
"Baik tuan, saya akan coba menghubungi orang tua saya dulu. " ucap Lisna.
"Heemm... " ucap Lucifer.
"Besok aku dan Eva akan lebih dulu ke Bandung, kalian menyusul lah. " ucap Lucifer.
"Hah? berdua maksud nya? " gumam Eva.
"Aris dan Hendra, yang akan mengantarkan kalian ke acara nya. " ucap Lucifer lagi.
"Kau urus semua nya Aris. " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
"Kalian berdua yang akan pergi lebih dulu? " tanya Steven, mewakili pertanyaan Eva juga.
"Iya." jawab Lucifer santai.
Steven menganggukkan kepala nya.
"Tapi aku tidak bisa lama ya, karena aku hari ketiga nya punya banyak jadwal operasi. " ucap Steven.
"Hheemmm.... aku mengerti. " jawab Lucifer.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
Lisna pergi kekamar, di susul Eva yang ikut dari belakang.
"Apa kau tidak apa-apa berdua ke Bandung? " tanya Steven.
"Kenapa? " tanya Lucifer balik.
"Apa pihak gereja sudah tahu? " tanya Steven.
"Hendra sudah mengurus sebelum nya, lagi pula aku juga sudah memberitahukan pada Romo Ignatius tentang pernikahan ku. " ucap Lucifer.
* Romo/Uskup/Pastor : pemimpin agama katolik*
"Apakah Romo tidak curiga? " tanya Steven.
Lucifer menggelengkan kepala nya.
"Baguslah kalau begitu. " ucap Steven.
"Ini udah larut malam, sebaik nya aku kembali. " ucap Steven ijin.
Lucifer hanya membalas dengan menganggukkan kepala nya.
"Hallo ma? " panggil Lisna melalui Hp nya.
"Hallo nak, ada apa? " tanya mama Lisna.
"Mmmm.... ma, dua hari lagi Eva mau nikah nih, mama dan papa jadi wali nya ya. " ucap Lisna.
"Apa? Eva mau nikah? kok dadakan ngasih tahu nya sih nak? " tanya mama nya kaget.
"Iya nih ma, besok Lisna jelasin, sekarang Lisna hanya ngasih tahu, kalau Eva akan menikah. " ucap Lisna.
"Apa semua nya baik-baik saja kan Lis? " tanya mama nya panik.
"Iya ma, tidak ada masalah kok. " jawab Lisna.
__ADS_1
"Kenapa tidak orang tua angkat nya nak? " tanya mama nya masih bingung.
"Maka nya besok Lisna jelasin. " jawab Lisna.
"Udah dulu ya ma, udah malam nih." ucap Lisna.
"Tunggu, kamu di mana sekarang? " tanya mama nya.
"Lisna di tempat Eva." ucap Lisna.
"Oohh.. ya udah kalau begitu, besok mama tunggu kedatangan mu. " ucap mama nya.
Mereka mengakhiri obrolan nya.
"Gimana? " tanya Eva yang menguping di samping Lisna.
"Mereka kaget, tapi aku bilang sih besok aku jelasin ke mereka. " jawab Lisna.
"Eh... tapi kenapa harus di adain di Bandung sih? " Tanya Lisna.
"Aku juga gak tahu, dia juga ngasih tahu nya barusan. " jawab Eva menggelengkan kepala nya.
"Apa ini semua ada hubungan dengan kejadian hari ini? " tanya Lisna.
"Seperti nya sih, dan pasti nya, orang tua angkat ku juga terlibat. " ucap Eva.
"Mereka memang salah kok, udah mata duitan, kejam lagi. " ucap Lisna.
"Aku rasa, tuan Lucifer sangat marah pada mereka, aku harap tuan gak ketemu sama orang tua angkat mu itu, kalau ketemu... bisa habis... " ucap Lisna.
Eva hanya diam, merasa takut juga.
"Tapi aneh, kenapa mereka tidak bisa di hubungi ya? " tanya Eva.
"Udah... tidur lah, besok kalian berdua akan pergi ke Bandung kan?" ucap Lisna.
"Aku kedepan dulu. " ucap Eva.
Lisna berbaring dan langsung memakai selimut nya.
Eva berjalan menghampiri Adam yang masih sibuk dengan seluler nya.
Eva menatap Lucifer, ingin berbicara, tapi ragu.
"Ada apa? kenapa kau menatap ku seperti itu? " tanya Lucifer yang masih menatap Hp nya.
"Mmmm.... " Eva masih belum berani bicara.
"Duduk lah. " ucap Lucifer.
Eva duduk di hadapan Lucifer. Dia melihat ke sekitar nya.
"Di mana yang lain nya? " tanya Eva.
