
Lucifer masuk ke ruangan Steven yang masih kosong.
Dia tidak mau mau kemana, jadi dia menunggu Steven.
Beberapa menit kemudian.....
"Lucifer... apa yang kau lakukan di sini? " tanya Steven kaget melihat Lucifer duduk sendiri sambil bengong.
Lucifer melihat nya.
"Apa ada luka serius di alami mereka? " tanya Lucifer.
"Tidak, tidak ada, hanya tinggal luka bagian kulit luar saja. " jawab Steven.
"Bagaimana dengan luka mu? " tanya Steven.
"Tidak apa-apa. " jawab Lucifer.
"Seperti nya kau memiliki sakit di sini ya? " ucap Steven menunjukkan arah dada nya pada Steven.
Lucifer hanya melihat dan tidak memberi jawaban.
"Lucifer, apa kau sudah menemui Eva? " tanya Steven.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Lalu?" tanya Steven, menunggu respon dari Lucifer.
"Hhmm.... dia takut pada ku, dia... dia menjaga jarak dengan ku." jawab nya.
"Wajar, nama nya juga wanita, tidak pernah melihat hal-hal seperti itu, kecuali seperti Miranda anak buah mu itu. " ucap Steven.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? " tanya Lucifer.
"Kau harus memberi nya waktu, biarkan dia berpikir. " jawab Steven.
"Aku dengar dari Aris, kau memutilasi Richard di hadapan Eva dan yang lain nya, benar? " tanya Steven.
"Hhmm... aku gelap mata." jawab Lucifer.
"Itu yang membuat Eva ketakutan pada mu. " ucap Steven.
"Apa dia perlu menginap di sini lagi? " tanya Lucifer.
"Sudah bisa pulang, Lisna dan keluarga nya juga bisa pulang besok. " jawab Steven.
"Apa kau mau membawa Eva ke rumah mu? " tanya Steven.
"Entah lah." jawab Lucifer.
"Kenapa kau jadi ragu? biasa nya kau cepat mengambil keputusan. " ucap Steven.
"Aku bingung Stev, aku melihat tatapan mata Eva yang penuh dengan ketakutan setiap aku berada di dekat nya. " ucap Lucifer.
"Apa kau sedih dia seperti itu? " tanya Steven.
"Hhmm... aku mau dia seperti yang dulu, tidak takut pada ku. " ucap nya.
"Tentu saja aku sangat sedih dengan sikap nya." ucap nya lagi.
"Apa kau sudah jatuh cinta dengan nya? " tanya Steven.
"Tidak, aku hanya tidak mau dia salah paham dan menyalahi ku. " jawab Lucifer.
"Hhmm.... membosan kan banget di sini, pengen cepat pulang, gak kuat dengan bau obat nya. " ucap Eva berbicara sendiri.
CEEKKKLLLEEKK....
Lucifer muncul. Mereka saling menatap.
"Apa kau bosan? " tanya Lucifer.
__ADS_1
Eva tidak menjawab.
Lucifer mendekati Eva. Eva menundukkan wajah nya.
"Besok kalian akan keluar dari rumah sakit, jadi bersabar lah. " ucap Lucifer.
Eva tidak menjawab.
"Eva... bicara lah. " ucap Lucifer.
"Apa kau tidak mau bicara? " tanya Lucifer mendekati Eva.
"Apa kau membutuhkan sesuatu? " tanya Lucifer lagi.
Eva hanya menggelengkan kepala nya.
Tampak Lucifer merasa frustasi dengan sikap Eva.
"Kau sudah minum obat nya? " tanya nya lagi.
Eva hanya menganggukkan kepala nya.
"Baik lah, aku akan menjaga mu di luar, istirahat lah. " ucap Lucifer.
Eva masih tetap diam, menatap Lucifer keluar dari kamar nya.
Lucifer duduk di ruang tunggu, sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya.
"Tuan, sebaik nya anda istirahat saja dulu, biar kami yang menjaga nya di sini. " ucap Aris.
Aris dan Hendra kasihan melihat tuan nya seperti itu.
"Aku tidak apa-apa, kalian pulang lah. " suruh Lucifer.
"Tapi tuan....."
"Aris tolong, jangan menambah beban pikiran ku lagi, jangan membantah!!! " teriak Lucifer.
Membuat beberapa orang di sekitar nya terkejut.
"Baik tuan, kami permisi. " jawab Aris.
Mereka pergi meninggalkan Lucifer yang masih duduk sendiri.
Beberapa kali Lucifer menguap. Berdiri bejalan berulang kali.
"Dasar kau wanita yang tidak tahu diri. " ucap Lucifer menarik rambut Eva.
