
“Bagaimana? Kau mau? Tenang saja, aku akan memenuhi semua kebutuhan mu, selama kau bisa memuaskan ku.” Ucap nya lagi.
Tubuh Eva gemetaran karena ketakutan.
“Aku ingin mendengar suara mu sayang.” Bisik Revand.
Dia membuka kan penutup mulut Eva.
“Wah…. Setelah membuka penutup mulut mu, ternyata kau semakin cantik. Apalagi kalau di lihat lebih dekat seperti ini.” Goda Revand.
“Tolong jangan membunuh ku.” Mohon Eva.
“Aku semakin menyukai mu setelah mendengar suara halus mu ini sayang.” Revand mengusap wajah Eva yang gemetaran.
Revand ingin mencium bibir Eva, namun di dorong hingga membuat tubuh Revand jatuh ke belakang.
Eva turun dari ranjang, berusaha lari ke pintu untuk keluar. Revand tidak mengejar nya, karena pintu sudah di kunci.
“Hahahahaha……kau membuat permainan ini semakin menarik. Aku menyukai nya.” Revand perlahan turun dari ranjang.
Menghampiri Eva, yang gugup. Dia membuka baju nya, memasang wajah yang sudah penuh nafsu.
“Kemari lah, aku tidak akan terburu-buru membunuh mu, aku ingin bermain dulu.” Revand menarik tangan Eva sehingga berada di pelukan nya.
“Bagaimana dengan tubuh ku? Lebih bagus dari Lucifer kan? Kau boleh menyentuh nya, sentuh lah di mana saja yang kau ingin kan.” Goda Revand.
Revand menuntun tangan Eva menyentuh dada dan perut nya. Tangan nya sangat gemetaran.
“Tolong, lepaskan aku. Aku mohon.” Mohon Eva.
“Aku akan melepaskan mu sayang, setelah aku puas bermain dengan mu.” Revand mengelus pipi Eva.
Wajah nya penuh dengan keringat.
Dia mencium leher Eva dengan buas. Walaupun Eva berusaha mendorong nya, tidak bisa karena Revand terlalu erat mendekap nya.
Eva menginjak dengan kencang kaki Revand. Membuat dia terlepas dari dekapan pria yang sudah terbakar nafsu itu.
“F**k!!” teriak Revand.
Dengan emosi mengejar Eva yang berusaha menghindar.
“Wanita murahan…. Jangan membuat ku marah.” Revand menggenggam leher Eva sedikit erat.
“Kau pikir aku tidak bisa membunuh mu sekarang? Walau pun kau jadi mayat, aku akan tetap bermain-main dengan tubuh mu ini.” Tunjuk nya pada dada Eva.
Di angkat nya dress yang di kenakan Eva, kaki nya berada di antara kedua kaki eva.
Dia berusaha melepaskan genggaman pria itu.
“Tolong….jangan…. aku….. aku…sedang hamil. Ku mohon…” ucap Eva terbata-bata.
Revand terkejut, melepaskan genggaman nya. Eva terduduk lemas.
“Apa? Hamil?” gumam Revand.
Revand melihat wanita itu yang sedang mengatur nafas nya.
__ADS_1
“Kau pikir kau bisa membohongi ku?” Revand menarik rambut Eva dan melempar nya ke atas ranjang lagi.
“Aku tidak berbohong, aku sedang hamil, aku mohon lepaskan aku. Aku akan berbicara dengan Adam untuk melepaskan mu.”Eva memohon sambil melipat tangan di hadapan pria itu.
“Hahahahahaha…….Adam? Waw…… hebat sekali nama itu.
“Apa kau pikir aku takut pada Adam mu itu?” Revand semakin dekat dengan Eva.
Membalikkan tubuh Eva, dan membuka resleting dress yang ada
di punggung Eva.
KKKRREEEEEAAKKK…….
Eva berusaha berpindah, namun tidak bisa.
“Aku ingin mencicipi tubuh mu ini, biar aku tahu, kenapa si baji***n itu tergila-gila pada mu.” Bisik Revand di belakang telinga Eva.
Eva sudah menangis dengan keras.
Revand mencium daun telinga Eva, hingga di leher belakang Eva.
“Tanda ini?” gumam nya setelah melihat tanda biru di belakang leher Eva.