"Mereka bertiga sudah pulang. " jawab Lucifer yang masih belum menatap Eva.
"Ooohhh. " jawab Eva suara pelan.
Lucifer menatap Eva.
"Aku tahu kau punya banyak pertanyaan. " ucap Lucifer.
__ADS_1
Eva menganggukkan kepala nya.
"Kau tahu kejadian hari ini kan? aku tidak mau acara pernikahan kita di rusak oleh mereka. " ucap Lucifer.
"Dulu waktu aku berusia 20 tahun, aku pernah tinggal di Bandung selama 1 tahun, aku tinggal dengan Romo Ignatius, pemimpin gereja katolik di sana. " ucap Lucifer meletakkan Hp nya di atas meja.
"Dia mengatakan, kalau nanti aku akan menikah, aku harus menikah di hadapan nya. " ucap nya lagi menatap serius Eva.
"Selain Aris, Hendra, Steven dan William, aku dekat dengan Romo Ignatius. " ucap nya lagi.
"Aku ingin memperkenal kan mu dengan nya. " ucap nya lagi.
"Oh... jadi begitu ternyata. " gumam Eva.
Eva mengerti, dia menganggukkan kepala nya sambil tersenyum kecil.
"Lalu.... lalu bagaimana dengan orang tua angkat ku? " tanya Eva panik.
"Tentu nya aku akan memberikan mereka pelajaran. " jawab Lucifer melipat tangan di dada nya.
Eva gugup dan takut.
"Kau tahu kan, ini bukan pertama kali mereka menjual mu? " tanya Lucifer.
"Kalau tidak ada aku, Aris dan Hendra, apa kau tahu apa yang akan terjadi dengan mu dan Lisna? " tanya Lucifer serius.
Eva hanya menganggukkan kepala nya, mencoba menahan kesedihan tentang kejadian yang menakutkan yang di alami nya.
"Hhheeemmm...... kita akan menikah, kau adalah tanggung jawab ku, bukan tanggung jawab mereka lagi, walaupun sebenar nya mereka tidak perduli dengan mu. " ucap Lucifer.
"Mereka hanya memanfaat kan mu untuk memberikan uang pada mereka. Walaupun dengan cara menjual mu. " ucap nya lagi.
Tampak air mata Eva mengalir di pipi nya.
"Apa kau menangis? " tanya Lucifer.
Eva menggelengkan kepala nya, berusaha menyembunyikan air mata dan wajah nya.
"Hhheeemmm... sudah lah, buat apa menangisi mereka. " ucap Lucifer berdiri.
Lucifer menghampiri Eva, duduk di samping nya.
"Aku.... aku hanya mencoba menjadi anak yang baik, walaupun mereka bukan orang tua kandung ku, tapi aku sangat menyayangi mereka. " ucap Eva menghapus air mata nya.
"Biar bagaimana pun, mereka sudah mau mengadopsi ku, karena dulu aku tidak mau tinggal di panti asuhan, aku ingin seperti yang lain nya, memiliki keluarga. " ucap nya lagi menahan tangis.
"Tapi, jujur saja, aku sangat sedih... kesal... dan marah, kenapa mereka tega melakukan itu pada ku, setelah apa yang aku lakukan pada mereka selama ini. " ucap Eva.
Air mata nya semakin deras mengalir.
Lucifer memeluk Eva, menghapus air mata di pipi Eva. Membelai rambut nya, berusaha menenangkan Eva agar berhenti menangis.
"Hhhiikkksss.... hhhhuuuuhhhuuu.... hhhuuuu.... " Eva menangis di pelukan Lucifer.
Semakin Lucifer menenangkan nya, semakin Eva menangis sepuas nya.
"Menangis lah, kali ini kau boleh menangisi mereka, puaskan saja tangisan mu. " ucap Lucifer masih memeluk Eva, mendekap nya dalam pelukan nya.
"Tapi setelah ini, aku tidak mengijinkan mu menangisi mereka, atau apapun yang tidak penting. " ucap nya lagi.
Eva masih menangis, menangis dengan tenang, tanpa malu, tanpa ragu, dengan sesunggukkan menangisi kejadian-kejadian kesedihan nya selama ini.
__ADS_1
HALLO... AKU SELALU BERUSAHA UPDATE TIAP HARI, MENAMBAH EPISODE NYA, TAPI TOLONG DI MAKLUMI YA... KALAU AKU TERBURU-BURU NULIS NYA, TAKUT NYA CERITA NYA NGAWUR DAN GAK NYAMBUNG. JADI MOHON BERSABAR. DAN TOLONG SUMBANGKAN LIKE N VOTE NYA,
TERIMAKASIH