
"Apa kau ingat bagaimana pertama kali bertemu dengan tuan Lucifer Hend?" tanya Aris.
"Tentu saja aku ingat." jawab Hendra.
"Saat itu aku benar-benar sangat kasihan pada mu. Dulu kau itu sangat cengeng sekali, hahahaha." ledek Aris.
Hendra merasa tersinggung.
"Apa tuan Lucifer juga mengajak mu seperti itu ya?" tanya Hendra.
"Aku... itu waktu aku mencuri makanan, lalu dia menolongku dan mengajak untuk ikut dia." jawab Aris.
"Dan kita di suruh belajar, latihan bela diri. Sementara tuan Lucifer tidak mau belajar. Hahahaha...." ledek Hendra.
Aris pun ikut tertawa. Dan akhir nya mereka tertawa bersama.
*************
Sementara Lucifer pun teringat masa penderitaan nya ketika masih kecil, berada di Singapura. Pandangan nya melihat sisi pinggiran jalan.
"Tuan, saran saya, sebelum anda kembali ke Indonesia, bawa berkeliling dulu isteri anda." ucap Ceons memecah keheningan.
"Tentu. Aku akan membawa nya." ucap nya tersenyum.
"Benar-benar luar biasa wanita ini. Bahkan tuan Lucifer bisa tersenyum seperti ini." gumam Ceons.
"Ceons, urus tempat tinggal untuk Aris dan Hendra. Suruh mereka berlibur, jangan mengikuti ku." suruh Lucifer.
"Baik tuan." jawab Ceons.
**********************
Eva keluar dari kamar setelah berhari-hari di dalam. Perlahan-lahan turun tangga.
"Nona Eva, anda mau kemana?" tanya Biyan.
Eva diam.
"Siapa dia?" gumam nya.
"Saya adalah Biyan, asisten tuan Marvel." Biyan memperkenalkan diri nya.
"Oh...ha..hai..." jawab Eva gugup.
"Apakah ada sesuatu yang anda perlukan?" tanya Biyan.
"Mmm...tidak ada. Hanya saja saya bosan dan jenuh di dalam kamar. Jadi, bisa kah saya mencari udara segar?" tanya Eva memaksakan senyum nya.
"Maafkan saya nona, tapi anda tidak di ijinkan keluar dari kamar. Tolong kembali ke kamar anda." ucap Biyan datar dan ketus.
Eva menahan kesal.
"Tapi saya....
"Apapun alasan nya. Tolong kembali ke kamar anda." Biyan mempertegas kalimat nya.
"Hhmm...." mau tidak mau Eva kembali ke kamar nya.
Beberapa langkah, Eva berhenti, berbalik melihat Biyan yang masih mengamati nya.
"Aaakkhhh....boosaaann... aku bosan sekali di sini." ucap Eva.
Di pukul nya bantal berkali-kali. Pelampiasan kemarahan nya.
__ADS_1
Beberapa saat dia mendengar suara perempuan.
Dia turun dari tempat tidur, menguping.
"Dia sebentar lagi akan datang?" tanya seorang wanita dengan suara lembut.
"Iya. Mungkin lagi di perjalanan. Maka nya kamu di sini saja. Sekalian makan malam bersama." ucap Audrey.
"Tentu. Lagi pula aku ingin bertemu dengan nya. Aku sangat merindukan nya." jawab wanita itu.
"Siapa wanita yang menemani Audrey bicara? apa dia juga kenal dengan Lucifer?" gumam Eva.
"Apa mereka pernah pacaran?" gumam nya lagi.
"Awas aja kalau Adam selingkuh di belakang ku." gumam nya sedikit kesal.
"Eh...tapi Adam kan bilang kalau dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun. Aku harus minta penjelasan dari Adam. Siapa tahu wanita itu yang keganjenan." gumam nya.
*************
"Tuan Aris dan Hendra, tuan Lucifer menyuruh saya menyiapkan tempat tinggal anda. Dia menyuruh anda berlibur saja di sini dan tidak mengikuti tuan Lucifer ke tempat Marvel." ucap anak buah Ceons.
"Hah?" Mereka bertanya bersamaan dan terkejut.
******************
Sekitar jam 9 malam Lucifer sudah berada di depan gerbang kediaman Marvel. Ceons mengantar nya hanya sampai di situ.
Security segera datang, langsung membuka pintu. Karena sebelum nya sudah di beritahukan oleh Marvel.
Lucifer berjalan, halaman rumah Marvel yang luas, ada pancuran air yang menyala. Rumah yang sangat besar dan luas.
