SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 291


__ADS_3

Empat tahun kemudian, Abraham dan Arshinta sudah bisa berjalan dan berlari walaupun tidak terlalu cepat.


Mereka masih berada di Singapura.


Semua nya juga sudah menikah dan memiliki anak.


“Vano, cokelat itu punya ku, kakek yang kasih.” Pinta Arshinta pada Abraham.


“Kau hayus beyhenti makan cokelat. Lihat gigi mu, udah banyak bolong nya.” Balas Abraham yang menahan cokelat di belakang nya.


“kalau bolong, nanti kan tumbuh lagi. Cepat Vano, beyikan cokelat itu.” pinta Arshinta lagi.


“Ck…ck…ck…ck… kau hayus panggil aku kakak. Kakak Vano. Tidak sopan tahu..” Abraham menggoyangkan jari telunjuk nya.


“Kita kan cuma beda 4 menit. Beyayti kita sama.” Jawab Arshinta.


“Walaupun begitu, tapi tetap aku kan yang duyuan keluay dayi peyut mama bayu kamu. Jadi….. adik ku yang gigi nya busuk ini, hayus panggil aku kakak.” Ledek Abraham.


Arshinta menangis….


“Mama…..hhhhuhuuuhhhhuuu…. mama….” Panggil Arshinta.


Eva yang berada di dapur pun mendengar anak perempuan memanggil nya.


“Sayang, ada apa?” Eva bertanya sambil berjongkok agar setara tinggi nya dengan anak nya.


“Mama, Vano sudah ambil cokelat ku yang di kasih kakek.” Adu nya pada Eva, mengucek-ucek mata nya.


“Hhhmmm… sayang, kamu harus panggil dia kakak. Kak Evano atau kak Vano.” Suruh Eva mengusap air mata putri nya.


“Tuh kan, mama juga tahu kalau aku adalah kakak mu. Jadi kamu hayus panggil kakak loh. Aku saja mau manggil kamu adik.” Abraham merasa senang karena di bela mama nya.


“Hhhhuuuhhuuhuu……hhhuuuhhuuuu….” Arshinta menangis lagi.


“Aduh sayang, jangan nangis donk. Anak cantik jangan nangis ya.” Bujuk Eva.


Lucifer yang baru kembali dari perusahaan yang di berikan Mahesha pada anak-anak nya mendengar ada tangisan dari puteri kesayangan nya.


“Putri ku yang paling cantik ini kenapa? Kok nangis?” tanya Lucifer menghampiri Arshinta.


“Papa….” Sekarang Arshinta berlari dan mengadu pada papa nya.


Lucifer segera memeluk dan menggendong putri kecil nya.


“Kenapa sayang? Mmm…?” tanya Lucifer mengusap air mata Arshinta yang mengalir lagi.

__ADS_1


“Papa….Vano….kak Vano mengambil cokelat ku.” Ucap Arshinta.


Eva dan Abraham saling melihat.


“Mama, adik Shinta hanya manggil Vano kakak hayus di depan papa. Vano sedih.” Ucap Abraham berakting layak nya orang dewasa memegang dada nya.


Melihat adegan putera nya, membuat Eva tersenyum menahan tawa.


Eva menggendong Abraham, Lucifer menggendong Arshinta.


Mereka yang berada di taman segera masuk ke dalam rumah.


Di rumah besar Mahesha sudah sangat ramai. Karena sudah ada dua menantu dan 3 cucu. Revand yang sudah menikah dengan Isabella pun sudah memiliki seorang putera bernama Rafhael Malik Chirathivat. Sesuai dengan nama belakang keluarga masing-masing.


Putera Revand sekarang berusia 2 tahun. Rafhael yang lebih dekat dengan mama nya membuat Revand yang terkadang iri. Bagaimana Rafhael tidak dekat dengan mama nya, setiap bersama Revand, dia selalu nangis. Di peluk dengan erat, pipi nya yang di cubit dengan alasan menggemaskan. Sehingga membuat Rafa lebih nyaman dengan mama nya.


Terkadang Arshinta dan Abraham pun menghindar dari paman nya yang oper protective itu.


Isabella masih melakukan pekerjaan nya sebagai dokter bedah.


Revand menjalan kan bisnis perusahaan nya. Eva sebagai ibu rumah tangga yang fokus di rumah dan menjaga anak-anak. Lucifer menjalan kan perusahaan atas nama kedua anak nya, A2 Company, yaitu Abraham dan Arshinta.