Dia menyentuh bagian itu, di usap-usap nya, apakah hilang atau tidak.
Dia berhenti, turun dari ranjang dan berdiri melihat Eva yang segera berbalik melihat nya.
Di lihat nya wanita itu sudah menangis sampai mata nya bengkak.
“Tolong, aku…aku mohon, aku sedang hamil, kandungan ku sangat lemah.” Ucap Eva memohon mengusap perut nya.
Setelah Revand sadar dengan apa yang di lakukan nya, segera melepas pelukan nya. Ekspresi nya kembali jahat lagi.
Dia melihat tas mini Eva dan membawa bersama nya. Segera dia keluar dan mengunci pintu agar Eva tidak keluar.
Dia tidak mengikat atau menutup mulut Eva lagi.
“Aneh, kenapa dia memeluk ku sperti itu tadi.” Gumam Eva.
****************************
Revand pulang ke rumah nya, masih membawa tas mini milik Eva. Semua anak buah nya menjaga ketat tempat Eva di tahan.
Di dalam kamar Revand membuka tas yang dia bawa sebelum nya.
“Apa ini?” Tanya nya setelah melihat gambar hasil USG eva.
Lalu melihat catatan form dari pihak rumah sakit.
“Eva Tasyalona. Ini adalah catatan USG. Berarti yang dia katakan benar? Dia sedang hamil?” ucap nya lagi.
“Kembar? Apa ini kembar? Tapi kenapa ukuran nya berbeda?” ucap nya mengamati.
“Tolong, aku…aku mohon, aku sedang hamil, kandungan ku sangat lemah.” Ucap Eva memohon mengusap perut nya.
__ADS_1
Revand teringat dengan ucapan Eva. Sangat lama dia memperhatikan USG yang ada di tangan nya. Ada rasa iba di hati nya.
Ponsel Eva bergetar. Revand segera melihat.
“Suami ku tersayang?” ucap nya.
“Hahahahaha…..romantis sekali mereka.” Ucap nya.
Hallo sayang, apa kau baik-baik saja?” Tanya Lucifer panik.
“Hahahahaha… hallo…Lucifer, apa kabar?” jawab Revand.
Tidak ada jawaban.
“Kenapa kau diam Lucifer?” Tanya nya.
“Siapa kau? Di mana isteri ku?” Tanya Lucifer.
“Isteri? Sejak kapan kau perduli dengan seorang wanita Lucifer?” ledek Revand.
“Jangan membuat ku semakin marah. Siapa kau??” teriak Lucifer.
“Jangan berteriak dengan ku!!” sekarang Revand yang berteriak.
“Atau aku akan membunuh isteri tersayang mu itu.” Ancam Revand.
“Diam kau!!! Jangan coba-coba berani menyakiti nya. Kau akan menyesali perbuatan mu. Apa yang kau ingin kan?” Tanya Lucifer.
“Yang ku ingin kan adalah kematian mu, MaLee dan semua anggota keluarga Michael Lee.” Jawab Revand.
“Untuk isteri mu, kau tenang saja, aku akan menjadikan nya sebagai simpanan ku. Bagaimana?” Revand menantang Lucifer.
“Aku yang akan membunuh mu bre****k, aku pasti akan segera
menemukan mu baji***n!!” teriak Lucifer.
Revand mematikan panggilan secara sepihak.
****************
Sementara itu Lucifer sangat marah, menggenggam ponsel nya dengan sangat keras. Semua anak buah nya merasakan aura kemarahan dan pembunuh yang di pancar kan bos besar nya itu.
“Apa yang harus kita lakukan? Seperti nya dia sangat marah sekali.” Bisik anak buah nya.
Beberapa kali Lucifer memijit pelipis mata nya. Hendra datang bersama beberapa anak buah yang lain nya.
“Tuan, kami sudah menemukan lokasi nya.” Ucap Hendra.
“Banyak penjagaan di sana.” Ucap Hendra.
Lucifer berdiri, sempoyongan. Dan pingsan…
“tuan…. Tuan..” panggil Hendra memegang tubuh Lucifer yang tidak sadarkan diri.
Sebagian anak buah nya membantu Hendra membawa tubuh Lucifer untuk segera di bawa kerumah sakit.
“Gawat, seperti nya Eva juga pasti pingsan di sana.” Ucap Aris.
__ADS_1