
Lucifer berangkat ke kantor perusahaan nya. Seperti biasa, Aris mengikuti nya dari belakang.
"Selamat pagi tuan Lucifer. " sapa William.
"Hhmmm. " jawab Lucifer cuek berjalan menuju ruangan nya.
"Ada apa dengan tuan Lucifer? kenapa seperti sedang badmood? " bisik William pada Aris.
Aris hanya diam tidak menjawab.
"Aris, panggilkan William ke sini, suruh bawa laporan-laporan nya juga. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Lucifer duduk di kursi empuk nya. Melihat layar Hp nya.
Sesekali melihat foto Eva yang ada di Hp nya.
TOK.... TOK.... TOK....
"Masuk. " suruh Lucifer.
William masuk membawa berkas-berkas.
"Duduk William. " suruh Lucifer lagi.
William duduk di hadapan Lucifer.
"William, nanti Lisna akan menggantikan Eva, jadi kau harus membantu nya. " ucap Lucifer.
"Jadi Eva tidak bekerja lagi di sini tuan? " tanya William.
"Hhmm.... " jawab nya menganggukkan kepala nya.
"Apa ada masalah di perusahaan? " tanya Lucifer.
"Tidak ada tuan. " jawab William.
"Sekarang kembali bekerja. " suruh Lucifer.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu. " jawab William.
William pergi meninggalkan Lucifer yang masih diam.
"Tuan, apa saya pesan kan kopi buat anda? " tanya Aris.
"Tidak usah, antar kan aku kerumah Lisna. " ucap Lucifer.
"Baik tuan." jawab Aris.
Lucifer memakai jas nya, dan keluar dari ruangan nya.
.
.
.
"Lis, kapan kamu bekerja lagi? " tanya Eva.
"Belum tahu, nanti akan di beritahu Aris. " jawab Lisna.
"Eh lihat deh Va, foto pernikahan kalian, cocok banget kan? " Lisna menunjukkan foto pernikahan Eva dan Lisna yang ada di Hp nya.
Eva melihat nya, menatap sedikit lama.
Mobil Lucifer tiba, di antar Aris.
__ADS_1
Lisna dan Eva melihat Lucifer turun dari mobil nya.
Lucifer langsung melihat Eva, begitu juga dengan Eva.
Lucifer berjalan mendekati Eva.
"Tuan Lucifer, silahkan masuk. " ajak Lisna.
Mereka masuk dan langsung duduk di sofa sederhana milik Lisna.
"Ada apa tuan? " tanya Lisna.
"Aku ingin memberitahu mu, mulai besok kau bisa masuk bekerja. " ucap Lucifer.
"Okey tuan, tapi tugas saya apa ya? " tanya Lisna.
"Sebagai asisten ku, nanti William yang akan membantu mu. " ucap Lucifer.
"Oh.. baik tuan, kalau begitu saya bikin kopi dulu ya tuan. " ucap Lisna.
Lisna berdiri meninggalkan Eva dan Lucifer duduk berdua.
"Bagaimana kabar mu? " tanya Lucifer membuka obrolan.
"Saya baik-baik saja tuan. " jawab Eva menundukkan wajah nya.
"Va, jangan berbicara pada ku seperti itu. " ucap Lucifer merasa tidak nyaman.
Eva diam.
"Kenapa kau tidak mengangkat telepon ku? " tanya Lucifer lagi.
"Saya sedang sibuk, dan Hp nya saya sillent, jadi tidak mendengar suara nya. " jawab Eva.
"Ooohhh... " jawab Lucifer menganggukkan kepala nya.
Eva menggelengkan kepala nya.
"Kapan kau pulang? " tanya Lucifer.
"Pulang kemana? " tanya Eva mengangkat kepala nya.
"Ke rumah kita. " jawab Lucifer.
"Maaf tuan, saya tidak bisa ikut dengan anda. " ucap Eva.
"Kenapa? bukan kah kita....
"Tuan, anda sudah membohongi saya, dan saya tidak bisa ikut dengan anda. " ucap Eva berdiri.
"Apa kau begitu membenci ku? " tanya Lucifer.
"Iya, saya membenci anda, dan saya juga takut dengan anda, saya harap, kita tidak akan bertemu lagi. " jawab Eva pergi meninggalkan Lucifer dan masuk ke kamar nya.
