SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 276


__ADS_3

Hendra dan Citra sudah sampai di kediaman nya. Mobil di parkirkan di depan rumah.


“Udah sampai nih sayang ku.” Hendra membuka pintu, mengambil tas Citra.


“Aa tinggal di sini?” Citra melihat rumah Hendra.


“Yups. Sementara kita tinggal di sini dulu ya….” Jawab Hendra.


“Ayo masuk ngapain berdiri di sini kayak tiang listrik.” Canda Hendra.


“Aa tunggu.” Citra mengejar Hendra yang berjalan di depan nya.


CCEEKLLEEKK….


“Welcome in our home…” Hendra membuka pintu dan menunjukkan isi rumah nya.


“Aa, rumah nya besar juga ya. Ngontrak ini?” Tanya Citra yang masuk dan melihata sekeliling ruangan.


“Iya. Karena kan belum menikah jadi belum tahu mau ambil rumah yang di mana. Tapi tenang saja, tabungan Aa udah ada kok untuk masa depan kita.” Ucap Hendra menaikkan salah satu alis nya.


Citra menganggukkan kepala sambil melihat-lihat.


“Kenapa gak tinggal bareng Aa Aris? Kan sama-sama belum menikah. Apa gak lebih boros A?” Tanya Citra.


“Kalau boros nya sih enggak, karena tuan Lucifer yang membayar rumah ini dan milik Aris. Kenapa Aa dan Aris tidak tinggal bareng,


Aris nya yang gak mau, kata nya Aa Hendra berisik, gak bisa diam. Padahal enggak ya sayang.” Ucap Hendra percaya diri.


“Ternyata apa yang di katakan Aa Aris itu……… ada benar nya juga.” Jawab Citra.


Hendra malah tersenyum dengan jawaban kekasih nya itu.


“A, kamar ku yang mana?” Tanya Citra.


Hendra membawa Citra menuju kamar tamu yang kosong.


“Ini, ini kamar nya. Kamu susun saja dulu pakaian nya. Oh ya, kamu mau makan apa nih, biar Aa masakin.” Tanya Hendra.


“Ada dapur A?” Tanya Citra.


“Ada donk. Biar cowok harus ada kompor, lumayan buat masak mi dan telur.” Jawab Hendra.


“Kalau gitu biar Citra aja yang masak.” Ucap Citra menyusun pakaian nya satu persatu ke dalam lemari.


“Gak usah, kamu kan baru tiba, pasti sangat lelah kan.” Ucap Hendra.


“Tidak apa-apa atuh A, sekarang beliin aja dulu bahan-bahan nya, sekalian nunggu aku selesai mandi.” Bujuk Citra.


“bener nih gak apa-apa?” Tanya nya.


Citra menganggukkan kepala nya.


“Ya udah kalau begitu, Aa belanja dulu. Kamu mau masak apa nih, biar tahu mau beli apa.” Tanya Hendra lagi.


Citra berpikir sebentar.


“Mmm….. apa ya…. Aa mau makan apa?” Tanya Citra.


“Ya elah nanyak Aa lagi, Aa mah mau di masakkin apa aja bisa di makan, asal neng Citra yang masak.” Jawab hendra menggoda.


“Prrreettt… gombal ih. Serius  A… kalau enggak, terserah mau belanja apa,


nanti Citra yang masak.” Jawab Citra.


“Okey lah kalau begitu. Aa keluar dulu, ini ada dua kunci rumah nya, satu Aa bawa, satu nya lagi ada di atas meja.” Tunjuk nya.


“Kamu kunci pintu nya ya, tapi kunci nya langsung cabut dari pintu nya, biar Aa bisa buka pakai kunci Aa. Ngertoss?” Tanya Hendra.


“Siap bosss.” Citra menempelkan tangan di kepala seperti sedang memberi hormat.


Hendra pergi dan menutup pintu, langsung di kunci Citra.


Setelah itu dia merapikan pakaian yang tidak terlalu banyak dan mandi.

__ADS_1


**********


“Citra lagi ada di Jakarta Hend?” Tanya Aris yang mendapat panggilan telepon dari Hendra.


“Iya, sekarang lagi ada di rumah ku. Kata nya dia mau bertemu dengan mu. Kalau mau datang ke tempat ku sekalian makan malam.” Ucap Hendra.


“Oke, aku dan Rihana akan ke sana.” Ucap Aris.


“Iya….. eh….Rihana? Rihana yang mana nih?” Tanya Hendra.


“Wanita yang duduk di samping mu waktu di pesawat.” Jawab Aris.


“Oooohhh… kenapa kau mengajak nya? Apa kalian sudah jadian?” Tanya Hendra.


“Udah donk, dan dia mau pacaran dengan ku. Sekarang tidak ada yang bisa meledek status ku.” Ucap nya bangga.


“Waaawwww…. Bagus donk. Ya udah sekalian bawa ya. Biar kenalan.” Ucap Hendra.


