
“Wah….wah…..wah…. pesta sudah di mulai kah?” Tanya Lucifer yang muncul.
Semua melihat kedatangan nya yang seorang diri.
Marvel yang ketakutan melihat tatapan pembunuh dari Lucifer.
“Sekarang kau tidak berdaya Marvel? Kasihan sekali dirimu ini. Seharus nya kau duduk dengan santai dan menimang cucu dari keponakan mu. Atau dari puteri mu yang licik itu.” ucap Lucifer memegang dagu Marvel yang wajah nya sudah memar.
“Satu kali kematian mu tidak cukup untuk menebus semua kesalahan mu……
“Tolong, tolong maaf kan aku. Ampuni aku Lucifer.” Marvel melipat tangan nya memohon pada Lucifer.
“Berikan aku kesempatan, aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi. Aku bertobat. Lucifer, ku mohon….
“Urusan mengampuni adalah bagian Tuhan, tapi urusan ku adalah mengirim mu meminta pengampunan langsung pada nya.” Ucap Lucifer.
“Jangan… jangan lakukan itu……
BBBRRRUUUGGHHH…….
Dia menendang dengan keras.
Marvel berjalan menuju Vicky yang berdiri melihat nya di pukul.
“Vicky, tolong… tolong lepas kan aku dari amukan iblis itu, aku moho Vicky. Kau adalah anakku, kita adalah keluarga kandung......
“Hahahahahah…..” Vicky malah tertawa melihat permohonan paman kandung nya.
“Paman, tenang saja, aku yang akan membunuh mu.” Vicky berjongkok dan menarik rambut Marvel dengan keras.
Vicky melepaskan genggaman nya. Lalu menghubungi seseorang melalui ponsel nya.
“Hallo Audrey.” Sapa Vicky.
Marvel terkejut kenapa Vicky menghubungi Audrey.
“Hallo, ada apa Vicky kau menghubungi ku? Aku sangat sibuk sekali.”ucap Audrey.
“Audrey, apa kau tahu di mana paman sekarang?” Tanya Vicky.
“Bukan nya dia ada di rumah?” Tanya Audrey.
“Aku dengar Black Dragon menculik dan mengurung nya.” Ucap Vicky.
“Apa? Vicky kau jangan bercanda. Bagaimana mungkin mereka berani melakukan nya.” Ucap Audrey terkejut.
“Aku tidak bercanda. Dia dan anak buah nya ada di sini sekarang.” Ucap Vicky.
“Lalu kau? Apa mereka juga menangkap mu?” Tanya Audrey.
“Iya, dan target berikut nya adalah kau. Mereka ingin menangkap dan membunuh mu.” Ucap Vicky.
“Apa? Tidak, aku tidak mau mati.” Jawab nya gugup.
“Aku harus pergi. Aku tidak mau mati muda seperti kalian.” Audrey mematikan ponsel nya.
Vicky tersenyum senang.
“Vicky, apa yang kau rencanakan? Jangan menyakiti Audrey, dia tidak tahu apa-apa tentang kejahatan ku. Biarkan dia Vicky.” Mohon Marvel.
__ADS_1
Vicky melempar tubuh Marvel hingga terpental di tanah.
“Aku tidak bisa lama-lama. Eva menunggu ku.” Ucap Lucifer.
“Lalu apa yang akan kau lakukan pada orang ini?” Tanya Revand.
“Sebenar nya aku ingin membunuh nya, tapi karena isteri ku sedang hamil, ada pantangan untuk membunuh.” Jawab nya santai.
“Hahahaha…..alasan apa itu. bukan kah kau sudah banyak membunuh orang?” Tanya Revand menyindir.
“Anggap saja aku belum tahu sebelum nya.” Jawab Lucifer santai.
“Apa kau akan melepaskan si setan ini?” Tanya Revand.
“Hmmm…..” Lucifer mengeluarkan pisau kecil yang sudah di siapkan.
Dia berjalan mendekati pria tua yang sekarat.
Di pegang nya pergelangan tangan Marvel, meletakkan bagian pisau yang tajam di jari tengah paman nya yang sudah ketakutan itu.
“Apa….apa yang akan kau lakukan Lucifer.” Tanya Marvel.
SSSRREEETTT…….
“Aaahhhhkkkkhhhhh….” Teriak Marvel.
Jari tengah sebelah kiri sudah terpotong.
Tanpa banyak bicara, di tarik nya lagi tangan sebelah kanan, sama seperti yang tadi, mata pisau yang tajam di arahkan pada jari tengah
Marvel, dan….
SSSSRREEETTTT……
Sekarang jari tengah dari kedua tangan milik Marvel tergeletak di atas tanah.
