
Vicky duduk di samping Cleo yang masih belum bangun.
"Siapa yang melakukan ini? paman Marvel atau??" gumam Vicky.
"Sayang, aku akan membalaskan rasa sakit yang kau alami ini. Aku berjanji." Vicky mencium kening Cleo.
**************
"Lisna, apa kau akan di jemput kekasih mu lagi?" tanya William.
"Tentu donk." jawab Lisna bangga.
"Mmmm....Okey, kalau gitu aku duluan ya." William pamit meninggalkan Lisna yang masih beres-berses.
William segera mengambil mobil dan segera meninggalkan gedung tempat nya bekerja.
**************
"Seperti nya aku harus keluar cari makanan dulu." ucap Ririn.
Ririn tinggal di salah satu hotel di Jakarta. Sudah di sedikakan Marvel, juga dengan biaya kehidupan nya selama beberapa hari di Jakarta.
"Sudah lama tidak ke Indonesia, dan ternyata sudah banyak yang berubah ya." gumam nya.
Sebuah mobil melewati Ririn, dan berhenti tidak jauh dari Ririn.
"Itu...Lisna? cepat sekali dia di sini? lah, bukan nya dia di jemput Steven?" ucap William.
Klakson berbunyi keras, membuat William kebingungan dan segera menjalankan mobil nya.
"Sebaiknya aku putar arah saja." gumam nya.
William memutar arah, kembali menuju di mana dia melihat sosok Lisna di sana.
"Sudah tidak ada. Kemana dia ?" gumam nya.
"Aku yakin aku tidak salah melihat nya. Tapi pakaian nya berbeda? kapan dia ganti pakaian? hhmmm......besok akan aku tanyakan pada nya." gumam nya lagi.
*****************
Aris dan Hendra membawa semua anak buah Marvel. Di masukkan dalam satu ruangan yang terpisah dengan yang lain nya. Dan dalam keadaan terikat.
Aris memberikan pukulan untuk mereka, mencoba bertanya siapa dalang di balik semua kejadian yang terjadi.
"Katakan....siapa kalian?" tanya Aris.
Mereka tidak menjawab, diam dan melemparkan tatapan sinis yang tidak takut dengan Aris dan Hendra.
Aris memberikan kembali pukulan di wajah orang itu. Memar, mengeluarkan darah.
"Apa masih tidak mau membuka mulut? hah??" teriak Aris.
Bukan nya takut, orang itu malah menantang dengan membesarkan kedua bola mata nya.
"Ckckckckckck......rasa nya aku ingin mencongkel mata mu ini, tapi aku cuma di perintahkan untuk memberikan 'pemanasan' pada kalian, jadi kalian tunggu saja bos kami datang." ucap Aris menarik rambut salah satu dari mereka dengan keras.
__ADS_1
"Hend, siram mereka, agar merasakan kedinginan. Ikat satu persatu, kita lihat mana wajah yang masih berani menantang." suruh Aris.
Hendra dengan bantuan rekan nya segera melakukan arahan dari Aris.
Di dalam markas yang baru itu sudah ada beberapa tawanan yang berasal dari lawan nya, dan tentu saja dari Marvel Lee.
Ruangan nya di pisahkan dari Heri, dia masih hidup hanya saja sekarat. Heri tidak tahu kalau rekan nya juga datang di tangkap Aris.
****************
Adam dan Eva kembali ke apartemen. Sekitar pukul 20.05 wib. Eva teringat dengan ucapan suami nya kalau ada beberapa anak buah nya yang juga berjaga-jaga di sekitar apartemen.
Dia membuka kaca mobil, mencari-cari sosok yang 'mencurigakan'. Lucifer tersenyum melihat tingkah Eva yang kepala nya bergerak kekanan dan kekiri.
"Sayang, apa kau sedang mencari mereka?" tanya Lucifer menebak.
"Iya, dimana sih mereka?" tanya nya yang masih mencari-cari.
Lucifer mendekati sebuah warung rokok.
"Sayang, kita ngapain ke sini? apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Eva polos.
Lucifer keluar dari mobil, di susul Eva. Mereka menuju warung.
"Tolong rokok Ment*l Avo****n nya satu bungkus." pesan Lucifer.
"Sebentar ya bang." jawab sang penjual.
