SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 196


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Lucifer tiba di depan perusahaan nya. Seperti biasa, banyak yang menyambut nya.


"Selamat pagi tuan." sapa Novelina.


Lucifer melihat Novel, lalu mengalihkan pandangan nya lagi.


Sedikit kecewa, karena di abaikan dia pun melanjutkan langkah nya.


"Selamat pagi tuan." sapa Lisna dan William.


"Pagi. Lisna buatkan kopi, William ikut aku ke ruangan ku." suruh Lucifer.


Mereka serentak menjawab 'iya'.


Lucifer membuka jas luar nya, duduk di sofa yang empuk.


"Duduk." suruh nya pada William.


William duduk, tepat di hadapan atasan nya.


"Ada apa tuan Lucifer?" tanya William.


*************


Aris segera menyusul atasan nya, setelah memarkirkan mobil.


BBRRUUUGGHHH......


"Maaf, maafkan saya." ucap Novel bertabrakan dengan Aris, membuat dokument yang ada di tangan jatuh ke lantai.


"Kau ini kenapa tidak berhati-hati kalau jalan? kepala harus tegak, jangan menunduk." ucap Aris membantu memunguti lembaran kertas milik Novel.


"Maaf tuan Aris, saya memang tidak memperhatikan jalan." ucap Novel setelah tahu Aris yang dia tabrak.


"Lain kali, bukan manusia lagi yang kau tabrak, tapi truk." ucap Aris.


Setelah merasa selesai membantu gadis itu, Aris melanjutkan langkah nya menyusul Lucifer.


Novel melihat punggung Aris.


"Aku tidak boleh bertemu dengan nya lagi. Dia sangat galak." ucap Novel.


****************


"Bagaimana dengan gadis itu?" tanya Lucifer.


"Novelina tuan?" tanya William.


Lucifer hanya mengganggukkan kepala nya.


"Tidak ada masalah tuan. Dia bekerja dengan giat." jawab William.


"Dan yang lain nya?" tanya Lucifer lagi.


"Orang yang anda curigai sudah di hentikan. Masalah penerimaan karyawan baru juga sudah selesai. Semua sesuai rencana anda." ucap nya.


Lisna dan Aris masuk, membawa kopi buat Lucifer. Meletakkan nya di atas meja.


"Ada lagi tuan?" tanya Lisna.


"Bawakan semua laporan pada ku." suruh Lucifer.


"Aris, panggilkan Novel ke sini." suruh nya.

__ADS_1


"Baik tuan." jawab Aris melangkah keluar.


Aris dan Lisna bersama keluar ruangan. Pergi keruangan Novel.


"Novel, tuan Lucifer menyuruh mu segera keruangan nya sekarang." suruh Aris.


"Baik tuan." jawab Novel gugup.


Aris tidak menunggu Novel, di tinggalkan di belakang nya.


Setelah beberapa saat, Aris, Lisna dan Novel bersamaan masuk ke ruangan atasan mereka.


"Tuan." panggil Aris menunjuk novel.


"Duduk." suruh Lucifer.


Dengan gugup namun berusaha tenang, dia duduk.


"Ada apa tuan?" tanya Novel.


"Bagaimana keadaan mu dan keluarga mu?" tanya Lucifer.


Novel kaget dengan pertanyaan bos nya.


"Mereka....mereka baik-baik saja tuan. Terimakasih saya ucapkan. Saya senang kalau.....


"Kau jangan salah paham. Aku hanya tidak ingin musuh ku curiga dengan mu, dan tahu di mana keberadaan mu. Tapi, apa mereka pernah menghubungi mu?" tanya Lucifer memotong kalimat Novel yang belum selesai.


Novel sedikit takut.


"Tidak tuan. Mungkin mereka percaya kalau saya sudah meninggal." jawab nya.


"Hhmm....baik lah. Kembali bekerja." suruh Lucifer.


Novelina pergi, Aris membuka pintu untuk nya.


"Kalian juga kembali bekerja." suruh Lucifer membuka laporan yang di bawa Lisna.


**************


"Jadi dia belum mati ya." Marvel mendapat info kalau Novelina belum mati.


"Benar tuan." jawab anak buah nya.


"Lalu di mana Heri?" tanya Marvel.


"Kami tidak bisa menghubungi nya. Tapi, gadis itu berhasil bekerja di perusahaan Lucifer." jawab anak buah nya lagi.


