
TTTOOKK…..TOOKK…TOOKK…..
Lucifer mengetuk kamar Revand.
Setelah memesan tiket, dia ingin menemui Revand.
CCEEKKLLEKK…..
Revand membuka pintu dengan keadaan wajah yang masih mengantuk.
“Hhhmmm…. Kau, ada apa?” Tanya Revand.
“Aku ingin berbicara dengan mu.” Ucap Lucifer.
“Aku tidak ada waktu.” Revand menolak hendak menutup pintu.
“Kalau kau menutup pintu mu, aku akan membawa Eva kembali ke Indonesia.” Ancam Lucifer.
Mata Revand melotot. Seketika wajah nya menjadi serius.
Akhir nya Lucifer mengajak Revand keluar di tempat sebelum nya mereka bicara.
“Apa?” Tanya Revand sinis.
“Aku akan kembali ke Jakarta.” Ucap Lucifer membuka pembicaraan nya.
“Kembali ke Jakarta? Bersama Eva?” Tanya nya serius.
“ Mungkin.” Adik ipar nya menjawab dengan santai.
“Dia sedang hamil besar. Aku tidak mengijinkan mu membawa nya.” Tolak keras Revand.
Lucifer melihat serius kakak Eva itu sebelum melanjutkan pembicaraan nya.
“Aku akan kembali ke Indonesia hanya sebentar……..
“Selama nya pun kau pergi aku tidak masalah, asalkan kau jangan membawa Eva.” Revand memotong kalimat Lucifer.
Lucifer berdiri dengan kesal. Rasa nya ingin memukul pria yang ada di hadapan nya.
Revand merasa bersalah dengan kalimat nya, dia berusaha menahan Lucifer.
“Apa sebenar nya yang ingin kau bicarakan?” Tanya nya ingin lebih tahu lagi.
Lucifer yang ingin meninggalkan Revand, berhenti. Di putar arah tubuh nya agar berhadapan dengan kakak ipar nya itu.
“Revand, sampai kapan kau membenci ku? Suka atau tidak suka aku adalah suami adik mu, secara tidak langsung kita adalah keluarga sekarang.” Lucifer menghela nafas.
“Aku…tidak membenci mu. Aku rasa kau yang membenci ku.” Revand menjadi salah tingkah.
Lucifer meredam emosi yang keluar itu. Kembali duduk, di susul Revand.
__ADS_1
“Aku hanya tidak suka kau memanggilku adik ipar dengan wajah merendahkan ku. Aku lebih tua dari mu beberapa bulan.” Ucap nya.
“Kau memang adik ipar ku kan? Memang sudah peraturan nya seperti itu. Kau saja yang sensitive.” Ucap Revand.
“Hmmmm……. Dua hari lagi aku akan ke Jakarta. Selama sebulan di sana untuk mengurusi perusahaan. Aku datang menemui mu untuk meminta bantuan mu.” Lucifer mulai berbicara serius.
Revand menunggu kelanjutan kalimat Lucifer yang berhenti.
“Aku ingin kau menjaga Eva selama aku tidak ada…
“Aku pasti akan menjaga nya. Tanpa kau suruh pun aku akan melakukan nya.” Revand memotong kalimat Lucifer lagi.
“Aku tahu. Tapi kau lemah untuk mengetahui siapa kawan dan lawan mu. Tapi gampang curiga.” Respon Lucifer.
“Aku akan membawa dua asisten ku, tapi anak buah ku juga akan di sini untuk membantu menjaga nya.” Ucap nya lagi serius.
“Selama aku di Jakarta jangan berusaha untuk menjauhkan ku dengan nya, atau membatasi komunikasi kami. Itu sama arti nya kau menyakiti perasaan adik tersayang mu itu.” ucap Lucifer.
Terdengar Revand menahan tawa mendengar peraturan dari Lucifer.
“Aku harap tidak ada lagi orang-orang yang mengganggu ku atau mengganggu mu. Agar keselamatan Eva tidak terancam lagi.
“Baik lah. Aku sudah selesai bicara. Aku akan kembali ke kamar ku dulu.” Lucifer berdiri ingin meninggalkan Revand yang masih diam.
“Tunggu!” dia menahan Lucifer.
“Aku akan menjaga nya. Kau pun harus jaga diri mu di sana. Jangan mencoba berselingkuh dari adik ku. Kalau aku tahu, aku yang akan membunuh mu secara langsung.” Revand berdiri berbicara serius.
