SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 102


__ADS_3

Sekelompok pria lain lagi datang, menyelidiki lokasi kejadian.


DDDODOORRRR...... DDDODOOOOORRR.....


BBBRRUUUUGGHHH.......


"Cepat bawa yang lain nya kerumah sakit. " ucap kelompok yang melawan anak buah Richard.


"Sialan.... siapa mereka...? " tanya anak buah Richard.


Terjadi perlawanan yang sangat kuat, hanya saja Eva sudah berhasil di bawa.


"Bos, seperti nya gadis itu sudah di bawa. " ucap rekan yang melawan anak buah Richard.


"Hmmm..... kita terlambat. " jawab nya.


"Ayo kita urus saja yang di sini." jawab nya lagi.


"Ck... ck... ck... Kalian berani menghancurkan rumah ibadah.... " ucap rekan nya sambil menghajar orang-orang itu.


Perlawanan itu mengakibat kan kelompok anak buah Richard kalah.


.


.


.


.


.


" Gadis itu sudah di bawa ke lokasi Richard. " ucap Narendra.


"Apa rencana mu Andre? " tanya Miranda.


"Kita susul ke sana, apa lagi? " ucap Andreas.


"Tapi Lucifer ada di sana" ucap Miranda.


"Justru itu, lebih bagus kan? aku sangat kangen banget sama bos besar kita, aku pengen meluk dan cium, hehehehehehe. " ucap Narendra genit.


"Okey.... " jawab Miranda.


Tiga anggota Lucifer yang masih setia mengikuti Lucifer ke lokasi Richard, tanpa sepengetahuan Lucifer dan Richard.


.


.


.


.


.


Eva dan yang lain nya sudah berada di markas Richard, jauh dari Bandung dan Jakarta, berada di tengah seperti hutan.


Eva di ikat di sebuah kursi kayu, sementara Lisna dan keluarga nya di kurung, tapi mereka bisa melihat Eva yang masih belum sadar.


"Eva... Eva... bangun. " panggil Lisna.


"Ttsstt.... Va. " panggil nya lagi.


"Hhmmm..... uummmm.... " Eva perlahan membuka mata nya.


"Ada di mana ini? apa yang terjadi? " gumam Eva, mulut nya di tutup dengan lakban.


"Eva... " panggil Lisna setelah melihat Eva sadar.


Eva melihat asal suara.


"mmmm.... uummm.... mmmm.. " Eva berusaha bicara, tapi tidak bisa.

__ADS_1


"Ssuuttt.... jangan berisik, kau diam, yang penting kau sudah sadar. " bisik Lisna.


Eva melihat Lisna dan keluarga nya berada dalam satu kurungan.


"Ya Tuhan... kenapa mereka babak belur seperti itu? siapa yang melakukan nya? " gumam Eva.


"Wah.... wah.... sudah bangun ternyata. " ucap seseorang sambil melangkah mendekat.


Eva melihat.


"Siapa orang ini? " gumam nya.


"Apa kabar... nyonya Lucifer. " ucap Richard, sedikit berjongkok menghadap Eva.


"Ternyata, cantik juga isteri Lucifer ini." ucap Richard.


Eva hanya diam sambil menatap laki-laki yang ada di hadapan nya.


"Kau pasti bertanya siapa kami, iya kan? " tanya Richard seakan tahu isi pikiran Eva.


"Ini semua karena Lucifer, karena orang itu. " ucap nya sambil mendekat ke telinga Eva.


"Eeemmmmm.... mmmmm.... " ucap Eva menggelengkan kepala nya.


"Bagaimana kalau aku mencicipi mu? " tanya Richard menggoda.


Eva berontak tidak leluasa.


"Tuan Richard. " ucap James yang baru datang bersama Darmo, peter dan Baron.


Richard menatap mereka.


"Apa dia sudah datang? " tanya Richard.


"Dia dalam perjalanan, dan sendiri. " ucap Baron.


"Kau yakin dia sendiri? " tanya Richard.


"Kami yakin tuan. " jawab Darmo.


"Kenapa mereka kenal dengan Adam? apa hubungan mereka? " gumam Eva yang mendengar percakapan mereka.


"Sebentar lagi suami mu akan mati di tangan ku, dan kau akan menjadi janda, hahahahaha" ucap Richard pada Eva.


"Aku bisa menawarkan bantuan pada mu, aku akan menjadi kan mu milik ku, yang harus kau lakukan hanya melayani ku saja, tentu nya....membuat ku puas di ranjang sayang. " goda Richard menyentuh dagu Eva.


Eva menatap dengan tatapan marah.


