
Lucifer berjalan mendekati Eva.
“Sayang aku sangat merindukan mu.” Lucifer memeluk Eva.
“Aku juga suami ku.” Eva membalas pelukan suami nya.
“Apa kau bahagia sekarang?” Tanya Lucifer.
“Iya, aku sangat bahagia sekali.” Eva tersenyum menganggukkan kepala nya.
“Kau sudah bertemu dengan kakak mu, papa mu………
“Dan suami ku.” Sambung Eva.
“Adam, berarti aku juga anggota mafia donk?” Tanya Eva serius.
“Mmmm…anak bos mafia pasti nya.” Jawab Lucifer mengusap kepala Eva.
“Tapi aku tidak mau terlibat dalam hal seperti ini. Aku tidak mau punya banyak musuh.” Ucap Eva.
“sayang, mafia, tetap lah mafia. Walaupun kau mundur, tapi kau tetap memiliki banyak musuh. Kalau kau lemah, kau akan mudah di sudutkan, di salahkan. Kalau kau kuat, semakin banyak musuh yang membenci mu. Sekarang bagaimana cara mu untuk mengambil tindakan.” Ucap Lucifer memeluk Eva dari samping.
“Deadly Poison yang aku pimpin tidak mencari kawan atau lawan. Bisa di bilang kami hanya sebagai penonton saja. Tapi kami juga harus memiliki penjagaan yang ketat, seperti yang pernah aku bilang dulu, aku paling tidak suka orang yang berhianat. Aku akan membunuh nya, karena percaya lah,
mereka akan menyebarkan virus nya ke anggota lain.
“Beberapa tahun yang lalu sebelum aku menikahi mu, Deadly Poison memang kelompok mafia, tapi bukan berarti pekerjaan kami kejam seperti umum nya. Mereka yang tergabung dengan ku, adalah orang-orang yang sudah lelah khawatir terhadap lawan, ingin hidup dengan tenang tanpa masalah, walaupun itu tidak mungkin. Kami hanya mencoba bertahan dan saling menjaga kepercayaan dalam anggota kelompok.
“Sayang, selama kita menikah sudah banyak sekali penderitaan yang kau rasakan. Mulai dari penculikan sampai beberapa kali. Dan aku yang mengakibat kan itu semua. Kenapa aku menikahimu secara sederhana karena aku tidak mau musuh ku tahu dan membahayakan mu, ternyata di luar dugaan ku.” Ucap Lucifer.
“Apa kau sempat berpikir melepaskan ku?” Tanya Eva.
Lucifer membuang nafas nya. Eva yang menyandarkan kepala di dada suami nya mendengar dan merasakan detak jantung suami nya. Mereka berada di atas tempat tidur setengah berbaring.
“Tidak ada keinginan ku untuk melepas mu. Bahkan saat aku ingin menceraikan mu, itu bukan keinginan ku. Aku melihat kau sangat takut padaku. Tapi entah kenapa aku malah semakin berusaha menahan mu agar bisa
berada bersama ku dan mengerti keadaan ku. Terus…terus…dan terus aku mencoba nya. Hingga kau mengerti dan mau menerimaku.” Jawab Lucifer.
“Dan sekarang, kita akan kedatangan anggota keluarga lagi. Anak-anak kita.” Lucifer mengelus perut Eva.
“Sayang, apa kau merasa terbebani karena bertambah lagi orang yang akan kau jaga?” Tanya Eva.
“Tentu tidak sayang. Kau tahu, jumlah anak buah ku aja sangat banyak dan aku bisa menjaga mereka. Apalagi menjaga anak dan isteri ku. Aku justru sangat senang mereka hadir.” Jawab Lucifer.
TTOKK…TTOOKK…TTOOKK….
Seorang pelayan mengetuk pintu.
“Masuk.” Suruh Eva.
“Tuan dan Nyonya, makan siang sudah siap di hidang kan. Tuan Mahesha dan tuan Revand juga sedang menunggu anda.” Jawab Pelayan.
__ADS_1
“Baik lah, kami akan kebawah.” Jawab Eva.
Si pelayan pergi meninggalkan mereka.
“Kalau begitu ayo kita ke bawah, aku juga sudah sangat lapar sekali.” Eva perlahan ingin turun dari ranjang.
“Adamm….”
Lucifer menggendong Eva.
“Aku bisa jalan sendiri sayang.” Ucap Eva.
