
“Dia lolos karena anda suap tuan?” Tanya Novelina ceplos.
Semua terkejut dengan pertanyaan Novelina yang berani.
“Ma….maafkan dia tuan, dia tidak mengerti dengan pertanyaan nya.”William menutup langsung mulut Novel dengan tangan nya.
“Aku tidak menyuap siapapun, aku hanya membantu memberi dukungan dan membiayai pendidikan, tidak lebih dari itu.” jawab nya tenang.
Mereka menganggukkan kepala, mengerti.
“Lalu kabar Eva gimana tuan?” Tanya Lisna.
“Beberapa bulan lagi dia akan melahir kan. Sekarang sudah memasuki 5 bulan an kalau tidak salah.” Jawab nya.
“Tuan, boleh tidak saya ke sana dan menemani nya melahirkan?” bujuk Lisna.
“Asal tidak mengganggu pekerjaan, silahkan.” Jawab nya santai.
Lisna dan yang lain nya senang mendengar.
“Aku ingin sebelum sebulan sudah bisa kembali lagi ke sana. Maka nya aku menyuruh kalian mengerjakan dengan cepat. Mana pekerjaan yang berhubungan dengan ku atau membutuhkan ku secara langsung, harus di utamakan.” Suruh Lucifer.
“Baik tuan, kami mengerti.” Jawab mereka serentak.
“Eva juga kirim salam buat kalian semua, kalian bisa menghubungi nya saat tidak sibuk.” Ucap nya lagi.
****************
“Ana, aku ingin berbicara dengan mu. Ayo kita bertemu.” Pesan WA dari seorang pria untuk Rihana.
Wanita itu baru selesai mandi, membaca dan mengabaikan.
Tidak lama ponsel nya berdering, di lihat panggilan dari Anton, mantan kekasih nya. Di diamkan saja. Dia tidak ingin berkomunikasi atau berhubungan dengan pria itu lagi.
Ponsel berhenti berdering, tapi mengirim pesan WA lagi, Rihana tidak membaca pesan nya.
Memakai perawatan wajah dan kulit nya duduk di depan meja rias yang memiliki cermin besar.
“Aris, Aris kan tadi nama nya ya?” gumam nya melihat layar ponsel.
“Dia punya WA tidak ya?”Tanya nya di dalam hati.
Rihana mencari nama Aris yang di simpan di ponsel nya.
“Wah….ternyata ada. Tapi dia tidak memakai wajah nya sendiri di profil nya.” Ucap nya.
Saat ponsel berada di tangan nya, sebuah panggilan lagi dari orang yang sama, Anton, dan tanpa sadar Rihana menjawab panggilan itu.
“Hallo, Ana, ini aku Anton, kenapa kau tidak membalas WA ku?” Tanya Anton yang sewot.
Tidak ada jawaban dari wanita itu. di biarkan mantan nya berbicara sendiri, sedangkan dia mengambil buku pelajaran untuk persiapan
mengajar nya.
“Hallo….Ana, kau di mana? Kenapa tidak menjawab ku. Hallo……
“Ana, kalau kau tidak menjawab ku, aku akan datang ke tempat mu dan memberi mu pelajaran.” Ancam Anton.
__ADS_1
Rihana terkejut dengan ucapan Anton. Berusaha tenang.
“AANNAAA……!!!” teriak Anton yang merasa di abaikan.
KKKLLLLIIKKKK…….
Panggilan berakhir tanpa ada respon dari Rihana.
Jujur saja dia merasa khawatir dengan ancaman mantan nya.
“Bagaimana ini? Kalau nanti dia benar-benar datang ke sini? Pasti akan membuat keributan. Aku sebaik nya pergi.” Ucap nya panik.
Dengan segera dia memakai pakaian nya, membereskan tas
kecil, dompet dan ponsel nya. Tidak lupa membawa buku-buku untuk materi
pembelajaran murid-murid nya.
Sekali lagi ponsel nya berdering, dengan hati-hati Rihana berusaha agar tidak salah pencet. Lalu berhenti berdering, segera di silent.
Bergegas keluar dari rumah dan masuk kemobil. Suasana sudah malam. Tempat tinggal gadis itu di salah satu perumahan sederhana. Tidak jauh dari mobil nya, ternyata sudah ada sebuah mobil hitam yang mengamati Rihana. Mobil itu mengejar wanita yang sudah mulai khawatir.
