SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 152


__ADS_3

Eva sedang membuka aplikasi belanja online, di samping nya Lucifer di depan laptop mengerjakan pekerjaan kantor nya. Mereka berdua berada di atas ranjang, dengan posisi menyandarkan diri di kepala ranjang.


"Sayang, nanti kita kasih hadiah apa buat Miranda? " tanya Eva.


"Terserah kamu saja sayang. " jawab Lucifer masih serius dengan laptop nya.


"Kamu tidak tahu apa yang paling di sukai Miranda? " tanya Eva lagi.


Lucifer menggelengkan kepala nya.


"Mungkin Cleo atau Narendra tahu. " jawab Lucifer tanpa melihat isteri nya.


"Hhmmm... " Eva berpikir sendiri.


Sekitar 15 menit Eva masih mengecek aplikasi nya. Sesekali searching di Google.


Tidak ada suara, hanya ada suara ketikan dari keypad Lucifer.


Lucifer melihat Eva yang masih sibuk sendiri.


Dia menutup laptop nya, meletakkan di atas meja sebelah.


"Biarkan Aris saja yang mengurus nya sayang. " Lucifer memeluk Eva dari samping.


"Aku ingin memberikan hadiah khusus dari aku. Apalagi mereka kan sudah membantu kita. Kalau mereka tidak muncul, kita semua akan mati. " ucap Eva yang masih memegang Hp nya.


"Mmmm.... kau benar. " ucap Lucifer mencium pipi Eva.


"Kenapa kau diam saja ketika mereka memukul mu. Padahal sebelum nya kau kuat." tanya Eva.


"Aku tidak mau mereka menyakiti mu. " jawab Lucifer masih merangkul.


"Tapi aku yakin, mereka akan mengahajar mu sampai mati, dan selanjutnya kami pun akan mati. Dan kita akan menjadi mati konyol semua. " ledek Eva.


"Hahahaha.... berarti kita setia sampai mati. " balas Lucifer.


Eva hanya mengganggukkan kepala nya melihat jawaban suami nya.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai? " tanya Eva melihat laptop suami nya sudah pindah tempat.


"Sudah sedikit. Sisa nya nanti aku kerjakan lagi. " jawab nya.


"Eva... " panggil Lucifer.


"Hhmm?? "


"Apa kau mau memiliki anak?" tanya Lucifer.


Eva terdiam beberapa detik. Lalu menatap suami nya yang berharap penuh.


"Tentu saja aku mau. " dia melemparkan senyum manis nya.


"Apa kau mau anak dari ku? " tanya Lucifer lagi.


"Tentu saja, kau kan suami ku. Gak mungkin aku harus bikin anak dari laki-laki lain kan? " tanya Eva, dia mengelus pipi suami nya yang bersandar di sebelah bahu nya.


Lucifer mengubah posisi nya. Dia berada di hadapan Eva, duduk.


"Bagaimana kalau kita buat anak sekarang? " bisik suami nya.

__ADS_1


"Lagi pula kau kan sudah berjanji tadi, setelah selesai makan malam, kita akan melakukan nya. " ucap Lucifer menaikkan sebelah alis nya.


"Kau genit sekali." Eva berusaha menahan rasa malu nya.


"Boleh? " tanya Lucifer memastikan.


Lucifer memang tidak ingin memaksakan Eva.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Yyesss... "Lucifer tersenyum senang.


Dia langsung mencium bibir isteri nya, memutar posisi ciuman.Sesekali terdengar suara desahan di antara mereka berdua.


Ciuman turun di leher, menggigit nya dengan pelan. Menghisap sampai sedikit memerah, meninggalkan jejak.


Lucifer membuka baju tidur isteri nya.


"Tunggu. " Eva menahan tangan Lucifer.


"Ada apa sayang? " tanya Lucifer heran.


"Kau dulu yang buka baju nya. Aku malu kalau aku yang duluan. " pinta Eva sedikit malu.


"Hahahahaha... apa kau mau melihat bentuk dada ku yang indah ini ya. " ucap Lucifer.


"Iya, hehehehe. " ucap Eva.


Lucifer membuka kancing baju tidur nya, sambil menatap genit pada isteri nya. Eva tidak berani menatap Lucifer yang berada di hadapan nya.


