SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 226


__ADS_3

“Aku tahu kau sangat mencintai ku dan khawatir pada ku. Tapi tolong hargai diri mu.” Eva bersedih.


Lucifer berdiri, menghampiri Eva, dan berjongkok di hadapan isteri nya.


“Sayang, maaf kan aku. Aku khilaf dan terpancing emosi. Jika hal buruk terjadi pada mu, aku bisa gila. Aku tidak perduli dengan apapun, apalagi dengan diri ku.


“Aku tahu itu. Aku pun seperti itu, aku akan mati kalau kau tidak ada. Tapi cobalah berpikiran yang tenang. Agar apa yang kau lakukan tidak sia-sia.


Eva memegang kedua pipi suami nya yang masih berjongkok.


“Minta maaf lah pada mereka. Terutama pada Vicky. Aku tidak tahu ada dendam apa antara kau dan diri nya. Tapi aku tahu kalau Vicky juga sangat menyayangi mu. Sayang?” Tanya Eva.


"Baik sayang. Aku akan meminta maaf pada mereka. Aku janji akan mengontrol emosi ku.” Ucap Lucifer.


“Jangan asal janji saja.” Celetuk Eva.


“Aku benar-benar berjanji. Nanti aku akan berbicara pada mereka di hadapan mu.” Ucap Lucifer.


Eva sedikit senang. Dia berdiri dari kursi nya, dan ikutan berjongkok dengan suami nya.


“Aku sangat mencintai dan menyayangi mu. Aku tidak mau di antara kita pergi dan meninggalkan kedua anak kita.” Eva memeluk suami nya. Mereka berpelukan.


****************************


“Lucifer dan Eva berada di Singapura?” Tanya Cleo.


“Benar, apa kau mau kita ke sana? Sekalian aku akan memperkenal kan mu pada paman ku dan sepupu ku.” Ucap Vicky.


“Tapi paman mu tidak akan keberatan kalau kita menikah?” Tanya Cleo.


“Tidak. Yang akan menikah kan diri ku, bukan paman ku.


Kecuali kau jatuh cinta dengan nya, hehehehehe.” Ucap Vicky.


“Kapan kita pergi?” Tanya Cleo.


“Setelah kita menghadiri acara pernikahan Lisna dan Steven. Mereka adalah sahabat Lucifer dan Eva.” Jawab Vicky.


“Tapi kamu bersiap-siap saja.” Ucap nya lagi.


*****************


Eva dan Lucifer pergi ke rumah sakit untuk melakukan USG, sudah melakukan janji dengan dokter yang memeriksa mereka sebelum nya.


Aris dan Hendra tidak ikut dengan mereka. Mereka melakukan pekerjaan yang di suruh Lucifer.


Mereka masih di ruang tunggu.


“Lama sekali giliran kita.” Celetuk Lucifer.


“Sabar sayang, jangan marah-marah.”Eva berusaha menenangkan nya.


Sekitar 20 menit, seorang perawat datang.


“Nyonya Adam?” panggil nya.


“Ya, saya.” Eva berdiri sambil mengangkat tangan nya.


Eva di dampingi suami nya Lucifer segera pergi ke ruangan dokter.


“Selamat siang Nyonya Adam dan tuan Adam.” Sapa si dokter.


“Selamat siang juga dok.” Jawab Eva. Lucifer diam.

__ADS_1


“Silahkan duduk.” Suruh si dokter.


Eva dan Lucifer segera duduk.


“Apa kalian menunggu lama?” Tanya si dokter.


“Lama sekali.” Celetuk Lucifer.


Eva mencubit pinggang Lucifer, si dokter sedikit kesal.


“Baik lah, saya akan memeriksa anda ya Nyonya Eva.” Ucap si dokter wanita itu.


Eva mengikuti nya ke tempat tidur.


“Tolong baju nya di naikkan sedikit ya.” Suruh si dokter.


Eva memakai dress selutut, bingung bagaimana untuk mengangkat nya.


“Tidak apa-apa sayang, angkat saja. Lagi pula aku sudah melihat nya kan. Jadi kau tidak usah malu.” Ledek Lucifer.


Si dokter tersenyum malu.


“Tapi aku tetap malu.” Jawab Eva.


“Kalau begitu saya akan ambil selimut dulu, sebentar ya.” Si dokter keluar ruangan.


“Ngapain malu sih sayang. Aku bisa kok mengontrol nya.” Goda suami nya.


Si dokter muncul dengan selimut di tangan nya.


Selimut di pakai kan dari ujung kaki sampai pinggang Eva, dan dress nya di angkat sampai perut.


