
"Ppuufftthhh... " Eva menahan tawa nya.
Lucifer melirik Eva yang duduk di samping nya.
"Ada apa? " tanya Lucifer.
"Ehem... tidak apa-apa tuan. " jawab Eva yang masih menahan tawa nya.
"Kau bohong. " ucap Lucifer tidak percaya.
"Maafkan saya tuan, saya hanya merasa kaget dengan kejadian yang tadi. " jawab Eva jujur.
"Seperti nya, yang nama nya Betty itu sangat menyukai anda, hehehe." ucap Eva.
"Lalu? " tanya Lucifer.
"Kenapa anda tidak menikah saja dengan nya, hehehehe" ucap Eva menahan tawa.
"Kau memandang rendah aku? hhmmm. " tanya Lucifer serius mengemudi mobil nya.
"Bu... bukan begitu tuan, saya hanya bercanda kok. " ucap Eva gugup.
Eva lalu diam.
"Aku juga cuma bercanda. " ucap Lucifer.
"Apa? bercanda? lalu yang serius nya bagaimana lagi? " gumam Eva.
ttttuuuuttttt...... ttttuuuuttt....
"Hallo pa? " jawab Eva menerima panggilan telepon.
"Speaker. " ucap Lucifer dengan suara pelan.
"Sayang, apa kau sedang sibuk? " tanya Ferdi.
"Mmm.... tidak, apa ada yang mau papa bicarakan? " tanya Eva.
Eva melirik Lucifer, Lucifer pun begitu.
"Sayang, apa kita bisa bertemu besok siang? " tanya Ferdi.
Eva melihat Lucifer. Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Baik lah pa, aku akan datang ke rumah besok. " ucap Eva.
"Sayang, kau jangan datang ke rumah besok, kita bertemu di luar saja, papa dan mama mau mentraktir kamu nak, hehehehe. " ucap Ferdi.
"Loh? " Eva bingung.
"Hhhmmmm.... sudah ku duga, aku rasa seperti jebakan sebelum nya. " gumam Lucifer yang ikut mendengar.
Lucifer menganggukkan kepala nya lagi ke arah Eva.
"Oke pa, kita bertemu di mana? " tanya Eva.
"Nanti papa akan kirim alamat nya ya, adik kamu Aldo juga akan ikut dengan kami." ucap Ferdi.
"Adik? " gumam Lucifer.
"Baik pa. " jawab Eva.
"Kalau begitu papa tutup telepon nya ya. " ucap Ferdi mengakhiri panggilan nya.
Eva menatap Lucifer.
"Apa anda yakin ingin bertemu dengan orang tua saya tuan? " tanya Eva.
"Orang tua angkat kan? " tanya Lucifer.
"Iya. " jawab Eva.
"Apa kau punya adik laki-laki? " tanya Lucifer.
__ADS_1
"Iya " jawab Eva lagi.
"Kandung? " tanya Lucifer lagi.
"Tidak, dia anak dari orang tua angkat saya. " jawab Eva jujur.
"Berarti tidak ada hubungan darah ya. " ucap Lucifer.
"Iya, tapi dia sangat baik kok, hehehe. " ucap Eva senyum.
Lucifer mengalihkan pandangan nya.
*********************************
"Bagaimana pa? Eva mau kan? " tanya Marni.
"Iya ma, ini papa lagi kirim alamat dari tuan Darmo. " ucap Ferdi.
"Bagus pa, hehehehe... cepat pa. " ucap Marni senang.
Ferdi mengirimkan alamat tempat pertemuan antara Eva dan Darmo. Alamat itu adalah keputusan dari Darmo.
*******************************
"Tuan, target kita sudah masuk perangkap, apa lagi yang akan kita lakukan? " tanya Reno pada Darmo.
"Bagaimana tuan James? " tanya Darmo pada bos nya, James.
"Biarkan aku yang bertemu dengan gadis cantik itu. " jawab James.
Darmo dan Reno saling menatap.
"Lalu? " tanya Darmo.
"Kalian siapkan mobil dan beberapa anak buah, kita bawa gadis itu pada Richard. " jawab James.
"Tuan, apa tidak seharus nya kami langsung membawa nya pada tuan Richard? " tanya Darmo.
"Baik tuan. " jawab Darmo.
####################
"Aaakkkhhhh.... akhir nya sampai juga di rumah. " ucap Eva meregangkan badan nya.
"Di mana Lisna, kenapa belum pulang ya? " tanya Eva.
Lucifer mengabaikan, dia hanya duduk di sofa.
