
“Lalu siapa yang memecat kalian?” Tanya Lucifer.
“Bagian personalia tuan. Mereka memberikan pemberitahuan lewat sms dan email di malam hari. Jadi besok nya kami tidak masuk. ”jawab Rudi.
“Bodoh sekali kalian hanya seperti itu bisa percaya.” Ucap Lucifer santai.
Rudi dan yang lain nya saling melihat.
“Aku akan membayarkan gaji kalian yang tertinggal. Apakah kalian masih ingin bekerja di sini?” Tanya Lucifer melihat mereka satu-persatu dengan serius.
“Tentu kami masih mau bekerja lagi tuan. Kami sangat senang.” Mereka antusias menjawab.
“Bagus, mulai besok kembali bekerja, ajukan diri kalian dengan William, nanti dia yang akan mengurus data kalian.” Suruh Lucifer.
“Baik tuan, kami akan datang besok.” Jawab mereka serentak.
“Sekarang kalian keluar, persiapkan diri untuk kembali bekerja besok.” Lucifer berdiri.
“Terimakasih tuan Adam, terimasih sekali.” Mereka semangat dan sangat senang.
Mereka keluar bersamaan.
“Syukurlah kita kembali bekerja lagi. Aku masih bisa menafkahi keluarga ku.” Ucap Rudi.
“Iya, memang aku sudah menduga kalau tuan Adam sangat baik, kalau pun dia kejam dan kasar itu hanya untuk mereka yang bekerja nya tidak becus.” Rekan nya menambahkan.
“Aku dengar ternyata bagian keuangan melakukan korupsi, dan tuan Adam sudah memecat mereka.”ucap yang lain nya.
“Biarkan saja, siapa suruh melakukan tindak kejahatan. Awal nya saja akan hidup senang dan enak,, tapi pasti akan mendapatkan hukuman, cepat atau lambat.”
“Ayo kita cari tuan William. Aku sangat senang sekali hari ini. Gaji kita yang 3 bulan akan di bayar kan hari ini, aku bisa membayar
hutang ku.”
***********
Di Singapura Eva sedang menemani Revand kerumah sakit untuk konsultasi.
“Selamat siang dokter. Saya ingin bertemu dengan dokter Isabella, dokter bedah. Saya dapat referensi dari dokter Fernandez.” Ucap
Revand di bagian Receptionist.
“Sudah buat janji pak?” Tanya wanita itu.
“Sudah.” Revand singkat menjawab.
“Silahkan anda menunggu di depan ruangan Surgeon room (ruang dokter bedah) lurus nanti di sebelah kanan nya.” Receptionist itu memberi arahan.
“Terimakasih.” Balas Revand.
Mereka berdua menuju tempat yang di arah kan.
Tidak jauh jarak nya dan sekarang sudah berada di depan pintu. Revand mengetuk pintu sebelum masuk.
“Masuk.” Terdengar jawaban seorang wanita dari dalam.
__ADS_1
Revand membuka pintu dan ingin masuk.
Revand melihat dokter yang masih fokus pada catatan nya. Revand curiga dengan dokter wanita itu. mereka berjalan mendekati dokter Isabella.
Isabella menggangkat kepala nya untuk melihat siapa pasien yang sedang menemui nya.
“Kau?” Tanya Isabella dan Revand bersamaan.
Eva menahan tawa.
“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Revand sinis.
“Kau sendiri apa yang kau lakukan di sini?” Tanya balik dokter Isabella.
“Aku ingin menemui dokter bedah, dokter Isabella.” Jawab Revand.
“Dan itu aku, yang ada di hadapan mu saat ini.” Jawab Isabella sedikit kesal.
“Kau dokter? Apa kau yakin?” Tanya Revand sangsi.
“Apa anda meragukan ku? Dari mana anda tahu aku?” Tanya Isabella.
“Aku dapat referensi dari dokter Fernandez.” Jawab nya.
“Dokter Fernandez, dokter kulit kan? Dia adalah paman ku.” Jawab Isabella bangga.
Tidak ada jawaban dari Revand lagi. Tidak tahu harus berbicara apa, antara malu dan penasaran.
Karena tidak ada pertanyaan lagi dari pria yang ada di hadapan nya, dia pun ikut diam.
Mereka kembali duduk.