“Bagaimana ini, dia mengikuti ku.” Ucap nya gugup.
Rihana melihat dari kaca spion kalau Anton sedang mengejar nya. Mobil itu semakin cepat dan berusaha mendahului mobil Rihana yang panik.
“Kau mau lari kemana sayang? Apa kau mau mencari laki-laki lain lagi? Jangan takut, aku akan melenyapkan mereka.” Anton memberi pesan WA.
Rihana tidak membuka pesan itu, tapi bisa terbaca di layar tanpa di buka aplikasi nya.
Di jalanan yang sepi dan gelap itu dua mobil saling melaju dengan kecepatan tinggi.
“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Rihana panik.
Hingga pada akhir nya, mobil yang di kendarai Anton sudah berada di depan nya. Membuat Rihana berhenti mendadak.
Anton turun dari mobil nya, melihat mobil Rihana yang juga sudah berhenti. Dengan tatapan sinis dia bisa melihat kepanikan Rihana.
“Bagaimana ini……” Tanya nya.
Segera di ambil ponsel dan mencoba ingin menghubungi seseorang.
Dengan tangan gemetaran, mencarik-cari nomor yang bisa di hubungi, dan Anton sudah berjalan dengan cepat.
TTOOKK…..TTOOKKKK……TTOKKKK……
Pria itu mengetuk jendela mobil Rihana sambil tersenyum sinis.
“Buka sayang mobil nya. Aku sangat rindu pada mu.” Ucap Anton.
Wanita itu berusaha menahan dan tidak membuka nya.
Anton memaksa membuka, tapi sudah di kunci dari dalam.
TTTIINNN……TTTIIINNNN…….TTIINNNNN…..
Rihana membunyikan klakson nya dengan keras, berharap ada yang mendengar dan datang.
__ADS_1
Anton mundur, seperti sedang mencari sesuatu. Saat itulah Rihana mengemudikan mobil nya dengan cepat.
Anton terkejut, dia pun masuk ke mobil dan mengejar wanita itu.
“Mau lari kemana kau sayang.” Ucap Anton tertawa.
Sementara tidak ada yang mengangkat panggilan Rihana.
“Aris?” teringat dengan apa yang di ucap kan Hendra.
Segera dia hubungi.
“Tolong angkat, ku mohon.” Harap nya cemas.
Dan mobil Anton sudah berada di samping nya.
“Hallo? Ini siapa?” jawaban dari ponsel Rihana.
“Ahh…syukur lah.” Gumam Rihana senang.
“Ha…hallo ini Aris? Aris tolong aku…..ada seseorang yang sedang mengejar ku.” Teriak Rihana.
“Mengejar mu? Siapa?” Tanya Aris santai.
“A….aku tidak tahu. Ku mohon, tolong aku.” Rihana sudah mulai menangis.
Aris masih diam, dia berpikir kalau itu adalah jebakan dari musuh-musuh nya.
“Hallo, Aris? Apa kau masih ada di sana?” Tanya Rihana.
“Kau di mana sekarang?” Tanya Aris.
“Aku di daerah perumahan XXX.” Jawab nya panik.
“Apa tidak ada security di situ?” Tanya Aris.
Wanita itu menangis, seperti sudah pasrah.
“Dia menangis?” gumam Aris.
Rihana menutup panggilan nya, merasa percuma untuk meminta bantuan dari Aris yang tidak percaya pada nya.
Sekali lagi mobil mereka berhenti, dan Anton juga sudah keluar dari mobil nya. Di tangan nya sudah ada tongkat besi yang selalu di
siapkan di dalam mobil.
“Hahahahahaha….” Anton tertawa di hadapan mobil Rihana yang panik.
“Rihana, keluar lah. Aku sudah sangat rindu pada mu. Ayo, biarkan aku memeluk mu sayang.” Ucap Anton sambil mengetuk jendela mobil.
Rihana menggelengkan kepala sudah menangis.
“Tolong, pergi lah. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.” Rihana memohon dengan melipatkan tangan nya.
“Apa sayang? Apa yang kau ucapkan? Aku tidak bisa mendengar nya. Ayo keluar lah dulu.” Anton tersenyum jahat.
Rihana tetap bertahan di dalam mobil, dan menangis.
__ADS_1