
"Eh... laper nih, mau mesen makanan apa, mau di masakin? " tanya Lisna mengalihkan topik pembicaraan.
"Kamu masak aja gih.. kamu kan pintar masak. " ucap Eva.
"Ok... kamu mau makan apa? " tanya Lisna.
"Kamu cek dulu di kulkas nya ada apa aja? " ucap Eva.
Lisna pun melangkah menuju dapur.
"Lisna, kamu bisa gak buka kulkas nya? " teriak Eva.
"Bisa donk." ucap Lisna santai.
"Oh ya? coba kita lihat. " gumam Eva.
Dia yakin Lisna tidak bisa membuka kulkas itu.
"Eh... Eva... ini kulkas nya bagaimana ya cara membuka nya? " tanya Lisna yang menyerah.
"Hahahahaha.... tuh kan, sudah ku duga. " ucap Eva.
Eva mencoba berdiri.
"Akkkhhh.... aduh.... " Eva memegang perut nya. Dia merasa sangat sakit di bagian perut.
"Aku pikir tidak akan terasa sakit, aku pikir juga aku pasti bisa berjalan dan berdiri, ternyata... sakit. " ucap Eva memegang perut nya.
"Hhmmm.... pantes saja tuan Lucifer selalu menggendong ku, dia tahu aku pasti masih merasa sakit. " gumam Eva.
"Woy.. Va... ini gimana buka nya? " teriak Lisna masih di dapur.
"Kamu tekan dulu pintu nya, terus nanti ada bunyi 'Klik' baru kamu buka pintu nya. " ucap Eva memberi arahan.
"Oh gitu ya... aneh banget nih kulkas nya, baru nemu yang kayak gini. " ucap Lisna.
Lisna mengecek isi kulkas.
"Va... gak ada isi apa-apa di dalam, cuma air mineral dan... minuman beralkohol. " ucap Lisna.
"Kalau begitu, kamu belanja aja dulu. " ucap Eva.
Lisna menutup kulkas.
Tttuuuttt..... tttuuuttt....
"Nomor siapa ini? " gumam Eva.
"Hallo, " jawab Eva.
Tidak ada suara balasan.
"Aneh... kok gak ada suara nya? " gumam Eva.
"Hallo, ini siapa ya? mau ngisengin ya... " ucap Eva sedikit kesal.
Masih belum ada suara.
"Ih ngeselin banget deh.. " ucap Eva sambil mematikan telepon nya.
Aris dan Hendra melihat Lucifer sedikit tersenyum di kursi belakang di dalam mobil.
"Apa yang terjadi? apa kau melihat tuan Lucifer? " gumam Aris menatap Hendra.
"Aku melihat nya juga, ada apa dengan nya? " gumam Hendra menatap Aris.
Mereka berbicara seperti bisa bertelepati.
__ADS_1
Lucifer mencoba menghubungi kembali nomor telepon yang dia hubungi beberapa menit yang lalu, yaitu nomor Eva.
"Eh buset... nomor ini lagi... siapa sih nih orang. " gumam Eva saat melihat nomor yang tadi menghubungi nya.
"Hallo... ini siapa sih... gak penting banget... kau gak ada kerjaan ya, hah??? " teriak Eva.
Lisna langsung melangkah menghampiri Eva yang teriak.
"Hhhmmm.... kau berani teriak pada ku. " ucap suara berat itu pelan.
"Hah?" ucap Eva.
"Seperti suara tuan Lucifer" gumam Eva.
"Ini... ini siapa? " tanya Eva untuk meyakinkan nya.
"Ini calon suami mu. " ucap Lucifer.
Aris dan Hendra saling menatap dan serentak melihat arah tuan nya duduk.
"Tu... tuan... Lucifer? " ucap Eva gugup.
"Bagaiamana kabar mu di sana? " tanya Lucifer bingung mau berkata apa.
"Ppuufftttthhh. " tawa Aris dan Hendra.
Lucifer melihat dua anak buah nya dengan tatapan sinis, Aris dan Hendra memutar arah pandangan nya.
"Mmmm...... maksud nya tuan? kabar? bukan kah kita baru bertemu? " ucap Eva yang juga ikut bingung.
"Siapa Va? " tanya Lisna.
"Calon suami ku" jawab Eva spontan dan polos menjawab nya.
"Hahahahahahaha" Lisna tertawa melihat wajah polos Eva yang seperti tidak sadar apa yang barusan di ucapkan sahabat nya itu.
"Bilang sama calon suami mu, untuk belanja keperluan bahan masakkan. " ucap Lisna.