Isabella membuka catatan dari paman nya, sementara Revand melihat dengan sangat serius pada wanita yang mengaku sebagai dokter bedah itu.
Ada perasaan tidak percaya dalam pikiran nya.
“Apa kau adalah Revand Chirativhat?” Tanya Isabella setelah melihat catatan nya.
“Iya.” Jawab Revand bersikap tenang.
Isabella menganggukkan kepala.
“Kata dokter Fernandez anda ingin menemuiku karena untuk operasi transplantasi tangan sebelah kanan?” Tanya Isabella lagi.
“Iya.” Sekali lagi Revand menjawab singkat dengan berusaha tenang juga.
Isabella melihat bagian tangan kanan Revand.
“Ini hanya tangan palsu yang saat ini aku pakai.” Ucap Revand merasa kalau wanita itu memperhatikan tangan nya.
“Bisa aku lihat?” pinta nya.
“Maksud nya, apa aku harus mencopot?” Tanya Revand.
“Aku ingin melihat sebelum di copot dan sesudah di copot.” Ucap Isabella.
__ADS_1
“Baik.” Revand membuka kemeja yang dia pakai di bantu Eva.
Isabella melihat Eva yang berada di samping pria itu.
“Apa anda isteri nya?” Tanya Isabella ramah.
“Bukan. Aku adik perempuan nya.” Jawab Eva tersenyum ramah.
“Ooohh.” Isabella menganggukkan kepala nya.
Setelah membuka kemeja, dia lihat tangan palsu yang kaku itu. walaupun bisa bergerak tapi kelihatan sekali tidak normal nya.
“Apakah saat memakai ini anda merasa sakit atau kesulitan beraktifitas? Atau sangat membantu?”Tanya Isabella yang berdiri di samping Revand sambil memegang tangan palsu yang masih terpasang pada Revand.
“Sebenar nya aku tidak suka memakai nya. Sedikit berat. Tapi kalau di rumah aku selalu melepas nya.” Jawab Revand.
“Sekarang coba di lepas.” Suruh Isabella.
Dengan tangan kiri Revand membuka bagian pengait tangan palsu itu, dan tentu di bantu Isabella. Eva tersenyum melihat adegan itu.
“Dokter Isabella, apakah anda sudah menikah?” Tanya Eva.
“Belum.” Jawab singkat dari Isabella yang masih serius membantu Revand.
“Kakak ku juga belum menikah loh. Lagi cari isteri dia.” Ucap Eva tersenyum nakal.
Kedua orang itu kaget dan jadi salah tingkah. Isabella merespon dengan tersenyum saja yang dapat di lihat Revand.
Sekarang tangan palsu itu sudah lepas, di letakkan di atas meja. Dan sangat jelas ketidak adaan tangan kanan Revand sejengkal dari bahu nya.
Sebenar nya Revand merasa malu ada yang melihat cacat nya, dia tidak ingin menakuti orang dan tidak ingin di kasihani. Tapi ternyata dokter Isabella bersikap biasa saja, tidak ada kaget ataupun mengasihani nya.
Setelah di amati, dokter itu duduk, dan Revand pun ikut duduk.
“Sejak kapan tangan kanan anda tidak ada tuan Revand?” Tanya Isabella.
“Sejak aku berusia 11 tahun lebih.” Jawab nya singkat.
“Karena penyakit atau kecelakaan?” Tanya Isabella lagi sambil mencatat.
“Karena di potong musuh.” Jawab nya santai.
Isabella dan Eva terkejut dengan jawaban Revand. Isabella bingung.
“Aku serius, itu adalah yang sebenar nya.” Ucap nya lagi dengan serius.
“Itu benar kok dok.” Eva meyakinkan Isabella.
“Okey.” Dan dia pun menganggukkan kepala nya.
“Sebelum nya aku ingin memberitahukan mu hal yang penting sebelum melakukan transplantasi tangan.” Ucap Isabella serius.
“Proses penyambungan bagian tubuh yang putus umum nya di sebut sebagai Replantasi. Tangan yang akan di sambungkan di bersihkan dari jaringan yang rusak dengan hati-hati. Ujung tulang dari kedua bagian tangan di pendekkan lalu digabungkan dengan pen, kawat atau kombinasi lempeng dan sekrup khusus. Alat-alat ini akan membantu menahan posisi tangan selama proses pemulihan jaringan.”
.
__ADS_1
.