.. Jangan panggil saya bodoh" Ucap Eva memberanikan diri sambil memegang tangan nya yang sakit.


"Terus? kau itu udah berulangkali melakukan kebodohan. Bikin kopi aja sampai seceroboh itu, apa kau mau bikin malu perusahaan ku, hhaaaa? " Bentak Lucifer.


Eva terdiam, dia hanya menggigit bibir bawah nya sambil menahan tangis.


"Ahh... Sudah lah nona, sebaik nya kau pakai saja salep ini" Ucap Aris yang kasihan melihat Eva.


"Terimakasih." Ucap Eva.


"Mau sampai kapan kau berdiri di situ? " Tanya Lucifer.


"Baik tuan, saya permisi dulu." Ucap Eva sambil sedikit membungkuk.


Eva keluar dengan hati yang sedih. Aris melihat dengan tatapan kasihan. Lucifer kembali melihat laptop nya.


"Aku tuh gak bisa di giniin.. Aku tuh wanita gak bisa di bentak bentak.. Hiksss.. Hikss.. Hikss.. " Gumam Eva.


"Aku jadi ragu mau kasih tahu tuan Lucifer, bos yang galak banget" Gumam nya lagi.


"Di sini kan aku yang jadi korban, tangan ku yang kena air panas, bukan tangan dia. Tapi kok malah aku yang di marahi, siapa yang mau bikin malu perusahaan nya, gak ada perasaan banget sama wanita, hikss.. Hikss" Ucap Eva sambil sedikit menangis. Tangan nya menghapus air mata di pipi nya.


"Kau kenapa Va?" Tanya William yang muncul dari belakang.

__ADS_1


"Astaga, kau mengagetkan ku Willi " Ucap Eva mengelus dada nya.


"Sorry, kau kenapa, apa kau menangis? " Tanya William.


"Aku gak apa-apa kok." Ucap Eva.


"Ada apa kamu kesini? " Tanya Eva balik.


"Ini udah waktu nya makan siang, yuk" Ajak William.


"Aku gak lapar, kamu aja" Ucap Eva sedih.


Aris dan Lucifer keluar dari ruangan.


"Nona Eva, sudah waktu nya makan siang" Ucap Aris.


"Kalian aja, aku lagi gak lapar." Ucap Eva malas seperti sedang mengambek.


Lucifer menatap tajam sinis pada Eva. Dan Eva mengerti.


"Ya udah Willi, ayo kita makan siang" Ucap Eva sedikit takut karena di lihat Lucifer.


"loh.. Ya udah ayo." Ucap William bingung dengan sikap Eva yang berubah.


Mereka masuk dalam satu lift.. Aris dan Lucifer ada di depan Eva dan William.


Kali ini mereka memakai lift karyawan, karena lift khusus atasan lagi dalam perbaikkan.


"Itu kenapa tangan mu? " Tanya William yang melihat kedua tangan Eva memerah.


"Nona, tadi kan sudah di kasih krim, apa sudah di pakai? " Tanya Aris.


"Belum" Jawab nya.


Eva mengeluar kan krim yang ada di saku nya tadi.


"Sini biar aku bantu olesin." Ucap William mengambil krim dari tangan Eva.


"Terimakasih Willi." Ucap Eva.


"Gak usah sungkan." Ucap William.


Saat William mengoleskan obat krim nya....


"Willi, apa kau tahu tuan Beny? " Tanya nya memberanikan diri.


"Tahu, kenapa? " Tanya William masih mengoleskan krim nya.


"Tadi aku waktu bikin kopi denger.....


DING....


Lift terbuka, ada Beny dan Edward.


Eva kaget melihat mereka, tanpa dia sadar dia spontan langsung mendekatkan diri pada Lucifer, memegang lengan nya, seperti sedang ketakutan.


Aris, Lucifer, dan William kaget dan heran. Eva menunduk takut ketika Edward dan Beny melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Siang nona Eva, siang tuan Adam." Ucap Beny.


Lucifer tidak menjawab nya, hanya diam mengabaikan.


"Si.. Si.. Siang" Ucap Eva gugup, dia masih belum sadar memeluk lengan atasan nya. Jantung nya berdetak dengan kencang.


"Eva.. Va " Ucap William mengingat kan Eva akan perbuatan nya.


Eva sadar, dia melihat ke arah tuan nya yang sudah menatap tajam, melepaskan genggaman tangan nya, dan malah mendekatkan diri nya secara tiba-tiba pada William.


Semua orang di situ kaget dan heran. Sementara Beny selalu melirik ke arah Eva. Beny dan Edward tidak tahu. Kalau ada sepasang mata yang sudah mengamati mereka dari pantulan kaca lift yang mereka naiki. Ya, itu sepasang mata Lucifer. Dan Lucifer merasa curiga.


William heran dengan perubahan sikap Eva. Dia masih ingat dengan perkataan nya yang terakhir, bersamaan ketika Edward dan Beny masuk ke dalam lift.


William melirik Edward dan Beny. Eva masih menunduk ketakutan sampai keringatan.


"Apa kau kepanasan? " Tanya William.


"Gak kok, aku biasa saja" Jawab Eva tanpa mengangkat kepala nya.


"Ini krim nya, kamu simpan ya, nanti jangan lupa kamu pakai lagi" Ucap William sambil menyerahkan krim nya.


Eva menerima nya, dan memasukkan nya ke kantong rok nya.


"Nona Eva, tangan kamu kenapa, seperti terkena air panas? " Tanya Beny sambil menarik tangan Eva.


Eva menarik langsung tangan nya, dan semakin dekat memeluk lengan William.


"Kapan kau terkena air panas nona? " Tanya Beny lagi yang mencoba mendekati Eva.


Eva hanya diam, tidak mau menjawab nya.


"Oh.. Tuhan.. Aku takut sekali. " Gumam Eva.


"Maaf tuan Beny, tolong jaga jarak anda, saya rasa di belakang anda masih banyak ruang kosong" Ucap William.


"Oh.. Maafkan saya, saya hanya merasa khawatir saja dengan nona Eva" Jawab Beny santai.


"Nona Eva kena air panas pada saat membuat kopi, dan nona Eva kenapa merasa takut dengan Beny, apa kah nona Eva merasakan sesuatu? " Gumam Aris dalam hati. Dia curiga dan merasa khawatir.


Aris ingin memberitahukan nya pada tuan nya. Tapi dia melihat kalau tuan nya juga memantau keadaan di sekitar nya.


"Oh.. Jadi tuan Lucifer sedang melihat juga ya.. Kalau begitu aku tidak perlu terlalu khawatir " Gumam Aris dalam hati.


.


.


.


.


.


.


LIKE... VOTE... KOMENT... TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2