"Tidak tuan... tolong lepaskan saya. " jawb Eva ketakutan.
"Diam kau, aku menyelamat kan mu, dan kau berani mengabaikan ku seperti ini, kau pikir siapa kau, hah??? " bentak Lucifer.
Eva menangis, melihat Lucifer yang marah besar pada nya.
GGGERRRRRRR...... GGGGGEERRRR......
"Aku akan membunuh mu, akan aku potong kedua tangan mu itu. " teriak Lucifer memegang gergaji mesin nya.
"Hahahahahahaha.... rasakan ini, perempuan tidak tahu diri. " ucap Lucifer.
"Tidak... jangan... jangan... tuan... tolong... jangan lakukan... " teriak Eva.
"Aaaakkkhhhh..... tttooollonnng..... aaaaaakkkhhhhhh. " teriak Eva ketakutan.
"Eva.... Eva.... bangun.... Eva.... " panggil Lucifer melihat Eva mengalami mimpi buruk.
"Tidak.... jangan... ku mohon... jangan bunuh aku... jangan.... " teriak Eva yang masih belum membuka mata nya.
"Eva... bangun.... Eva.... " panggil Lucifer.
"Aaaaaaaaaahhhhhhhkkk.hhhh...." Eva membuka mata nya.
__ADS_1
Dengan nafas yang sangat cepat, dia melihat Lucifer di hadapan nya.
"Pergi.... lepaskan aku.... ku mohon... pergi... " teriak Eva sambil menangis.
"Ada apa dengan mu? " tanya Lucifer berusaha menenangkan Eva.
Eva berusaha turun dari ranjang nya, sampai dia terjatuh.
Lucifer menghampiri nya, berusaha mengangkat nya naik kembali di atas ranjang nya.
"Lepaskan aku... tolong... jangan menyentuh ku. " pinta Eva teriak.
Lucifer sedih mendengar perkataan Eva. Dia keluar dan memanggil Steven.
Eva masih menangis di bawah ranjang dengan jarum infus yang lepas dari lengan nya.
Steven datang dan membantu mengangkat Eva ke ranjang.
"Eva, apa yang terjadi dengan mu? " tanya Steven.
Eva tidak menjawab, dia melihat masih ada Lucifer di belakang Steven.
"Lucifer, sebaiknya kau menunggu di luar saja dulu. " pinta Steven.
Lucifer diam sesaat, lalu pergi meninggalkan nya. Eva melihat Lucifer pergi.
"Ada apa dengan mu, jarum nya sampai lepas begini. " tanya Steven.
"Aku.. aku takut Lucifer membunuh ku." ucap Eva.
"Hah? " tanya Steven kaget mendengar perkataan Eva.
"Membunuh mu? kenapa kau mengatakan seperti itu? " tanya Steven.
"Aku tidak mau dia ada di sini, aku tidak mau dia di dekat ku, tolong aku Stev, aku sangat takut. " ucap Eva panik.
"kau tenang kan dulu diri mu, tidak akan ada yang membunuh mu. " ucap Steven menenangkan Eva.
Eva menangis, berusaha mengatur pernapasan nya.
Steven kasihan melihat Eva, beberapa kali dia menggelengkan kepala nya.
"Sebaik nya kau tidur lah, besok kalian bisa pulang. " ucap Steven.
"Stev, aku gak mau pulang ke tempat Lucifer, aku gak mau. " pinta Eva.
"Kenapa? dia suami mu Va. " ucap Steven.
"Aku gak mau.... pokok nya aku gak mau. " pinta Eva bersikeras.
"Lalu kau mau ke mana? " tanya Steven.
"Aku akan tinggal dengan Lisna saja. " jawab Eva.
"Baik lah, nanti aku akan bicarakan dengan Lucifer." ucap Steven.
"Tidak, jangan kasih tahu dia, dia pasti marah, dan dia nanti akan membunuh kami. " ucap Eva.
"Eva, Lucifer tidak akan membunuh mu atau Lisna, jangan berpikir yang aneh Va. " ucap Steven.
"Kau itu teman nya, tentu saja kau akan membela nya, tidak mungkin dia membunuh teman nya kan? " tanya Eva yang kesal.
"Va, aku memang teman nya, tapi kau adalah isteri nya, lebih tidak mungkin lagi kan dia membunuh mu? " ucap Steven berusaha menahan kesal nya.
Eva diam, hanya bisa menangis sambil ketakutan.
"Istirahat lah." ucap Steven.
Eva kembali berbaring sambil memakai selimut nya.
Steven meninggkan nya keluar ruangan.
__ADS_1
AYO.... PASTI SEMUA GREGETAN DENGAN EVA KAN?
PASTI AKAN MARAH DENGAN EVA.