“Ayo lah, biar suami mu ini menggendong mu. Sudah lama aku tidak menggendong mu kan.” Ucap Lucifer berjalan membawa Eva.
“Baiklah, tapi apa tidak berat? Secara kan sudah ada dua di dalam perut ku.” Tanya Eva mengalungkan tangan nya di leher Lucifer.
“Tidak, kalian tidak berat. Percaya lah aku sangat kuat.” Jawab Lucifer.
Mereka berjalan menuruni anak tangga secara perlahan.
“Pelan-pelan sayang.” Ucap Eva.
“Tenang sayang, kita tidak sedang berjalan di atas seutas tali.” Jawab Lucifer tersenyum.
Cleo dan Vicky belum pulang. Mereka di tahan pemilik rumah untuk makan siang bersama.
Mereka yang menunggu kedatangan Eva dan Lucifer melihat nya berjalan turun tangga.
“Sayang, apa kau mau aku menggendongmu seperti mereka?” bisik Vicky.
“Maafkan kami membuat kalian menunggu.” Ucap Eva setelah sampai di kursi di turun kan Lucifer secara perlahan.
“Tidak apa-apa. Ayo kita makan dulu.” Ajak Mahesha.
Mereka mengambil makanan dan meletakkan nya di dalam piring masing-masing. Lucifer membantu Eva untuk mengambil makanan nya.
“Kak Revand, apa kau sudah punya pacar?” Tanya Eva.
“Uuuhhuukkkk…uuhhuukkk…” Revand terkejut mendengar pertanyaan Eva.
“Eheemm… kenapa kau bertanya seperti itu Va?” Tanya Revand salah tingkah.
“Ya, aku hanya ingin tahu saja. Berapa sih umur mu sekarang kak?” Tanya Eva lagi.
“Masih muda.” Jawab Revand enteng.
“Muda nya berapa?” Tanya Eva memancing.
Semua tersenyum dengan pertanyaan Eva. Lucifer tidak perduli, yang penting dia dan isteri nya makan.
“Ehheeemmm…33 tahun.” Jawab nya pelan.
__ADS_1
“Hah? 33 tahun? Sebaya dengan Adam donk?” Tanya Eva.
“Berarti dia juga sudah tua donk.” Ucap Revand ngeledek.
“iya, tapi dia kan sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak.” Jawab Eva membela suami nya.
“Mmm… dengar kan itu kakak ipar.” Ucap Lucifer sambil mengunyah makanan nya.
Revand kesal mendengar nya.
“Sudah, makan lah dulu.” Ucap Mahesha.
Mereka melihat Eva dan Lucifer makan sangat banyak dan lahap. Entah kelaparan atau karena efek kehamilan.
Lucifer makan apa yang di makan Eva, pedas dan manis.
“Pelan-pelan makan nya adik ipar, masih banyak kok di dapur.” Ledek Revand.
*******************
Eva dan Lucifer berada dalam kamar yang sudah di bersihkan pelayan nya.
“Kau minum obat dulu sayang.” Lucifer membuka bungkusan obat.
“Aku gak mau terlalu banyak makan obat. Gak bagus. Lebih baik aku makan sayuran dan buah-buah an.” Tolak Eva.
“Ehheem… bilang aja kalau kamu gak mau minum obat.” Ledek Lucifer.
“Nah itu tahu.” Jawab Eva.
“Tapi sayang kamu harus tetap minum obat mu. Ini untuk mu dan kandungan mu loh.” Bujuk Lucifer.
“Baiklah sayang. Sini obat nya, biar aku minum.” Eva menerima beberapa obat yang sudah di buka Lucifer.
Setelah meminum obat, Lucifer memberikan air minum untuk Eva. Dia mengusap beberapa kali kepala Eva.
“Apa ada lagi yang kau butuh kan sayang?” Tanya Lucifer.
“Tidak ada. Aku mau kamu memeluk ku saja sampai tertidur.” Pinta Eva.
“Baik lah. Kemari lah.” Lucifer mengajak Eva untuk berbaring di samping nya.
****************
“Maria, ternyata wanita muda itu adalah anak kita, puteri kita. Aku sangat senang sekali sayang. Dan kau tahu? Sekarang dia sedang hamil cucu kita. Aku berjanji sayang, akan menjaga nya. Tidak akan aku biarkan hidup
nya dalam bahaya lagi.” Ucap Mahesha menangis menatap foto isteri nya.
.
.
__ADS_1
LIKE N VOTE NYA YA...
TERIMAKASIH..