
Lucifer menatap tajam James.
"Apa kau lebih memilih untuk kehilangan kedua tangan mu? " tanya Lucifer.
"Tuan, saya tidak sengaja, itu karena nona itu yang duluan menampar saya. " jawab James.
"Baik lah, aku akan memotong kedua tangan mu. " ucap Lucifer mengangkat pisau nya.
"Tidak tuan.. tidak... ku mohon... " pinta James menarik tangan nya.
"Hendra, tahan tangan nya. " suruh Lucifer.
"Baik tuan." jawab Hendra.
"Tuan... saya.... saya menampar nya dengan tangan kiri saya. " jawab James takut.
"Berikan tangan kiri mu. " suruh Lucifer.
Dengan ragu-ragu dan penuh ketakutan, dia memberikan tangan kiri nya di lantai berpasir itu.
"Tuan... kami sudah lama mengikuti mu, tolong ampunilah kami, hhuuuhhuuuuhhhuuu..... " pinta James.
"Tenang saja, aku akan memotong pergelangan tangan mu saja. " ucap Lucifer santai.
Hendra membantu memegang pergelangan tangan James.
"Aaaaakkkkhhhhh....... aaaaakkkkhhhhh.... " teriak James. Darah deras keluar dari pergelangan tangan nya yang sudah di potong.
Pisau yang di gunakan Lucifer kecil, tapi sangat tajam. Pisau itu juga yang di gunakan untuk memotong jari-jari anak buah Jefry.
"Mengerikan, kalau Eva melihat ini, entah apa yang ada di dalam pikiran nya, mungkin.... Eva akan lari dari nya. " gumam Hendra yang ngeri melihat adegan itu.
"Sudah beberapa kali aku memberikan contoh pada kalian, tapi kalian selalu mencari masalah dengan ku, seakan-akan aku orang bodoh. " ucap Lucifer membersihkan pisau nya yang berlumuran darah di baju James.
"Dan bahkan kalian berani menculik isteri ku, hheemm? " ucap Lucifer di hadapan wajah James dan Darmo.
"Tu... tuan... kami tidak tahu kalau gadis itu adalah isteri anda, kami hanya mendapat tawaran dari orang tua nya. " ucap Darmo.
Lucifer mengarahkan pandangan nya pada Darmo. Tatapan yang tajam.
"Darmo, kurang adil rasa nya kalau aku belum memberikan mu hukuman kecil. " ucap Lucifer sinis.
"Berikan tangan kanan mu. " suruh Lucifer menghisap rokok nya.
"Tu... tuan... " Darmo.
"CCEPPATT....!!! " teriak Lucifer.
Hendra menarik tangan kanan Darmo.
"Akkhhhhh..... ampun tuan.... aaaakkkhhhhh..." teriak Darmo kesakitan.
"Kalau aku tahu tuan Adam memiliki sifat seperti ini, aku tidak akan cari masalah dengan nya. " ucap Edward dengan pelan berbicara dengan Beny.
Mereka mengamati kejadian yang mengerikan itu.
__ADS_1
"Pasti kita pun tidak akan lepas dari nya, apalagi yang kita sakiti adalah isteri nya. " ucap Edward lagi.
Beny hanya diam, tubuh nya pun ketakutan. Mereka hanya menunggu waktu giliran saja.
********************
"Hallo, apa kabar nyonya. " ucap Aris mencoba ramah setelah mengetuk pintu rumah.
"Ya, hallo, ada apa ya? dan kalian siapa? " tanya Marni.
"Apakah anda orang tua Eva? " tanya Aris senyum palsu.
"Benar, kalian siapa? " tanya Marni lg.
"Siapa ma? " tanya seorang lelaki.
"Gak tahu pa." jawab Marni yang masih menatap Aris.
"Kami adalah anak buah dari tuan kami, tuan Lucifer, calon suami Eva. " jawab Aris.
"Apa? maksud nya? " tanya Ferdi yang menghampiri.
"Anak buah calon suami Eva? berarti orang kaya nih? " gumam Marni.
"Oh gitu, silahkan masuk dulu, kita bicara di dalam saja. " ajak Marni.
"Maaf kan kami, tapi calon menantu anda sudah menunggu, sebaik nya ikut kami untuk menemui majikan kami." ucap Aris ramah palsu.
"Kalau bukan tuan Lucifer yang menyuruh ku bersikap ramah, sudah aku mutilasi kalian. " gumam Aris menahan geram.
"Baik lah kalau begitu, kami ganti pakaian dulu. " ucap Ferdi.
"Tidak usah tuan dan nyonya, sebaik nya seperti ini saja kita langsung pergi. " paksa Aris.
"Majikan kami sangat sibuk, ada yang ingin di hadiahi buat calon mertua nya, jadi.. kita harus cepat kesana. " bohong Aris.
