SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 112


__ADS_3

"Atau.... harus kah aku melepaskan nya? " tanya Lucifer.


"Maksud mu? " tanya Steven penasaran.


Lucifer menatap lesu pada sahabat nya yang menatap heran pada nya.


.


.


.


.


.


"Sudah lah Va, maafin aja lah tuan Lucifer, kasih dia kesempatan. " bujuk Lisna.


"Kamu gak kasihan apa? " bujuk Lisna lagi.


"kamu gak lupa sama semua kenangan indah mu dengan tuan Lucifer? kamu gak ingat janji suci pernikahan kalian? " tanya Lisna.


Eva kaget, dan melihat sahabat nya yang berbicara seperti itu.


"Hah.... sudah lah... ayo kita makan dulu, laper... " ajak Lisna.


Eva di tinggalkan sendiri di dalam kamar.


Eva berpikir dengan semua yang di ucap kan Lisna.


Eva teringat ketika pertama kali bertemu dengan Lucifer.


Flashback on......


Saat Eva berada lampu merah yang sebelum nya tidak sengaja menabrak mobil Lucifer (Episode 04).....


Sambil minum, kepala nya memutar kekanan dan ke kiri secara perlahan agar air minum nya tidak tumpah.


Ketika pandangan nya berhenti di sebelah kiri nya, yaitu mobil yang di kendarai Lucifer dan anak buah nya, Eva tersenyum sambil menunduk kan kepala nya ke arah Lucifer, yang sedari tadi menatap nya. Akan tetapi, Lucifer tidak mengalihkan pemandangan nya, bahkan tidak membalas senyuman yang di berikan Eva, seperti tatapan kosong dan terkesan cuek.


"Kenapa dia lihatin aku begitu ya." Gumam Eva.


Eva pun kembali melihat jalan di depan nya. Beberapa menit kemudian dia masih merasa ada yang memperhatikan nya, sehingga dia pun kembali melihat ke arah kiri nya itu, dan benar saja, laki-laki yang cuek itu masih memandangi nya tanpa berkedip atau tersenyum itu.


Eva pun tersenyum lagi sambil menundukan kepala nya ke arah laki-laki itu.


Akan tetapi Lucifer tetap tidak ada respon atau membalas senyuman Eva.


Masih tetap menatap dengan tajam dan tanpa berkedip.

__ADS_1


Saat Eva dan Lisna di kejar Satpol Pp (Episode 05).......


Tiba-tiba mobil yang di kendarai Lucifer pun lewat di samping tempat persembunyian Eva dan kawan-kawan nya, mobil itu berjalan perlahan karena jalan yang ramai oleh petugas SATPOL PP, dan beberapa pedagang yang berlarian ke sana kemari.


Saat Eva melirik ke sebelah kanan nya, ternyata ada sepasang mata yang sedang menatapi nya,


Ya... Itu adalah Lucifer.


Awal nya Eva kaget, dan tanpa sadar mereka sambil bertatapan beberapa menit, seakan akan tidak ada orang lain di sekitar itu, hanya ada mereka berdua, perasaan yang sunyi dan sepi. Tiba-tiba Eva kembali tersenyum dengan manis sambil menganggukan kepala nya. Dan lagi, Lucifer tidak menanggapinya, masih hanya memandangi dengan tatapan dingin tanpa ada nya respon. Dan mereka masih saling bertatapan.


Saat di club malam (Episode 08)....


Sementara sepasang mata sedang memperhatikan Eva, ya... Dia adalah Lucifer.


Lucifer menatap tajam Eva, sambil memegang pinggang Lena, sesekali Lena membelakangi Lucifer, menari nari seperti cacing kepanasan, memainkan rambut nya di wajah Lucifer, bergerak mengikuti hentakan musik.


Tatapan Lucifer tenang tapi bisa bikin orang yang di tatap nya tidak bisa bernafas dengan normal. Tatapan nya seperti pistol yang sudah mengunci target sasaran nya.


Eva kaget, karena melihat laki-laki yang ada di lantai dansa itu sedang memperhatikan nya.


"Oh Tuhan, bahkan aku bisa bertemu dengan orang ini di tempat seperti ini? ini sudah yang ke 3 kali aku bertemu dengan nya." batin Eva sambil menelan ludah.


Seketika itu Eva tetap tersenyum manis sambil menundukkan kepala nya sedikit dan kembali menatap nya. Dan sekali lagi, pria itu tidak ada respon. Tapi tatapan mata nya masih tajam.