"Mmm... oke. " jawab Eva polos lagi.
"Hahahahahaha. " tawa Lisna yang lucu melihat wajah Eva.
"Tuan... apa kah tuan sedang sibuk? " tanya Eva.
"Ada apa? apa kau memerlukan sesuatu? " tanya Lucifer.
"Lisna ingin memasak.. tapi tidak ada bahan-bahan di kulkas, kalau tidak keberatan, bisa minta tolong membeli nya? " ucap Eva.
Lucifer tidak menjawab nya, dia masih ingin mendengar suara Eva.
"Tuan...? " panggil Eva.
"Hhmmm... baik lah, aku akan menyuruh Aris dan Hendra yang membeli nya, kau tulis kan saja, apa yang kau butuh kan. " ucap Lucifer.
"Baik, terimakasih tuan. " ucap Eva.
Mereka belum mengakhiri panggilan nya, tapi masih posisi menelepon. Mereka hanya diam, tanpa kata. Terkadang terdengar hanya suara nafas mereka.
"Mmmm.... apa kau masih merasa sakit? " tanya Lucifer memulai pembicaraan lagi.
"Mmmm.... masih tuan, pantes saja anda selalu menggendong saya, karena tadi saya mencoba berdiri, ternyata masih terasa sakit, " ucap Eva sedikit mengadu dengan manja.
"Apa? kenapa kau berdiri? di mana Lisna? lalu apa luka nya terbuka? " tanya Lucifer panik.
"Tidak kok tuan. " ucap Eva.
"Jangan melakukan hal-hal yang aneh, kalau memerlukan sesuatu, kau minta saja pada Lisna. " ucap nya.
__ADS_1
"Baik tuan. " jawab Eva.
"Ya sudah, aku tutup dulu, kau kirim kan saja apa saja yang mau di beli. " ucap Lucifer.
"Iya tuan. " jawab Eva.
Mereka mengakhiri panggilan nya.
Tanpa Lucifer sadari, dia sedikit tersenyum lagi sambil melihat arah luar jendela mobil nya sambil menggigit ujung Hp nya.
Dan tanpa di sadari nya juga, anak buah nya sedang menatap nya secara sembunyi-sembunyi.
Kkkrrriiiinnnggggg.....
sebuah pesan WA masuk ke Hp Lucifer. Dia membuka dan membaca isi pesan nya.
"Aris, Hendra, kalian beli bahan-bahan ini, dan antar kan ke apartemen. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris dan Hendra.
Lucifer mengirim kembali pesan dari Hp Eva ke nomor Aris.
Saat Lucifer melihat ke luar jendela mobil nya, dia melihat Richard George dengan Jefry. Mereka sedang bertemu dengan James dan Baron. Lucifer mengepalkan tangan nya.
Ekspresi wajah nya berubah menjadi beringas penuh dendam.
Aris dan Hendra takut dengan ekspresi bos nya.
"Tuan.. apa yang akan kita lanjutkan berikut nya? " tanya Hendra.
"Rekam mereka. " ucap Lucifer masih menatap musuh nya.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Aris mengeluarkan kamera nya yang bisa menangkap gambar dengan jelas walaupun dalam jarak yang lumayan jauh.
Aris merekam dan mengambil beberapa foto mereka.
"Sudah tuan. " ucap Aris.
"Bagus, ayo kita pergi. " ajak Lucifer.
"Kita kemana tuan? " tanya Hendra.
"Antar kan aku ke Markas" ucap Lucifer.
"Kalian berdua pergi lah membeli bahan-bahan tadi. " ucap Lucifer.
"Kalau sudah selesai, Hendra jemput aku di markas nanti. " ucap nya lagi.
"Tuan, siapa yang akan menemani tuan? " tanya Aris khawatir
"Apa kau pikir aku gampang di bunuh Aris? " tanya Lucifer.
"Tidak tuan, hanya saja. " ucap Aris.
"Sebaik nya lakukan pekerjaan seperti yang ku perintah kan. " ucap Lucifer.
"Cepat jalan. " ucap Lucifer.
Hendra menyalakan mobil nya dan meninggalkan lokasi tersebut.
"Bos kami melihat Lucifer dan dua anak buah nya tadi. " ucap anak buah Jefry memberitahukan melalui panggilan telepon.
Ternyata anak buah Jefry juga sudah tahu dan mengawasi keberadaan Lucifer dan anak buah nya.
"Hhhmmmm.... bagus.... selidiki terus. " ucap nya.
__ADS_1
HAI.... HAI.... JANGAN LUPA LIKE, VOTE PLEAS... 😢😢😢