"Ooohhh.... ya udah kalau begitu, kami akan ikut. " ucap Marni dengan senang.
"Selain mata duitan, kalian juga sepasang orang bodoh. " gumam Aris.
"Mari, nyonya dan tuan." Aris mengajak mereka naik mobil mewah.
Ferdi dan Marni masuk dalam mobil, duduk dengan senang di dalam mobil.
"Wah pa... seperti nya suami Eva orang kaya, ini mobil nya kan" ucap Marni, melihat isi dalam mobil model Apv berwarna putih.
"Iya ma, anak kita sangat beruntung. " ucap Ferdi.
"Benar, Eva sangat beruntung, sehingga majikan kami menyukai nya. " ucap Aris yang duduk di samping kemudi.
"Memang banyak sekali yang menyukai Eva, kami sangat menyayangi nya, sudah membesarkan nya sampai lulus SMA, kami tidak bisa sampai tingkat kuliah karena tidak ada dana lagi, hehehehehe. " ucap Marni.
"Hhhuueekkkk. " gumam Aris menggelengkan kepala nya.
"Kami sangat senang, akhir nya ada yang menjaga anak gadis kami, jadi kami tidak terlalu khawatir dengan nya, karena kami sudah tua, tidak bisa selalu menjaga nya terus menerus." ucap Ferdi.
__ADS_1
"Hentikan omong kosong itu bre****k, dialog drama jangan di bawa-bawa. " gumam Aris.
"Aaaakkkhhhhh....... aaakkkkhhhhh....... " Teriak Darmo dan James.
"Aaaakkkhhhh... tuan.... sakit sekali.... lepaskan kami tuan.... " pinta Darmo.
"HHHHIIIYYYAAAAAAA.... HHHHHIIIYYAAAAA....... " teriak Lucifer mencambuk Darmo dan James secara bergantian.
CCCEETTAAKKK...... CCCEETTTTAAAKKKK.....
Bunyi cambukkan yang mengenai James dan Darmo.
"Hentikan tuan... tolong tuan.... ampuni kami. " ucap James menjerit kesakitan.
"HHHAAAHHH...... HHHHAAAHHH... HHHEEEMM.... HHHHAAAHHH. " terdengar nafas Lucifer sembari mencambuk mereka.
Lucifer menghentikan kegiatan nya, Hendra memberikan handuk kecil untuk tuan nya. Lucifer melap keringat nya, kemeja hitam nya basah karena keringat.
"Hhheeemmm.... apa kalian tidak pernah berpikir resiko apa yang akan kalian dapatkan kalau mencari masalah dengan ku? " tanya Lucifer sambil mengatur nafas nya.
"Kami khilaf tuan, kami minta maaf." ucap James.
"Hahahahahaha.... kalau permintaan maaf bisa di terima, neraka dan penjara akan kosong bodoh !!!! " teriak Lucifer.
"Benar banget... " gumam Hendra yang masih berdiri di samping Lucifer. Menyaksikan tuan nya melampiaskan kemarahan nya.
"Kenapa kita di sini, kok seperti gudang ya? " tanya Marni yang merasa curiga.
"Tenang saja nyonya, majikan kami ada di sini, dia ingin bertemu di sini." jawab Aris.
Mobil yang di kendarai Aris memasuki halaman depan markas nya, sementara beberapa anak buah lain nya menjaga di depan pintu sambil memegang senjata.
"Ada apa ini, kenapa banyak orang-orang yang berwajah seram di sini? " tanya Ferdi yang mulai merasa ketakutan.
"Tenang saja tuan, mereka adalah anak buah calon menantu anda. " jawab Aris.
"Hahahahahaha....... kita akan lihat, apa yang akan di berikan pada kalian nanti, sungguh aku tidak sabaran." gumam Aris tersenyum sinis.
"Mari nyonya dan tuan, silahkan ikuti saya. " ajak Aris.
"Tolong jangan macam-macam dengan kami, kami bisa melaporkan polisi loh. " ancam Marni.
Aris membalas dengan senyuman palsu nya.
"Tenang saja nyonya, tidak usah khawatir, majikan kami hanya ingin memberikan hadiah buat anda berdua. " ucap Aris.
"Sabar Ris.... sabar... " gumam Aris.
"Mari tuan dan nyonya. " ajak Aris lagi.
Setelah di bujuk, akhir nya mereka turun dari mobil. Dengan perasaan takut mereka berjalan bergandengan tangan.
HALLO... AKU SELALU BERUSAHA UPDATE TIAP HARI, MENAMBAH EPISODE NYA, TAPI TOLONG DI MAKLUMI YA... KALAU AKU TERBURU-BURU NULIS NYA, TAKUT NYA CERITA NYA NGAWUR DAN GAK NYAMBUNG. JADI MOHON BERSABAR. DAN TOLONG SUMBANGKAN LIKE N VOTE NYA,
TERIMAKASIH
__ADS_1