
Eva masih diam, tanpa kata.
"Kalau tuan Lucifer benar-benar seorang bos mafia, dari awal kau pasti sudah di bunuh, dia tidak akan perduli dengan mu, atau pada kami. " ucap Lisna.
"Pikirkan baik-baik Va, jangan sampai kau menyakiti perasaan mu nanti. " ucap Lisna.
.
.
.
.
Lucifer menghabiskan waktu nya di apartemen, seperti biasa. Di temani rokok dan minuman alkohol nya.
Dia tidak membersihkan diri, mengganti pakaian nya pun tidak.
Dia sangat lelah, beberapa kali dia berdiri, lalu kembali duduk lagi.
Menatap foto pernikahan mereka yang sebelum nya di kirim Steven melalui pesan WA.
Keadaan Lucifer yang sangat berantakan, lusuh, bau keringat dan lepek.
.
.
.
Eva duduk sambil bersandar di ranjang nya, sementara di samping nya Lisna sudah tidur dengan nyenyak.
Eva juga melihat-lihat foto pernikahan nya dari Hp nya.
Sesekali dia juga tersenyum, mengingat kejadian-kejadian lucu.
"Benar juga, kalau dia tidak perduli dengan ku, pasti dia tidak akan terluka di pukuli mereka." gumam Eva.
"Dia membunuh mereka karena dia tidak mau aku di sakiti, dia sangat khawatir pada ku. " gumam nya lagi.
"Selama ini dia tidak pernah ada niat jahat pada ku. " gumam nya lagi.
"Sebenar nya apa yang membuat ku marah pada nya? hanya karena dia tidak mau memberitahukan ku tentang identitas nya? "
"Hanya itu? " gumam nya lagi.
.
.
.
.
Pagi hari 08.00 Wib.
Lucifer semalaman tidak tidur, hanya duduk di kursi ruang kerja nya.
Menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol nya.
Menghabiskan beberapa bungkus rokok.
Dengan setengah sadar dia melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan nya.
Tanpa membersihkan diri, dia pergi untuk menjemput Eva.
Mengambil kunci mobil nya.
.
.
.
Eva sudah bersiap-siap menunggu kedatangan Lucifer. Dia menunggu kedatangan nya di teras depan.
Lisna sudah berangkat bekerja.
"Hhmmm..... dia sudah datang. " gumam Eva.
__ADS_1
Lucifer memarkirkan mobil nya. Lalu keluar dari mobil nya.
"Ya Tuhan... ada apa dengan nya, kenapa penampilan nya seperti itu? " gumam Eva kaget melihat penampilan laki-laki yang masih menjadi suami nya.
"Seperti nya, dia lagi marah" gumam Eva yang merasa ketakutan.
Lucifer berjalan mendekati nya. Tatapan mata mereka tidak lepas.
"Apa kau sudah siap? " tanya Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya sambil melihat penampilan Lucifer dari bawah sampai ujung kepala nya.
"Kita mau kemana? " tanya Eva panik.
"Kita akan pergi ke pengadilan agama. " jawab Lucifer.
"Kita....kita akan bercerai... " ucap Lucifer tidak ingin.
Eva kaget, ada perasaan sedih di hati nya.
"Kau siap kan berkas-berkas nya. " ucap Lucifer menyampaikan persyaratan.
Eva tidak ada jawaban, masih diam dan tentu saja terkejut.
"Baik, saya akan mengambil nya dulu." jawab Eva.
Dengan langkah ragu dia meninggalkan Lucifer berdiri dengan keraguan yang sama dengan nya.
.
.
Di kamar Eva mencari berkas-berkas yang di perlukan untuk pengurusan perceraian.
Tanpa di sadari, air mata nya jatuh membasahi pipi nya.
"Apa ini? kenapa aku menangis? " gumam Eva melihat air mata nya.
Eva merapikan diri nya, lalu keluar menemui Lucifer yang masih berdiri menunggu nya.
"Saya... saya sudah siap. " ucap Eva di belakang Lucifer.
Lucifer berbalik badan menghadap Eva.
Dengan langkah yang berat, mereka berdua pergi.
.
.
.
Dalam perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka. Tampak tidak tenang di antara mereka.
Lucifer membawa Eva ke suatu taman, tempat Eva biasa menyendiri di sana.
"Kenapa berhenti di sini? " gumam Eva.
