SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 72


__ADS_3

Ting.... nong..... tiinngg.... nong....


"Sebentar." ucap Lisna membuka pintu.


Lucifer mendengar suara bel pintu, dan menuju ruang depan. Eva melihat Lucifer meninggalkan nya.


Cceekklleekkk.....


"Di mana tuan Lucifer? " tanya Aris.


"Ada apa Aris? " jawab Lucifer mendengar suara anak buah nya.


"Tuan, ada info penting yang ingin kami sampaikan. " ucap Aris.


Lisna menatap tiga pria yang ada di situ.


"Ayo ke ruangan ku." ajak Lucifer.


Aris dan Hendra mengikuti bos nya.


Sementara Lisna menyusul Eva di dapur.


"Siapa Lis?" tanya Eva menggoreng.


"Aris dan Hendra, tapi tuan Lucifer mengajak mereka berbicara di ruangan tuan. " ucap Lisna.


"Seperti nya membicarakan hal yang penting dan rahasia." ucap Lisna.


"Oouuhhh. " respon Eva.


"Masak apa? " tanya Lisna.


"Nasi goreng. " jawab Eva.


"Apa tuan Lucifer membantu mu? " tanya Lisna.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? " tanya Eva.


"Aku tadi tidak sengaja melihat mu dan tuan Lucifer berduaan, hehehehehe. " ucap Lisna.


"Oohhh." jawab Eva cuek.


"Kalian duduk lah." suruh Lucifer pada anak buah nya.


"Ada apa? " tanya Lucifer duduk di sofa nya sambil menyalakan rokok kesayangan nya.


"Tuan, Darmo dan Reno bertemu dengan orang tua angkat nya Eva. " ucap Aris.


"Terus? " tanya Lucifer.


"Kami tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi kami sudah merekam dan mengambil gambar mereka. " ucap Aris.


"Apa ada anak buah Tiger Blood? " tanya Lucifer.


"Kami tidak melihat nya tuan." jawab Hendra.


"Tapi tuan, Darmo memberikan koper berisi uang pada orang tua angkat Eva. " ucap Hendra.


Lucifer hanya membalas dengan senyum sinis nya.


"Dasar mata duitan. " ucap Lucifer membuang asap rokok nya.


"Apa yang harus kita lakukan tuan? apa kah kami tetap membawa orang tua angkat Eva ke markas? " tanya Aris.


" Batalkan, karena Darmo sudah bertemu dengan sepasang mata duitan itu terlebih dahulu. " ucap Lucifer.


"Lalu bagaimana tuan? " tanya Aris.


"Biar kan Eva bertemu dengan mereka. " ucap Lucifer menghisap rokok nya.


"Tapi tuan, saya merasa kalau Eva akan di jebak. " ucap Hendra.


"Kau pikir aku bodoh Hendra? aku tahu rencana mereka. " jawab Lucifer.

__ADS_1


"suruh beberapa anak buah mengikuti nya, suruh mereka menyamar. " ucap Lucifer.


"Aku yakin, bukan orang tua angkat nya yang akan bertemu dengan Eva, tapi Darmo dan Reno." ucap Lucifer lagi.


Aris dan Hendra saling menatap.


"Bagaimana anda tahu tuan? " tanya Aris.


Lucifer menatap Aris dengan senyum sinis nya.


"Lalu bagaimana dengan orang tua angkat nya tuan? " tanya Hendra.


"Setelah Eva selesai bertemu, kalian bawa si mata duitan itu ke markas. " ucap Lucifer.


Aris dan Hendra menganggukkan kepala nya.


"Ingat, sebelum aku menikahi Eva, jangan bertindak mencurigakan di hadapan nya. " ucap Lucifer.


"Kami mengerti tuan. " jawab Aris.


"Tapi tuan, apakah tuan akan berada di samping Eva saat bertemu dengan Darmo dan Reno? " tanya Aris.


"Tentu saja Aris, Eva kan calon isteri tuan Lucifer, tapi tuan pasti akan mengamati Eva dari jarak dekat, hehehehe, iya kan tuan? " ucap Hendra ceplos.


"Maafkan saya tuan." ucap Hendra saat melihat wajah bos nya menahan amarah.


Aris menahan tawa.


"Kalian keluar lah. " ucap Lucifer.


Aris dan Hendra keluar dari ruangan itu.


"Eehh... kalian sudah selesai? " ucap Lisna saat melihat dua orang anak buah Lucifer.


"Sudah Lisna." ucap Hendra.


"Di mana tuan Lucifer? " tanya Eva.