Sementara Eva masih celingak celinguk mencari orang yang mencurigakan.
"Ini bang rokok nya." si penjual keluar memberikan rokok pesanan Lucifer.
"Kalian tahu kan siapa wanita ini?" tanya Lucifer mengeluarkan asap.
Eva spontan melihat Lucifer, bingung kenapa Lucifer bertanya seperti itu pada si penjual.
Si penjual melihat ke ara Eva. Eva spontan memberikan senyum ramah nya.
"Dia nona Eva, isteri anda tuan." jawab si penjual sekaligus pemilik warung.
Eva terkejut.
"Hah? dia tahu aku?" gumam nya.
"Bagus, tetap awasi dan jangan sampai ada orang yang mencurigakan. Kalian mengerti?" suruh Lucifer dengan tegas.
"Kalian? siapa lagi dan di mana?" gumam Eva.
"Kami mengerti tuan." jawab nya.
"Sayang, si....siapa mereka?" tanya Eva gugup.
"Sayang, bukan nya kamu sedang mencari keberadaan mereka kan? inilah mereka." tunjuk Lucifer.
"Ternyata mereka menyamar sebagai pemilik warung, tukang ojek, jualan bakso, pemulung?" tanya Eva.
__ADS_1
"Yup...dan ada juga yang sebagai tetangga mu di sana." tunjuk nya pada rumah sederhana tidak jauh dari lokasi apartemen mereka.
Eva menganggukkan kepala, dia mengerti.
"Hebat....aku saja tidak menyadari kehadiran mereka." puji Eva.
"hahahahah.....tapi kalau pihak lawan bisa saja menyadari nya. Mereka pasti lebih pintar." ucap Lucifer.
"Oh ya...di sana, sana, sana, dan di sana, aku membuat CCTV juga." ucap Lucifer menunjuk beberapa tiang listrik.
"Ckckckckckck.....hebat." ucap Eva.
"Okey....sebaik nya kita pulang. Aku juga sudah sangat lelah." ajak Lucifer membawa Eva ke dalam mobil.
"Sayang kau belum membayar rokok nya loh." Eva mengingatkan Lucifer.
"Hahahahaha....harga rokok ini tidak sebanding dengan gaji besar mereka sayang." ucap nya sombong.
Mereka segera memasuki apartemen. Turun bersamaan dari mobil.
"Sayang, apa mereka tinggal di situ? semua nya?" tanya Eva penasaran.
"Kenapa? apa kamu mau mereka tinggal di sini?" tanya Lucifer.
"Kalau kamu tidak keberatan, boleh juga." canda Eva.
Lucifer berhenti melangkah, berbalik menatap Eva dengan mengernyitkan dahi nya.
"Aku rasa kau bercanda kan sayang. Kalau mereka tinggal di sini, mereka akan tahu pekerjaan kita. Kau tahu kan? bikin anak, hehehehehe." goda Lucifer kemudian segera menuju kamar mandi.
Sementara Eva tersenyum biasa.
"Benar juga sih." jawab Eva menuju kamar.
**********************
Cleo membuka mata nya. Di lihat ada Vicky duduk di samping sambil tertidur. Vicky menggenggam tangan Cleo.
Cleo menggerakkan tangan nya, membuat Vicky terbangun.
"Sayang, kau sudah bangun." Vicky berdiri dan mengusap kepala kekasih nya itu.
Cleo hanya menjawab dengan menganggukkan kepala.
"Sekarang kau tidak apa-apa, aku sudah ada di sini." Vicky mencium tangan Cleo.
"maafkan aku, karena datang terlambat." Vicky merasa bersalah.
Cleo menggelengkan kepala nya. Sekarang giliran tangan Cleo menyentuh wajah Vicky.
*******************
"Bagaimana? kenapa kalian belum membawa wanita itu kesini?" tanya Revand.
"Tuan, maafkan kami. Lucifer tidak pernah meninggalkan isteri nya walau sebentar. Bahkan dia tidak pergi ke perusahaan nya. Dan dia memiliki banyak anak buah di apartemen nya " jawab anak buah Revand.
__ADS_1
"Pikirkan cara nya! Jangan bodoh. Cepat bawa dia!" teriak Revand.
"Baik tuan. Kami akan mencari waktu yang tepat." jawab anak buah Revand yang berada di Jakarta.