"Ooohhhh......jadi si Lucifer melindungi nya. Gadis itu, seharus nya dari awal aku tidak boleh percaya dengan nya." ucap Marvel kesal.


"Bagaimana dengan yang nama nya 'Lisna' itu. Apa sudah bisa di atasi?" tanya Marvel.


"Sudah tuan. Tinggal menunggu perintah dari anda." ucap anak buah yang menyamar sebagai cleaning service itu.


"Bagus. Suruh dia menghubungi ku. Dan gadis bodoh itu, cari kontak yang bisa di hubungi." suruh Marvel.


"Baik tuan." ucap anak buah nya.


Mereka mengakhiri panggilan nya.


Marvel memegang kepala nya. Kepala nya pusing.


"Biyan..." panggil nya.

__ADS_1


"Iya tuan." anak buah tangan kanan nya menghampiri.


"Apa pasokan kita sudah datang?" tanya nya.


"Mereka dalam perjalanan tuan. Anda tenang saja, tidak ada masalah yang menghalangi." jawab Biyan yakin.


Marvel menganggukkan kepala nya.


Hp Marvel berbunyi. Di lihat nya ada panggilan masuk dari putri nya, Audrey.


"Ada apa putri kesayangan ku?" tanya Marvel.


"Papa, ternyata Vicky sudah tidak mau bekerja sama dengan kita. Dia sudah jatuh cinta dengan seorang wanita." ucap Audrey.


"Papa sudah tahu itu. Bagaimana dengan keadaan mu?" tanya Marvel khawatir pada putri nya.


"Tidak enak pa, Jakarta ini sangat panas. Macet lagi." keluh nya.


"Hahahahha....bersabar lah. Secepat nya kau akan pulang ke Singapura." ucap Marvel.


"Apa rencana papa sekarang?" tanya Audrey.


"Rencana papa adalah ingin menculik isteri nya si Lucifer. Tugas mu hanya menahan Vicky, agar tidak curiga." ucap Marvel.


"Tapi, papa akan mendapat masalah dari Lucifer dan Vicky. Pasti mereka tahu kalau ini ulah papa." ucap Audrey.


"Tenang saja putri ku. Kita akan melakukan nya dengan 'bersih'. Kamu hanya berjaga-jaga di situ. Kalau ada info penting, kabari papa." pinta Marvel.


"Hhmm....baik lah pa. Aku tutup dulu, aku sangat lelah." ucap Audrey.


"Baik lah nak. Jaga kesehatan mu." Marvel mengakhiri panggilan nya.


"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Harus segera bertindak. Memperluas wilayah kekuasaan ku." ucap Marvel sendiri.


********************


Pukul 23.02 wib, Eva sudah tertidur dengan nyenyak di ranjang. Lucifer baru tiba di kediaman. Dengan wajah lesu dan kelelahan segera menuju kamar nya.


Dasi sudah di longgarkan. Kemeja berkeringat dan kusut.


CCCEEKKLLEEKK......


Seketika wajah nya tersenyum saat melihat isteri nya di balik selimut yang sudah terlelap.


Di letakkan jas di atas sofa, duduk di bibir ranjang, samping Eva tidur.


Mengusap kepala Eva, dan pipi nya.


Kembali menuju kamar mandi.


Sekitar 20 menit, dia baru keluar dari kamar mandi, dia lihat isteri nya memakai baju tidur berwarna pink, dia pun memakai warna yang sama dengan Eva. Sebenar nya itu adalah baju tidur Eva, hanya saja karena tidak ada untuk nya, dia memakai milik isteri nya.


"Ckckckckck......inilah sangkin cinta nya aku dengan isteri ku. Sampai warna yang paling ku benci pun harus menempel di tubuh ku." ucap Lucifer berdiri di depan cermin.


Dia tidak marah. Hanya merasa lucu.


Kemudian naik ke atas ranjang. Membalikkan tubuh Eva agar berada dalam pelukan dan menghadap diri nya. Sangat pelan, agar isteri nya tidak bangun.


"Walaupun aku terkenal jahat di luar sana, tapi banyak wanita yang tergila-gila dengan ku. Dan sekarang, aku yang tergila-gila dengan mu." ucap Lucifer, memainkan rambut Eva.


"Entah apa yang akan terjadi pada diri ku, kalau aku kehilangan diri mu." Lucifer mencium rambut Eva dengan lembut.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2