SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 80


__ADS_3

"Va, kok perasaan ku gak enak ya? " ucap Lisna di dalam mobil.


"Maksud nya? " tanya Eva.


"Gak tahu deh, tapi kok aku rasa curiga aja gitu. " ucap Lisna.


"Ngomong-ngomong, tuan Lucifer nanti datang kan? " tanya Lisna.


"Iya, kata dia sih gitu. " jawab Eva.


"Kok sepasang mata duitan itu ngajak ketemuan nya di restoran sih? " tanya Lisna.


"Kata nya sih mau traktir makan." jawab Eva.


"Va, gak mungkin mereka mau menjebak mu lagi kan? " tanya Lisna khawatir.


"Ih... kamu jangan bicara seperti itu donk, aku kan jadi nya takut. " jawab Eva.


"Coba kamu telepon aja tuan Lucifer nya." ucap Lisna.


"Sebentar." Eva mencoba menghubungi Lucifer.


Beberapa kali menghubungi tapi tidak di angkat yang bersangkutan.


"Gimana? " tanya Lisna.


"Gak di angkat, tapi aktif sih. " jawab Eva.


"Apa dia lagi sibuk ya? " tanya Eva lagi.


"Sebentar lagi kita akan sampai ya mba. " ucap sopir taksi online.


"Udah, kamu tenang aja, kata Adam, aku harus percaya sama dia, hehehehe. " ucap Eva mencoba menenangkan diri nya dan Lisna.


"Oh iya, nanti kalau kita sudah sampai di sana, jangan menghubungi siapa pun, termasuk tiga orang laki-laki itu. " ucap Eva.


"Loh, maksud nya? " tanya Lisna penasaran.


"Gak apa-apa sih, soal nya mereka kata nya lagi meeting penting. " jawab Eva.


Lisna menganggukkan kepala nya.


20 Menit kemudian mereka tiba di tempat yang sudah di sampaikan orang tua angkat Eva.


"Udah sampai nih." ucap Eva setelah membayar taksi online.


"Di sini tempat nya? kamu gak salah kan? " tanya Lisna.


"Gak kok, ini lihat. " jawab Eva menunjukkan alamat yang di kirim kan Ferdi.


"Ya udah... yuks masuk. " ajak Eva menggandeng tangan Lisna.


Sementara itu....


"Mereka sudah sampai tuan. " ucap Aris melalui panggilan telepon nya.


"Jaga karak kalian, sebentar lagi mereka akan tiba, atur posisi. " suruh tuan nya.


"Baik tuan. " jawab Aris.


"Siapa ' mereka' yang di maksud tuan? " gumam Aris.


Aris dan Hendra berada di dalam mobil, mengamati dari tempat yang tersembunyi. Sementara beberapa anak buah nya sudah masuk satu persatu ke dalam restoran itu.


Mereka masuk setelah mendapat informasi dari atasan nya.

__ADS_1


Ada yang menyamar sebagai waitress, office boy, pengunjung yang baru datang, dan tamu-tamu yang sedang menunggu pesanan.


Sekitar 56 anak buah di kerah kan.


"Wah... ternyata ramai banget ya, pasti makanan di sini enak-enak. " ucap Eva.


"Iya, harga nya juga lumayan.... mahal. " ucap Lisna.


"Pasti itu, ada kualitas, ada harga mahal yang harus di keluarkan." ucap Eva.


Mereka mencari tempat untuk duduk, sengaja di tempat yang gampang di lihat.


"Kau sih enak, menikah dengan orang yang kaya raya, makan di sini gak akan bikin suami mu bangkrut kan. " ledek Lisna.


"Ish... ish.... ish.. " ucap Eva menggengkan kepala nya.


"Permisi nona, mau pesan apa? " tanya pelayan restoran.


"Mmm... bentar ya mba, lagi nunggu orang tua saya dulu." jawab Eva dengan sopan.


"Baik kalau begitu, permisi. " ucap pelayan itu melangkah pergi.


Anak buah yang di suruh Aris menyamar, merekam video melalui kamera kecil, yang terhubung langsung dengan Aris dan Lucifer. Sehingga mereka bisa memantau.


"Mana sih mereka? " tanya Lisna celingukkan mencari-cari.


"Sabar, mungkin lagi macet. " ucap Eva.


"Laper banget nih, tahu gitu tadi kita makan aja dulu di rumah. " ucap Lisna menggerutu.