Revand berdiri dan melihat kepergian adik ipar nya. Dia tersenyum mendengar kalimat terakhir Lucifer.
“Oh…… jadi ternyata dia tidak membenci ku. Baik lah, adik ipar ku. Aku percaya pada mu.” Ucap Revand lalu kembali ke kamar nya.
Sementara itu Mahesha yang mendengar obrolan mereka di balik pintu, ikut senang melihat anak dan menantu nya sudah akrab.
“Aku tidak salah menilai mu Lucifer.” Gumam Mahesha.
*************
Pagi hari Eva sudah bangun, di lihat suami nya masih tidur di samping nya. Tidak di bangunkan, di biarkan terlelap. Di tatap nya wajah Lucifer, membelai pipi, mengusap kepala nya.
Di rasa ada yang menyentuh wajah, Lucifer bangun, ternyata Eva ada di hadapan dan memandang wajah nya.
“Ada apa sayang? Kenapa kau menatap ku?” Tanya Lucifer yang masih berbaring.
“Tidak apa-apa.”jawab Eva.
“Aku mencintai mu, sangat….sangat…sangat mencintai mu.” Eva mencium kening Lucifer.
“Aku juga sangat….sangat…..sangat…sangat….sangat…..sangat…..
“Panjang banget.” Potong Eva menunggu kelanjutan kalimat suami nya.
__ADS_1
“Mencintai mu.” Lanjut Lucifer.
Mereka tersenyum bersama. Lucifer menarik kepala Eva pelan, ingin mencium kening dan pipi isteri nya juga.
“Kau harus menjaga diri mu di Jakarta, jaga emosi dan bersabar.” Pesan Eva.
“Ingat, isteri dan anak-anak mu menunggu mu kembali.” Ucap nya lagi.
“Sayang, aku pasti akan kembali. Aku hanya satu bulan saja di sana.” Balas Lucifer.
“Aku pasti sangat merindukan mu.” Eva merasa sedih.
Lucifer bangun dari berbaring nya. Duduk menyandarkan kepala nya.
“Kau pikir aku tidak merindukan mu juga? Aku akan tersiksa dengan kerinduan ku.” Dia memeluk Eva.
CCCEEKKKLLEEEKKK….
“Selamat pagi….” Revand membuka pintu tanpa mengetuk pintu. Membuat dua orang yang sedang duduk santai di tempat tidur terkejut.
Revand tanpa merasa bersalah berjalan mendekati mereka dengan tersennyum.
“Ketuk pintu duuuulluuu…..” Lucifer melempar bantal kearah Revand yang langsung di tangkis kakak ipar nya.
“Tidak tahu sopan santun.” Ucap Lucifer lagi kesal.
“Hahahaha….. maafkan aku. Aku hanya ingin menyapa kalian…….
“Bukan begitu cara…nya.” Kembali Lucifer melemparkan bantal dan mengenai wajah Revand.
“Kau jangan melempar bantal ini Lucifer, apa kalian tidak ingin memakai nya lagi.” Revand memungut dua bantal yang di lempar dan berada di lantai.
“Lebih baik aku melempar bantal dari pada granat kan?” Tanya sinis Lucifer.
“Hahahahahaha….. apa kau sedang mencoba bercanda Lucifer? lucu sekali.” Revand tertawa.
Eva menahan tawa nya yang masih berada dalam pelukan Lucifer.
“Sudah lah, jangan terlalu lama bermesraan di sini. Sudah waktu nya sarapan. Cepat turun lah.” Revand meninggalkan mereka dan keluar dari kamar.
“Ingat sayang, bersabar, kendalikan emosi mu.” Eva membujuk suami nya dengan menahan tawa.
“Aku akan mandi dulu. Kau tunggu di sini...…” langsung turun dari tempat tidur.
“Aku akan menunggu mu. Mandi lah.” Ucap Eva.
Lucifer berhenti dan menghampiri Eva yang menatap nya dengan tersenyum.
“Muuaachh…” dia mencium bibir Eva singkat, tepat dan jelas. Lalu pergi kekamar mandi.
Eva mengusap-usap perut nya sambil tersenyum.
__ADS_1
“Sayang, paman dan papa kalian tidak bermusuhan serius kok. Jadi jangan benci dengan papa kalian ya.” Ucap nya mengusap perut.