
"Tuan, kami sudah membawa keluarga gadis itu. " ucap Jefry melalui panggilan telepon.
"Bagus... hahahahahaha.... bawa mereka ke sini sekarang. " jawab Richard.
"Apa kalian menghadapi kendala? " tanya Richard.
"Anak buah Lucifer mengetahui aksi kami tuan. " jawab Jefry.
"Apa? kenapa anak buah nya ada di situ? " tanya Richard.
"Seperti nya itu suruhan Lucifer tuan. " jawab Jefry.
"Cepat bawa mereka ke sini. " suruh Richard.
"Baik tuan. " jawab Jefry.
Panggilan pun di akhiri.
Lisna dan keluarga nya di bius dan di sekap. Mereka di bawa ke tempat Richard. .
.
.
.
.
.
DDDRTTT.... DDDRRRTTDD....
Lucifer membuka mata nya, mengambil Hp milik nya di atas meja.
"Aris? kenapa dia menghubungi jam segini? " gumam Lucifer.
Dia melihat Eva masih tertidur di pelukan nya.
Dengan perlahan-lahan dia turun dari ranjang nya, dan keluar kamar.
"Hallo Ris, ada apa? " tanya Lucifer.
"Tuan... kita... kita punya masalah." ucap Aris.
Lucifer mengernyitkan dahi nya.
"Masalah apa? " tanya Lucifer serius.
"Lisna... dan keluarga nya di bawa kelompok pria, mereka memakai pakaian serba hitam dan penutup wajah. " jawab Aris takut.
"Apa???? " teriak Lucifer.
"Kenapa bisa terjadi? di mana yang lain nya? " teriak Lucifer dengan sangat marah.
"Maafkan saya tuan, anak buah kita juga banyak yang terluka. " jawab Aris.
"Adik perempuan Lisna terluka, kami sudah membawa nya kerumah sakit. " ucap Aris.
"Bre****k!!! aku sudah bilang kalian jangan lengah!!!! " ucap Lucifer marah.
"Maafkan kami tuan, kejadian nya sekitar pukul tiga pagi tadi tuan. " ucap Aris.
"Hhhmmm..... kumpulkan semua anak buah. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
"Kalian segera berjaga-jaga di markas, aku akan kembali Ke jakarta. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Mereka mengakhiri panggilan nya.
"Sial... aku harus kembali ke Jakarta sekarang. " gumam Lucifer.
"Lalu bagaimana dengan Eva? " gumam nya lagi.
Lucifer melangkah menuju kamar, dia melihat pasangan nya yang masih tertidur.
"Aku tidak bisa membawa nya sekarang, aku harus meninggalkan nya di sini, mungkin lebih aman. " gumam Lucifer.
Tanpa mengganti pakaian nya, dia segera keluar dari rumah menuju mobil nya.
Meninggalkan Eva seorang diri di dalam kamar. Dengan kecepatan maksimal dia membawa mobil nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Aris dan Hendra berada di markas, sementara beberapa ada di depan rumah Lisna.
"Bagaimana ini Aris, pasti tuan Lucifer sangat marah. " ucap Hendra.
"Iya, dia sangat marah, tidak mungkin kita tidak terkena amarah nya. " jawab Aris.
BBBAAAMMM...... BBBBAAAMMMM.....
Terdengar suara seperti ledakan di sekitar markas Lucifer.
"Apa itu? " tanya Hendra.
"Ayo kita cek. " ajak Aris.
Aris dan beberapa anak buah pergi menuju lokasi suara itu.
"Berhasil.... mereka masuk perangkap, ayo sekarang kita serang markas nya. " ucap Jefry.
Ternyata Jefry dan anak buah nya sengaja menarik perhatian Aris dan Hendra, agar menjauh dari markas nya.
DOR..... DDDOOORR..... DDOOORR.... DDOOOORR.... DDOOORRR...... DDDOOORRR...
Terdengar suara tembakan. Terjadi perlawanan antara kedua kelompok. Anak buah Lucifer banyak yang terluka dan tewas.
"Hahahahaha.... habisi semua anak buah si ba***t itu !!!! " perintah Jefry.
Tembakan itu mengenai anak buah yang tidak berdaya.
"Bos, bagaimana dengan tawanan -tawanan ini? " tanya anak buah Jefry.
"Bawa mereka, yang lain nya... habis kan tanpa tersisa. " jawab Jefry.
"Baik bos." jawab anak buah nya.
"Gawat.... kita tidak bisa mengalahkan mereka. " ucap anak buah Lucifer yang berusaha melawan lawan nya.
"Aneh.... tidak ada apa-apa di sini, tapi kenapa ada ledakan saja? " ucap Aris pada Hendra.
