SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 71


__ADS_3

Pukul 07.10 Wib, Eva bangun, turun dari ranjang. Dia melihat di samping nya Lisna masih tertidur pulas. Eva melangkah keluar kamar.


Di sofa dia melihat Lucifer masih tertidur lelap.


"Kasihan tuan Lucifer, dia pasti sangat kelelahan sekali. " ucap Eva menatap Lucifer.


Dia berjongkok di depan sofa tempat Lucifer tidur.


"Mending aku siapin sarapan aja. " ucap Eva.


Eva berjalan kedapur. Menyiapkan sarapan nasi goreng.


Tidak berapa lama, Lucifer membuka mata nya, dia mencium sesuatu di dapur. Mengubah posisi dari berbaring menjadi duduk, mengucek mata nya dan melangkah kedapur juga.


Melihat Eva yang sedang sibuk di dapur.


"Apa yang kau lakukan? " tanya Lucifer berdiri di belakang Eva.


Eva melihat kebelakang dengan sedikit terkejut.


"Ah.. tuan, saya sedang menyiapkan sarapan, hehehehehe, " jawab Eva.


"Di mana Lisna? kenapa tidak dia saja yang mempersiap kan nya? " tanya Lucifer.


"Dia masih tidur tuan, mungkin kemarin dia sangat kelelahan. " jawab Eva.


"Bukan kah itu tugas nya? " ucap Lucifer.


"Mmmm.... iya sih, tapi... " ucap Eva.


"Bikin kan aku kopi kalau kau tidak keberatan. " suruh Lucifer.


"Baik tuan." ucap Eva.


Lucifer menunggu dengan duduk di kursi makan yang ada di dapur.


"Bagaimana dengan perut mu, apa masih sakit? " tanya Lucifer.


"Sudah tidak tuan, lagi pula luka nya sudah kering kok. " jawab Eva.


"Hhhmmmm.... " ucap Lucifer.


"Tuan, mau di masakin sarapan apa? " tanya Eva.


"Tidak usah, aku tidak biasa sarapan, hanya kopi. " ucap Lucifer.


"Tidak baik tuan kalau tidak sarapan dan hanya minum kopi saja, nanti kesehatan anda memburuk." ucap Eva mengantarkan kopi pesanan Lucifer.


"Apa kau mulai mengatur ku? " tanya Lucifer menatap Eva.


Eva pun gugup dan panik.


"Bu... bukan begitu tuan, saya hanya.... " ucap Eva gugup.


Lucifer melihat Eva gugup.


"Sarapan apa yang sudah kau siapkan? " ucap Lucifer membuat suasana cair.


"Mmm... saya mau buat nasi goreng, apa anda menyukai nya? " jawab Eva.


"Hhmmm... " ucap Lucifer mengangguk kepala nya.


Eva tersenyum.


"Anda suka pedas tidak? " tanya Eva lagi.


"Tidak, aku tidak suka." jawab Lucifer sambil meminum kopi nya.

__ADS_1


"Wah... biasa nya laki-laki suka makanan yang pedas, anda tidak menyukai nya" ucap Eva.


"Ck.... apa itu masalah buat mu? lagi pula kau menanyaiku, apa aku suka pedas atau tidak kan? " ucap Lucifer yang kesal.


Wajah Eva tampak sedih.


"Maaf tuan. " jawab nya cemberut.


Lucifer melihat raut wajah nya.


"Aku punya riwayat usus buntu, dan Steven menyuruh ku untuk tidak boleh makan makanan yang lebih pedas. " ucap Lucifer setelah melihat wajah Eva.


"Ooohhhh.... jadi begitu ya... hehehehe. " jawab Eva.


"Mmmm.... tuan... apakah... "


"Berhenti bertanya Eva, kamu selalu banyak tanya. " ucap Lucifer memotong kalimat Eva sambil menggelengkan kepala nya.


"Baik tuan." ucap Eva.


Eva duduk di kursi samping Lucifer duduk. Dengan menundukkan wajah nya, Eva diam.


Lucifer mendekat kan wajah nya di hadapan Eva.


"Pokok nya kau tenang dan harus percaya pada ku, aku akan menjaga mu, dan aku tidak ada niat jahat pada mu. " ucap Lucifer dengan tegas.


"Apa kau mengerti? " tanya Lucifer.


Eva mengangkat sedikit kepala nya.


"Saya mengerti tuan." jawab nya.


Lucifer membenarkan posisi duduk nya, dan meminum kopi nya lagi. Suasana sepi senyap.


"Kapan kau akan bertemu dengan orang tua angkat mu? " tanya Lucifer.


"Aku akan menemani mu bertemu dengan mereka. " ucap Lucifer.