Dan untuk Adam Company masih di bantu rekan –rekan nya yang berada di Indonesia.


Mahesha sekarang sedang menikmati masa tua nya dengan bermain dengan cucu-cucu nya. Tidak melakukan aktifitas yang berat lagi.


Saat makan malam semua nya berkumpul di meja makan. Tidak ada yang kurang.


“Pa, kami akan kembali ke Indonesia.” Ucap Lucifer.


Semua melihat kearah Lucifer.


“Kembali ke Indonesia?” tanya Mahesha.


“Lalu bagaimana dengan perusahaan kalian yang ada di sini?” tanya Mahesha.


“Aku sudah membicarakan nya dengan Revand. Dia yang akan menghandel untuk sementara waktu. Aku juga akan melakukan kerja sama antara perusahaan Vicky. Jadi perusahaan kami bertiga dalam hubungan kerja sama.” Jawab Lucifer.


“Lalu, apakah Revand dan Eva tidak keberatan?” tanya Mahesha.


“Aku tidak apa-apa pa. Sebelum nya juga sudah kita sepakati sebelum aku melahirkan.” Jawab Eva.


“Aku juga tidak apa-apa pa. Lagi pula jarak antara Indonesia dan Singapura kan tidak jauh.” Jawab Revand yang tidak keberatan.


“Baiklah kalau memang itu keputusan kalian. Kapan kalian akan pulang ke Indonesia?” tanya Mahesha.

__ADS_1


“Sekitar 2 bulan lagi.” Jawb Lucifer.


Eva dan Lucifer memiliki pekerjaan yang sama, sama- sama menyuapi anak mereka makan. Isabella juga begitu, sekalian menyuapi anak nya.Rafhael makan.


Lucifer lebih suka tinggal di Indonesia. Dan Eva hanya mengikuti saja.


**********


“2 bulan lagi kalian akan kembali ke Indonesia?” tanya Lisna dalam panggilan telepon.


“Iya. Tadi kami sudah membicarakan nya dengan papa dan kakak ku.” Jawab Eva.


“Lalu bagaimana dengan perusahaan kalian yang ada di sana?” tanya Lisna.


“Ada perwakilan dari Vicky dan kak Revand. Oh ya, bagaimana si Bagas? Apa dia sudah tidur?” tanya Eva.


“Sudah nih, lagi dalam pelukan ku dan sudah tertidur.” Jawab Lisna melihat wajah putera nya yang tertidur nyenyak.


“Suami mu sudah pulang?” tanya Eva.


“Sudah. Dan sekarang dia sedang mandi.” Jawab Lisna melihat arah kamar mandi yang suami nya belum keluar.


“Anak mu sudah tidur?” tanya Lisna balik.


“Sudah. Tapi kalau yang cewek nya belum. Dia masih gangguin papa nya bekerja.” Jawab Eva.


“Hahaha…. Pasti mereka sangat lucu ya. Aku jadi ingin cepat-cepat bertemu dengan mereka.” Tawa Lisna kecil.


“Sabar. Pasti kita akan bertemu lagi.” Jawab Eva mengusap kepala Evano yang sudah berbaring di samping nya.


“Apa mereka tidur di kamar yang berbeda?” tanya Lisna.


“Tidak. Mereka tidur bersama ku dan Adam. Anak-anak gak mau tidur pisah, dan Adam juga tidak suka tidur kalau berjauhan dengan anak nya.” Jawab Eva.


“Puteri ku gigi nya banyak yang bolong, kebanyakan makan cokelat. Tapi kalau Evan gigi nya kuat, dia tidak suka makan cokelat dan yang manis-manis.” Ucap Eva.


“Hahaha…. Mereka berdua itu karakter nya sama dengan kau dan Lucifer. Ada yang suka makan manis ada yang tidak.” Jawab Lisna.


“Tapi Abraham suka makan pedas, Shinta tidak. Perpaduan ya, hahahahah…” mereka tertawa bersama.


**********


Arshinta yang duduk di pangkuan Lucifer yang sedang berada di depan laptop. Dengan serius dia melihat layar laptop seperti sedang menyimak bagaimana papa nya bekerja.


“Papa, cepat sekali jayi nya ngetik.” Ucap Shinta mengangkat wajah melihat papa nya.

__ADS_1


“Karena sudah terbiasa sayang, nanti kamu juga akan bisa seperti papa.” Jawab Lucifer menjawab dengan tersenyum.


“Ooohh..” gadis kecil itu mengangguk dan kembali merlihat layar laptop nya.


__ADS_2