Cairan seperti jelly di oleskan di permukaan perut Eva.


sekitarb perut nya.


“Kalian bisa lihat, ada dua janin di dalam rahim Nyonya Eva.”ucap si dokter.



Mereka berdua melihat layar monitor. Tampak ada dua janin yang sedang bergerak-gerak.


Lucifer menggenggam tangan isteri nya. Mereka sangat bahagia dan tersenyum melihat layar monitor itu.


“Kalian juga bisa melihat, salah satu dari janin nya sangat lemah. Lihat perbedaan nya, yang satu berukuran besar, dan satu nya lagi


berukuran kecil, tapi mereka masih memiliki detak jantung yang kuat.” Ucap si dokter.


“Sebaik nya kalian sering-sering lah berbicara atau mengobrol dengan mereka, karena mereka akan mengenal dan merespon apapun dari orang tua nya.” Ucap si dokter.


Eva sangat terharu, mata nya berkaca-kaca. Sementara Lucifer sudah mengeluarkan air mata pertama nya di ruangan itu.


“Sayang? Kau menangis?” Tanya Eva merasa ada air mata yang jatuh di tangan nya.


Si dokter pun melihat pria yang sangar itu.


“Wah, anda bisa menangis juga? Saya pikir anda akan bersikap biasa-biasa saja.” Ledek si dokter.


Lucifer segera mengusap air mata nya.


“Untuk kesehatan yang lain nya sudah terjaga, kesehatan si ibu nya juga. “ ucap si dokter.


“Namun di sini masih belum terlihat jenis kelamin nya.” Ucap si dokter.

__ADS_1


“Kami tidak memperdulikan jenis kelamin nya dok, yang penting mereka selamat.” Ucap Lucifer.


Pemeriksaan pun berakhir, Eva kembali menurun kan dress nya, perlahan dia turun dengan bantuan dari suami nya.


“Apa kalian mau membawa mencetak hasil USG nya?” Tanya si dokter.


“Tentu dok.” Jawab Eva dan Lucifer serentak.


Si dokter tersenyum.


“Kalian datang lagi pada usia kandungan trimester 2. Mudah-mudahan kedua janin nya meningkat kesehatan nya.” Ucap si dokter.


“Baik dok.” Jawab mereka serentak lagi.


Si dokter memberikan foto rekaman USG kehamilan Eva. Mereka masih melihat gambar itu, seakan masih belum percaya.


“Terimakasih dokter, kalau begitu kami permisi pamit dulu.” Ijin Eva.


“Silahkan Nyonya Eva. Ingat, kandungan dan kesehatan anda di jaga.” Ucap si dokter.


“Iya dok.” Jawab Eva bahagia.


Mereka keluar dari ruangan si dokter yang masih melihat kepergian mereka.


“ Mereka sangat bahagia sekali, dapat anak kembar.”  Gumam si dokter.


********************


“Sayang, apa kau masih kuat berjalan? Mau aku gendong?” Tanya Lucifer.


“Jangan, aku masih kuat berjalan kok.” Tolak Eva halus.


Lucifer tidak memaksa, menuntun Eva kembali ke mobil.


Dalam perjalanan Eva tidak berhenti tersenyum, di elus nya perut nya beberapa kali, Lucifer pun ikut bahagia di samping nya.


“Apa kau bahagia?” Tanya Lucifer.


“Tentu saja, aku bahkan tidak berhenti tersenyum.” Jawab Eva.


Dalam perjalanan Eva melihat ada pedagang air kelapa.


“Sayang, aku mau minum itu.” Tunjuk nya pada pedagang air kelapa.


“Tidak apa-apa kau meminum nya?” Tanya Lucifer.


Eva menggelengkan kepala nya.


“Baiklah, kita akan menghentikan mobil nya di sini, dan kau tunggu di sini ya.” Ucap Lucifer.


Lucifer turun dari mobil dan berjalan menuju pedagang kelapa.


Tiga orang pemuda membuka paksa pintu mobil Eva dan segera membawa Eva ke dalam mobil mereka.


“Adam…” teriak nya.


Eva di bawa beserta tas mini yang di kalungi nya.


“Eva…..” Lucifer segera berlari mengejar mobil itu.


"EEEVVVAAA......" teriak Lucifer masih berlari.


Mobil penculik sudah melaju dengan sangat cepat.

__ADS_1


“Tuan, kami sudah membawa nya.” Ucap salah satu dari mereka memberi kabar pada bos nya dalam panggilan telepon.


__ADS_2