"Benar kah tuan? saya sangat senang sekali, hehehehe. " ucap Eva melempar senyum nya.


"Eeehheemm.. ." dehem Lucifer.


"Kalau begitu, saya buat kan sarapan dulu ya tuan." ucap Eva.


Lucifer tidak menjawab, dia masih duduk di kursi menatap Eva yang berdiri.


Lucifer berdiri, tidak lama dia menghampiri Eva, berdiri di belakang Eva yang sedang menyiapkan nasi untuk di goreng.


"Apa ada yang bisa ku bantu? " tanya Lucifer.


"Hah? " Eva kaget.


"Ti.... tidak usah tuan, anda duduk saja. " ucap Eva yang gugup.


"Biarkan aku membantu mu, cepat..apa yang harus aku lakukan. " ucap Lucifer.


"Benarkah? " gumam Eva.


Eva berpikir beberapa saat.


"Benar tidak apa-apa tuan? " tanya Eva.


Lucifer hanya mengangguk kan kepala nya.


"Bagaimana kalau mengiris bawang dan cabe nya tuan? " ucap Eva ragu.


"Baik lah... berikan pada ku bahan-bahan nya. " ucap Lucifer.

__ADS_1


Eva menatap Lucifer dengan tatapan aneh dan bingung. Lucifer menjentikkan jari nya di hadapan Eva, membuat Eva tersadar.


"Oh... maaf tuan, ini bahan-bahan nya. " ucap Eva memberikan bahan-bahan yang akan di iris Lucifer.


"Tuan, apa anda mau pakai celemek? " tawar Eva.


"Tidak perlu." jawab Lucifer memegang pisau.


"Baik lah. " jawab Eva.


Mereka berdua melanjutkan memasak nya. Yang ada hanya suara peralatan dapur di ruangan itu.


Lucifer memberikan hasil pekerjaan nya pada Eva.


"Hahahahahahaha. " tawa Eva.


"Ada apa? " tanya Lucifer.


"Tuan... ini bahan-bahan nya di iris halus, bukan besar-besar seperti ini, hahahaha. " ucap Eva menahan tawa.


"Pantesan anda mengerjakan nya cepat sekali selesainya, hahahaha. " ucap Eva lagi.


Sementara Lucifer hanya diam menahan kesal.


Eva melihat Lucifer seperti menahan kesal.


"Mmm.... sini biar saya lanjut kan, tuan duduk saja. " ucap Eva.


Lucifer tidak menjawab, tapi dia tetap berdiri di samping Eva.


Eva mengiris ulang lagi hasil pekerjaan Lucifer.


Lisna bangun dan melihat waktu sudah jam 9 pagi, melihat tidak ada Eva di samping nya.


"Waduh... mana nih anak, bisa di marahin nih aku sama bos besar. " ucap Lisna.


Lisna berdiri mencari Eva di kamar mandi yang berada di dalam kamar. Tapi tidak menemukan Eva di situ. Lalu keluar kamar.


"Wah... ternyata mereka berdua di sini ya. " gumam Lisna setelah mengintip dapur dan melihat hanya ada Eva dan Lucifer.


"Baik lah, aku sebaik nya tidak mengganggu waktu kalian." gumam Lisna.


"Lebih baik aku membersihkan ruang depan saja. " gum nya lagi.


"Aakkhhh... "Teriak Eva memegang jari nya yang terkena pisau.


Lucifer menarik jari telunjuk Eva yang terkena pisau dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.


"Aaahh.. tuan... jangan... tidak perlu. " ucap Eva menarik tangan nya.


Lucifer menatap sinis Eva, jari telunjuk Eva masih berada di mulut nya.


"Adegan apa ini? romantis banget. " gumam Eva.


Lucifer melepas jari Eva.


"Jari mu terluka, sebaik nya kau obati saja dulu. " ucap Lucifer.


"Tidak apa-apa kok tuan, saya sudah biasa kok seperti ini, hehehehe. " ucap Eva.


"Lagi pula sebentar lagi ini sudah selesai. " ucap nya lagi.


"Kenapa kau begitu keras kepala sekali? " ucap Lucifer.


"Tapi memang benar-benar tidak apa-apa kok tuan, tidak usah khawatir. " ucap Eva yang melanjutkan kegiatan nya.


AYO DONK... LIKE, VOTE, KOMENT, PALING TIDAK DI LIKE GITU LOH, BIAR SAYA JUGA SEMANGAT UNTUK UP NYA..

__ADS_1


SAYA JAMIN....CERITA INI MASIH LEBIH SERU LAGI LOH... 😢😢😢😢😢😢😢🙏🙏🙏🙏


__ADS_2