"Hehehehehehe" tawa Eva lucu.


Mobil yang di tumpangi James dan Darmo sampai di parkiran restoran XXX, setelah memarkirkan mobil nya, mereka keluar masuk restoran.


"Aris, lihat itu, bukan kah itu... " ucap Hendra.


"Ternyata mereka maksud tuan Lucifer. " gumam Aris.


"Ternyata tuan Lucifer tahu kalau itu mereka? " gumam nya lagi.


"Di mana tuan Lucifer? " tanya Hendra.


Aris pun ikut mencari keberadaan nya.


"Tuan, James dan Darmo sudah tiba. " ucap Aris memberikan laporan.


"Aku sudah tahu." jawab Lucifer.


"Kalian fokus pada anak buah James. " perintah Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris.


"Aneh, aku tidak melihat ada anak buah James? " gumam Aris.


James dan Darmo datang dan langsung duduk di tempat lokasi Eva.


"Hai nona Eva, apa anda ingat pada ku? " tanya Darmo.


Eva kaget.


"Anda? apa yang anda lakukan di sini? " tanya Eva panik.


"Tenang saja nona, Ferdi yang menghubungi ku, hahahaha." jawab Darmo.


Sementara James hanya memperhatikan saja.

__ADS_1


"Siapa Va? " tanya Lisna.


Eva tidak menjawab, dia diam ketakutan.


"Maaf, mungkin anda salah orang. " ucap Eva.


"Hahahahaha, nona, Ferdi sudah menerima uang ku 300 juta untuk membeli mu nona. " ucap Darmo.


"Bagaimana ini, kenapa papa menjebak ku lagi? " gumam Eva.


"Aku tidak ada urusan, anda minta saja sama orang nya, permisi. " ucap Eva berdiri.


"Tunggu dulu nona Eva. " James menahan tangan Eva.


"Eh tuan... apa yang anda lakukan, lepaskan tangan teman saya. " ucap Lisna berdiri.


"Waw... kau membawa teman mu sebagai bonus buat ku ya, aku suka, hahahahaha. " ucap Darmo melirik Lisna.


"Jangan tidak sopan ya, kami bisa memanggil security di sini. " ancam Lisna.


"Bos, apa yang harus kami lakukan? " tanya anak buah Aris.


"Kalian diam saja, tunggu perintah. " jawab Aris.


"Sebaik nya anda ikut kami nona Eva, atau aku akan membunuh mu dan semua keluarga mu." bisik James di telinga Eva.


PLLAAKKK.....


Eva menampar wajah James dengan keras, sehingga semua orang di situ melihat ke arah mereka.


Beberapa anak buah James baru datang dengan membawa mobil Van, yang sedang menunggu di luar.


"Hendra, ada anak buah James di luar, apa yang harus kita lakukan? "tanya Hendra.


Aris melihat kehadiran anak buah James yang baru keluar dari mobil itu.


PPLAAAKKK......


James membalas menampar wajah Eva dengan keras. Tubuh Eva jatuh di bawah meja.


"Hey... kurang ajar kau. " ucap Lisna mencoba menampar James.


James menangkap tangan Lisna, dan mendorong nya kebelakang sehingga terjatuh.


"Lis, kau gak apa-apa? " tanya Eva merangkak menghampiri Eva.


"Gak, Va, cepat hubungi Lucifer. " ucap Lisna.


"Adam bilang jangan menghubungi siapa pun, termasuk dia, aku harus percaya pada nya. " gumam Eva.


"Aku gak bisa, dia sibuk. " jawab Eva berbohong.


Sementara semua anak buah Aris yang menyamar hanya diam walau ingin menghajar James dan Darmo.


"Bawa mereka berdua. " perintah James pada anak buah nya yang baru datang.


"Baik bos. " jawab anak buah nya.


"Ayo ikut, " tarik anak buah nya.


"Lepas.... lepaskan kami... bre****k. " teriak Lisna.


Beberapa sekurity datang, tapi tidak berani menghentikan keadaan itu.


Lisna dan Eva di gendong paksa anak buah nya. Mereka di gendong seperti mengangkat karung di pundak nya.

__ADS_1


WAH... APA YANG AKAN TERJADI? AKAN KAH LUCIFER MENYELAMATKAN EVA?


LIKE... VOTE.... LIKE.... VOTE.... LIKE.... VOTE..


__ADS_2