"Eva... " panggil Lucifer.
Lisna datang membawa kopi untuk bos nya.
"Tuan... " panggil Lisna.
Lucifer melihat Lisna.
"Aku pergi dulu, tolong jaga Eva. " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Lisna.
Lucifer pergi meninggalkan Lisna yang masih berdiri menatap nya.
__ADS_1
"Hhmmm..... kasihan tuan Lucifer. " gumam Lisna.
Lisna menyusul Eva di kamar. Sementara Lucifer dan Aris sudah pergi meninggalkan rumah Lisna.
"Va? apa kamu masih marah dengan Lucifer? " tanya Lisna yang sudah berada di kamar.
Eva hanya diam.
"Kamu jangan kelewatan Va, kasihan tuan Lucifer. " nasehat Lisna.
"Lis, kenapa kau membela dia? apa kau menyukai nya? " tanya Eva yang sudah mulai kesal.
"Aku tidak membela nya, aku hanya kasihan pada nya, jangan sampai nanti kamu menyesal nanti. " ucap Lisna yang ikut kesal juga.
"Ingat Va, selama ini dia gak pernah nyakitin kamu, dia berusaha membuat kamu nyaman dengan nya. " ucap Lisna.
"Apa yang kita lihat dari semua kejadian ini, karena kau! " tuduh Lisna.
"Apa maksud mu? karena aku? apa kau tidak dengar, mereka itu musuh Lucifer, mereka punya dendam dengan nya, dan nyawa kita terancam bahaya karena dia. " jawab Eva berdiri.
"Tapi coba kau pikir juga? kalau gak karena kita di sandera, tuan Lucifer bisa dengan mudah nya mengalahkan musuh nya. " jawab Lisna lagi.
"Dia juga terluka, hanya karena memikirkan keselamatan mu. Apa kau tidak melihat tatapan mata nya yang tidak lepas dari mu? dia sangat khawatir dengan mu. " balas Lisna.
"Dia udah banyak berkorban untuk mu. " ucap Lisna.
"Berkorban? itu ulah dia, dia yang mengakibat kan semua nya." balas Eva.
"Va.... kenapa sih kau itu keras kepala banget? " teriak Eva.
"Kalau aku jadi tuan Lucifer, mungkin aku akan membunuh mu langsung. " ucap Lisna.
"Itu kalau aku tidak perduli pada mu. " tambah nya lagi.
Eva menangis, merasa sangat sedih.
"Va, tuan Lucifer tidak mau hidup seperti itu, tapi orang-orang yang tidak menyukai nya lah yang mengubah karakter nya. " nasehat Lisna.
"Kau selalu bilang, beberapa kali dia menyelamatkan mu, apa kau pikir dia juga yang membuat mu bahaya? " tanya Lisna.
"Coba kau mengerti perasaan nya, kau beri dia kesempatan untuk menjelaskan nya. " ucap Lisna mendekati sahabat nya.
"Aku tidak membela Lucifer hanya karena dia atasan ku, atau karena dia membantu keluarga ku." Lisna membelai kepala Eva.
"Semua orang bisa melakukan kesalahan, dan semua juga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan nya." ucap Lisna.
"Aku melihat ketika tuan Lucifer khawatir pada mu waktu di rumah sakit sebelum nya. Dia selalu menjaga mu, tidak istirahat, tidak tidur, hanya untuk menjaga mu. " ucap Lisna.
Eva menangis dalam pelukan Lisna.
"Aku... aku merasa marah, merasa di bohongi. " tangis Eva.
"Coba aku tanya pada mu, seandai nya dia jujur pada mu, memberitahukan pada mu siapa dia, apa kau akan menerima nya? " tanya Lisna.
"Pasti tidak kan? " ucap Lisna.
"Paling tidak kita tidak dalam bahaya, tidak melibatkan mu dan keluarga mu. " jawab Eva.
"Va, siapapun kalau orang yang di sayangi nya di sakiti orang lain, pasti akan bertindak seperti itu, hanya saja cara nya yang berbeda. " ucap Lisna.
"Seandai nya ada orang yang menyakiti ku, walaupun papa ku tua, mama ku tua, tapi mereka akan marah dan balas dendam menyerang mereka kembali. " jawab Lisna.
"Semua perbuatan terjadi karena ada alasan. " jawab nya lagi. .
.
.
__ADS_1