
"Aku tahu kau sangat mencintai nya, tapi apa kau tidak khawatir, dengan pembalasan mu bisa lebih membahayakan orang yang kau cintai?" balas Stev.
"Aku juga tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Lisna, tapi aku tidak boleh lebih membahayakan nya." ucap Stev.
Mereka diam. Berdiri di tempat tanpa obrolan.
"Sebaiknya cepat kita kembali." ajak Stev melangkah lebih dulu.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan.
"Eh...itu, mereka udah datang." tunjuk Lisna.
Eva melihat kebelakang.
"Ada apa dengan wajah kalian? apa kalian sedang bertengkar?" tanya Eva.
Stev dan Lucifer tidak menjawab.
Lucifer langsung duduk di samping Eva. Begitu juga dengan Stev.
"Apa pesanan nya sudah datang?"tanya Lucifer.
"Udah dari tadi. Kau kenapa sayang? apa perut mu sakit?" tanya Eva memegang perut suami nya.
"Tidak, aku tidak apa-apa. Aku harus mencari toilet nya tadi." jawab nya berbohong.
Eva menganggukkan kepala nya.
"Habis ini, ada tempat yang mau di datangi lagi?" tanya Lucifer.
"Ada, aku mau kita ke 'rumah hantu'. " ajak Eva.
Stev terkejut. Lisna tersenyum.
"Okey. Habis kan dulu pesanan mu ya. Nanti kita ke sana." ucap Lucifer.
"Habis itu, aku mau naik gondola, Bombom Car." ucap Eva menuturkan rencana nya.
"Baik...baik..aku akan menemani mu." Lucifer mengelus kepala Eva.
Lisna dan Stev hanya memperhatikan tingkah mereka.
"Mereka romantis banget ya?" tanya Stev.
Lisna kaget dengan bisikan Stev.
"Sayang, kau mau kemana?" tanya Stev tidak mau kalah.
"Sama seperti rencana Eva. Karena dulu kami sering bermain wahana itu." jawab Lisna tenang.
"Jadi kita ngikutin mereka nih?" ucap Stev.
"Iya, apa ada masalah dengan mu?" tanya Lisna.
__ADS_1
"Enggak ada sih, hanya saja, kita tidak bisa beromantisan ria." goda Stev.
"Jangan lebay deh." ucap Lisna risih.
"Lis, kalau ada sesuatu yang tidak kau sukai dari ku, tolong katakan ya. Jangan di pendam. Aku mau, kita saling terbuka dan percaya." ucap Stev serius.
"Tentu. Kenapa? tumben bicara nya serius." tanya Lisna.
Stev hanya membalas dengan senyuman.
"Aku berjanji, akan selalu membuat mu bahagia." Stev menggenggam tangan kekasih nya.
"Iya...iya.. aku percaya. Sekarang minum dulu minuman mu ini." Lisna menyodorkan pesanan kekasih nya.
Sekitar satu jam mereka menghabiskan waktu di stand makanan dan minuman, mereka menuju 'rumah hantu', tempat yang di ingin kan Eva.
Membeli tiket masuk, menunggu antrian. Stev dan Lucifer selalu menggenggam erat tangan pasangan nya. Membuat semua mata dan beberapa pasangan merasa iri dan cemburu.
"Tuh, lihat...mereka romantis kan. Berpegangan tangan." ucap si cewek pada cowok nya.
"Sini..sini...biar aku pegang tangan kamu. Tapi jangan di lepas ya, mau ke kamar mandi pun jangan di lepas. Biar kamu puas." ledek cowok nya.
"Kalau gitu gak usah deh. Kamu kaku banget. Gak ngerti situasi dan kondisi." ucap pacar nya.
Eva, Lisna, Stev dan Lucifer naik kereta untuk di antar menjelajahi area 'rumah hantu' tersebut.
Mereka duduk berpasangan. Satu tempat hanya bisa duduk dua orang, lalu di susul di belakang nya juga.
Eva dan Lucifer berada di depan Steven dan Lisna.
"Iya Va, udah lama kita gak pernah ke sini, mungkin ada 'hantu' yang baru di dalam." balas Lisna.
Kereta akan berjalan...
Eva menggenggam erat lengan suami nya, duduk rapat, menempelkan kepala di dada Lucifer. Sementara Lucifer duduk tegak, dengan tatapan tajam. Tidak ada rasa takut sama sekali.