Sesaat kemudian Lucifer keluar dari ruangan itu. Tatapan mata mereka bertemu.


Aris dan Hendra melihat ke arah Lucifer. Lucifer menganggukkan kepala nya.


****************************


"Wah papa, mereka orang kaya banget ya, mau membayar si Eva dengan harga 300 juta, hahahahaha, kita kaya pa. " ucap Marni.


"Iya ma, mereka seperti nya menyukai si Eva" ucap Ferdi.


"Siapa yang menyukai kak Eva pa? " ucap Aldo yang mendengar obrolan orang tua nya.


"Mmmm.... bukan siapa-siapa kok nak." jawab Ferdi gugup.


"Kalian tidak merencanakan hal buruk untuk kak Eva kan? " tanya Aldo curiga.


Ferdi dan Marni saling melirik.


"Ma? " tanya Aldo pada mama nya.


"Sayang, sejak kapan kami jahat sama Eva, kami selalu menyayangi nya." jawab mama nya.


"Oh ya... bukan kah kalian selalu memanfaatkan kak Eva? kak Eva udah baik banget sama kita loh ma. " ucap Aldo.


"Cukup Aldo! " teriak Ferdi.


"Eva itu bukan kakak kandung kamu, gak usah bersikap berlebihan seperti itu." ucap Ferdi lagi.


"Justru karena dia bukan kakak kandung ku makanya kita tidak boleh jahat sama dia, kak Eva tidak ada hubungan dengan kita, tapi dia selalu membantu kita, mama sama papa. " ucap Aldo.


"Aldo, kamu jangan keterlaluan berbicara dengan orang tua mu. " ucap Marni.


"Apa kalian tidak malu? hah? " ucap Aldo.


"Mama sama papa denger ya, Aldo gak akan biarkan Kak eva di sakiti atau di repotkan lagi. " ucap Aldo pergi meninggalkan papa mama nya.

__ADS_1


"Aldo, apa maksud kamu? " tanya papa nya.


Aldo tidak mendengar nya, dia tetap pergi mengabaikan nya.


"Bagaimana nih pa? " tanya Marni.


"Mama tenang saja. " ucap Ferdi.


"Sebaik nya kita tunggu rencana pertemuan Eva dengan tuan yang tadi siang." ucap Ferdi.


"Benar pa." jawab Marni.


****************************


Selesai sarapan.....


"Berikan Hp mu. " pinta Lucifer pada Eva.


"Buat apa tuan? " tanya Eva.


"Ck....? " ucap Lucifer.


Eva mengerti tuan nya mulai kesal. Dia memberikan Hp nya.


Lucifer menerima nya dan mencoba membuka layar Hp Eva.


"Apa tuan masih ingat kode nya? " tanya Eva mengejek.


"Tentu saja, 270700 kan? " ucap Lucifer.


Eva dan Lisna kaget. Aris dan Hendra menahan senyum.


Lucifer membuka dan menggeser layar nya.


"Tolong buat kan kopi buat ku. " perintah Lucifer.


"Loh.... bukan nya anda sudah minum kopi tadi? " tanya Eva.


Lucifer membalas dengan tatapan sinis sambil menggelengkan kepala nya.


"Baik tuan, saya akan bikin kan. " ucap Eva beranjak ke dapur di susul Lisna.


Saat Eva pergi ke dapur, Lucifer memainkan Hp Eva. Dia melihat di panggilan telepon yang di terima Eva.


"Calon suami?" gumam Lucifer.


Lucifer tersenyum.


Aris dan Hendra melihat reaksi bos nya.


"Ehem... kalian catat nomor orang tua angkat Eva." ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Hendra.


"Aris, pasangkan alat pelacak lokasi di Hp Eva. " perintah Lucifer.


"Bawa ke ruangan ku. " ucap nya lagi.


"Baik tuan. " ucap Aris.


Aris dan Hendra pergi menuju ruangan kantor Lucifer membawa Hp Eva.


Eva datang membawa satu gelas kopi sedangkan Lisna membawa dua gelas kopi untuk Aris dan Hendra.


"Ini kopi nya tuan, di mana Aris dan Hendra? " tanya Eva.


"Mereka sedang ada urusan. " jawab nya santai.


"Oohhh... lalu, Hp saya di mana tuan? " tanya Eva.


"Aku simpan." jawab nya santai.


Eva bingung, Lisna heran.

__ADS_1


"Kenapa tuan? " tanya Eva.


Lucifer hanya diam mengabaikan.


__ADS_2