
Aris membawa kursi kayu, Lucifer duduk di kursi itu sambil menyalakan rokok mahal nya.
Anak buah nya membawa pembunuh yang berusaha membunuh nya.
Tampak kalau orang itu sangat ketakutan sekali pada nya. Tangan nya di ikat kebelakang. Iakatan nya begitu erat dan tebal sampai ke perut nya.
Dari bibir nya sudah mengeluarkan darah yang mengering. Kuku-kuku nya juga sudah di lepas dengan paksa.
Lucifer masih menatap orang itu dengan tatapan tajam nya, membuang asap rokok nya ke wajah orang yang ketakutan di hadapan nya.
(Note : Adegan selanjutnya sedikit mengerikan, jangan di tiru dengan musuh nya ya... hanya sekedar cerita novel saja)
"Katakan.... siapa yang menyuruh mu membunuhku? " tanya Lucifer dengan santai.
Orang itu masih diam.
"Siapa orang ini, kenapa dia sangat menakutkan? " gumam orang yang di ikat itu.
"Kau tidak mau menjawab nya? " tanya Lucifer lagi.
"Apa guna nya aku memberitahu mu, kau tetap akan membunuh ku kan? " ucap orang itu dengan suara gemetar nya.
"Hahahahaha.... tentu saja, pasti itu... tapi ada dua pilihan, kematian cepat atau pelan. " ucap Lucifer.
"Kalau begitu aku minta di bunuh dengan cepat, karena aku tidak akan memberitahukan mu, hahahahahahaha. " ucap orang itu.
"Aris... " ucap Lucifer meminta sesuatu pada Aris.
Aris memberikan sebuah pisau kecil namun sangat tajam.
Orang itu merasa sangat ketakutan, berkali-kali dia menelan ludah nya.
"Bukan kau yang memberikan keputusan akhir. " ucap Lucifer menunjukkan pisau kecil nya.
"Buka tali nya. " perintah Lucifer.
Anak buah nya membuka ikatan itu. Aris masih berdiri di samping Lucifer.
"Tunjukkan tangan kanan nya pada ku. " ucap nya.
Lucifer berdiri, menghampiri orang itu, dan...
"Aaaakkkkhhhhh......... " teriak orang itu.
Lucifer memotong jari kelingking orang itu sampai ke pangkal nya.
"Kau tidak akan mendapatkan jawaban nya, hahahahahaha. " ucap orang itu yang membuat Lucifer semakin geram.
"Aaaaaaakkkkkkhhhhhhh........ " teriak nya lagi.
Lucifer memotong lima jari tangan kanan nya.
"Berikan tangan kiri nya. " Teriak nya pada anak buah nya.
"Jaaannngaaaannnn...... " teriak orang itu.
"Bagaimana? apa perlu aku menghabiskan semua jari tangan mu? " tanya Lucifer dengan senyum sinis nya.
"Kau tidak tahu siapa aku, lepas kan aku, maka aku akan mengurangi hukuman mu." ucap Orang itu yang menahan kesakitan.
"Hahahahahaha...... " Tawa Lucifer.
Dengan kaki nya menendang wajah orang yang menahan kesakitan itu.
"Tidak ada kompromi atau tawar menawar dalam prinsip ku. " ucap Lucifer.
__ADS_1
Tanpa menunggu waktu lagi, dia kembali memotong lima kari tangan kiri nya.
"Aaakkkhhhh.... " teriak orang itu.
"Kau akan menyesal.... aku adalah kelompok mafia, asal kau tahu, aku kelompok mafia TIGER BLOOD." teriak orang itu.
"Apa? orang ini adalah anak buah Tiger Blood? " gumam Aris.
Bagaimana? apa kau sudah ketakutan sekarang? hahahahahaha, lepaskan aku ba****t !!!! " teriak nya.
"Aku takut sekali, aku benar-benar sangat takut sekali. " ucap Lucifer.
"Kau takut, lepaskan aku. " teriak orang itu lagi.
"Aris, nyalakan api. " perintah Lucifer.
"Baik tuan. " ucap Aris.
"Apa yang akan dia lakukan pada ku? " gumam anak buah Tiger Blood.
"Hei.... apa kau tidak dengar, lepaskan aku. " teriak nya.
"Kau masih tidak memberitahukan ku siapa yang menyuruh mu, aku tahu bukan Tiger Blood yang menyuruh mu kan? " tanya Lucifer.
"Bre****k, apa kau mau cari mati? " teriak anak buah Tiger Blood lagi.
Lucifer menarik tangan kanan orang itu mendekati kayu yang sudah di bakar.
"Lepaskan aku, apa yang akan kau lakukan.... lepaskan aku." teriak nya.
"Tolong.... lepaskan aku. " teriak nya menahan sakit.
Lucifer tidak mendengarkan nya, dia tetap bsrjalan menarik tangan itu.
