
Di kediaman Revand…..
Revand terus memikirkan Eva. Di dalam hati nya ingin membalaskan dendam pada Lucifer. Tapi ada perasaan aneh juga yang di rasakan
nya.
“Tanda itu, aku semakin penasaran dengan wanita ini. Siapa dia?” gumam nya.
**********************
Aris dan Hendra mengantar majikan nya pulang. Eva tertidur di pelukan Lucifer. Sepanjang hari mereka menghabiskan waktu di Universal itu.
“Tuan, sudah sampai.” Ucap Aris.
Lucifer membuka mata nya. Melihat di sekitar.
Aris membuka pintu untuk mempermudah tuan nya keluar.
Lucifer menggendong Eva dan segera masuk.
“Kalian bantu Ceons melakukan tugas yang aku berikan.” Suruh Lucifer.
“Baik tuan.” Jawab mereka berdua bersamaan.
Kemudian Lucifer melanjutkan lagi langkah nya.
***********
“Tugas apa?” Tanya Hendra.
“Entah lah. Kita tanyakan saja besok. Ayo pulang, aku sangat ngantuk.” Ucap aris.
**********************
“Kita sudah di rumah?” Tanya Eva yang terbangun di tempat tidur.
Lucifer yang saat itu baru keluar dari kamar mandi.
“Kau bangun?” Tanya Lucifer.
“Iya. Hoaamm….. kau menggendongku lagi ?” Tanya Eva.
“Iya, aku melihat mu tertidur pulas. Kenapa kau bangun sayang? Padahal aku sudah meletakkan mu pelan-pelan loh.” Lucifer mengusap rambut Eva.
“Aku terbangun karena kau tidak ada di sampingku. Biasa nya kau memeluk ku kalau tidur.” Jawab nya manja.
“Baik lah sayang, ayo kita tidur lagi. Aku akan memeluk mu sampai kau tertidur.” Lucifer mengajak Eva tidur di samping nya. Dan Eva
langsung memeluk suami nya sampai tertidur.
“Selamat malam isteri ku, selamat malam anak-anak ku sayang yang ada di dalam perut mama kalian. Sehat-sehat ya nak.” Ucap nya mencium kening Eva.
********************
Pagi hari Eva sudah bangun, dan sedang mempersiapkan sarapan untuk nya dan suami nya yang masih tertidur.
“Hoooaammm….” Lucifer menguap, tangan kanan nya bergerak-gerak mencari sosok isteri nya, dan masih menutup mata.
“Tidak ada?” gumam nya.
Di buka kedua mata dan melihat sekitar nya yang memang tidak ada Eva.
“Kemana dia?” segera berlari ke kamar mandi.
“Eva……Va…” panggil nya mencari ke sana kemari.
Lalu turun ke bawah, lokasi dapur. Di lihat isteri nya sedang memasak membelakangi nya.
“Hhmmm….. kau di sini rupanya sayang ku.”Lucifer memeluk Eva dari belakang.
__ADS_1
“Apa kau mencari ku?” Tanya Eva sedang mencicipi masakan nya.
“Iya, aku pikir kamu pergi.” Jawab nya.
Lucifer membalikkan tubuh Eva agar menghadap nya.
“Selamat pagi kedua anak-anak ku.” Sapa Lucifer berjongkok mencium perut Eva.
“Selamat pagi papa.” Eva yang menjawab sambil tersenyum.
“Apa kamu sudah mandi?” Tanya Eva.
“Belum. Aku terlalu mengkhawatir kan mu.” Jawab nya.
Lucifer memeluk dan mencium leher dan pipi isteri nya.
“Geli sayang, aku sedang memasak. Aku sudah sangat lapar.” Ucap Eva.
“Apa aku saja yang masak?” Tanya Lucifer.
“Tidak, aku saja. Sudah lama aku tidak masak. Melatih skill ku juga.” Ucap Eva.
“Kau mandi lah. Habis kamu mandi, makanan sudah siap.” Suruh nya.
“Baik sayang. Aku mandi dulu. Kau jangan kemana-mana ya, jangan buka pintu kalau kau tidak mengenal nya. Siapa pun itu.” Pesan Lucifer.
“Iya, lagi pula kau kan hanya mandi saja.” Jawab Eva.
***********************
“Apa? Wanita itu sedang mengandung?” Tanya Marvel.
“Benar tuan. Sudah berusia satu bulan.”jawab anak buah nya.