"Bagaimana sayang, kau sudah lihat kan? " Lucifer selesai membuka baju nya. Tampak memang bentuk tubuh bagian atas yang indah.


Lucifer menarik tangan Eva, mengangkat tangan nya keatas kepala Eva.


"Kau tahu? kalau kau terus melakukan nya, aku tidak bisa menahan nya lagi. " bisik Lucifer.


Dia melanjutkan mencium leher Eva. Sebelah tangan nya yang lain membuka kancing baju Eva. Eva gugup, mengeluarkan banyak keringat.


"Apa kau kepanasan? mau aku dinginkan lagi AC nya?" Lucifer melihat isteri nya yang sudah kegerahan.


Eva menggelengkan kepala nya.


"Apa keringat ku bau?" tanya Eva.


"Tidak sayang, aku hanya tidak ingin kau tidak nyaman. " jawab Lucifer.


Lucifer menjilat keringat Eva yang ada di kening, dan leher dan dada, yang paling banyak keringat nya.


"Adam, apa yang kau lakukan? itu jorok loh. " Eva malu.


"Tidak apa-apa, ini adalah bukti aku mencintai mu dalam segala hal." ucap Lucifer.


"Mencintai mu, berarti aku harus menerima keringat mu." jawab nya lagi.


Eva semakin gugup, sekaligus senang.


Baju sudah selesai di buka. Tampak bra berwarna merah. Lucifer membuka kancing di bagian belakang.


DEG.... DEG.... DEG.... DEG.... DEG.... DEG...

__ADS_1


Lucifer tersenyum mendengar detakan jantung Eva yang sangat kencang.


"Apa kau gugup? " tanya Lucifer.


Eva menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


Bra sudah di lepas, tampak dua gunung kembar di hadapan suami nya. Lucifer belum melakukan apa-apa. Hanya menatap dua gumpalan yang menggoda itu.


Eva sangat malu, namun dia hanya diam, menatap mata Lucifer yang masih belum mengalihkan pandangan nya.


"Kau melihat seperti itu, membuat ku sangat malu. " ucap Eva berusaha menutup dengan tangan yang sudah di lepas Lucifer.


"Jangan sayang, jangan di tutupin. Aku hanya ingin melihat nya dulu sebelum menikmati nya. " ucap Lucifer yang masih menatap daging kenyal itu.


"Tapi aku malu.. " Eva sudah tidak bisa menahan gugup nya.


"Aku yakin, kau juga sebelum nya sudah pernah melihat dan merasakan yang seperti ini. " ucap Eva.


Lucifer menatap wajah isteri nya, lalu tersenyum.


"Iya, aku memang sudah pernah. Namun hanya merasakan nya saja, tapi tidak menatap nya seperti ini. Lagi pula itu hanya pelampiasan saja. Sama sekali tidak menikmati nya. " jawab nya mendekatkan wajah pada Eva.


"Bohong banget... enggak menikmati tapi melakukan nya. " ledek Eva.


"Sebenarnya aku hanya 3 kali melakukan nya, selebih nya hanya ******* saja. " ucap Lucifer.


"*******? apa itu? " tanya Eva tidak tahu.


Lucifer menatap nya lucu.


"Sebaik nya kau tidak usah tahu, dan tidak usah melakukan nya. Aku tidak mau. " jawab Lucifer.


"Tapi aku penasaran. " Eva tetap ingin tahu.


Lucifer kembali menatap nya.


Dengan jari telunjuk, Lucifer menunjuk bibir Eva, lalu menunjuk ke alat Vital Lucifer.


Eva mengerti, dan merasa sangat malu.


"Tuh kan, pasti malu. Lihat wajah kamu saja sudah merah begitu. " ucap Lucifer.


"Aku.. aku tidak mau melakukan nya. " tolak Eva.


"Tentu saja, aku mau bibir mu hanya untuk bibir ku. Tidak boleh yang lain selain makan. " ucap Lucifer.


Eva senang mendengar nya. Lucifer mengerti dengan apa yang di rasakan isteri nya.


Eva juga senang dengan kejujuran dari suami nya.


.


.


.


.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR NYA DENGAN LIKE N VOTE. BIAR SEMANGAT DAN UP NYA MAKIN BANYAK.

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2