"Apa yang akan dia lakukan pada ku? " gumam nya dengan sedikit takut.
Lucifer keluar dari mobil nya, lalu berputar untuk membuka pintu tempat Eva duduk.
Eva turun dari mobil.
"Kenapa... kenapa kita di sini? " tanya Eva panik.
Lucifer diam, membelakangi Eva.
"Tuan, kenapa kita di sini?" tanya Eva gugup.
"Eva, apa kau mau kita bercerai? " tanya Lucifer menghadap Eva.
Eva tidak menjawab.
"Eva? " panggil Lucifer.
Lucifer berjalan mendekati Eva. Eva menundukkan kepala nya. Tidak berani menatap Lucifer.
"Apa kau takut pada ku? " tanya nya lagi.
__ADS_1
"Apa aku tidak memiliki kesempatan? " Lucifer semakin mendekati Eva.
"Eva jawab aku.. " teriak Lucifer memegang bahu Eva yang masih diam berdiri menundukkan wajah nya.
"Aku akui aku salah, aku membohongi mu, aku tidak jujur pada mu. "
"Aku hanya... hanya tidak mau kau jauh dari ku... "
"Walau pun aku berusaha mengabaikan mu, tapi aku tidak bisa jauh dari mu.
Eva masih diam, dia membiarkan Lucifer mengeluarkan kalimat nya.
"Kenapa kau menyiksa ku? kenapa? " Lucifer menggoncang bahu Eva.
Eva menahan tangis nya.
Lucifer melepas kan tangan nya dari bahu Eva, saat melihat Eva menangis.
"Apa aku menyakiti mu? apa aku salah menginginkan mu? hah??? " tanya Lucifer.
Eva memberanikan diri nya melihat Lucifer.
Kedua mata Lucifer tampak berkaca-kaca.
"Kau sudah mengubah hidup ku, kau memberikan banyak warna. Kau tunjukkan aku bagaimana menikmati hidup"
"Sebelum aku bertemu dengan mu, aku merasa setiap hari mati merasa tidak ingin hidup, tidak memiliki perasaan, kosong, sepi"
"Dan kau muncul, kau membuat ku lebih bertanggung jawab, selalu berusaha untuk melindungi mu, untuk dekat dengan mu. "
"Eva... aku... aku mencintai mu... aku sangat mencintai mu. " ucap Lucifer.
Eva melihat Lucifer, merasa terkejut dengan ucapan laki-laki itu.
"Aku tidak bisa hidup tanpa mu, tapi aku tidak bisa memaksa mu untuk berada dengan ku, aku tidak... tidak mau kau ketakutan setiap melihat ku... "
"Apa... apa... aku hina di mata mu karena identitas ku? " ucap Lucifer.
"Apa? dia... dia menangis? " gumam Eva.
Yahhh.... Lucifer, seorang bos mafia yang kalah dengan perasaan nya, akhir nya mengeluarkan air mata karena cinta nya dengan Eva.
Dia tidak sanggup lagi menahan bendungan air mata nya.
"Kau menyiksa ku... kau benar-benar membuat ku hancur.... " ucap Lucifer sambil menangis.
"Kalau kau tidak ingin dekat dengan ku, lalu kenapa kau selalu hadir di sekitar ku, kenapa? " teriak Lucifer kembali mendekati Eva.
"Bicara Va, bicara lah!!!! " teriak Lucifer mengguncang bahu Eva.
Eva akhir nya ikut menangis, kali ini mereka berdua menangis bersama.
Sepasang suami isteri yang tidak mengerti dengan keadaan yang mereka hadapi.
Eva duduk berlutut sambil menutup wajah nya yang sudah basah dengan air mata nya.
Lucifer masih berdiri, membelakangi Eva sambil menarik rambut nya.
"Hhiikksss.... hhhiiikkss... " tangis Eva.
"Aku.... aku akan pergi... aku akan meninggalkan mu di sini. " ucap Lucifer mengatur pernafasan nya.
Eva melihat Lucifer.
"Aku akan ke Jepang.
Hendra, William dan Lisna akan menjaga mu, aku akan menyerahkan perusahaan ku untuk mu. " ucap Lucifer.
Eva kaget dengan perkataan Lucifer.
Dia tahu kalau Lucifer akan pergi, dia tahu dari Lisna. Tapi dia tidak tahu tentang pengalihan perusahaan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE... VOTE.... LIKE.... VOTE...