“Dan… dan Lucifer sangat marah karena anda menculik isteri nya yang sedang hamil. Beberapa anak buah kita sudah di tangkap anak buah Lucifer.” Ucap anak buah nya lagi.
“Apa? Ba…bagaimana bisa?” Tanya Marvel gugup.
“Baik tuan.”
“Sial….. jelas dia marah, karena isteri nya sedang hamil. Aku harus memperbanyak anak buah di sini.” Gumam nya.
*****************
“Tuan Lucifer, kami sudah menangkap sebagian anak buah Marvel.” Ucap aris.
“Bagus, habis kan semua!” suruh nya.
“baik tuan.” Jawab Aris.
********************
“Kau hamil?” sekarang Lisna yang bertanya pada Eva melalui panggilan telepon.
“Yups, dan kau tahu? Aku hamil anak kembar loh.” Jawab Eva.
“Wah…selamat sayang. Akhir nya kalian akan menjadi orang tua juga.” Ucap Lisna.
“Tapi salah satu janin ku lemah. Itu karena efek obat bius yang di gunakan anak buah nya Marvel.” Ucap nya.
“Ya ampun? Aku harap dia bisa bertahan ya.” Ucap Lisna.
“Lis, seperti nya kami tidak bisa menghadiri acara pernikahan kalian. Lucifer tidak mengijin kan ku perjalanan jauh.” Ucap Eva.
“Tidak apa-apa. Justru kami akan merasa bersalah kalau terjadi hal yang buruk dengan mu.” Ucap Lisna.
“Waktu kau di culik saja, semua kena hajar sama suami mu.” Ucap Lisna.
“Maksud nya? Kena hajar? Siapa?” Tanya Eva.
__ADS_1
“Ooopppsss, sorry sorry, aku keceplosan.” Lisna menutup mulut nya sedikit.
“Lis, ceritakan pada ku apa yang sudah terjadi selama aku tidak ada di sana?” Tanya Eva panik.
Tidak ada jawaban dari Lisna.
“Lis? Kau mendengar ku kan?” Tanya Eva penasaran.
‘Va, aku akan mengatakan semua nya pada mu, tapi tolong jangan marah pada ku atau pada Lucifer. Aku tidak mau hubungan kalian
terganggu.” Ucap Lisna.
“Lis, cepat lah katakan. Jangan membuat ku mati penasaran.” Paksa Eva.
Lisna pun menceritakan semua kejadian yang mereka alami.
“Jadi begitu cerita nya. Tapi aku tidak marah atau dendam pada Lucifer kok, jadi kau jangan marah pada nya ya.” Ucap Lisna setelah menceritakan semua nya.
Tidak berapa lama Lucifer turun langsung duduk di hadapan Eva yang berbatasan dengan meja makan.
Eva menatap Lucifer seperti sangat marah. Lucifer mengernyitkan dahi nya, tidak mengerti.
“Aku juga bingung, kenapa wajah nya begitu mirip dengan mu, jadi itu bukan kau ya?” Tanya Eva.
“Sampaikan maaf ku pada Vicky dan papa mama ya. ” ucap Eva.
“Kalau begitu aku tutup dulu telepon nya ya.” Ucap Eva.
Eva masih menatap sedikit marah pada suami nya yang sedari tadi sudah duduk di depan nya.
“Ada apa sayang? Kok cemberut?” Tanya Lucifer.
Eva masih diam.
“Apa aku melakukan kesalahan? Katakan lah, agar aku tahu kesalahan ku.” Pinta Lucifer.
Eva merasa tersentuh dengan kalimat suami nya.
“Aku baru berbicara dengan Lisna, dan kata nya kau menampar nya. Apa benar?” Tanya Eva.
“Benar. Tapi aku sudah minta maaf pada nya.”Jawab nya singkat.
“Lalu dengan Vicky?” Tanya Eva.
Lucifer diam.
“Sudah?” Tanya Eva.
“Mmmmm……belum. Aku tidak sempat.”jawab nya.
“Sayang, tolong lah kau kendalikan emosi mu itu. Itu akan merugikan diri mu dan orang-orang yang kau sayangi. Kau memukul Aris, Steven,
Vicky dan bahkan menampar Lisna. Seharus nya kau tanyakan baik-baik pada nya.”
Ucap Eva.
“Aku tidak mau semakin banyak yang membenci mu.” Eva berbicara serius.
.
.
.
MASIH MENUNGGU KALIAN MAMPIR DI NOVEL KU INI YA...
JANGAN LUPA LIKE N VOTE..
__ADS_1
TERIMAKASIH