"Tuan, apa anda memerlukan sesuatu? " tanya Eva.
"Mmm... buatkan aku kopi. " suruh Lucifer.
"Baik, kebetulan saya juga pengen minum es good day capucino, hehehehehe. " ucap Eva melangkah kedapur.
Lucifer mengeluarkan Hp nya. Mencoba melacak titik lokasi Eva melalui alat pelacak yang di masukkan Aris ke Hp Eva.
"Cocok, sesuai. " gumam Lucifer.
"Titik nya sesuai dengan keberadaan nya, dengan begini aku bisa mengetahui keberadaan nya. " gumam nya lagi.
Eva muncul membawa dua gelas minuman. Buat nya dan untuk Lucifer.
"Ini tuan. " ucap Eva meletakkan kopi pesanan Lucifer.
"Tuan, besok anda akan ikut bertemu dengan orang tua saya kan? " tanya Eva.
"Iya." jawab Lucifer mengambil gelas kopi nya.
"Eva" panggil Lucifer.
"Iya tuan? " jawab Eva.
"Besok, aku akan menyusul mu bertemu dengan mereka, aku ada urusan yang penting. " ucap Lucifer
__ADS_1
"Maksud nya, anda akan telat gitu? " tanya Eva sedikit kecewa.
"Iya. " jawab Lucifer.
"Aku akan menjaga mu, jadi kau harus mempercayai ku. " ucap Lucifer serius.
"I.. iya tuan. " jawab Eva.
"Apa maksud nya? seakan-akan aku dalam bahaya? " gumam Eva.
"Dan mulai sekarang kau jangan memanggilku ' tuan, dan saya' ." ucap Lucifer.
"Hah? " tanya Eva.
"Kita akan menikah, aku tidak mau orang salah paham kalau kau memanggilku tuan. " ucap Lucifer.
"Benar juga sih. " gumam Eva.
"Lalu saya... " Eva.
"Saya? " ucap Lucifer melototin Eva.
"Maksud nya, mmmm..... aku harus memanggil anda apa? " tanya Eva gugup.
"Kau bisa memanggi nama ku. " jawab Lucifer meminum kopi nya lagi.
"Baik lah.... Adam.. hehehehe. " ucap Eva.
Lucifer kaget, dia menatap Eva.
"Apa sa... aku bisa memanggil anda dengan nama Adam? " tanya Eva.
Lucifer diam.
"Hhhmmm... baiklah, kau bisa memanggil ku dengan nama ku. " jawab Lucifer.
"Baik... Adam. " ucap Eva mengulang nya lagi.
"Mengenai pernikahan kita, kita tidak bisa mengadakan nya dengan acara pesta yang mewah seperti yang kau harap kan. " ucap Lucifer serius.
"Hanya ada perwakilan antara kau dan aku. " ucap nya lagi.
"Mmmm..... iya Adam, aku tidak masalah dengan pesta nya kok, yang penting sudah sah secara agama dan hukum, aku sudah lega kok. " jawab Eva senang.
"Nanti kalau ada waktu yang tepat, kita akan merayakan nya. " ucap Lucifer.
"Baik Adam, hehehehe. " ucap Eva dengan senyum.
"Lalu, bagaimana dengan pekerjaan ku? " tanya Eva.
"Kau mulai sekarang tidak usah kembali bekerja. " jawab Lucifer.
"Hah? kenapa Adam? lalu bagaimana dengan hutang-hutang ku? " tanya Eva serius.
"Lupakan saja, lagi pula aku akan menjadi suami mu." jawab Lucifer menatap layar Hp nya.
"Aku tidak akan menagih hutang isteri ku. " jawab nya lagi tanpa menatap Eva.
"Tapi kan, hutang ya harus di bayar. " jawab Eva.
"Jangan keras kepala, aku tidak suka. " ucap Lucifer.
"Dengar kan aku, setelah kita menikah, kau tidak boleh protes dan mengabaikan ku. " ucap Lucifer melihat wajah Eva.
"Kau harus menuruti kata-kata ku, supaya aku tidak memarahi mu. " ucap nya lagi.
"Ingat... aku tidak suka kau keras kepala dan banyak bertanya. " ucap Lucifer menekan kalimat nya.
"Ba... baik.. lah... Adam. " jawab Eva gugup dan panik.
"Bagus, kau jangan takut pada ku, selama kau mematuhi ku, kau akan aman-aman saja. " ucap Lucifer.
"Apa ini ancaman? " gumam Eva gugup.
__ADS_1