"Aku suka sekali dengan tatapan mata mu ini, pantas saja si Lucifer itu menyukai mu, apa.. kau juga melayani nya dengan puas ya? " tanya Richard.


"Oh ya.... apa kau tahu siapa Lucifer itu? " tanya Richard.


Eva tidak bereaksi, hanya diam sambil menatap.


Richard pun diam sambil menatap Eva, seakan dia terpesona dengan Eva.


"Ooohhhh.... kau sangat menggoda sekali, rasa nya aku tidak bisa menahan nafsu ku lagi. " bisik Richard di telinga Eva.


"Apa kau takut pada ku? hheemm...? " tanya Richard.


"Aku rasa kau tidak takut pada ku, bagaimana mungkin kau takut pada ku sementara dengan bos mafia saja kau tidak takut." ucap Richard.


Eva membelalakkan mata nya, merasa kaget.


Begitu juga dengan Lisna dan keluarga nya yang juga mendengar.


"Kenapa? apa kau tidak tahu siapa suami mu itu? " tanya ledek Richard.


Eva hanya menatap dengan diam.


"Suami mu itu adalah seorang mafia, bos mafia, dia sudah banyak membunuh, atau jangan-jangan dia juga sudah membunuh orang tua angkat mu? " ucap Richard.


"Tidak... itu tidak mungkin. " gumam Eva menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Kau tidak percaya? " tanya Richard.


"Kau pikir siapa yang melakukan ini? " tanya Richard menunjuk Baron, James, Darmo, Edward dan Baron.


Eva gemetar dan ketakutan melihat luka yang di miliki mereka.


"Apa Adam yang melakukan itu semua? atau mereka membohongi ku? " gumam Eva menggelengkan kembali kepala nya.


"Kau masih tidak percaya? oh ya, masih ada lagi... tapi kau tidak bisa melihat nya, karena Lucifer sudah membakar nya hidup-hidup. " ucap Richard.


Air mata Eva mengalir, antara ketakutan dan rasa tidak percaya nya.


"Jangan menangis sayang, itu sudah biasa dalam dunia mafia. " ucap Richard membersihkan air mata Eva yang jatuh di pipi Eva.


"Maka nya di sini aku ingin membunuh nya, supaya aku bisa jadi bos... bos mafia, dan aku akan membunuh semua yang berhubungan dengan nya, kecuali kau... aku tidak akan membunuh mu, selama kau bisa memuaskan ku ." ucap Richard.


"Tapi sayang... aku tidak bisa menikahi mu, aku tidak suka terikat dengan satu wanita, kau tahu kan maksud ku? " goda nya.


"Tenang saja, kau akan hidup, aku akan membuat hidup mu mewah, selain diri mu, semua nya mati, termasuk mereka. " ucap Richard menunjuk Lisna dan keluarga nya.


Eva menjatuhkan air mata nya lagi.


"Ayo kita siap kan penyambutan buat Lucifer."


ajak Richard.


Mereka pergi meninggalkan Eva dan yang lain nya.


"Apakah itu benar Adam? tapi kenapa? kenapa aku bisa bertemu dengan mu? " gumam Eva sambil menangis.


.


.


.


.


.


"Bagus... sekarang kerahkan anak buah untuk melindungi keluarga gadis itu, pastikan mereka aman dan selamat" perintah Andreas melalui telepon.


"Baik tuan." ucap anak buah nya.


"Hey pak tua... biar aku yang urus anak buah Richard." ucap Narendra di samping Andreas.


"Terserah! " jawab Andreas berkacamata tipis.


"Lalu bagaimana dengan mu nona sok cantik? " ledek Narendra menoleh kebelakang nya.


"aku hanya duduk-duduk saja, sebagai penonton. " jawab Miranda santai.


"Aku akan melayani Lucifer dalam pangkuan nya. " ucap Miranda memainkan kuku jari nya.


"Ppuufffthhh, kau siapa hey... ?" ledek Narendra menahan tawa.


Narendra pun ikut tertawa.


Andreas mengemudi mobil, sementara Narendra duduk di samping nya, Miranda berada di kursi belakang.


.


.


.


.


.


HAI SEMUA READERS.... TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA YA...


AKU SELALU BACA KOK MASUKKAN DAN KRITIKAN DARI KALIAN, SEMUA YANG MEMBERIKAN KOMENT AKU SELALU BACA, WALAUPUN TIDAK SEMPAT MEMBALAS NYA.

__ADS_1


TERIMAKASIH JUGA YANG SUDAH MENGINGATKAN KU UNTUK MENJAGA KESEHATAN.


__ADS_2