Semua anak buah Lucifer ikut merasa ketakutan, termasuk Aris. Beberapa kali dia melap keringat yang membasahi kemeja nya.
"Aaaaakkkkkhhhh....... hennnttiiikaaannn.... aaaakkkkhhhhh. " teriak orang itu.
"Hahahahahahaha. " tawa Lucifer.
Kemudian dia mengganti tangan orang itu dengan tangan kiri nya, ke kayu yang masih terbakar itu.
"Aaaakkkhhhhhh.... tollloonnggg.... llepppaassskkkannn akuuuu..... aaaaakkkkhhhhhhh...." teriak nya lagi.
"Sadis.... tuan ku sangat sadis sekali. " gumam Aris ketakutan.
"Tuan kita sangat marah sekali, kau lihat itu. " bisik anak buah Lucifer.
"Bagaimana? masih belum mau bicara? aku masih punya banyak bagian tubuh mu untuk ku bakar, kukuliti, atau ku mutilasi, aku juga masih punya banyak waktu. " bisik Lucifer di telinga anak buah mafia itu.
"Bbaaiikkkkllaaahh.... aku... aku.. aakkannn mmembberitahukannn nya, tapi... lllepaskaaann aakuu. " pinta orang yang sudah sekarat itu.
"Aku tidak bisa memberikan permintaan mu itu, tapi aku bisa memberikan mu kematian cepat, bagaimana... hhhmmm? " ucap Lucifer.
"Ssiiiaallllannn... kau.. hanya ingin menyiksa ku, lebih baik kau bunuh aku. " teriak orang itu.
"Tentu.. tentu, aku akan membunuh mu, tapi aku menyiksa mu dulu, perlahan-lahan menuju kematian. " ucap Lucifer.
Lucifer menarik kaki kanan orang itu membuka sepatu nya dan kaos kaki.
"Apa lagi yang akan di lakukan tuan Lucifer? " gumam Aris.
Lucifer memotong lima kari kaki kanan nya secara satu persatu.
"Aaakkkhhhhh... uuuhhhuuukkk.... uuuhhhuukkk.... Aaaakkkkhhhh. " teriak orang yang di siksa itu.
__ADS_1
"Baiklah.... bbbaaiikkkllahhhh... aaakkuu akan memmbberitahukkan mu... " ucap nya terbata-bata.
"Siapa? " tanya Lucifer.
"Uuuhhhuk.... uuhhukkk.... Mereka adalah Edward dan Beny." jawab orang itu.
"Sudah ku duga. " gumam Aris.
Lucifer berdiri memberikan perintah pada anak buah nya.
"Ikat tangan dan kaki nya, tutup mulut nya, dan besarkan kayu bakar ini. " perintah Lucifer.
"Apa? " gumam Aris.
"Baik tuan. " jawab anak buah nya.
"Lepaskan aku... lepaskan aku... apa yang mau kau lakukan. " teriak orang itu.
"Hahahahah... aku akan mengakhiri penderitaan mu. " ucap Lucifer.
Dia mengangkat tubuh laki-laki yang tak berdaya itu, dan melemparkan nya ke tumpukkan kayu bakar yang sangat besar api nya.
"Aaaaakkkkhhh......tttttooollllooonnnggg..... llleepppaasssskkkannnn...... pppaaaannnnaaaassss..... " teriak orang malang itu.
"Mengerikan.... " bisik anak buah Lucifer yang melihat kejadian itu.
"Aris.... bawa Edward dan Beny ke markas, giliran mereka sekarang. " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
"Apa kah ada pertunjukkan lagi? " tanya anak buah Lucifer berbisik.
"Seperti nya. " jawab rekan nya berbisik.
"Bereskan sampah itu, aku tidak mau melihat tulang tulang atau abu nya. " perintah Lucifer.
"Baik tuan." jawab anak buah nya.
Aris dan Lucifer pergi meninggalkan markas nya.
"Kita kerumah sakit. " perintah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris membawa mobil.
Lucifer membuka jas nya, hanya memakai kemeja putih nya yang masih ada noda darah.
"Bagaiamana nona Lisna, kau sudah tahu kan, nona Eva sedang ada di rumah sakit. " ucap Hendra.
"Baik lah, aku percaya pada mu, aku ingin menjenguk nya, di rumah sakit mana dia? " tanya Lisna.
"Di rumah sakit ' semoga cepat sembuh '
itu nama rumah sakit nya nona." jawab Hendra.
"Baiklah, aku akan kesana. " ucap Lisna.
Panggilan pun berakhir.....
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMENT NYA YA...
OH YA... IJIN PROMO NOVEL TERBARU KU JUGA YA...
CERITA NYA JUGA GAK KALAH MENARIK JUGA LOH..
__ADS_1
HARIGATO.....