SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 244


__ADS_3

Eva dan Lucifer dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat di mana Hendra di rawat.


“Aris..” sapa Eva.


Aris dalam keadaan lelah melihat Eva dan Lucifer yang sudah ada di hadapan nya.


“Tuan, Eva.” Jawab nya berdiri dan mengucek mata nya.


“Kau sangat lelah sekali, pergi dan beristirahat lah.” Suruh Eva.


Aris melihat Lucifer yang menganggukkan kepala nya, sepakat dengan apa yang di ucapkan isteri nya.


“Iya, sebentar lagi aku akan beristirahat Va.” Jawab Aris.


“Apa sudah bisa di jenguk?” Tanya Lucifer.


“Sudah tuan, tapi Hendra belum sadar. Kata dokter nya itu efek dari obat nya.” Jawab Aris.


“Sudah di periksa lagi?” Tanya Lucifer lagi.


“Sudah tuan, sekitar 15 menit yang lalu.” Jawab nya.


“Baiklah, kau pulang dulu. Istirahat lah. Biar kami yang menjaga nya di sini.” Suruh Lucifer.


Setelah memikirkan ucapan bos nya, di tambah lagi dia memang sudah sangat lelah dan lapar.


“Baik tuan, saya permisi dulu.” Pamit nya pada Eva dan Lucifer.


Aris pergi meninggalkan suami isteri yang masih berdiri di depan pintu ruangan Hendra.


“Ayo masuk.” Ajak Lucifer.


Di lihat nya kalau Hendra masih berbaring dengan selang infush di tangan. Di letakkan parcel buah yang di bawah di toko buah untuk


Hendra, walaupun belum bisa di makan langsung.


Eva melihat wajah Hendra yang tertidur. Duduk dengan tenang, dengan bantuan Lucifer memberikan kursi sebagai tempat Eva duduk. Sementara Lucifer berdiri di samping isteri nya.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Masih diam memandang wajah anak  buah nya yang setia itu.


“Hendra mengorbankan nyawa nya untuk mu sayang.” Ucap Eva membuka obrolan.


“Dia sangat setia sekali pada mu.” Ucap nya lagi.


“Iya, kau benar. Padahal aku menyuruh nya untuk bersembunyi saja, tapi dia malah berlari menerima peluru yang seharus nya di berikan pada ku.” Jawab Lucifer memegang bahu Eva.


“Kau harus memberi nya hadiah istimewa sayang.” Ucap Eva menatap Suami nya.


“Tentu, apa pun yang dia minta aku akan memberikan pada nya.” Jawab Lucifer.


Eva menyandarkan kepala nya di samping Lucifer yang berdiri.


“Sayang, apa kau tidak apa-apa berada di sini? Bau obat dan…..

__ADS_1


“Tidak, aku tidak apa-apa. Selagi kamu ada dengan ku. Aku baik-baik saja.” Jawab nya.


“Kalau begitu bagaimana kalau kau duduk di sofa saja? Lebih empuk. Kau juga lebih leluasa menyandarkan diri.” Tawar Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Dengan bantuan Lucifer menuntun Eva pindah tempat duduk. Dan dia juga duduk di samping Eva.


Ponsel Eva berdering. Lucifer yang mendengar dan melihat.


“Siapa sayang?” Tanya Lucifer.


“Kak Revand.” Jawab nya yakin saat melihat nama di layar ponsel nya.


“Angkat saja.” Lucifer membiarkan isteri nya menerima panggilan dari kakak ipar nya.


“Hallo kak.” Jawab Eva.


“Eva, kamu ada di mana dan dengan siapa?” Tanya Revand panik.


“Aku di rumah sakit bersama Adam. Ada apa?” dia bertanya kembali pada kakak nya.


“Di rumah sakit? Kenapa kamu ada di situ? Kamu sedang hamil, apa yang kau lakukan di sana? Cepat pulang lah.”suruh Revand.


Obrolan itu bisa di dengar Lucifer walaupun di speaker ponsel nya.


“Aku sedang menjenguk Hendra, lagi pula aku bersama suami ku kak, aku akan baik-baik saja di sini. Jangan khawatir.” Jawab Eva.


“Tapi tetap saja……


“Kau tidak usah sok khawatir, aku ada bersama nya.” Lucifer memotong kalimat Revand setelah merebut ponsel Eva.