Lain dengan Stev dan Lisna, mereka sama-sama takut, apalagi Stev yang paling ketakutan. Sesekali Lisna mengintip dan merasa lucu.
Perlahan kereta berjalan, memasuki lorong-lorong yang gelap, sempit, dan di penuhi dengan 'hantu-hantu' palsu. Ada bonek-boneka seram yang bersuara menakutkan. Ada ranting-ranting kering. Terdengar jelas suara-suara yang sengaja di buat untuk menakuti pengunjung.
Satu kereta terdapat delapan gerbong. Jadi, tidak hanya mereka berempat yang ada di kereta itu.
Pengunjung yang satu kereta dengan mereka berteriak ketakutan. Membuat Lucifer menutup telinga sambil menggelengkan kepala nya.
Eva takut, tapi tidak bersuara, dia mengintip sekitar sambil sedikit memeluk suami nya.
Seorang pekerja memakai kostum 'hantu' menghampiri Eva, sangat menakutkan.
"Singkirkan tangan mu itu sebelum aku patahkan!!" ancam Lucifer tegas dengan tatapan yang tajam.
Si 'hantu' pun langsung menarik tangan nya karena ketakutan. Dia membatalkan untuk mengganggu Eva.
"Sebenar nya siapa yang jadi 'hantu'? aku atau dia? kenapa dia yang jadi lebih menakutkan?" ucap orang itu setelah kereta berjalan perlahan meninggalkan nya.
__ADS_1
Stev dan Lisna teriak dengan kencang. Lucifer melihat kebelakang tempat Stev duduk. Dia mencari kemana Stev dan Lisna berada.
"Di mana mereka? hanya suara mereka saja yang terdengar." gumam Lucifer.
Lucifer melihat di bawah kursi duduk mereka.
"Hhmmm......" Lucifer menghela nafas dan mengalihkan pandangan nya lagi ke isteri nya.
Ternyata Stev dan Lisna bersembunyi, jongkok di bawah sambil berpelukan. Bahkan suara Stev lebih terdengar sangat jelas.
"Aaakkkhhhh.....cepat keluarkan kami....!!!" teriak Stev.
*************
Beberapa menit mereka berada di dalam, hingga kereta perlahan keluar dari ruang gelap itu.
Satu persatu pengunjung turun. Mereka merasa lega dan puas.
"Wah.....seru banget..." teriak Eva baru turun dari kereta di bantu Lucifer.
"Iya, tapi ini lebih menakutkan." ucap Lisna.
Mereka mencari tempat untuk duduk. Di tempat yang adem.
"Sayang, kamu tadi kenapa? aku sedikit lucu dengan ucapan mu tadi." ucap Eva mendengar ancaman suami nya pada 'hantu' palsu.
"Aku tidak suka ada orang lain yang menyentuh mu." jawab Lucifer santai.
"Mereka kan tidak menyakiti ku." balas Eva.
"Semua ketakutan, tapi Adam hanya duduk tegak, pasang wajah kejam, terus ngomong' "Singkirkan tangan mu itu sebelum aku patahkan!!. Hahahahahaha..... sumpah, aku lucu dengar nya." ucap Eva mempraktekkan gaya Lucifer.
"Aku lihat, kau tidak takut sama sekali, bahkan tidak pernah takut dengan apapun. Apa kau benar-benar tidak ada yang kau takutkan di dunia ini?" tanya Eva.
"Ada." jawab Lucifer.
"Apa?" Eva penasaran.
"Aku takut kehilangan diri mu." jawab Lucifer menyelipkan rambut di telinga Eva.
Eva tersenyum, tersentuh dengan kalimat suami nya.
"Lebay banget ih..." ucap Eva yang sebenar nya senang.
Lucifer membalas dengan tersenyum. Dia menarik tubuh isteri nya berada dalam pelukan.
"Eeheemm....eehheemm..." ledek Lisna.
"Berbeda dengan kekasih ku ini Va, aku ketakutan, dia lebih takut lagi. Malahan sembunyi di belakang ku." ledek Lisna pada Stev.
Stev hanya senyum malu.
"Wajar sayang. Aku takut hantu. Hehehehehe." ucap Stev tertawa.
__ADS_1
"Tapi itu kan bukan hantu beneran." balas Lisna.
"Bisa aja kan di dalam situ ada hantu beneran yang menyelinap?" Stev tidak mau kalah.