Mereka mengakhiri panggilan nya.


Aris yang sedang berduaan dengan Rihana mendengar pembicaraan mereka.


“Hendra ya?” Tanya Rihana yang duduk di samping nya.


“Iya, tunangan nya baru datang dari Bandung. Dia mengajak kita makan malam di tempat nya. Apa kamu mau kita kesana?” Tanya Aris.


“Iya, tentu saja aku mau.” Jawab Rihana tersenyum.


“bagus lah. Aku mandi dulu ya.” Aris berdiri dan menuju kamar mandi.


Rihana melihat nya pergi.


**********


Eva dan Lucifer sudah berada di rumah sakit di ruangan bagian kandungan.


Saat ini wanita itu berbaring di ranjang pasien, dengan perut yang sudah di olesi jelly.


“ Detak jantung juga normal. Kalian bisa lihat pergerakkan mereka berdua di dalam perut. Jari-jari tangan dan kaki juga sudah terlihat.”


“Saya melihat kalau ibu Eva mengandung bayi dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Hanya saja nanti tidak tahu mana kakak mana adik, hahahaha….. tergantung siapa yang keluar duluan.” Ucap dokter itu dengan ramah dan tertawa kecil.


“Inti nya tidak ada masalah antara ibu dan kedua bayi kembar nya. Mereka sehat. Tapi tetap saja harus di jaga kesehatan nya sampai melahirkan ya. Jangan banyak berpikir keras.” Pesan si dokter.


Eva dan Lucifer melihat jelas pergerakan dua janin yang ada di dalam perut. Tampak senyum bahagia terpancar dari wajah mereka.


“Terimakasih dokter.” Ucap Lucifer.


Pemeriksaan USG berlangsung hanya sampai 25 menit. Lucifer membantu Eva turun dari ranjang pasien dan duduk di kursi di hadapan si dokter yang sedang mencatat.


“Ini rekaman foto USG bayi anda.” Dokter memberikan rekaman foto USG.


Lucifer tidak berhenti nya melihat foto itu.


“Sekali lagi selamat ya atas bayi kembar nya. Semoga untuk persalinan nya berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.” Ucap dokter ramah.


“Terimakasih dok. Kalau begitu kami pamit dulu dokter.” Ucap Lucifer.


“Silahkan.”


Eva dan Lucifer keluar dari ruangan itu.


“Adam, anak-anak kita sudah sehat, tidak ada masalah.  Sepasang ternyata.” Ucap Eva dengan senang.


“Ya sayang. Apa kamu bahagia?” Tanya Lucifer.


“Tentu saja aku sangat bahagia. Seorang ibu akan sangat bahagia bisa mengandung anak di dalam janin nya.” Jawab Eva.


Lucifer merangkul eva, menggandeng nya untuk pergi meninggalkan rumah sakit.


************


Revand gundah gulana di dalam kamar. Entah apa yang ada di dalam pikiran nya.

__ADS_1


“Sedang apa dokter Isabell sekarang ya?” Tanya nya berbaring di tempat tidur.


“Apa aku kirim pesan saja pada nya? Tapi kalau dia salah paham gimana?” Tanya nya lagi gelisah.


Dia gusar, mengacak-acak rambut nya.


.


.


.


.


Saniia Azahra Luvitsky (Readers) : “ Aduh aa Hendra bikin


aku gemes…. Bang Aris di episode ini kagak hadir, kemana ya..hehehehe. lucifer


good job banget sih kamu…”


Author : “Bang Aris nya lagi dua-duan dengan Rihana,


hehehehe….


Santi Utami (Readers) : “ Kisah Vicky dan Cleo mana thor?”


Author : “ Sabar ya, atu- atu dulu,author nya lagi kenalin


pasangan mereka dulu yang baru.”


Feby Feby ( Reader) : “ Aku harap jangan di tamatin dulu ya


kak, soal nya belum bisa move on dengan novel ini.”


Author : “ Mudah-mudahan ya. Kemungkinan author nya mau bikin


seri 2 nya. Karena yang ini sudah terlalu banyak episode nya. Di tunggu ya.”


Dina Sulistyono (Readers) : “ Hendra kocak banget…. Polos.


Inget episode awal pas Lisna minta foto Eva di RS, malah foto dia yang di


kirim.”


Author : “ Wah… ternyata kamu ingat juga ya?? Aku juga lucu


sih itu.”


Linda Purnomo (Readers) : “ Thor alamat rumah nya mas Adam


di mana, mau tak susul.”


Author : “ Alamat nya di jalan XXXXXXXXXXXXXXX,


hahahahahha….canda…”


.


.


.


Terimakasih ya masih setia membaca novel ku ini. Jangan lupa


mampir di novel terbaru ku “ SUAMIKU HOMO ” dan “ INI BUKAN TUBUH KU”




Jangan lupa like n vote nya…


Terimakasih…

__ADS_1


__ADS_2