“Tcchh…..aku tidak mau kau terlalu banyak berbicara dengan nya. ”jawab Lucifer.


“Kau…….


TUT….TTUUU….TTTUUT….


Panggilan di akhiri Lucifer.


“Apa? Sialan…..si bren***k itu menutup ponsel nya? Berani sekali dia.” Ucap nya menggerutu.


Lucifer memberikan ponsel isteri nya.


“Sudah selesai berbicara nya?” Tanya Eva.


Lucifer menganggukkan kepala nya.


Beberapa menit kemudian Hendra membuka mata nya. Di lihat nya dua orang ada duduk di samping.


“Hendra, kau sudah bangun?” Eva sadar Hendra sudah membuka mata.


Dia berjalan mendekati nya.


“Eva, tuan Lu….Lucifer.” jawab nya masih lemah.

__ADS_1


“Tidak perlu banyak bergerak dan bicara. Jaga kondisi mu.” Lucifer melarang Hendra bergerak.


“Kenapa tubuh ku sebagian tidak bisa di gerakkan? Apa kah aku lumpuh?” Tanya Hendra khawatir.


“Iya, kau lumpuh akibat dua peluru yang mengenai mu.” Jawab Lucifer berbohong.


“Apa?” Tanya Eva dan Hendra bersamaan dan terkejut.


Hendra tampak sedih.


“Kenapa? Masih untung kan dari pada nyaawa mu hilang.” Ucap Lucifer santai.


“Apa kau menyesal karena menolong ku?” Tanya Lucifer.


“Tidak tuan, aku tidak menyesal.” Jawab Hendra yang terdengar sedih.


“Hahahaha….maaf kan aku berbohong pada mu. Kau tidak lumpuh. Hanya saja kau mengalami itu karena efek dari obat. Itu hanya beberapa minggu, nanti akan kembali normal lagi.” Ucap Lucifer mengklarifikasi ucapan nya.


“Ha..ha…ha…ha, ternyata begitu ya tuan. Aku pikir itu untuk selama nya. Aku hampir menangis.” Jawab Hendra tertawa pelan.


“Dasar cengeng. kelak kalau kau sudah menikah, jangan gampang menangis, kau harus kuat dan bisa melindungi isteri dan keluarga mu.” Pesan bos nya.


“Iya tuan. Saya akan mendengar nasihat anda.” Jawab nya lemas.


“Aku ucap kan terimakasih karena mengorbankan nyawa mu untuk melindungi ku.” Ucap Lucifer serius.


“Aku yang seharus nya mengucapkan itu tuan. Anda telah menolong dan merawat ku. Sudah seharus nya aku melakukan itu.” jawab Hendra.


“Tapi tuan, siapa yang menembak itu? apakah ada musuh baru lagi?” Tanya Hendra.


“Dia adalah salah satu anak buah Marvel, tapi sudah di tangkap.” Jawab Lucifer.


“Di mana Aris tuan?” Tanya nya lagi.


“Aku menyuruh nya pulang barusan. Semalaman dia yang menjaga mu di sini.” Jawab Lucifer.


“Oh…. Seumur hidup ku, baru ini aku merasakan nginap di rumah sakit. Apalagi sebagai pasien.” Ucap nya menatap langit ruangan nya.


“Apa kau memiliki rencana mau sampai berapa kali kau masuk kerumah sakit?” ledek Lucifer.


“Tidak tuan, aku tidak mau masuk lagi ke sini. Aku tidak suka.” Jawab nya cepat.


Eva dan Lucifer menahan tawa mendengar jawaban Hendra.


***************


Waktu sudah hampir sudah gelap. Eva dan Lucifer kembali pulang.


“Sayang, apa di sini ada yang jual rujak?” Tanya Eva.


“Pasti ada, tapi tidak tahu ada di mana. Apa kau mau kita mencari nya dulu?” Tanya Lucifer di kursi kemudi.


Eva menganggukkan kepala nya dan tersenyum.

__ADS_1


Mereka sepakat mencari menu makanan yang sedang mereka inginkan. Sementara Revand sangat khawatir dengan adik perempuan nya itu.


“Di mana mereka?” Tanya Revand berbicara sendiri.


__ADS_2