“Ckckckckckck…..apa yang akan kau lakukan dengan jari tengah milik nya itu adik ipar ku?” Tanya Revand yang berdiri melihat aksi Lucifer.
“Jangan memanggil ku adik ipar Revand. Aku lebih tua dari mu.” Suruh Lucifer membersihkan pisau nya.
“Hahahaha…..walaupun kau yang lebih tua dari ku, tapi kau menikahi adik ku, ingat......adik ku.” Ucap Revand.
Lucifer berbalik melihat Revand dengan sinis, dan Revand malah membalas dengan senyum menantang nya.
Di tarik nya kerah baju Revand dengan keras.
“Apa? Apa kau akan membunuh ku? Adik ipar?” Tanya ledek Revand.
BBBRRRUUUUGGHHHH…
Lucifer member pukulan pada nya. Maurer berjalan ingin memukul Lucifer.
“Berhenti Maurer. Ini hanya urusan antara adik ipar yang tidak mau di panggil adik ipar. Hanya permasalahan keluarga. Kau diam dan
saksikan saja di sana.” Suruh Revand yang masih menatap Lucifer.
Kembali Lucifer memukul Revand yang memasang wajah menantang nya, membuat Lucifer kesal.
“Hhmmm…. Kak Lucifer berhenti. Dia mencoba membuat mu panas.” Ucap Vicky yang menepuk kening nya sendiri.
__ADS_1
Lucifer tidak berhenti, masih memukul Revand yang semakin tersenyum sinis.
“Teruskan Lucifer, kita lihat apa yang akan di rasakan Eva saat dia tahu kau memukul ku.” Pancing Revand.
Lucifer menghentikan tinju nya saat mendengar nama Eva di sebut. Melepaskan Revand yang ada dalam genggaman nya.
“Hanya mendengar nama isteri mu saja kau sudah menyerah. Benar-benar sangat mencintai adik ku.” Gumam Revand.
Lucifer kembali ke hadapan Marvel yang masih menahan kesakitan.
“Apa? Apa lagi yang ingin kau lakukan?” Tanya Marvel berjalan mundur dengan kedua tangan yang masih mengeluarkan darah.
Lucifer mengambil dua potong jari tengah yang sudah di potong nya. Di lihat nya beberapa menit.
Revand masih menahan tawa. Lucifer mendengar dan lansung menatap kesal pada Revand yang langsung menutup mulut.
Di genggam nya rahang pria tua itu, di paksa membuka mulut nya. Setelah terbuka sedikit lebar, Lucifer memasukkan kedua jari tengah itu kedalam mulut pria itu. Dengan kedua
tangan nya, di buat seakan-akan Marvel sedang mengunyah jari nya sendiri.
KKRIIYYUUKKK…..KKRRIIYUUUKKKK….
“Bagaimana rasa nya? Enak?” Tanya Lucifer.
Semua menggelengkan kepala nya melihat aksi Lucifer.
Dua jari yang ada di mulut nya perlahan-lahan di gigit dengan bantuan tangan Lucifer. Membuka dan menutup mulut Marvel.
Marvel menangis, memohon agar dia di lepaskan.
“Tidak ada guna nya air mata mu ini pria tua.” Ucap Lucifer.
Lucifer memasukkan pasir atau tanah kedalam mulut Marvel, untuk mendorong jari yang ada di mulut nya.
“Uhhuuukkk….uuhhuukkk….” Marvel batuk akibat ulah Lucifer.
“Apa kalian ada air? Seperti nya dia sangat kehausan.” Tanya nya.
Seorang anak buah Revand memberikan air setelah melihat kode dari Revand.
“Ini tuan Lucifer.” Sebotol air mineral di berikan.
Air itu di tuangkan kedalam mulut Marvel. Membuat isi dalam mulut nya berjalan menuju kerongkongan.
“Uuuhhuukkkk…..uuuhhuukkk….” pria tua itu sangat tersiksa.
Marvel sekarat, untuk bernafas saja sudah kesulitan.
“Tolong, tolong kau bunuh saja aku Lucifer. Tolong” pinta Marvel.
“Baru di tangan ku saja kau sudah menyerah Marvel. Tapi tenang saja, kematian mu bukan di tangan ku. Ada di tangan mereka. Jadi
persiapkan diri mu.” Ucap Lucifer.
Lucifer berdiri. Membersihkan dan menyimpan pisau kecil nya lagi.
“Kalian lanjutkan saja. Aku mau pulang.” Ucap Lucifer.
Baru beberapa langkah dia berhenti dan berputar melihat Revand dan yang lain nya.
__ADS_1
“Sebaik nya kalian potong dulu tit*t nya, terlalu gatal.” Suruh nya.
“Pffthhh…” Ceons dan anak buah Revand menahan tawa.