"Sayang.....aku datang.." gumam Lucifer.
*********************
*****************
Marvel sudah duduk menunggu kedatangan Lucifer. Biyan berdiri di samping nya. Audery dan seorang wanita juga menunggu kedatangan Lucifer, namun Eva masih di kamar.
"Wah....wah...wah...mari...mari, silahkan masuk keponakan tersayang ku." ucap Marvel.
"Di mana dia?" tanya Lucifer dengan tatapan sinis.
"Duduk lah dulu Lucifer. Aku tahu kau sangat lelah kan. Kau tenang saja, Eva baik-baik saja. Kami melayani nya dengan hati-hati." ucap Marvel.
"Tidak usah bertele-tele. Bawa dia kesini....SEKARANG!!!" suruh nya tegas.
"Lucifer, kau berada di dalam rumah ku. Jaga sopan santun mu itu. Sudah berapa lama kau di adopsi, masih tidak tahu sopan santun?" tanya Marvel.
"Duduk lah dulu, aku akan menyuruh Biyan memanggilkan nya." suruh Marvel.
Lucifer duduk di sofa yang empuk namun sedikit panjang, hingga bisa di duduki 3 atau 4 orang.
Seorang wanita, bernama Oliver segera pindah duduk di samping Lucifer.
"Lucifer, apa kau ingat aku? aku adalah.....
"Aku tidak mengenal mu. Menjauh lah." Lucifer melepaskan tangan Oliver.
Eva turun, dan melihat suami nya sudah datang.
"Adam..." panggil Eva senang.
__ADS_1
Lucifer berdiri, melihat kebelakang nya.
"Eva." jawab Lucifer.
Eva mempercepat langkah nya menuju Lucifer.
"Adam, suami ku. Akhir nya kau datang juga." ucap Eva yang langsung duduk di tengah-tengah Oliver dan Lucifer tentu saja itu sengaja di lakukan Eva.
Mereka saling berpelukan. Sebenar nya ingin melepas rasa rindu. Tapi di tahan nya dulu.
Eva melihat Oliver yang ada di samping nya dengan tatapan tidak suka.
Oliver berdiri, lalu pindah di samping Lucifer, sehingga Lucifer berada di tengah.
Eva memeluk lengan Lucifer sangat erat.
Oliver semakin kesal.
"Lucifer, apa kau ingat dengan Oliver? sekarang dia sudah menjadi wanita yang sangat cantik. Lihat lah." ucap Marvel.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Lucifer pada isteri nya.
"Aku sangat bosan di sini." jawab Eva sedikit mengeluh.
"Lucifer, Oliver masih belum menikah. Dia menunggu mu." ucap Marvel.
"Aku akan mengajak mu keliling Singapura. Kau mau?" tanya Lucifer memainkan rambut panjang Eva yang terurai.
"Benar kah? aku mau." jawab Eva senang.
Eva dan Lucifer mengabaikan yang lain. Lucifer memutar diri nya ke samping, tempat Eva duduk. Bahkan mengangkat salah satu kaki nya agar bisa lebih dekat.
"Lucifer? apa kau tidak mendengar ku?" tanya Marvel.
"Aris dan Hendra juga ikut dengan ku, tapi aku menyuruh mereka untuk berlibur lebih dulu." ucap Lucifer.
"Oh ya, aku juga merindukan mereka." ucap Eva.
"Lucifer, bagaimana keadaan mu? apa kau baik-baik saja?" Oliver berusaha mendekati Lucifer, dengan memegang bahu Lucifer.
"Singkirkan tangan mu dari suami ku Nona!" suruh Eva tegas.
Oliver terkejut dan menarik tangan nya seketika.
Lucifer merespon dengan tersenyum.
"Lucifer, aku adalah tunangan mu yang di jodohkan Michael Lee." ucap Oliver.
"Hhmmm....kau hanya calon, tapi aku menolak nya kan? berhenti lah berhayal." ucap Lucifer mencium ujung rambut Eva, tanpa melihat Oliver.
"Rasain." ledek Eva.
Lucifer sangat senang memainkan rambut Eva. Memelintir nya, lalu di lepas, di ulangi lagi, sampai menjadi curly
.
.
.
SAMBIL MENUNGGU UP SANG BOS MAFIA JATUH CINTA, SILAHKAN MAMPIR DI NOVEL KE DUA KU YA.
__ADS_1
JANGAN LUPA, LIKE N VOTE.
TERIMAKASIH...