"Ada apa dengan orang ini, apakah dia manusia, kenapa sudut bibir nya tidak bergerak, bahkan mata nya tidak berkedip." Gumam Eva.


"Bagaimana tuan, anda memanggil saya ke sini untuk membicarakan hal ini." Ucap Eva membuka obrolan.


" Iya.... Tapi sayang sekali, bukan saya yang nama nya ' Lucifer' ". Ucap Steven.


"hhhaaaa...... Lalu siapa? " Tanya Eva.


Steven tidak menjawab langsung, dia hanya menatap ke depan, ke lantai dansa tempat Lucifer.


Sementara Eva mengikuti arah pandangan yang di tuju Steven.


Ketika di lihat, ternyata Lucifer hendak kembali ke tempat duduk nya, berjalan mendekat ke arah nya.


Eva yang melihat itu hanya bisa membuka mulut nya setengah lebar. Kedua alis mata nya mengerut.


"Oh Tuhan, jangan bilang dia lah orang nya, jangan bilang dialah si 'LUCIFER' . " Ucap Eva sambil menggeleng kan kepala nya secara perlahan-lahan.


Lucifer duduk di sofa, sambil menyalakan rokok nya di hadapan Eva, masih sambil menatap Eva, begitu juga Eva, masih menatap ketakutan.


"Ehem.... Ehem... Ada apa Va? " Tanya Steven memecahkan keheningan. Steven tahu kalau Eva kaget.


"Maksud tuan? " Tanya Eva memastikan nya lagi.


"Ya, orang yang duduk di depan mu itu lah yang namanya ' LUCIFER' " ucap Steven sambil menunjuk ke arah Lucifer.

__ADS_1


"Apa??? " Jawab Eva kembali melihat Lucifer.


"Oh Tuhan..... Bagaimana ini, habis lah aku, nama nya sesuai dengan wajah nya, seperti iblis." Gumam Eva dalam hati sambil menelan ludah nya lagi.


Saat Eva tersesat tidak tahu arah jalan pulang (episode 09).....


"Tuan, itu seperti nya nona Eva, kenapa dia ada di situ." Ucap Aris sambil menunjuk ke depan.


"Seperti nya dia dalam masalah tuan, apa sebaik nya kita bantu saja?" Tanya Hendra.


"Teruskan ! " Jawab Lucifer cuek.


Aris dan Hendra pun saling pandang, tapi karena bos nya yang perintah, harus di turuti.


Ketika melewati sedikit, Lucifer melihat sekilas wajah letih Eva...


"Berhenti, mundur sedikit." Perintah Lucifer.


"Baik tuan." Jawab Aris dan Hendra serentak dengan senang saling menatap.


Eva bingung dan ketakutan, kenapa ada mobil berhenti di hadapan nya, dia pun perlahan mengangkat kepala nya, masih dalam posisi duduk di atas trotoar.


"Nona Eva apa yang anda lakukan di sini, bukan kah anda tadi sudah pulang duluan." Tanya Aris yang keluar dari mobil.


Eva berdiri..


"Iya, tapi, aku lupa jalan mau pulang, dan sekarang bensin motor ku habis, batre Hp ku juga habis, jadi aku gak tahu bagaimana cara nya pulang." Jawab Eva melas.


Aris pun mengecek motor Eva, ternyata benar, jarum motor nya sudah menunjukkan ke garis merah.


Aris menghampiri Lucifer, memberitahukan apa yang sebenar nya terjadi.


"Suruh dia masuk." Perintah nya.


"Baik tuan." Jawab Aris.


"Nona, kau ikut lah kami, biar kami antar kau pulang." Saran Aris.


"Tapi bagaimana dengan motor ku? " Tanya Eva.


"Kita angkat motor nya, di taruh di bagasi mobil ini aja nona." Saran nya.


"*Tapi nanti mobil nya lecet." Ucap Eva.


"BURUAN ARIS !!!!!!! AKU GAK PUNYA BANYAK WAKTU !!!! " Teriak Lucifer dari dalam mobil*.


Eva dan Aris serentak kaget, tapi mereka berdua tidak sadar saling tertawa kecil tanpa suara. Hendra juga kaget di dalam mobil.


Suara Lucifer benar benar keras dan menggelegar. Aris menatap Eva, seakan memberi kode agar segera masuk, dan Eva pun mengerti.

__ADS_1


__ADS_2