"Aris? jangan-jangan ini jebakan, ayo kita kembali ke markas. " ucap Hendra.
Aris kaget, dan langsung bergegas menuju markas.
Saat mereka tiba di markas, mereka kaget melihat markas mereka sudah hancur, banyak korban, tawanan di bawa semua.
"Kenapa bisa terjadi? " tanya Aris pada anak buah yang masih selamat.
"Kami di serang dengan senjata mereka bos, mereka sangat banyak sekali. " jawab anak buah yang sudah terluka.
"Baik bos. " jawab mereka.
Aris menggelengkan kepala nya, beberapa kali dia memegang kepala nya sambil melangkah berulang-ulang.
"Apa yang harus kita lakukan Aris? " tanya Hendra.
"Tuan Lucifer sedang dalam perjalanan kemari. " jawab Aris.
Aris dan Hendra sangat takut sekali. Benar-benar suasana yang kacau.
"Habis lah Hend, kalau tuan Lucifer ngamuk... kita pun berada di ujung tanduk.. dia bisa jadi gelap mata seperti dulu. " ucap Aris.
.
.
.
.
.
.
"Hahahahahahah...... bagus... bagus.... sesuai rencana..... " tawa senang Richard.
"Kita akan lihat reaksi si bre****k itu. " ucap Richard.
"Tuan, seperti nya dia akan segera tiba di Jakarta. " ucap Jefry.
"Berikut nya apa yang akan kita lakukan tuan? " tanya Jefry.
Richard berbalik melihat Jefry dengan tatapan sinis nya.
"Kirim anak buah kita ke Bandung, dan habisi orang-orang di sekitar Lucifer" jawab Richard dengan senyum jahat nya.
"Baik tuan. " jawab Jefry.
"Bunuh siapa pun yang dekat dengan nya, jangan tinggalkan satupun yang hidup, pastikan semua nya...... mati.... hahahahahahahahaha. " ucap Richard.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Pagi hari sekitar pukul 07.15 wib Eva bangun dari tidur nya.
Dia melangkahkan kaki nya keluar kamar, mencari Lucifer.
"Di mana Adam? " tanya Eva.
Eva meraih Hp nya, dan melihat ada pesan WA masuk.
"Aku akan kembali ke Jakarta lebih dulu, ada urusan pekerjaan yang sangat mendadak. Kau jangan kemana-mana, tetap lah di sini. Nanti aku akan segera menjemput mu. Ingat... tunggu aku.. " isi pesan dari Lucifer.
Eva sedikit bingung.
"*Jam berapa dia berangkat, kenapa tidak membawa ku? " gumam Eva.
"ah.... lebih baik aku mandi saja dulu. " gumam nya lagi*.
.
.
.
.
"Siapa kalian... apa yang kalian lakukan, lepaskan kami... " teriak Lisna.
"Diam kau. " jawab anak buah Jefry sambil menampar Lisna.
Lisna menahan sakit.Tangan dan kaki Lisna dan keluarga nya di ikat.
"Hhhuuuhhuuu.... hhhuuuuhhhuu.... kakak....Jody takut.... kak. " tangis Jody adik Lisna.
"Jody jangan takut, tenang ya. " ucap Lisna menenangkan adik nya.
"Hey..... apa mau kalian... kenapa kalian menangkap kami, siapa kalian? " tanya papa Lisna.
"Salahkan saja orang itu. " jawab anak buah Jefry.
"Siapa? lepaskan kami, kami akan menghubungi polisi, cepat lepaskan. " teriak mama Lisna.
BBRRUUUGGH....
"Ma.... " teriak Lisna.
"Uuhhuukkk..... uuhhuukkk.... uuhhuukk... " bibir mama Lisna mengeluarkan darah setelah di pukul.
"Mama... hhiiikkkss.... hhhiikkkss.... " tangis Jody.
"Apa mau kalian... hhhiikkkss.... hhhiiikkss..... ." tanya Lisna yang sangat ketakutan.
"Mau kami.... kalian semua... mati. " jawab orang jahat itu.
.
.
.
.
.
Lucifer tiba di markas.
"Aris, tuan Lucifer sudah tiba. " ucap Hendra yang ketakutan.
Lucifer keluar dari mobil nya, dengan tatapan tajam dan penuh amarah terpancar dari wajah nya.
Aura kejam, dendam menyelimuti Lucifer.
Dia melihat kondisi markas nya yang sudah berantakan. Beberapa kali Lucifer memegang kepala nya. Frustasi. Dia mengepalkan tangan nya sangat keras.
.
.
.
.
__ADS_1
.
LIKE.... VOTE.... LIKE.... VOTE.... LIKE.... VOTE...